Remedial Teaching

Assalamu’alaikum..Selamat malam…kali ini saya akan memposting tentang pembelajaran remedial..semoga bermanfaat yaa…

Pembelajaran remedial adalah pembelajaran yang diberikan kepada peserta didik yang belum mencapai ketuntasan kompetensi dasar tertentu menggunakan berbagai metode yang diakhiri dengan penilaian untuk mengukur kembali tingkat ketuntasan belajar peserta didik.

Prinsip Pembelajaran Remedial:

  1. Adaptif
  2. Interaktif
  3. Fleksibilitas dalam metode pembelajaran dan penilaian
  4. Pelayanan sepanjang waktu

Diagnosis Kesulitan Belajar Peserta Didik:

  1. Kesulitan ringan (kurang perhatian saat mengikuti pelajaran)
  2. Kesulitan sedang (gangguan belajar dari luar peserta didik,misal: faktor keluarga,lingkungan,dan lain-lain)
  3. Kesulitan berat (ketunaan peserta didik,misal:tuna rungu,tuna netra,dan lain-lain)

Teknik untuk Mendiagnosis Kesulitan Belajar:

  • Tes prasarat
  • Tes diagnosis
  • Wawancara
  • Observasi

Pelaksanaan Remedial :

  • Pembelajaran ulang dengan metode dan media yang berbeda
  • Belajar mandiri/pemberian bimbingan secara khusus
  • Pemberian tugas/latihan
  • Belajar kelompok dengan bimbingan alumni/tutor sebaya
  • Diakhiri dengan ulangan

Tes Ulang

Tes ulang diberikan kepada peserta didik yang telah mengikuti program pembelajaran remedial agar dapat diketahui peserta didik telah mencapai ketuntasan atau belum.

Langkah Remediasi Bay Okay (1941):

Langkah 1 : menetapkan indikator (kurikulum 2013)

Langkah 2 : menentukan tujuan

Langkah 3 : menentukan prosedur yang dipilih

Langkah 4 : menguji dari hasil yang dilakukan

Langkah 5 : meremidiasi/mendiagnosis ulang jika diperlukan

Langkah 6 : mengadministrasi tes summatif

Tujuan Pembelajaran Remediasi yaitu :

  1. Menentukan besarnya efek
  2. Menentukan dan membandingkan besarnya efek
  3. Hubungan efek
  4. Pengalaman-pengalaman siswa

Kesimpulan :

  • Pembelajaran dapat secara signifikan dan positif mempengaruhi diagnosis/instruksi remidiasi
  • Seorang siswa IPA mampu dalam menyimpulkan tidak ada aktivitas remedial yang diresepkan,dia bisa mengetahui dari prestasi yang minim dengan adanya feedback
  • Hanya dengan memberikan feedback untuk siswa IPA lebih simpel daripada remedial teaching yang kompleks dan bersiklus

Effect of Diagnostic Remedial Teaching Strategy on Student Achivement in Biology (Oyekan,2013)

  • Diagnosis dan remedial dari kelemahan siswa adalah komponen dasar dari diagnostic remedial teaching
  • Dalam diagnosis ini teknik untuk mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan siswa dalam pembelajaran bisa dengan tes,observasi, dan projek
  • Sebuah kebutuhan analisis melibatkan implisit dan eksplisit

Keterampilan Dasar Mengajar

Assalamu’alaikum…selamat pagi…kali ini saya akan memposting tentang keterampilan dasar mengajar..semoga bermanfaat yaa…

  1. Pengertian Keterampilan Dasar Mengajar

Keterampilan dasar mengajar (generic teaching skill) yaitu keterampilan yang bersifat mendasar atau umum yang harus dikuasai oleh setiap guru, terlepas dari tingkat kelas dan bidang studi yang diajarkannya. Keterampilan dasar mengajar merupakan keterampilan yang kompleks ,yang pada dasarnya merupakan pengintegrasian utuh dari berbagai keterampilan yang jumlahnya sangat banyak. Keterampilan dasar mengajar bagi guru diperlukan agar guru dapat melaksanakan perannya dalam pengelolahan proses penbelajaran, sehingga pembelajaran dapat berjalan secara efektif dan efisien. Di antara keterampilan yang sangat banyak tersebut terdapat delapan KDM yang dianggap sangat berperan dalam keberhasilan kegiatan belajar.

2. Macam-Macam Keterampilan Dasar Mengajar

  1. Keterampilan Membuka dan Menutup Pelajaran

Keterampilan membuka dan menutup pelajaran adalah usaha yang dilakukan oleh guru dalam kegiatan pembelajaran untuk menciptakan prakondisi bagi siswa agar mental maupun perhatian terpusat pada pengalaman belajar yang di sajikan sehingga akan mudah mencapai kompetensi yang di harapkan.

Yang dimaksud dengan keterampilan membuka pelajaran adalah suatu kegiatan yang dilakukan oleh guru dalam menyiapkan/menciptakan suatu suasana yang kondusif agar para siswa tersebut dapat siap secara mental dan agar mempunyai perhatian yang terpusat pada suatu pelajaran yang akan dilakukan.

Komponen keterampilan membuka pelajaran:

  • Menarik perhatian
  • Menimbulkan motivasi
  • Memberi acuan
  • Membuat kaitan

Sedangkan yang dimaksud dengan menutup pelajaran adalah kegiatan yang dilakukan oleh guru untuk mengakhiri suatu pelajaran dengan mengemukakan kembali pokok-pokok pelajaran.

Komponen keterampilan menutup pelajaran:

  • Meninjau kembali
  • Mengevaluasi penguasaan
  • Memberikan tindak lanjut

Adapun tujuan membuka dan menutup pelajaran adalah sebagai berikut:

  1. Menimbulkan perhatian dan motivasi siswa terhadap tugas-tugas yang akan dihadapi
  2. Memungkinkan siswa mengetahui batas-batas tugasnya yag akan dikerjakan
  3. Siswa dapat mengetahui pendekatan-pendekatan yang akan digunakan dalam mempelajari bagian-bagian pelajaran.
  4. Memungkinkan siswa mengetahui hubungan antara pengalaman-pengalaman yang dikuasai dengan hal-hal baru yang akan dipelajari.
  5. Memberikan kemungkinan kepada siswa untuk menggabungkan fakta-fakta, keterampilan-keterampilan, konsep-konsep yang tercakup dalam suatu peristiwa.
  6. Memungkinkan siswa dapat mengatahui tingkat keberhasilannya dalam pelajaran.

Prinsip keterampilan membuka dan menutup pelajaran yaitu :

  • Kebermaknaan
  • Berurutan dan Berkesinambungan
  1. Keterampilan Menjelaskan

Keterampilan menjelaskan adalah penyajian informasi secara lisan yang diorganisasikan secara sistematik untuk menunjukkan adanya hubungan yang satu dengan yang lainnya. Penyampaian informasi yang terencana dengan baik dan disajikan dengan urutan yang cocok merupakan ciri utama kegiatan menjelaskan.

Tujuan memberikan penjelasan yaitu:

  1. Membimbing murid untuk mendapatkan dan memahami materi pelajaran
  2. Melibatkan murid untuk berfikir dengan memecahkan masalah-masalah atau pertanyaan.
  3. Untuk mendapatkan balikan dari murid mengenai tingkat pemahamannya dan untuk mengatasi kesalahpahaman mereka.
  4. Membimbing murid untuk menghayati dan mendapat proses penalaran dan menggunakan bukti-bukti dalam pemecahan masalah.

Komponen-komponen keterampilan menjelaskan yaitu:

  1. Merencanakan
  • Isi pesan
  • Karakteristik siswa
  1. Penyajian suatu penjelasan
  • Kejelasan(bahasa,kelancaran,ucapan)
  • Contoh dan ilustrasi
  • Pemberian tekanan(suara,ikhtisar,dll)
  • Balikan(ajukan pertanyaan,mimik siswa)

Aspek-aspek yang harus diperhatikan dalam menjelaskan yaitu:

  • Bahasa yang digunakan dalam menjelaskan harus sederhana, terang, dan jelas.
  • Bahan yang akan diterangkan dipersiapkan dan dikuasai terlebih dahulu.
  • Pokok-pokok yang diterangkan harus disimpulkan.
  • Dalam menjelaskan sertai dengan contoh dan ilustrasi.
  • Adakan pengecekan terhadap pemahaman siswa melalui pertanyaan-pertanyaan.
  1. Keterampilan Mengadakan Variasi

Variasi adalah keanekaan yang membuat sesuatu tidak monoton. Variasi dapat berwujud perubahan-perubahan atau perbedaan-perbedaan yang sengaja diciptakan/dibuat untuk memberikan kesan yang unik.Selanjutnya I.G.A.K wardani menyatakan, variasi dalam kegiatan belajar mengajar adalah perubahan dalam proses kegiatan dalam tujuan untuk meningkatkan motivasi para siswa,serta mengurangi kejenuhan dan kebosanan.

Tujuan variasi dalam kegiatan pembelajaran yaitu:

a)      Menghilangkan kebosanan siswa dalam belajar

b)      Meningkatkan motivasi siswa dalam mempelajari sesuatu

c)      Mengembangkan keinginan siswa untuk mengetahui dan menyelidiki hal-hal baru

d)     Melayani gaya belajar siswa yang beraneka ragam

e)      Meningkatkan kadar keaktifan/keterlibatan siswa dalam kegiatan pembelajaran.

Komponen-komponen keterampilan mengadakan variasi :

  • Variasi dalam gaya mengajar
  • Variasi dalam pola interaksi
  • Variasi penggunaan alat bantu pembelajaran

Prinsip penggunaan variasi yaitu:

  1. Variasi yang dibuat harus mengandung maksud tertentu serta sesuai dengan tujuan yang ingin dcapai, karakteristik kemampuan siswa, latar belakang sosial budaya, materi yang sedang disajikan, dan kemampuan guru menciptakan variasi tersebut
  2. Variasi harus terjadi secara wajar, tidak berlebihan sehingga tidak mengganggu terjadinya proses belajar
  3. Variasi harus berlangsung secara lancar dan berkesinambungan, hingga tidak merusak suasana kelas dan tidak mengganggu jalannya kegiatan belajar
  4. Komponen-komponen variasi yang memerlukan pengorganisasian dan perencanaan yang baik perlu dirancang secara cermat dan dicantumkan dalam rencana pembelajaran.

4. Keterampilan Bertanya

Bertanya merupakan suatu unsur yang selalu ada dalam proses komunikasi, termasuk dalam komunikasi pembelajaran. Keterampilan bertanya merupakan ucapan atau pertanyaan yang dilontarkan guru sebagai stimulus untuk memunculkan atau menumbuhkan jawaban (respon) dari peserta didik

Komponen-Komponen Keterampilan Bertanya

a)  Keterampilan Bertanya Dasar

Keterampilan bertanya dasar terdiri atas 7 komponen ialah sebagai berikut:

  1. Pengajuan pertanyaan secara jelas dan singkat
  2. Pemberian acuan
  3. Pemusatan
  4. Pemindahan giliran
  5. penyebaran
  6. Pemberian waktu berpikir
  7. Pemberian tuntunan

b.) Keterampilan Bertanya Lanjut

Komponen keterampilan bertanya lanjut terdiri dari:

1.Pengubahan tuntutan kognitif dalam menjawab pertanyaan

2.Pengaturan urutan pertanyaan

3.Penggunaan pertanyaan pelacak

4.Peningkatan terjadinya interaksi

Prinsip Penggunaan Keterampilan Bertanya

  1. Kehangatan dan keantusiasan
  2. Menghindari kebiasaan-kebiasaan berikut:
  • Mengulangi pertanyaan sendiri
  • Mengulangi jawaban siswa
  • Menjawab pertanyaan sendiri
  • Mengajukan pertanyaan yang memancing jawaban serentak
  • Mengajukan pertanyaan ganda
  • Menentukan siswa yang akan menjawab pertanyaan
  1. Memberikan waktu berpikir
  2. Mempersiapkan pertanyaan pokok yang akan diajukan
  3. Menilai pertanyaan yang telah diajukan

5. Keterampilan Memberi Penguatan

 

Penguatan adalah respons yang diberikan terhadap perilaku atau perbuatan yang dianggap baik, yang dapat membuat terulangnya atau meningkatnya perilaku atau perbuatan yang dianggap baik tersebut. Dalam kegiatan pembelajaran, penguatan mempunyai peran penting dalam meningkatkan keefektifan kegiatan pembelajaran. Pujian atau respons positif guru terhadap perilaku perbuatan siswa yang positif akan membuat siswa merasa senang karena dianggap mempunyai kemampuan.

Tujuan memberi penguatan adalah untuk:

  1. Meningkatkan perhatian siswa
  2. Membangkitkan dan memelihara motivasi siswa
  3. Memudahkan siswa belajar
  4. Mengontrol dan memodifikasi tingkah laku siswa yang kurang positif serta mendorong munculnya perilaku yang produktif
  5. Menumbuhkan rasa percaya diri pada diri siswa
  6. Memelihara iklim kelas yang kondusif

Komponen Keterampilan Memberi Penguatan

  1. Penguatan verbal
  2. Penguatan gesture
  3. Penguatan dengan cara mendekati
  4. Penguatan dengan sentuhan
  5. Penguatan dengan kegiatan yang menyenangkan
  6. Penguatan berupa tanda/benda
  7. Penguatan tak penuh

Prinsip Penggunaan Keterampilan Memberi Penguatan

1)   Kehangatan dan keantusiasan

2)   Kebermaknaan

3)   Menghindari penggunaan respons negatif

  1. Keterampilan Mengelola Kelas

Keterampilan mengelola kelas adalah keterampilan dalam menciptakan dan mempertahankan kondisi kelas yang optimal guna terjadinya proses belajar mengajar yang serasi dan efektif. Pengelolaan kelas adalah keterampilan guru menciptakan dan memelihara kondisi belajar yang optimal dan mengembalikannya manakala terjadi hal-hal yang dapat mengganggu suasana pembelajaran.

Tujuan keterampilan mengelola kelas

  • Mendorong siswa mengembangkan tanggung jawab individu terhadap tingkah lakunya.
  • Membantu siswa untuk mengerti tingkah laku yang sesuai dengan tata tertib kelas, dan memahami bahwa teguran guru merupakan suatu peringatan, dan bukan kemarahan
  • Menimbulkan rasa kewajiban melibatkan siri dalam tugas serta bertingkah laku yang sesuai dengan aktivitas kelas.
  • Keterampilan yang berkaitan dengan pengembalian kondisi belajar yang optimal.

Komponen keterampilan mengelola kelas yaitu:

  1. Keterampilan yang berhubungan dengan penciptaan dan pemeliharaan kondisi belajar yang optimal
  2. Keterampilan yang berhubungan dengan pengendalian kondisi belajar yang optimal.

Prinsip penggunaan keterampilan kelas yaitu:

  • Kehangatan dan keantusiasan dalam mengajar
  • Menantang peserta didik untuk berpikir
  • Adanya variasi
  • Keluwesan guru/dosen dalam pelaksanaan tugas
  • Penekanan hal-hal yang bersifat positif
  • Penanaman disiplin diri sendiri.
  1. Keterampilan Membimbing Diskusi Kelompok Kecil

Diskusi kelompok adalah suatu proses yang teratur yang melibatkan sekelompok orang dalam interaksi tatap muka yang informal dengan berbagai pengalaman atau informasi, pengambilan kesimpulan, atau pemecahan masalah. Diskusi kelompok merupakan strategi yang memungkinkan siswa menguasai suatu konsep atau memecahkan suatu masalah melalui satu proses yang memberi kesempatan untuk berpikir, berinteraksi sosial, serta berlatih bersikap positif. Dengan demikian diskusi kelompok dapat meningkatkan kreativitas siswa, serta membina kemampuan berkomunikasi termasuk di dalamnya keterampilan berbahasa.

Komponen-komponen keterampilan membimbing diskusi

  1. Memusatkan perhatian siswa pada tujuan dan topik diskusi
  2. Memperluas masalah atau urutan pendapat
  3. Menganalisis pandangan siswa
  4. Meningkatkan urunan pikir siswa
  5. Menyebarkan kesempatan berpartisipasi
  6. Menutup diskusi

8. Keterampilan  Mengajar Kelompok Kecil dan Perorangan

 

Mengajar kelompok kecil dan perorangan terjadi dalam konteks pengajaran klasikal di dalam kelas ,seorang guru mungkin menghadapai banyak kelompok kecil serta banyak siswa yang masing-masing diberi kesempatan belajar secara kelompok maupun perorangan.

Peranan guru :

  1. Organisator kegiatan belajar mengajar
  2. Sumber informasi bagi siswa
  3. Pendorong bagi siswa untuk belajar
  4. Penyedia materi dan kesempatan belajar bagi siswa.
  5. Pendiagnosa dan pemberi bantuan kepada siswa sesuai dengan kebutuhan
  6. Peserta kegiatan yang punya hak dan kewajiban seperti peserta lainya.

Komponen keterampilan mengajar kelompok kecil dan perorangan :

  • Mengadakan pendekatan secara pribadi
  • Mengorganisasikan
  • Membimbing dan memudahkan belajar
  • Merencanakan dan melaksanakan KBM

Prinsip penggunaan keterampilan mengajar kelompok kecil yaitu:

  • Variasi pengorganisasian
  • Pilih topik yang sesuai
  • Akhiri dengan rangkuman atau kesimpulan,pemantapan,laporan,dll
  • Kenali siswa secara individual
  • Beri kesempatan siswa bekerja secara bebas

 

Media Pembelajaran …

Assalamu’alaikum..selamat pagii…saya akan memposting tentang media pembelajaran macromedia flash ,semoga bermanfaat yaaa….

BAB I

PENDAHULUAN

1.Latar Belakang

Pembelajaran melalui metode ceramah tanpa menggunakan media, menyebabkan masih banyak siswa yang kurang memperhatikan guru karena terkesan monoton. Kondisi seperti ini akan berakibat buruk terhadap prestasi belajar siswa, dimana ada akhirnya Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM) yang ditetapkan sekolah tidak tercapai. Keadaan ini bukan sepenuhnya kesalahan siswa namun perencanaan pembelajaran yang baik dalam bidang pendidikan pun harus dibenahi. Contohnya pada mata pelajaran kimia yang secara umum karakteristik mata pelajarannya bersifat abstrak. Maka dari itu diperlukan suatu media untuk meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi. Salah satunya media yang dapat digunakan adalah animasi Macromedia Flash dibuat dengan komputer dan ditayangkan menggunakan LCD.

Macromedia Flash merupakan suatu program grafis  multimedia dan animasi yang dibuat oleh perusahan Macromedia untuk keperluan pembuatan aplikasi web interaktif mau pun animasi yang berkembang pada saat ini. Program ini banyak digunakan untuk membuat game, kartun, presentasi dan model pembelajaran interaktif.

2. Rumusan Masalah

  1. Apa pengertian dari Macromedia Macromedia Flash?
  2. Apa fungsi-fungsi toolbar dalam Macromedia Flash?
  3. Apa saja fungsi Macromedia Flash dalam pembelajaran kimia?
  4. Apa saja keunggulan dan kelemahan Macromedia Flash?


BAB II

PEMBAHASAN

  1. Pengertian Macromedia Adobe Flash

Adobe Flash (dahulu bernama Macromedia Flash) adalah salah satu perangkat lunak komputer yang merupakan produk unggulan Adobe Systems. Adobe Flash digunakan untuk membuat gambar vektor maupun animasi gambar tersebut. Berkas yang dihasilkan dari perangkat lunak ini mempunyai file extension .swf dan dapat diputar di penjelajah web yang telah dipasangi Adobe Flash Player. Flash menggunakan bahasa pemrograman bernama ActionScript yang muncul pertama kalinya pada Flash 5.

Sebelum tahun 2005, Flash dirilis oleh Macromedia. Flash 1.0 diluncurkan pada tahun 1996 setelah Macromedia membeli program animasi vektor bernama Future Splash. Versi terakhir yang diluncurkan di pasaran dengan menggunakan nama ‘Macromedia’ adalah Macromedia Flash 8. Pada tanggal 3 Desember 2005 Adobe Systems mengakuisisi Macromedia dan seluruh produknya, sehingga nama Macromedia Flash berubah menjadi Adobe Flash.

Adobe Flash merupakan sebuah program yang didesain khusus oleh Adobe dan program aplikasi standar authoring tool professional yang digunakan untuk membuat animasi dan bitmap yang sangat menarik untuk keperluan pembangunan situs web yang interaktif dan dinamis. Flash didesain dengan kemampuan untuk membuat animasi 2 dimensi yang handal dan ringan sehingga flash banyak digunakan untuk membangun dan memberikan efek animasi pada website, CD Interaktif dan yang lainnya. Selain itu aplikasi ini juga dapat digunakan untuk membuat animasi logo, movie, game, pembuatan navigasi pada situs web, tombol animasi, banner, menu interaktif, interaktif form isian, e-card, screen saver dan pembuatan aplikasi-aplikasi web lainnya. Dalam Flash, terdapat teknik-teknik membuat animasi, fasilitas action script, filter, custom easing dan dapat memasukkan video lengkap dengan fasilitas playback FLV. Keunggulan yang dimiliki oleh Flash ini adalah ia mampu diberikan sedikit code pemograman baik yang berjalan sendiri untuk mengatur animasi yang ada didalamnya atau digunakan untuk berkomunikasi dengan program lain seperti HTML, PHP, dan Database dengan pendekatan XML, dapat dikolaborasikan dengan web, karena mempunyai keunggulan antara lain kecil dalam ukuran file outputnya.

2.Fungsi Toolbar dalam Macromedia Flash

  • Menu berisi control untuk berbagai fungsi seperti membuat, membuka,dan menyimpan file, copy, paste, dan lain-lain.
  • Stage adalah area persegi empat yang merupakan tempat dimana kita membuat objek atau animasi yang akan dimainkan.
  • Toolbox berisi koleksi untuk membuat atau menggambar, memilih dan memanipulasi isi stage dan timeline. Toolbox dibagi menjadi empat, yaitu Tools, View, Colors dan Options. Beberapa tool mempunyai bagian option. Contohnya, ketika Selection tool dipilih, Option snap, smouth, straigten, rotate dan scale akan muncul di bagian options.
  • Timeline adalah tempat kita dapat membuat dan mengontrol objek dan animasi.
  • Panels berisi control fungsi yang dipakai dalam flash, yaitu untuk mengganti dan memodifikasi berbagai property objek atau animasi secara cepat dan mudah.
  • Properties merupakan window yang digunakan untuk mengatur property dari objek yang kita buat.
  • Components digunakan untuk menambahkan objek untuk web application yang nantinya di publish ke internet.

– Mengenal Toolbox

Toolbox merupakan bagian dari Flash yang memiliki peranan yang sangat penting. Di dalamnya terdapat berbagai tool yang dapat kita gunakan untuk menggambar suatu objek atau memodifikasi objek tersebut. Nama beserta fungsinya akan dijelaskan sebagai berikut:

  1. Selection tool untuk memilih dan memindahkan objek.
  2. Subselect tool untuk memilih titik-titik pada suatu garis dalam objek.
  3. Free Transform tool digunakan untuk memperbesar, memperkecil atau memutar (rotate) objek yang kita buat serta dapat mengubah bentuk objek menjadi bentuk lain.
  4. Gradient Transfrom tool untuk mengatur posisi gradient pada objek.
  5. Linetool untuk membuat garis.
  6. Lasso tool untuk memilih sebagian dari objek atau objek yang tidak teratur. Jika Selection tool hanya bisa memilih keseluruhan dari objek, sedangkan Lasso tool bisa memilih apa pun yang terdapat dari objek yang digambar.
  7. Pen tool untuk menggambar kurva dan garis yang dapat dimanipulasi dengan Subselect tool.
  8. Text  tool  digunakan untuk menuliskan kalimat atau kata-kata.
  9. Oval tool untuk membuat lingkaran atau oval.
  10. Rectangle tool untuk menggambar persegi atau kotak
  11. Pensil tool untuk menggambar suatu bentuk teratur.
  12. Brush tool seperti kuas dengan warna tertentu dapat membuat bentuk yang bebas.
  13. Ink Bottle tool untuk menambah atau megubah warna garis di pinggir suatu objek.
  14. Paint Bucket tool untuk memberi atau mengubah warna pada suatu bidang (fill).
  15. EyeDropper tool untuk mengidentifikasi warna atau garis dalam sebuah objek.
  16. Eraser tool untuk menghapus area yang tidak diinginkan dari objek.
  17. Hand Tool untuk menggeser layer atau tampilan pada stage.
  18. Zoom tool untuk memperbesar atau memperkecil tampilan pada stage.
  19. Stroke Color untuk mewarnai bingkai yang berada di pinggir objek.
  20. Fill Color untuk mewarnai bidang objek.
  21. Swap Colors untuk memilih stroke color atau fill color secara bergantian.
  22. No Color untuk mengosongkan warna.
  23. Default Colors untuk menentukan warna stkitar  baik untuk stroke atau fill.
  24. Black & White,  digunakan untuk memberi warna objek dan warna border / garis dengan warna hitam putih.

– Mengenal Timeline dan Frame

Timeline terdiri atas Layer, Frame dan Playhead. Fungsinya adalah sebagai tempat pengaturan timing atau waktu animasi dan penggabungan objek-objek dari masing-masing layar.

  1. Frame adalah kotak-kotak berurutan dalam timeline, di frame inilah nantinya akan menentukan animasi apa yang akan dibuat atau dari frame awal sampai ke frame yang diinginkan untuk membentuk suatu pergerakan animasi.
  2. Keyframe ditkitai dengan titik hitam pada frame, ini berarti bahwa ada objek pada frame tersebut.
  3. Blank Keyframe ditkitai dengan frame yang putih atau kosong. Ini berarti bahwa tidak ada objek.
  4. Action Frame ditkitai dengan huruf  ‘a’ di atas titik hitam, ini berarti bahwa ada action script padxa frame tersebut.
  5. Sound Frame ditkitai dengan gelombang suara pada frame, ini berarti bahwa ada suara yang dimasukan pada frame tersebut.
  6. Motion tween frame ditkitai dengan warna unggu dengan panah diantara dua frame.
  7. Shape tween frame ditkitai dengan warna hijau dengan panah diantara dua frame.
  8. Playhead ditkitai dengan warna merah yang terletak di atas frame, ini berfungsi untuk menjalankan animasi yang bisa langsung dilihat pada stage.

– Mengenal Stage

Stage merupakan tempat untuk elemen-elemen grafik yang membuat suatu movie. Stage sering di sebut kanvas di gunakan sebagai objek pembuatan animasi.

– Mengenal Layer

Layer (lapisan) merupakan hal yang sangat penting di flash. Layer digambarkan seperti tumpukan lembaran yang transparan. Layer yang paling atas akan menutupi objek layer yang dibawahnya. Kegunaannya antara lain:

  • Untuk pengaturan kerja, animasi dan elemen lainnya. Jadi, kita bisa memakai layer yang berbeda antara file suara, objek, action, label frame dan komentar frame.
  • Untuk memudahkan dalam menggambar atau mengedit suatu oobjek tanpa mempengaruhi objek yang berada di layer lain.
  • Agar bisa menemukan objek dengan cepat dan mudah ketika akan mengedit objek tersebut.
  • Dapat membuat banyak objek dengan animasi yang berbeda antara yang satu dengan lainnya.

Beberapa macam mode layer yaitu:

  1. Mode Aktif ditandai dengan gambar pensil, mode ini menunjukkan bahwa layer sedang aktif dan siap untuk mengerjakan suatu objek pada layer tersebut.
  2. Mode Normal adalah mode yang bisa dilihat dan diedit ketika mode ini menjadi mode aktif.
  3. Mode Terkunci ditkitai dengan gambar gembok kecil yang terkunci. Pada mode ini kita hanya bisa melihat objek pada layer tanpa bisa mengeditnya.
  4. Mode tersembunyi ditkitai dengan tkita X, pada mode ini kita tidak dapat melihat objek pada layer. Mode ini diperlukan untuk lebih leluasa mengedit objek pada layer lain.
  5. Mode Outline ditkitai dengan kotak tanpa warna, yang berarti tidak menampilkan objek secara keseluruhan, hanya garis luarnya saja yang terlihat.

Pada program Macromedia Flash  dikenal istilah symbol. Symbol adalah objek yang nantinya akan dijadikan sebuah animasi. Agar sebuah objek dapat dianimasikan, maka objek tersebut harus dijadikan sebuah simbol dengan perintah convert to symbol. Ketiga tipe simbol tersebut yaitu (1) Graphic, digunakan untuk gambar statis dan untuk membuat potongan-potongan animasi yang terangkum pada timeline. Kontrol interaksi dan suara tidak dapat bekerja di dalam animasi simbol graphic. (2) Button, digunakan untuk membuat tombol interaksi di dalam yang mampu merespon aksi mouse. (3) Movie clip, digunakan untuk membuat bagian animasi. movie clip mempunyai timeline dengan multiframe sendiri. movie clip dapat berisi kontrol interaktif, suara, maupun movie clip lainnya.

3. Fungsi Macromedia dalam Proses Pembelajaran Kimia

  1. Membuat presentasi materi pembelajaran kimia
  2. Membuat aplikasi dalam menyampaikan materi pembelajaran kimia
  3. Membuat animasi (misalnya reaksi atau proses terbentuknya ikatan ion)
  4. Membuat konten video
  5. Membuat media-rich flash dengan mengkombinasikan unsur: gambar, suara, video, dan efek-efek khusus
    4. Keunggulan dan Kelemahan Macromedia Flash dalam Pembelajaran Kelebihan:

– Merupakan teknologi animasi web yang paling populer saat ini

– Dapat ditampilkan diberbagai media seperti Web, CD-ROM, VCD, DVD, Televisi , Handphone , dan komputer.

– Ukuran file yang kecil dengan kualitas yang baik.

– Kebutuhan hardware yang tidak tinggi.

– Dapat membuat website, cd-interaktif, animasi web, animasi kartun, kartu elektronik, iklan TV, banner di web, presentasi interaksi, permainan, aplikasi web dan handphone.

– Adanya Actionscript. Dengan actionscript anda dapat membuat animasi dengan menggunakan kode sehingga memperkecil ukuran file.

Kekurangan:

  1. Komputer yang ingin membuka animasi flash harus memiliki program Macromedia Flash yang harus diinstal.
  2. Program Macromedia Flash bukan freeware.
  3. Bahasa programnya susah untuk dimengerti.
  4. Pembuatan animasi 3D cukup sulit.
  5. Ukuran filenya besar.
  6. Waktu belajarnya lama terutama bagi yang belum pernah menggunakan program Macromedia Flash ini sebelumnya.

BAB III

PENUTUP

  1. Kesimpulan

Penggunaan teknologi informasi yang berbasis komputer, diharapkan dapat menjadi salah satu cara inovatif dalam penyampaian materi pembelajaran, terutama pada mata pelajaran kimia. Dalam pembuatan media pembelajaran yang berupa software pembelajaran yang cocok dan unggul dalam penyajian dapat memperlancar terlaksananya proses pembelajaran kimia . Terdapat beberapa software aplikasi untuk mendukung pembelajaran kimia yang menarik salah satunya, yaitu Macromedia Flash 8. 

  1. Saran

Semoga artikel ini bisa  membuat pembaca lebih banyak mengetahui tentang Macromedia Flash dan bagaimana cara mejadikan Macromedia  Flash sebagai salah satu media pembelajaran untuk bidang kimia dengan menarik dan lebih inovatif. Sehingga bagi calon pendidik ataupun mahasiswa dapat  memudahkan dalam proses pembelajaran baik menampilkan dalam bentuk diskusi maupun sebagai bahan ajar.

 

 

Media Pembelajaran (lanjutan…)

Assalamu’alaikum..selamat sore…

saya akan melanjutkan memposting materi media pembelajaran kemarin..Semoga bermanfaat yaaa

Media Pembelajaran Tingkat 1 dan 2,berupa:

  1. Non proyeksi visual meliputi objek,nyata,gambar
  2. Proyeksi visual meliputi OHP,film,slide
  3. Video dan Films meliputi video,film,VCD,DVD
  4. Multimedia KITS meliputi sounds,slides
  5. Elektronik distribusi sistem meliputi radio dan televise

Media pembelajaran tingkat 3,berupa :

Computer based instruction meliputi:CAD,CD-room,Internet based(email,searching),Web based learning,dan sebagainya.

Macam-macam metode mengajar yaitu :

1.Metode Proyek

Metode proyek atau unit adalah cara penyajian pelajaran yang bertitik tolak dari suatu masalah, kemudian dibahas dari berbagai segi yang berhubungan sehingga pemecahannya secara keseluruhan dan bermakna. Pemecahan setiap masalah perlu melibatkan bukan hanya satu mata pelajaran atau bidang studi saja, melainkan hendaknya melibatkan berbagai mata pelajaran yang ada kaitannya dan sumbangannya bagi pemecahan masalah tersebut, sehingga setiap masalah dapat dipecahkan secara keseluruhan yang berarti.

2. Metode Eksperimen

Metode eksperimen (percobaan) adalah cara penyajian pelajaran, dimasa siswa melakukan percobaan dengan mengalami dan membuktikan sendiri sesuatu yang dipelajar. Dalam proses belajar mengajar dengan metode percobaan ini siswa diberi kesempatan untuk mengalami sendiri atau melakukan sendiri, mengikuti suatu proses, mengamati suatu objek, menganalisis, membuktikan dan menarik kesimpulan sendiri mengenai suatu objek, keadaan atau proses sesuatu. Dengan demikian, siswa dituntut untuk mengalami sendiri, mencari kebenaran, atau mencoba mencari suatu hukum atau dalil, dan menarik kesimpulan atas proses yang dialaminya itu.

3.Metode Resitasi

Metode resitasi (penugasan) adalah metode penyajian bahan di mana guru memberikan tugas tertentu agar siswa melakukan kegiatan belajar.

4.Metode Demonstrasi

Metode demonstrasi adalah cara penyajian pelajaran dengan meragakan atau mempertunjukkan kepada siswa suatu proses, situas, atau benda tertentu yang sedang dipelajari, baik sebenarnya ataupun tiruan, yang sering disertai dengan penjelasan lisan.

5.Metode Ceramah

Metode ceramah adalah metode yang boleh dikatakan metode tradisional, karena sejak dulu metode ini telah dipergunakan sebagai alat komunikasi lisan antara guru dengan anak didik dalam proses belajar mengajar. Meski metode ini lebih banyak menuntut keaktifan guru daripada anak didik, tetapi metode ini tetap tidak bisa ditinggalkan begitu saja dalam kegiatan pengajaran. Apalagi dalam pendidikan dan pengajaran tradisional, seperti di pedesaan, yang kekurangan fasilitas.

6.Metode Percobaan(Experimental method)

Metode percobaan adalah metode pemberian kesempatan kepada anak didik perorangan atau kelompok, untuk dilatih melakukan suatu proses atau percobaan.

7.Metode Mengajar Sesama Teman ( Peer Teaching Method )

Metode mengajar sesama teman adalah suatu metode mengajar yang dibantu oleh temannya sendiri

8.Metode Pemecahan Masalah ( Problem Solving Method )

Metode ini adalah suatu metode mengajar yang mana siswanya diberi soal-soal, lalu diminta pemecahannya.

9.Metode Perancangan ( Projeck Method )

Metode perancangan yaitu suatu metode mengajar dimana pendidik harus merancang suatu proyek yang akan diteliti sebagai obyek kajian.

10.Metode Bagian ( Teileren Method )

Metode bagian yaitu suatu metode mengajar dengan menggunakan sebagian-sebagian, misalnya ayat per ayat kemudian disambung lagi dengan ayat lainnya yang tentu saja berkaitan dengan masalahnya.

11.Metode Global (Ganze Method )

Metode global yaitu suatu metode mengajar dimana siswa disuruh membaca keseluruhan materi, kemudian siswa meresume apa yang dapat mereka serap atau ambil intisari dari materi tersebut.

12.Metode Discovery

Metode Discovery merupakan komponen dari praktek pendidikan yang meliputi metode mengajar yang memajukan cara belajar aktif, beroreientasi pada proses, mengarahkan sendiri, mencari sendiri dan reflektif. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa metode discovery adalah suatu metode dimana dalam proses belajar mengajar guru memperkenankan siswa-siswanya menemukan sendiri informasi yang secara tradisional biasa diberitahukan atau diceramahkan saja.

13.Metode Inquiry

Metode inquiry adalah metode yang mampu menggiring peserta didik untuk menyadari apa yang telah didapatkan selama belajar.

14.Metode Pembelajaran Terprogram

Metode pembelajaran terprogram menggunakan bahan pengajaran yang disiapkan secara khusus.Isi pengajaran di dalamnya harus dipecahkan menjadi langkah-langkah kecil,diurut dengan cermat,diarahkan untuk mengurangi kesalahan,dan diikuti dengan umpan balik segera.Siswa mendapat kebebasan untuk belajar menurut kecepatan masing-masing.

15.Metode Diskusi

Metode diskusi adalah cara penyajian pelajaran, di mana siswa siswa dihadapkan  kepada suatu masalah yang bisa berupa pernyataan atau pertanyaan yang bersifat problematis untuk dibahas dan dipecahkan bersama.

14.Metode Problem Solving

Metode problem solving (metode pemecahan masalah) bukan hanya sekadar metode mengajar, tetapi juga merupakan suatu metode berpikir, sebab dalam problem solving dapat menggunakan metode-metode lainnya yang dimulai dengan mencari data sampai kepada menarik kesimpulan.

15.Metode Latihan

Metode latihan yang disebut juga metode training, merupakan suatu cara mengajar yang baik untuk menanamkan kebiasaan-kebiasaan tertentu. Juga sebagi sarana untuk memelihara kebiasaan-kebiasaan yang baik. Selain itu, metode ini dapatjuga digunakan untuk memperoleh suatu ketangkasan, ketepatan, kesempatan, dan keterampilan.

Media pembelajaran beserta penerapannya dengan metode pembelajaran :

  1. Media display menggunakan metode presentasi dan demonstrasi
  2. Media audio menggunakan metode presentasi,demonstrasi,drill dan practice,tutorial
  3. Media non projected menggunakan metode demonstrasi,drill dan practice,tutorial
  4. Media projected menggunakan metode presentasi

Media pembelajaran dan tipe komunikasi :

  1. Display format menggunakan tipe komunikasi satu arah
  2. Audio media menggunakan tipe komunikasi satu arah
  3. Non projected visual menggunakan tipe komunikasi satu arah dan dua arah
  4. Projected visual menggunakan tipe komunikasi satu arah dan dua arah

Memilih media :

  • Messages / subject-matter content
  • Objectives(introducing,motivation,practicing)
  • Learners(learning style,skills,experience,needs)
  • Group size(small,large)
  • Teaching method
  • Resources(equipments,fasilitation,costs)
  • Time constraint(preparation,usage)
  • Location(in class,outdoor,distance)
  • Teacher skill,preference,experiences

Prinsip Media Grafis yaitu:

V –> visible (mudah dilihat)

I –> interesting (menarik)

S –> simple (sederhana,mudah dipahami)

U –> useful (bermanfaat)

A –> accurate (benar/tepat sasaran)

L –> legitimate (masuk akal)

S –> structure (urut,sistematis)

 

E-LEARNING

E-Learning adalah pembelajaran yang menggunakan teknologi informasi dan komunikasi untuk mentransformasikan proses pembelajaran antara pengajar dan pesera didik.

Tujuan E-Learning yaitu untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas,transparan

  • Peralatan TIK = computer,jaringan LAN
  • Waktu pembelajaran = bersamaan dan berbeda
  • Bahan pembelajaran = bercirikan multimedia (mempunyai teks,grafik,animasi,video,audio,dan simulasi)

Karakteristik pembelajaran E-Learning adalah

  1. Berpusat pada peserta didik
  2. Bahan pembelajaran mengikuti kurikulum baru
  3. Bahan pembelajaran bercirikan multimedia
  4. Peserta didik belajar secara bebas tanpa merasa tertekan
  5. Dapat didesaign untuk menyimpan catatan prestasi umpan balik

Fungsi pembelajaran E-Learning yaitu:

  • Substitusi (benar-benar menggantikan pembelajaran di kelas saat guru tidak bisa hadir mengajar di kelas)
  • Complement (sebagai pelengkap)
  • Suplemen (sebagai bahan pengayaan)

Manfaat pembelajaran E-Learning bagi siswa adalah :

  • Membangun interaksi ketika peserta didik melakukan diskusi secara online
  • Mengakomodasi perbedaan peserta didik
  • Peserta didik dapat mengulang materi pelajaran yang sulit sampai pemahaman diperoleh
  • Akses mudah didapat
  • Peserta didik dapat belajar dalam suasana bebas tanpa tekanan, tidak malu untuk bertanya(secara online)

Manfaat E-Learning bagi lembaga yaitu:

  • Pretise dan akuntabilitas
  • Distance education
  • Virtual school
  • Menghemat biaya sarana dan prasarana belajar

Pemilihan bahan E-Learning yaitu :

  1. Berbasis computer
  2. Memperhatikan kaidah media pembelajaran
  3. Menarik dan berkesan

Model pengembangan teknologi informasi dan komunikasi adalah :

  • Emerging(mendukung performasi kerja)
  • Applying
  • Infusing(memfasilitasi belajar peserta didik)
  • Informing

*Integrasi

Penggunaan ICT pada:

  • Expository based learning

Sintaks : atensi à introduction(menginformasikan melalui kegiatan presentasi) à drill and practice(memfasilitasi pilihan penilaian) à tes

  • Inquiry based learning

Sintaks :

  • Pertanyaan
  • Investigasi
  • Penyusunan atau penyajian
  • Diskusi
  • Refleksi
  • Individual learning

Untuk mencapai hubungan baik antara guru dan sisa,guru harus melakukan hal berikut ini

  1. Mendengarkan dan menanggapi secara positif pikiran siswa dan membuat hubungan saling percaya
  2. Membantu siswa dengan pendekatan verbal dan non verbal
  3. Membantu siswa tanpa harus mengambil alih tugas
  4. Menerima perbedaan siswa dengan penuh perhatian
  5. Menanggapi siswa dengan memberi rasa aman,penuh pengertian,bantuan, dan mungkin memberi beberapa alternatif pemecahan masalah

Ciri-ciri pendekatan individual yaitu:

  1. Guru melakukan pendekatan secara pribadi kepada siswa di kelas dan memberikan kesempatan kepada siswa untuk aktif,kretaif, dan mandiri dalam belajar
  2. Guru harus dapat melihat perbedaan sifat-sifat setiap siswa secara individual
  3. Guru lebih berperan sebagai fasilitator dan pembimbing di kelas
  4. Guru harus mampu menyajikan pelajaran yang menarik di depan kelas
  • Cooperative learning

Sintaks :

FASE – FASE PERILAKU GURU
Fase1:Menyampaikan tujuan dan memper siapkan peserta didik Menjelaskan tujuan pembelajaran dan mempersiapkan peserta didik siap belajar.
Fase 2:Menyajikan informasi Mempresentasikan informasi kepada paserta didik secara verbal.
Fase 3:Mengorganisir peserta didik ke dalam tim – tim belajar Memberikan penjelasan kepada peserta didik tentang tata cara pembentukan tim belajar dan membantu kelompok melakukan transisi yang efisien.
Fase 4:Membantu kerja tim dan belajar Membantu tim- tim belajar selama peserta didik mengerjakan tugasnya.
Fase 5 : Mengevaluasi Menguji pengetahuan peserta didik mengenai berbagai materi pembelajaran atau kelompok- kelompok mempresentasikan hasil kerjanya.
 Fase 6:Memberikan pengakuan atau penghargaan Mempersiapkan cara untuk mengakui usaha dan prestasi individu maupun kelompok.

 

Media Audio

Assalamua’alaikum…Selamat siang semua…saya akan memposting tentang media audio dalam proses pembelajaran nih semoga bermanfaat ya…
Media audio adalah media yang penyampaian pesannya hanya dapat didengar. Media Audio (media dengar) adalah media yang isi pesannya hanya diterima melalui indera pendengaran. Dengan kata lain, media audio berkaitan dengan indera pendengaran. Pesan yang disampaikan melalui media audio berupa lambang-lambang auditif baik verbal maupun non verbal. Pesan atau informasi yang disampaikan dituangkan ke dalam lambang-lambang auditif yang berupa kata-kata, musik, dan sound effect. Media audio diartikan sebagai media yang mengandung pesan dalam bentuk auditif (hanya dapat didengar) yang dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan kemauan anak untuk mempelajari isi tema.
Media audio dalam dunia pembelajaran diartikan sebagai bahan pembelajaran yang dapat disajikan dalam bentuk auditif yang dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan kemampuan siswa sehingga terjadi proses belajar mengajar.
Media audio terdiri dari :
1. Radio adalah media audio yang penyampaian pesannya dilakukan melalui pancaran gelombang elektromagnetik melalui suatu pancaran.Suara yang mengandung pesan dikomunikasikan atau diinformasikan melalui alat atau microfon yang kemudian akan dipancarkan melalui gelombang elektromagnetik dan penerima pesan (pendengar) menangkap informasi tersebut melalui pesawat radio.
– Kelebihan media radio yaitu :
a. Memiliki harga yang relatif murah
b. Mudah dipindahkan
c. Dapat digunakan untuk merekam siaran tertentu jika dikolaborasikan dengan alat perekam
d. Dapat lebih memusatkan perhatian siswa melalui kata, kalimat, atau musik
e. Jangkauannya luas dan dapat diperdengarkan untuk orang banyak
– Kekurangan media radio yaitu :
a. komunikasi yang terjadi hanya satu arah
b. Guru susah untuk mengontrol pesan yang disampaikan
c. Jika siarannya bersifat monoton dapat membosankan
d. Seringkali penjadwalan siaran dan jam pembelajaran tidak singkron
e. Kurang dapat membahas pelajaran dengan detail karena keterbatasan jam siaran

2. Podcast adalah media yang digunakan untuk memperkuat STEM (sains,technology,engineering, and mathematics).Di Negara Amerika,podcast digunakan sebagai wadah atau media agar STEM dapat masuk ke dalam kehidupan sehari-hari seorang mahasiswa.
– Keuntungan menggunakan podcast yaitu :
a. Pendengar dapat mengontrol apa yang dia dengar.Misalnya:seorang mahasiswa mendengarkan podcast sambil berjalan lalu mahasiswa tersebut ingin menaiki bus kemudian saat akan naik ke dalam bus,mahasiswa itu dapat mematikan podcast terlebih dahulu yang kemudian akan dinyalakan kembali saat sudah di dalam bus.
b. Siswa yang mendengarkan tidak mudah bosan apabila guru dapat menghidupkan suasana pembelajaran yang menyenangkan
c. Tidak ada iklan yang berlebihan
d. Podcast yang sudah didengar, bisa otomatis dihapus
– Kelemahan menggunakan podcast yaitu :
a. Hanya berlangsung satu arah(misal hanya dari jawaban narasumber)
b. Tidak berlaku untuk pendidikan inklusi,misalnya untuk anak penyandang tuna rungu
c. Tidak didesign 2 arah tetapi dapat dimodifikasi
d. Membutuhkan suatu training
– Implikasi podcast untuk belajar mengajar antara lain :
a. Memberi kesempatan kepada siswa untuk menggunakan teknologi
b. Memperluas pilihan-pilihan belajar
c. Siswa dapat membuat podcast sendiri
3. Tape
4. Perekam Pita Magnetik

Media Pembelajaran Konvensional dan Modern

Assalamu’alaikum …saya akan memposting materi pada mata kuliah teknologi pembelajaran semester lalu tentang media pembelajaran konvensional dan media pembelajaran modern.

MAKALAH TEKNOLOGI PEMBELAJARAN

“MEMBUAT MEDIA PEMBELAJARAN”

 

Disusun oleh:

  1. Afifatul Ulfah (K3315003)
  2. Dewi Suryana (K3315015)
  3. Icha Dwi Pangestika (K3315027)
  4. Nur Seviana M.S (K331039)
  5. Rizki Hapsari. (K3315051)

 

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA

FAKULTAS KEGURUAN DAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS SEBELAS MARET
SURAKARTA
2016

BAB I

PENDAHULUAN

Media Pembelajaran

Media pembelajaran adalah media yang digunakan pada proses pembelajaran sebagai penyalur pesan antara pengajar dan peserta didik agar tujuan pengajaran tercapai. Media pembelajaran yang baik harus memenuhi beberapa syarat. Penggunaan media mempunyai tujuan memberikan motivasi kepada peserta didik. Selain itu media juga harus merangsang peserta didik mengingat apa yang sudah dipelajari selain memberikan rangsangan belajar baru. Media yang baik juga akan mengaktifkan peserta didik dalam memberikan tanggapan, umpan balik dan juga mendorong peserta didik untuk melakukan praktik- praktik dengan benar.

Menurut (Djamarah, 2002:140) menggolongkan media pembelajaran menjadi tiga yaitu:

  1. Media auditif yaitu media yang mengandalkan kemampuan suara saja, seperti radio,  kaset rekorder.
  2. Media visual adalah media yang hanya mengandalkan indera penglihatan karena hanya menampilkan gambar diam seperti film bingkai, foto, gambar, atau lukisan.
  3. Media audiovisual adalah media yang mempunyai unsur suara dan unsur gambar. Jenis media ini mempunyai kemampuan yang lebih baik.

Selanjutnya (Sadiman, 2008:28) membagi media pembelajaran menjadi 3 golongan kelompok besar :

  1. Media Grafis termasuk media visual seperti gambar/foto, sketsa, diagram, bagan/chart, grafik, kartun, poster, peta, dan globe.
  2. Media Audio berkaitan dengan indera pendengaran. Seperti radio, alat perekam piata magnetik, piringan laboratorium bahasa.
  3. Media Proyeksi Diam seperti film bingkai (slide), film rangkai (film strip), media transparan, film, televisi,  video.

Berdasarkan pendapat di atas, maka media pembelajaran dapat dikelompokkan sebagai berikut.

  1. Media Audio

Media Audio adalah media yang isi pesannya hanya diterima melalui indera pendengaran.Dilihat dari sifat pesan yang diterima, media audio dapat menyampaikan pesan verbal (bahasa lisan atau kata-kata) maupun nonverbal (bunyi-bunyian dan vokalisasi).

  1. Media Visual

Media visual adalah media yang hanya mengandalkan indra penglihatan. Media visual menampilan materialnya dengan menggunakan alat proyeksi atau proyektor, karena melalui media ini perangkat lunak (software) yang melengkapi alat proyeksi ini akan dihasilkan suatu bias cahaya atau gambar yang sesuai dengan materi yang diinginkan.

  1. Media Audio-Visual

Media audio-visual disebaut juga sebagai media video.Video merupakan media yang digunakan untuk menyampaikan pesan pembelajaran.Dalam media video terdapat dua unsur yang saling bersatu yaitu audio dan visual.Adanya unsur audio memungkinkan siswa untuk dapat menerima pesan pembelajaran melalui pendengaran, sedangkan unsur visual memungkinkan penciptakan pesan belajar melalui bentuk visualisasi.

BAB II

PEMBAHASAN

Media Pembelajaran

Berikut adalah uraian mengenai media pembelajaran yang kami pilih :

  1. Media Pembelajaran Modern
    1. Pemilihan materi pembelajaran Video

Pada tugas ini, materi pembelajaran yang kami pilih adalah materi kimia SMA kelas X dengan bab Ikatan Kimia. Namun fokus kami menjelaskan mengenai ikatan ion, logam dan kovalen.

Alasan kami memilih materi ini adalah materi ini susah dipahami oleh siswa SMA jika belum dilengkapi dengan animasi. Ikatan kimia adalah hal yang abstrak dan tidak bisa diamati. Selain itu pada materi ini membutuhkan suatu penghafalan dan pemahaman mengingat karena pada materi ini hanya berupa teori, dan ada perhitungannya.Sehingga, siswa cenderung kurang tertarik untuk mempelajari materi ini.

 

  1. Media Pembelajaran Modern

Media pembelajaran yang kami pilih adalah media pembelajaran visual dengan menggunakan video yang dikemas dalam bentuk point-point materi dan animasi. Dengan menggunakan video yang dikemas dalam bentuk tersebut, akan meningkatkan minat belajar siswa untuk mempelajari materi tersebut. Karena dengan menggunakan video ini, memiliki daya tarik yang tidak terpaku pada materi saja tetapi ada animasi. Materi dikemas semenarik mungkin, dengan memberikan gambar – gambar, animasi atau tulisan berwarna serta penyampaian materi yang lebih singkat daripada materi yang ada dimodul. Dengan demikian, siswa lebih tertarik dan bersemangat karena dapat dilihat kapan pun dan dalam suasana yang santai. Selain itu, dengan menggunakan video yang dikemas dalam bentuk media power point, dapat digunakan berkali – kali pada kelas yang sama maupun yang berbeda.

  1. IKATAN ION

Ikatan ion , terjadi karena adanya gaya tarik menarik antara ion positif dengan ion negative. Ion positif terbentuk , jika suatu atom (atom logam) melepaskan elektron pada kulit terluarnya. Ion negatif terbentuk , jika suatu atom (atom non logam) menerima electron. Contoh :

Pembentukan NaCl

11Na : 2   8   1

17Cl : 2     8   7

atom Na melepas 1 elektron, sehingga menjadi :

Na —–> Na+   + e

(2 8 1)         (2 8)

atom Cl menerima 1 elektron yang dilepas oleh atom Na, sehingga

Cl + e ——-> Cl

(2   8 7)           (2   8   8)

 

  1. IKATAN KOVALEN

Ikatan Kovalen terjadi karena adanya pemakaian bersama pasangan elektron. Terjadi pada atom-atom yang mempunyai energi ionisasi yang tinggi sehingga sukar melepaskan electron. Pasangan elektron yang dipakai bersama bisa berasal dari masing-masing atom yang saling berikatan,ikatannya disebut ikatan Kovalen. Salah satu atom yang berikatan, ikatannya disebut ikatan kovalen koordinasi. Contoh :

Pembentukan HCl

H   : 1

Cl :   2   8   7

 

Karena hanya ada sepasang elektron yang dipakai bersama, Maka disebut sebagai Ikatan Kovalen Tunggal.

  1. Media Pembelajaran Konvensional

a). Pemilihan media pembelajaran melalui permainan mencari harta karun (Find Your Treasure)

Belajar sembari bermain merupakan metode yang cukup efektif dan menarik bagi siswa. Dengan belajar sembari bermain siswa tidak cepat bosan karena belajar dilakukan dengan cara dan media yang menyenangkan. Belajar sembari bermain juga dapat meningkatkana motivasi belajar siswa. Anggapan orang bahwa bermain akan mengurangi waktu belajar tidaklah sepenuhnya benar, sebenarnya, permainan dapat digunakan sebagai media belajar yang efektif dan menyenangkan bagi siswa jika kita dapat memanfaatkan permainan tersebut dengan maksimal.

Salah satu media yang dapat digunakan dalam proses kegiatan belajar mengajar adalah media permainan. Permainan adalah setiap konteks antara pemain yang berinteraksi satu sama lain dengan mengikuti aturan-aturan tertentu untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu pula. Permainan dapat menjadi sumber belajar atau media belajar apabila permainan tersebut bertujuan untuk mencapai tujuan pendidikan atau pembelajaran.

Permainan bagi siswa sangtlah menyenangkan sedangkan belajar identik dengan kata monoton, menjemukan dan membosankan. Dari sini kita dapat memanfaatkan permainan untuk menciptakan susana belajar yang menyenangkan dan disukai siswa.

Bermain mengandung aspek kegembiraan, kelegaan, kenikmatan yang intensif, bebas dari ketegangan atau kedukaan, bersifat memerdekakan jiwa. Permainan manusia sangat erat dan ekspresi diri, spontanitas, melatih pribadi untuk siap melewati persaingan, siap menerima kemenangan sekaligus siap menerima kekalahan, dan aktualisasi diri. Oleh karena itu, permainan bersifat mendewasakan. Melalui bermain, seseorang belajar banyak tentang kehidupan baik itu belajat kemandirian, keberanian, sosialisasi, kepemimpinan dan menyadari arti akan eksistensi dirinya . (Indah Rahmawati, 2009)

Dave Meier, dalam The Accelerated Learning Handbook, mengatakan kata fun itu dalam kata-kata menarik berikut ini : menyenangkan atau membuat suasana belajar dalam keadaan gembira bukan berarti menciptakan suasana ribut dan hura-hura. Ini tidak ada hubungannya dengan kesenangan yang sembrono dan kemeriahan yang dangkal. Kegembiraan disini berarti bangkitnya minat adanya keterlibatan penuh, serta terciptanya makna, pemahaman (penguasaan atas materi), dan nilai yang membahagiakan bagi diri si pembelajar. Itu semua adalah kegembiraan dalam melahirkan sesuatu yang baru. Penciptaan kegembiraan ini jauh lebih penting daripada segala teknik atau metode atau medium yang mungkin anda pilih untuk digunakan.

Menurut Sadiman (2006) sebagai media pembelajaran, permainan mempunyai beberapa kelebihan, yaitu : permainan adalah sesuatu yang menyenangkan untuk dilakukan, sesuatu yang menghibur dan menarik. Permainan memungkunkan adanya partisipasi aktif dari siswa untuk belajar. Permainan dapat memberikan umpan balik langsung. Permainan memungknkan siswa untuk memecahkan masalah-masalah yang nyata. Permainan memberikan pengalaman-pengalaman nyata dan dapat diulangi sebanyak yang dikehendaki, kesalahan-kesalahan operasional dapat diperbaiki. Membantu siswa meningkatkan kemampuan komunikatifnya. Membantu siswa yang sulit belajar dengan metode tradisional. Permainan besifat luwes, dapat dipakai untuk bernagai tujuan pendidikan. Permainan dapat dengan mudah dibuat dan diperbanyak..

Dari banyak jenis permainan kami memililih permainan mencari harta karun (Find Your Treasure) karena permainan ini menarik, menyenangkan dan banyak diminati. Selain itu, berikut beberapa keuntungan pemilihan permainan mencari harta karun bagi siswa :

·         Kemandirian

Siswa akan belajar mandiri karena dalam permainan ini siswa berperan dalam menentukan pilihan dan memecahkan masalah. Guru hanya berfungsi sebagai fasilitator yang bertugas untuk memfasilitasi atau mengarahkan siswa dalam memecahkan game. Secara langsung siswa akan mandiri menggunakan kemampuannya sendiri untuk menyelesaikan game tersebut.

·            Kerja sama

Tak jarang permainan berburu harta karun dimainkan secara berkelompok. Setiap kelompok akan ditantang untuk memecahkan masalah di tiap pos-pos. Faktor kerja sama sangat penting untuk memecahkan masalah secara bersama-sama. Siswa akan belajar bagaimana caranya bekerja dalam tim untuk memecahkan masalah tertentu.

·            Kedisiplinan

Siswa juga akan belajar disiplin untuk tidak berbuat curang dan mematuhi aturan dalam game tersebut. Misalnya, saat petunjuk mengharuskan siswa belok kanan untuk mencari petunjuk berikutnya, maka ia akan melakukannya. Berbuat curang pada game ini akan didiskualifikasi. Hal ini akan memberikan siswa pelajaran bahwa disiplin itu perlu diterapkan.

·            Percaya diri dalam mengambil keputusan

Menentukan jalan mana yang akan dipilih dalam permainan ini akan melatih siswa percaya diri dan optimis dalam mengambil keputusan dengan resiko yang ada.

·            Ketepatan waktu

Karena dalam permainan treasure hunting ada pencatatan waktu, mau tidak mau siswa di tuntut untuk tepat waktu. Dari situlah siswa belajar untuk tepat pada waktu, dan menghargai waktu agar waktu tidak terbuang sia sia.

·            Kreativitas

Permainan yang mengandung kreativitas juga dimasukkan dalam game treasure hunting/berburu harta karun. Di sini siswa akan dituntut berpikir kreatif dalam memecahkan sebuah masalah.

Permainan mencari harta karun (Treasure Hunting) juga permainan yang cukup fleksibel, permainan ini bisa dilakukan oleh 1 pemain atau lebih, permainan ini juga bisa digunakan untuk banyak bahasan materi (tema).

  1. Gambaran dan Langkah-langakah Permainan Mencari Harta Karun (Finding Your Treasure)

Permainan ini bisa dimainkan oleh 1 siwa atau lebih (maksimal 3), langakh-langkah permainan ini adalah sebagai berikut :

  1. Guru menyiapkan media/arena mencari harta karun
  2. Siswa yang memainkan peran pencari harta karun membaca petunjuk permainan sebagai berikut :

Misi : Menemukan 1 bintang (harta karun) di dalam sebuah kotak diantara banyak kotak yang tersebar di arena.

Peraturan :

–     Pemburu harta karun boleh membuka kotak setelah menjawab pertanyaan tentang materi koloid dalam gulungan kertas merah yang tersedia di sekitar kotak. Pertanyaan ini berlaku seperti kunci pembuka kotak yang dijaga oleh mahluk menyeramkan atau berbagai rintangan seperti api, sungai dll.

– Apabila jawaban salah, pemburu tidak bisa membuka kotak dan harus kembali ke titik START.

– Pemburu dikatakan menang jika berhasil menemukan bintang dan akan mendapatkan hadiah.

 

BAB III

PENUTUP

  1. Kesimpulan
  2. . Media pembelajaran digunakan untuk mempermudah mencapai tujuan pembelajaran secara efektif dan efisien.
  3. Ada banyak media pembalajaran, kelompok kami memilih media pemebelajaran modern berupa video pembalajaran dan media konvenisonal berupa permainan mencari harta karun yang kami beri nama “Find Your Treasure”
  4. Saran
  5. Video pembelajaran masih dapat dikembangkan dengan menambahkan animasi gerakan, suara, dll
  6. Media pembelajaran konvensional dengan mencari harta karun dapat di mainkan oleh lebih dari 1 siswa, guru dapat menggunakan media ini untuk materi yang lain karena dapat diterapkan hampir untuk setiap materi.

Semoga bermanfaat ya..terimakasih

 

 

 

 

 

 

 

Sarana dan Prasarana Dalam Pembelajaran

Selamat pagi…

Kali ini saya akan memposting tentang sarana dan prasarana dalam pembelajaran.

Meningkatkan kualitas pendidikan memerlukan upaya perbaikan dan peningkatan sejalan dengan semakin tingginya kebutuhan dan tuntutan kehidupan masyarakat. Betapa pentingnya meningkatkan kualitas pendidikan, sehingga mendorong berbagai pihak untuk melakukan berbagai upaya dan perhatian terhadap pendidikan. Dalam mencapai keberhasilan proses belajar mengajar di sekolah memang menjadi tanggung jawab guru sebagai pengelola kelas. Namun keberhasilan sekolah secara keseluruhan sangat dipengaruhi oleh kelengkapan sarana prasarana.

Sarana dan prasarana pendidikan merupakan fasilitas langsung dan tidak langsung yang diperlukan dalam proses belajar mengajar, baik yang bergerak maupun yang tidak bergerak agar pencapaian tujuan pendidikan dan berjalan dengan lancar, teratur, efektif dan efisien. Menurut E. Mulyasa, Sarana Pendidikan adalah peralatan dan perlengkapan yang secara langsung dipergunakan dan menunjang proses pendidikan, khususnya proses belajar, mengajar, seperti bangunan, ruang kelas, meja kursi, serta alat-alat dan media pengajaran.

Pengadaan sarana dan prasarana belajar yang memadai sangat berpengaruh terhadap peningkatan kualitas pembelajaran di sekolah. Sarana dan prasarana yang lengkap di sekolah membuat guru dan siswa menjadi semangat dalam proses pembelajaran, sebab segala fasilitas yang dibutuhkan dalam kegiatan belajar mengajar terpenuhi sehingga guru dan siswa mampu melaksanakan proses pembelajaran dengan optimal.

       Dengan demikian, kelengkapan sarana prasarana belajar dan kompetensi guru memiliki hubungan yang erat dengan peningkatan kualitas pembelajaran. Semakin lengkap dan memadai sarana prasarana belajar di sekolah, semakin terbuka peluang guru untuk mengembangkan kompetensinya (terutama dalam proses pembelajaran). Semakin tinggi peluang guru dalam meningkatkan dan mengembangkan kompetensinya maka diharapkan kualitas pembelajaran mencapai hasil yang optimal.

SARANA DAN PRASARANA DALAM PEMBELAJARAN

Sarana Pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat memperlancar proses pembelajaran,misalnya yaitu media.Pada jaman dahulu,media digunakan sebagai perantara antara guru(penyampai materi pembelajaran) dan siswa(penerima materi pembelajaran).Pada jaman yang modern ini,media digunakan sebagai alat bantu yang menunjang proses pembelajaran.Ilmuwan-ilmuwan yang menemukan media antara lain:
1. Rudy Bretz(1971) –> membagi media menjadi 3 unsur pokok(cetak,audio, dan visual)
2. Anderson(1976) –> membagi media menjadi 10 golongan(audio,cetak,audio-cetak,proyeksi visual,dan sebagainya)
3. Schramm(1985) –> membagi media menjadi 2 golongan yaitu kompleks(TV,VCD) dan sederhana(slide,audio.transparansi,teks)
4. Heinich,Molenda,Russel(1996) –> berupa media proyeksi,non proyeksi,audio,gerak,komputer,komputer multimedia,hypermedia,media jarak jauh

Klasifikasi Umum :
a. Kelompok 1 –> grafis,bahan cetak,gambar diam
b. Kelompok 2 –> media proyeksi diam
c. Kelompok 3 –> media audio
d. Kelompok 4 –> media audio visual
e. Kelompok 5 –> media gambar hidup
f. Kelompok 6 –> media televisi
g. Kelompok 7 –> multimedia

Media Grafis
Media grafis adalah media visual yang menyajikan fakta,ide,atau gagasan melalui penyajian kata-kata,kalimat,angka-angka,simbol/gambar yang digunakan untuk menarik perhatian,memperjelas sajian ide,dan mengilustrasikannya.Macam-macam media grafis yaitu:
– Grafik/diagram
– Bagan
– Sketsa (gambar sederhana)
– Poster (sajian kombinasi yang jelas)
– Papan flannel (papan yang berlapis kain flanel)
– Buletin board (papan tanpa kain flanel)
Kelebihan media grafis yaitu:
• Menarik
• Mudah dipahami
• Harganya murah
Kelemahan media grafis yaitu :
• Membutuhkan banyak waktu
• Guru harus mempunyai keterampilan di bidangnya
• Penyajian hanya berupa unsur visual

Media Bahan Cetak
Media bahan cetak macamnya seperti:
Buku teks = berisi tentang bidang studi tertentu
Modul = paket program yang disusun dalam bentuk kesatuan,lebih lengkap dari buku.Modul berisi tentang komponen petunjuk guru,LKS,kunci LKS,lembar kegiatan siswa,lembaran tes dan kuncinya,evaluasi
Bahan pengajaran terprogram = hampir sama dengan modul
Kelebihan media cetak yaitu:
• Menyajikan pesan / informasi dalam jumlah banyak
• Informasi dapat dipelajari sesuai minat dan kebutuhan
Kelemahan media cetak yaitu:
• Proses pembuatan membutuhkan waktu yang lama

Media Proyeksi Diam
Media proyeksi diam adalah media visual yang diproyeksikan / memproyeksikan pesan dimana hasil proyeksinya tidak bergerak/mempunyai sedikit unsur gerakan.Macam-macam media proyeksi diam yaitu:
– OHP /OHT
– Opaque (tidak tembus pandang)
– Slide
– Film strip
– Proyektor

Analisis Materi Kimia yang Menggunakan Media Pembelajaran berdasarkan Analisis ALLEN ,sebagai berikut :
– Gambar diam digunakan untuk mempelajari tentang peranan dan   perkembangan ilmu kimia , struktur atom , reaksi redoks , laju reaksi , kesetimbangan kimia , larutan asam basa , sifat-sifat koloid , contoh sel elektrokimia , kelimpahan unsur di alam dan sifat-sifat keperiodikan unsur , gas mulia dan halogen , logam alkali dan alkali tanah
– Gambar hidup digunakan untuk mempelajari tentang ikatan kimia , larutan elektrolit dan larutan non elektrolit , proses pembentukan minyak bumi , gaya antar molekul , kestabilan koloid
– Televisi digunakan untuk mempelajari tentang pembentukan minyak bumi , sel elektrolisis dalam industri , unsur radioaktif
– Obyek 3 dimensi digunakan untuk mempelajari tentang bentuk molekul
Rekaman audio digunakan untuk mempelajari tentang tabel periodik unsur
– Programmed instruction digunakan untuk mempelajari tentang titrasi asam basa , uji karbohidrat dan protein
– Demonstrasi digunakan untuk mempelajari tentang titrasi asam basa(mengukur pH) , sistem disperse (larutan,koloid,suspensi) , sel elektrokimia , uji karbohidrat dan protein
– Buku teks tercetak digunakan untuk mempelajari tentang struktur atom , sistem periodik unsur , rumus kimia , tatanama dan persamaan reaksi kimia , perhitungan kimia , reaksi redoks , hidrokarbon , termokimia , laju reaksi , kesetimbangan kimia , larutan asam basa , larutan penyangga , hidrolisis , kelarutan(s) dan hasil kali kelarutan(KSP) , sifat koligatif larutan , unsur periode ketiga di alam , unsur transisi periode keempat , unsur radioaktif , senyawa karbon , benzena , biomolekul