Media Pembelajaran Konvensional dan Modern

Assalamu’alaikum …saya akan memposting materi pada mata kuliah teknologi pembelajaran semester lalu tentang media pembelajaran konvensional dan media pembelajaran modern.

MAKALAH TEKNOLOGI PEMBELAJARAN

“MEMBUAT MEDIA PEMBELAJARAN”

 

Disusun oleh:

  1. Afifatul Ulfah (K3315003)
  2. Dewi Suryana (K3315015)
  3. Icha Dwi Pangestika (K3315027)
  4. Nur Seviana M.S (K331039)
  5. Rizki Hapsari. (K3315051)

 

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA

FAKULTAS KEGURUAN DAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS SEBELAS MARET
SURAKARTA
2016

BAB I

PENDAHULUAN

Media Pembelajaran

Media pembelajaran adalah media yang digunakan pada proses pembelajaran sebagai penyalur pesan antara pengajar dan peserta didik agar tujuan pengajaran tercapai. Media pembelajaran yang baik harus memenuhi beberapa syarat. Penggunaan media mempunyai tujuan memberikan motivasi kepada peserta didik. Selain itu media juga harus merangsang peserta didik mengingat apa yang sudah dipelajari selain memberikan rangsangan belajar baru. Media yang baik juga akan mengaktifkan peserta didik dalam memberikan tanggapan, umpan balik dan juga mendorong peserta didik untuk melakukan praktik- praktik dengan benar.

Menurut (Djamarah, 2002:140) menggolongkan media pembelajaran menjadi tiga yaitu:

  1. Media auditif yaitu media yang mengandalkan kemampuan suara saja, seperti radio,  kaset rekorder.
  2. Media visual adalah media yang hanya mengandalkan indera penglihatan karena hanya menampilkan gambar diam seperti film bingkai, foto, gambar, atau lukisan.
  3. Media audiovisual adalah media yang mempunyai unsur suara dan unsur gambar. Jenis media ini mempunyai kemampuan yang lebih baik.

Selanjutnya (Sadiman, 2008:28) membagi media pembelajaran menjadi 3 golongan kelompok besar :

  1. Media Grafis termasuk media visual seperti gambar/foto, sketsa, diagram, bagan/chart, grafik, kartun, poster, peta, dan globe.
  2. Media Audio berkaitan dengan indera pendengaran. Seperti radio, alat perekam piata magnetik, piringan laboratorium bahasa.
  3. Media Proyeksi Diam seperti film bingkai (slide), film rangkai (film strip), media transparan, film, televisi,  video.

Berdasarkan pendapat di atas, maka media pembelajaran dapat dikelompokkan sebagai berikut.

  1. Media Audio

Media Audio adalah media yang isi pesannya hanya diterima melalui indera pendengaran.Dilihat dari sifat pesan yang diterima, media audio dapat menyampaikan pesan verbal (bahasa lisan atau kata-kata) maupun nonverbal (bunyi-bunyian dan vokalisasi).

  1. Media Visual

Media visual adalah media yang hanya mengandalkan indra penglihatan. Media visual menampilan materialnya dengan menggunakan alat proyeksi atau proyektor, karena melalui media ini perangkat lunak (software) yang melengkapi alat proyeksi ini akan dihasilkan suatu bias cahaya atau gambar yang sesuai dengan materi yang diinginkan.

  1. Media Audio-Visual

Media audio-visual disebaut juga sebagai media video.Video merupakan media yang digunakan untuk menyampaikan pesan pembelajaran.Dalam media video terdapat dua unsur yang saling bersatu yaitu audio dan visual.Adanya unsur audio memungkinkan siswa untuk dapat menerima pesan pembelajaran melalui pendengaran, sedangkan unsur visual memungkinkan penciptakan pesan belajar melalui bentuk visualisasi.

BAB II

PEMBAHASAN

Media Pembelajaran

Berikut adalah uraian mengenai media pembelajaran yang kami pilih :

  1. Media Pembelajaran Modern
    1. Pemilihan materi pembelajaran Video

Pada tugas ini, materi pembelajaran yang kami pilih adalah materi kimia SMA kelas X dengan bab Ikatan Kimia. Namun fokus kami menjelaskan mengenai ikatan ion, logam dan kovalen.

Alasan kami memilih materi ini adalah materi ini susah dipahami oleh siswa SMA jika belum dilengkapi dengan animasi. Ikatan kimia adalah hal yang abstrak dan tidak bisa diamati. Selain itu pada materi ini membutuhkan suatu penghafalan dan pemahaman mengingat karena pada materi ini hanya berupa teori, dan ada perhitungannya.Sehingga, siswa cenderung kurang tertarik untuk mempelajari materi ini.

 

  1. Media Pembelajaran Modern

Media pembelajaran yang kami pilih adalah media pembelajaran visual dengan menggunakan video yang dikemas dalam bentuk point-point materi dan animasi. Dengan menggunakan video yang dikemas dalam bentuk tersebut, akan meningkatkan minat belajar siswa untuk mempelajari materi tersebut. Karena dengan menggunakan video ini, memiliki daya tarik yang tidak terpaku pada materi saja tetapi ada animasi. Materi dikemas semenarik mungkin, dengan memberikan gambar – gambar, animasi atau tulisan berwarna serta penyampaian materi yang lebih singkat daripada materi yang ada dimodul. Dengan demikian, siswa lebih tertarik dan bersemangat karena dapat dilihat kapan pun dan dalam suasana yang santai. Selain itu, dengan menggunakan video yang dikemas dalam bentuk media power point, dapat digunakan berkali – kali pada kelas yang sama maupun yang berbeda.

  1. IKATAN ION

Ikatan ion , terjadi karena adanya gaya tarik menarik antara ion positif dengan ion negative. Ion positif terbentuk , jika suatu atom (atom logam) melepaskan elektron pada kulit terluarnya. Ion negatif terbentuk , jika suatu atom (atom non logam) menerima electron. Contoh :

Pembentukan NaCl

11Na : 2   8   1

17Cl : 2     8   7

atom Na melepas 1 elektron, sehingga menjadi :

Na —–> Na+   + e

(2 8 1)         (2 8)

atom Cl menerima 1 elektron yang dilepas oleh atom Na, sehingga

Cl + e ——-> Cl

(2   8 7)           (2   8   8)

 

  1. IKATAN KOVALEN

Ikatan Kovalen terjadi karena adanya pemakaian bersama pasangan elektron. Terjadi pada atom-atom yang mempunyai energi ionisasi yang tinggi sehingga sukar melepaskan electron. Pasangan elektron yang dipakai bersama bisa berasal dari masing-masing atom yang saling berikatan,ikatannya disebut ikatan Kovalen. Salah satu atom yang berikatan, ikatannya disebut ikatan kovalen koordinasi. Contoh :

Pembentukan HCl

H   : 1

Cl :   2   8   7

 

Karena hanya ada sepasang elektron yang dipakai bersama, Maka disebut sebagai Ikatan Kovalen Tunggal.

  1. Media Pembelajaran Konvensional

a). Pemilihan media pembelajaran melalui permainan mencari harta karun (Find Your Treasure)

Belajar sembari bermain merupakan metode yang cukup efektif dan menarik bagi siswa. Dengan belajar sembari bermain siswa tidak cepat bosan karena belajar dilakukan dengan cara dan media yang menyenangkan. Belajar sembari bermain juga dapat meningkatkana motivasi belajar siswa. Anggapan orang bahwa bermain akan mengurangi waktu belajar tidaklah sepenuhnya benar, sebenarnya, permainan dapat digunakan sebagai media belajar yang efektif dan menyenangkan bagi siswa jika kita dapat memanfaatkan permainan tersebut dengan maksimal.

Salah satu media yang dapat digunakan dalam proses kegiatan belajar mengajar adalah media permainan. Permainan adalah setiap konteks antara pemain yang berinteraksi satu sama lain dengan mengikuti aturan-aturan tertentu untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu pula. Permainan dapat menjadi sumber belajar atau media belajar apabila permainan tersebut bertujuan untuk mencapai tujuan pendidikan atau pembelajaran.

Permainan bagi siswa sangtlah menyenangkan sedangkan belajar identik dengan kata monoton, menjemukan dan membosankan. Dari sini kita dapat memanfaatkan permainan untuk menciptakan susana belajar yang menyenangkan dan disukai siswa.

Bermain mengandung aspek kegembiraan, kelegaan, kenikmatan yang intensif, bebas dari ketegangan atau kedukaan, bersifat memerdekakan jiwa. Permainan manusia sangat erat dan ekspresi diri, spontanitas, melatih pribadi untuk siap melewati persaingan, siap menerima kemenangan sekaligus siap menerima kekalahan, dan aktualisasi diri. Oleh karena itu, permainan bersifat mendewasakan. Melalui bermain, seseorang belajar banyak tentang kehidupan baik itu belajat kemandirian, keberanian, sosialisasi, kepemimpinan dan menyadari arti akan eksistensi dirinya . (Indah Rahmawati, 2009)

Dave Meier, dalam The Accelerated Learning Handbook, mengatakan kata fun itu dalam kata-kata menarik berikut ini : menyenangkan atau membuat suasana belajar dalam keadaan gembira bukan berarti menciptakan suasana ribut dan hura-hura. Ini tidak ada hubungannya dengan kesenangan yang sembrono dan kemeriahan yang dangkal. Kegembiraan disini berarti bangkitnya minat adanya keterlibatan penuh, serta terciptanya makna, pemahaman (penguasaan atas materi), dan nilai yang membahagiakan bagi diri si pembelajar. Itu semua adalah kegembiraan dalam melahirkan sesuatu yang baru. Penciptaan kegembiraan ini jauh lebih penting daripada segala teknik atau metode atau medium yang mungkin anda pilih untuk digunakan.

