Ini Kesalahan Pengelolaan Keuangan Selama Masa Pandemi

By | November 20, 2020

Mengelola keuangan di masa pandemi memang memiliki tantangan tersendiri yang berbeda. Belum lagi dengan adanya resesi ekonomi sehingga hampir setiap orang kini harus pintar-pintar dalam pendistribusian pengeluaran.

Meskipun memang tidak bisa dimungkiri jika kini ada cukup banyak penawaran pinjaman online cepat cair dan mudah yang bisa dijadikan sebagai pegangan sementara tetapi tetap harus ada yang dijadikan sumber utama dalam kondisi pandemi sekalipun.

Sayangnya beberapa orang tidak menyadari bahwa beberapa langkah berikut merupakan sebuah kesalahan yang dilakukan dalam pengelolaan keuangan. Umumnya kesalahan ini dilakukan oleh first jobber dan generasi milenial yang masih jet lag dengan kondisi pandemi yang tidak menentu.

Supaya kesalahan ini tidak dilakukan berulang, mari kita kenali apa saja hal-hal yang dianggap tabu dilakukan dalam melakukan pengelolaan keuangan di masa pandemi.

Lupa tidak menyisihkan dana darurat

Selama masa pandemi mungkin kondisi keuangan memang sedang carut marutnya. Namun, bagaimanapun kondisinya tetap harus ada plan B atau rencana kedua jika terjadi kondisi yang tidak terduga.

Secara sederhana, dana darurat diibaratkan sebagai ban serep. Baik mobil keluaran terbaru maupun mobil yang sudah berusia di atas 20 tahun tetap menyediakan ban serep. Sehingga jika sewaktu-waktu dibutuhkan bisa mudah untuk digunakan sebagai penyelamat ketika dalam perjalanan.

Begitu pula dana darurat, meskipun dalam kondisi pandemi, usahakan untuk menyisihkan paling tidak lima persen dari penghasilan untuk dana darurat. Targetnya tetap harus bisa memenuhi kebutuhan pokok paling tidak selama tiga hingga enam bulan mendatang.

Terlalu banyak menggunakan dana tabungan

Kondisi pandemi yang tidak menentu memang cukup perih dirasakan oleh sebagian besar profesi. Terutama mereka yang bergerak dalam bidang transportasi dan wisata. Mau tidak mau bukan hanya dana darurat saja yang terpakai tetapi juga dana tabungan bisa terkuras habis.

Oleh karena itulah harus langkah strategis bagaimana caranya agar tetap bisa hidup normal tanpa harus terus menerus mengikis tabungan, Terlebih jika tabungan sudah cukup lama dikumpulkan untuk tujuan tertentu. Boleh saja digunakan dalam kondisi darurat tetap harus dibatasi agar impian yang sudah didambakan sebelumnya bisa terbayarkan dengan dana tabungan tersebut.

Kurang inisiatif mencari tambahan penghasilan

Kondisi pandemi membuat semua posisi tidak ada yang aman dan nyaman. Mau tak mau kini semua orang dan semua profesi harus bekerja keras dua kali lipat dari kebiasaan sebelumnya. Di sisi lain tetap harus ada tambahan penghasilan agar cash flow tetap bisa berjalan dengan normal seperti biasanya. 

Maka langkah yang bisa dilakukan adalah mulai mencoba segala jenis usaha terutama yang modalnya rendah serta tidak menyita pekerjaan utama. 

Berutang untuk kebutuhan konsumtif

Berutang bukan sebuah pantangan lagi. Tetapi, dalam kondisi pandemi seperti saat ini tetap harus bijak ketika ingin memanfaatkan pinjaman online cepat cair dan mudah lewat aplikasi. Pasalnya kondisi ekonomi mengalami tren penurunan jika belum ada berita positif tentang vaksin terbaru yang bisa mengatasi pandemi.

Untuk itulah sebaiknya beberapa kesalahan tersebut bisa dihindari sembari menunggu kondisi kembali seperti sedia kala. 

Lain halnya jika utang memang dimanfaatkan untuk kebutuhan yang lebih produktif seperti membuka usaha. Efeknya pun akan bermanfaat bagi orang lain seperti potensi tersedianya lapangan pekerjaan baru. 

Nah, salah satu fintech yang dapat memberikan pinjaman produktif tersebut seperti Kredivo. Kredivo terdaftar dan berizin resmi dari OJK.

Bunga pinjamannya tergolong rendah yaitu 2,6% per bulan. Perhatikan besaran bunganya, jangan sampai memilih bunga harian. Karena pada umumnya bunga harian berjalan memberikan bunga yang cukup tinggi. Contoh sederhana jika bunga hariannya 1% saja berarti dalam 30 hari bunga yang ditetapkan sebesar 30%. Termasuk penetapan bunga yang sangat tinggi.

Oleh karena itu pastikan dulu bahwa fintech yang dipilih terdaftar dan memiliki izin seperti Kredivo. Kredivo memberikan tenor hingga Rp30 juta dengan cicilan fleksibel antara 3,6 dan 12 bulan. Cukup worth it jika digunakan untuk membuka usaha baru atau menambah modal usaha dalam kondisi pandemi seperti saat ini.  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *