Lava Tour Merapi, Wisata Jogja Sisa Erupsi Merapi

Gunung Merapi merupakan salah satu gunung teraktif di Indonesia. Setelah erupsi pada tahun 2006 dan 2010 telah merubah wajah Kaliadem yang dulunya merupakan hamparan tanah yang luas nan hijau dan perkampungan warga kini menjadi wilayah yang meninggalkan jejak timbunan bekas lahar Merapi. Namun keadaan tersebut dimanfaatkan menjadi destinasi wisata yang dikenal dengan Lava Tour Merapi.

Lava Tour Merapi merupakan destinasi wisata Jogja tepatnya di Kaliurang yang berpetualang dengan menggunakan mobil Jeep menjelajahi sekitar area abu panas akibat letusan Gunung Merapi selama erupsi dengan medan lintas off road.

Untuk menjajal tour ini anda harus merogoh kocek sebesar Rp 350.000,- sampai dengan Rp 750.000,- untuk satu Jeep tergantung paket yang anda ambil dan dalam satu Jeep hanya boleh diisi maksimal 4 orang. Dikarenakan waktu sudah sore, pada waktu itu saya dan keluarga disarankan oleh pengemudi untuk mengambil paket tur singkat saja.

Disepanjang jalan anda akan disajikan pemandangan desa yang hancur dan ditinggalkan oleh pemilik karena erupsi Gunung Merapi pada 2010 silam. Pengemudi Jeep juga menyediakan masker untuk penumpang guna melindungi debu yang berterbangan. Sebaiknya anda datang mencoba lava tour ini pada musim kemarau dan anda dapat melihat puncak Gunung Merapi dengan jarak pandang kurang lebih 2km.

Berikut rute Lava Tour Merapi berdasarkan pengalaman saya yang tentunya dapat anda coba :

Museum Sisa Hartaku

 

Pemberhentian pertama yakni di Museum Sisa Hartaku. Kuatkan hati anda ketika di museum ini. Di museum ini anda akan melihat saksi bisu letusan Merapi dan disajikan berbagai benda-benda yang tersisa akibat erupsi Gunung Merapi.

Berbagai benda-benda tersebut dipajang dan ditata sedemikian rupa di sebuah bangunan yang sudah rusak akibat terkena erupsi Gunung Merapi. Benda-benda tersebut antara lain yakni sepeda motor, televisi, perabotan rumah tangga, botol kaca minuman, bahkan terdapat kerangka tulang sapi yang masih utuh.

Selain terdapat benda-benda sisa erupsi, di museum ini juga terdapat tulisan-tulisan kepedihan yang dapat membuat hati anda terenyuh. Setelah kami puas melihat-lihat di museum ini, kami diajak pengemudi untuk melintas di jalur off road di sekitaran museum dengan keadaan jalur bergelombang dan miring hingga kemiringan jeep sekitar 30 derajat, tentu asyik bukan.

Batu Menyerupai Wajah Alien

Setelah dari museum, kami dibawa ke lebih atas dari menuju salah satu batu penanda kedahsyatan erupsi Merapi, yakni batu yang sangat besar yang terlempar ketika Gunung Merapi Meletus dan warga sekitar menyebutnya dengan sebutan “Batu Alien”.

Sekilas batu tersebut tampak tidak ada keanehan, hanya bongkahan batu besar. Kami diarahkan pengemudi ke sisi yang tepat untuk dapat melihat keunikan batu tersebut. Ya setelah di sisi yang pas kami melihat batu tersebut tampak seperti raut muka, terdapat 2 lekukan mata, lekukan hidung, dan mulut. Disini anda akan diberikan kesempatan pengemudi untuk berfoto-foto dan pengemudi juga baik hati menawarkan untuk memfoto kami J.

Disini kami dapat melihat pemandangan Gunung Merapi yang sangat luar biasa, dan kami juga dapat melihat hamparan sungai kaliadem yang sewaktu erupsi membawa lahar dari puncak Merapi.

Bunker Kaliadem

Setelah puas melihat batu alien, kami akan dibawa menuju lebih tinggi lagi, yakni ke Bunker Kaliadem. Selama perjalanan kami dapat menyaksikan hamparan perbukitan yang dulunya merupakan Kawasan perkampungan warga, namun kini sudah menjadi rata dengan abu.

Sebelum sampai di bunker, kami lagi-lagi dibawa pengemudi melintasi jalur offroad yang memacu adrenalin, tak sedikit orang yang berteriak karena kegirangan. Setelah itu mobil Jeep akan diparkirkan dan kami harus berjalan sedikit ke atas untuk mencapai Bunker Kaliademnya.

Bunker Kaliadem sendiri merupakan salah satu bunker peninggalan Belanda yang dibangun di lereng Gunung Merapi yang digunakan untuk tempat perlindngan darurat dari awan panas ketika erupsi. Bangunan bunker ini masih sangat kokoh karena bunker ini terbuat dari baja. Bunker ini mampu menampung sekitat 100 orang dan di dalamnya terdapat 2 kamar mandi.

Suasana terasa pengap dan senyap ketika memasuki bunker ini. Kebanyakan wisatawan menyalakan penerangan melalui ponsel. Di tengah-tengah bunker terdapat sebuah gundukan bekas lahar yang mengeras.

Di Kawasan bunker inilah jika anda beruntung anda dapat melihat dengan jelas puncak Gunung Merapi tanpa tertutupi asap kabut.

Off Road di Sungai Lereng Merapi

 

Ketika perjalanan balik menuju tempat pemberangkatan, kami akan dibawa pengemudi menuju sebuah sungai berbatu dan berair dangkal. Disinilah puncak kesenangan terjadi, pengemudi memainkan Jeepnya dengan kencang dan membelok-belokkannya hingga beberapa kali air muncrat ke anda, tentu mengasyikkan bukan.

Setelah kami puas dengan basah-basahan, kami akan berangkat meninggalkan sungai menuju tempat pemberangkatan. Disitu anda dapat istirahat sejenak sembari mengganti pakaian anda yang basah.

=============================================================================

Inilah pengalaman wisata Lava tour Merapi dengan Jeep saya dan keluarga, tentu terdapat sensasi menaiki jeep dengan kecepatan tinggi dan memacu adrenalin sehingga kami harus memegang erat Jeep. Tur ini memang sangat singkat yakni kurang lebih 3 jam. Namun keseruan tersebut tak dapat diungkapkan dengan kata.

Wisata Jogja mempunyai ciri khas yang selalu mengena di hati wisatawan. Tidak heran jika banyak wisatawan yang akan kembali lagi ke Jogja guna berwisata kembali dan tak bisa dipungkiri lagi jika Jogja selalu ramai wisatawan baik wisatawan lokal maupun wisatawan mancanegara.

Published by

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *