WEBSITE YANG BERSAHABAT DENGAN SEARCH ENGINE OPTIMISE

Dengan situs web yang bersahabat dengan mesin pencari seperti google, yahoo dan mesin pencari yang lainya yang berkualitas akan meningkatkan jumlah pengunjung pada situs web, sebelum situs dioptimalkan di mesin pencari, perlu dimaksimalkan konten atau isi dari web tersebut, sehingga akan membuat pengunjung bisa datang kembali dan melakukan transaksi. Untuk bisa dikenal di mesin pencari perlu optimalisasi web.

Optimalisasi web bisa dilakukan dengan cara :

1. URL

Nama Domain dibuat sesingkat mungkin, sehingga mesin pencari dan pengunjung dapat berinteraksi dengan website dengan lebih efektif URL yang menjelaskan konten halaman. (Contoh : https://civitas.uns.ac.id/ACTIVE/2016/10/27/hello-world/. URL sangat penting untuk SEO, pastikan membuat URL yang mudah diakses google untuk mengindek situs.

2. TITLE

Judul halaman yang paling efektif adalah 10 – 70 karakter termasuk spasi. Pastikan kata kunci terbaik, setiap halaman dibuat mempunyai judul tersendiri (buat judul yang lain dari pada yang lain)

3.META DESKRIPSI

Meta deskripsi sangat penting karena berguna sekali bagaimana halaman ditampilkan dalam mesin pencarian. Untuk efektif optimal deskripsi meta harus antara 70 – 160 karakter. Meta deskripsi harus ringkas dan mengandung kata kunci yang terbaik. Pastikan setiap halaman mempunyai meta deskripsi sendiri.

4.META KEYWORD (kata Kunci)

Meta keyword adalah kata atau frase yang berhubungan dengan konten situs.

5.HEADINGS

Lebih baik apabila halaman menerapkan judul HTML  H1 melalui H3, dan hanya satu H1 pos digunakan. Judul Awal H1 harus memasukan kata kunci terbaik. Menggunakan hanya 1 H1 akan memperkuat SEO.

6. IMAGES (Gambar)

Menambahkan teks ALT untuk gambar, sehingga memudahkan mesin pencari untuk mengenali gambar dan mengindeknya.ALT sangat diperlukan untuk menjelaskan gambar, Teks ALT juga perlu adanya deskripsi agar bisa muncul di google gambar dll.

7. TEKS / HTML Ratio

Website rasio dari teks ke kode HTML diusahakan melebihi dari 15 %. Buat artikel yang banyak dan berkualitas.

8.FRAME

Sulit bagi mesin pencari untuk mengindex halaman yang ada frame yang tidak mengikuti tata letak standar untuk sebuah situs web.Hindari penggunaan frame untuk memaksimalkan halaman web.

9.FLASH

Flash memang baik untuk penampilan halaman web, untuk SEO yang lebih baik tidak menggunakan FLASH.

10.ROBOT.TXT

File ini membatasi aktifitas crawler untuk mesin pencari dan juga menempatkan sitemap xml.

11.XML SITEMAPS

 XML Sitemap dapat memperkuat SEO. Dengan XML Sitemaps mesin pencari dapat mengindex situs lebih akurat.Disarankan mengirimkan sitemap lewat Webmaster Google.

12.LANGUAGE

Penting untuk menentukan bahasa yang digunakan dalam situs.Lebih baik menyatakan kode bahasa di URL.

13.DOCTYPE

Menentukan sebuah DOCTYPE membantu web browser merender konten dengan benar.

14.ENCODING

Pengkodean karakter atau bahasa secara signifikan akan memperkuat SEO.

15.GOOGLE ANALYTIC

Diperlukan untuk memonitor website.

16.MICROFORMAT

Microformat adalah markup yang digunakan untuk struktur data yang sedang dikirim ke mesin pencari lebih efektif.

17.DUBLIN CORE

Dublin Core merupakan serangkaian standar metadata yang menjelaskan konten website.

18.GEO META TAGS

Pencarian BING sering menggunakan Geo Meta Tags.

19.FEEDS

Website meningkatkan visibilitas, saat pelanggan feed diberitahu untuk konten terbaru.

20.FAVICON

Pastikan Favicon mencerminkan website yang kita buat.

MAKALAH

LATAR BELAKANG

Dalam perkembangan di era globalisasi saat ini, pengelolaan atau manajemen layanan sangat menunjang terciptanya tujuan dalam pengelolaan sistem dan pola layanan.

üPenyelenggaraan pelayanan publik yang dilaksanakan dalam berbagai jenis pelayanan, masih dirasakan belum seperti yang diharapkan. Dalam pelayanan belum memberikan kontrol yang efektif untuk menjadi unsur pendorong dalam upaya peningkatan kualitas pelayanan publik.

üPerlu dilakukan strategi untuk meningkatkan kualitas pelayanan itu dengan Penataan / Pengembangan sistem dan pola layanan yang baik sehingga tujuan dari pelaksanaan pelayanan itu akan tercapai dan memberikan tingkat kepuasan kepada pengguna layanan yang menerimanya.

PERMASALAHAN

Bagaimanakah upaya atau strategi universitas dalam dalam penataan / pengembangan sistem dan pola layanan untuk meningkatkan pelayanan ?

URAIAN PERMASALAHAN

Salah satu esensi dari pelayanan  yang baik adalah dengan adanya sistem dan pola layanan yang efektif, efisien dan akuntabel, tetapi dalam menciptakan suatu sistem dan pola layanan berkualitas yang memberikan kepuasan kepada pengguna layanan  masih banyak hal yang menjadi kendala

kendala tersebut antara lain :

-Standar Operating Prosedure belum diterapkan secara maksimal,

-Sistem aplikasi web online belum terintegrasi secara menyeluruh,

-Penempatan SDM yang tidak sesuai pada suatu unit kerja

-Rendahnya tingkat kualitas sumber daya manusia,

-Masih kurang kebijakan pelayanan publik yang sistematis,

-Belum memadai fasilitas yang menunjang kualitas pelayanan publik

Hal ini yang mengkibatkan pelayanan yang diselenggarakan universitas dirasakan masih kurang dan cenderung tidak melaksanakan dengan sepenuh hati. Masih banyak kita temui keluhan-keluhan dari pengguna layanan menilai bahwa kualitas pelayanan yang diselenggarakan universitas belum maksimal.

PEMBAHASAN

Strategi atau upaya untuk meningkatkan penataan / pengembangan sistem dan pola layanan meliputi :

  1. Integrasi Sistem online aplikasi web yang ada di universitas

Banyak  aplikasi web yang sekarang digunakan universitas, contoh aplikasi web : SIATAP, SIAKAD,dan REMUNERASI. Permasalahan dalam pelaporan remunerasi pegawai banyak kehilangan waktunya untuk input data dan harus menyiapkan data pendukungnya untuk di unggah ke sistem remunerasi, sehingga akan sangat berpengaruh kualitas pelayanan dalam suatu unit kerja.

Dengan adanya Integrasi Sistem online aplikasi web tersebut akan banyak menghemat waktu pegawai, karena dengan memasukan data pada salah satu sistem (siatap)  akan otomatis menginput ke sistem (remunerasi).dan ini akan mempengaruhi kualitas pelayanan dalam suatu unit kerja.

  1. Peningkatan kualitas perilaku dan keprofesionalan

Peningkatan sumber daya manusia dan profesionalitas pegawai adalah aspek dalam upaya untuk penataan/ pengembangan  sistem dan pola layanan.

-Peningkatan kualitas SDM yang memiliki kecakapan, ketrampilan (Dibekali Pelayanan Prima)

-Perilaku yang patuh pada prosedur dalam suatu sistem yang berlaku. SOP

-Penempatan posisi yang sesuai dengan bidangnya

  1. Menciptakan kebijakan pelayanan publik yang sistematis

menciptakan kebijakan-kebijakan yang mendukung terselenggaranya peningkatan pelayanan kepada pengguna layanan antara lain :

-Evaluasi dan Pengembangan  standar pelayanan  yang efektif meliputi : Prosedur Pelayanan, Persyaratan pelayanan, waktu yang diperlukan dalam pelayanan.

-Peningkatan profesionalisme penyelenggaraan pelayanan dengan Analisis kebutuhan diklat untuk peningkatan kualitas pelayanan, Penyelenggaraan Diklat Pelayanan Prima, Sosialisasi budaya kerja

-Pengembangan dan Pemanfaatan sistem pelayanan  melalui jaringan sistem Online.

  1. Peningkatan fasilitas yang menunjang kualitas pelayanan

Seiring dengan perkembangan teknologi yang semakin canggih, maka sudah sepatutnya universitas menerapkan kemajuan teknologi itu untuk menunjang penyelenggaraan pelayanan. Peningkatan fasilitas ini tentunya mencakup fasilitas fisik (perabotan, komputer dll) dan non fisik (segala sesuatu yang bersifat mempermudah dan memperlancar pelayanan misal : waktu, kepercayaan.

KESIMPULAN

Untuk mewujudkan  penataan / pengembangan sistem dan pola layanan untuk meningkatkan kualitas pelayanan  dapat diambil kesimpulan antara lain :

-Integrasi Sistem online aplikasi web yang ada di universitas,

-Peningkatan kualitas perilaku dan keprofesionalan,

-Menciptakan kebijakan pelayanan publik yang tidak terlalu prosedural dan berbelit-belit,

-Peningkatan fasilitas yang menunjang kualitas pelayanan publik.

Dengan tertatanya sistem dan pola layanan adalah bertujuan untuk memberikan berbagai layanan yang mengurusi segala hal yang diperlukan oleh pengguna layanan, sehingga pengguna layanan akan puas dengan adanya sistem dan pola layanan yang baik.