Menurut Sadiman (2006) sebagai media pembelajaran, permainan mempunyai beberapa kelebihan, yaitu : permainan adalah sesuatu yang menyenangkan untuk dilakukan, sesuatu yang menghibur dan menarik. Permainan memungkunkan adanya partisipasi aktif dari siswa untuk belajar. Permainan dapat memberikan umpan balik langsung. Permainan memungknkan siswa untuk memecahkan masalah-masalah yang nyata. Permainan memberikan pengalaman-pengalaman nyata dan dapat diulangi sebanyak yang dikehendaki, kesalahan-kesalahan operasional dapat diperbaiki. Membantu siswa meningkatkan kemampuan komunikatifnya. Membantu siswa yang sulit belajar dengan metode tradisional. Permainan besifat luwes, dapat dipakai untuk bernagai tujuan pendidikan. Permainan dapat dengan mudah dibuat dan diperbanyak..

Dari banyak jenis permainan kami memililih permainan mencari harta karun (Find Your Treasure) karena permainan ini menarik, menyenangkan dan banyak diminati. Selain itu, berikut beberapa keuntungan pemilihan permainan mencari harta karun bagi siswa :

·         Kemandirian

Siswa akan belajar mandiri karena dalam permainan ini siswa berperan dalam menentukan pilihan dan memecahkan masalah. Guru hanya berfungsi sebagai fasilitator yang bertugas untuk memfasilitasi atau mengarahkan siswa dalam memecahkan game. Secara langsung siswa akan mandiri menggunakan kemampuannya sendiri untuk menyelesaikan game tersebut.

·            Kerja sama

Tak jarang permainan berburu harta karun dimainkan secara berkelompok. Setiap kelompok akan ditantang untuk memecahkan masalah di tiap pos-pos. Faktor kerja sama sangat penting untuk memecahkan masalah secara bersama-sama. Siswa akan belajar bagaimana caranya bekerja dalam tim untuk memecahkan masalah tertentu.

·            Kedisiplinan

Siswa juga akan belajar disiplin untuk tidak berbuat curang dan mematuhi aturan dalam game tersebut. Misalnya, saat petunjuk mengharuskan siswa belok kanan untuk mencari petunjuk berikutnya, maka ia akan melakukannya. Berbuat curang pada game ini akan didiskualifikasi. Hal ini akan memberikan siswa pelajaran bahwa disiplin itu perlu diterapkan.

·            Percaya diri dalam mengambil keputusan

Menentukan jalan mana yang akan dipilih dalam permainan ini akan melatih siswa percaya diri dan optimis dalam mengambil keputusan dengan resiko yang ada.

·            Ketepatan waktu

Karena dalam permainan treasure hunting ada pencatatan waktu, mau tidak mau siswa di tuntut untuk tepat waktu. Dari situlah siswa belajar untuk tepat pada waktu, dan menghargai waktu agar waktu tidak terbuang sia sia.

·            Kreativitas

Permainan yang mengandung kreativitas juga dimasukkan dalam game treasure hunting/berburu harta karun. Di sini siswa akan dituntut berpikir kreatif dalam memecahkan sebuah masalah.

Permainan mencari harta karun (Treasure Hunting) juga permainan yang cukup fleksibel, permainan ini bisa dilakukan oleh 1 pemain atau lebih, permainan ini juga bisa digunakan untuk banyak bahasan materi (tema).

  1. Gambaran dan Langkah-langakah Permainan Mencari Harta Karun (Finding Your Treasure)

Permainan ini bisa dimainkan oleh 1 siwa atau lebih (maksimal 3), langakh-langkah permainan ini adalah sebagai berikut :

  1. Guru menyiapkan media/arena mencari harta karun
  2. Siswa yang memainkan peran pencari harta karun membaca petunjuk permainan sebagai berikut :

Misi : Menemukan 1 bintang (harta karun) di dalam sebuah kotak diantara banyak kotak yang tersebar di arena.

Peraturan :

–     Pemburu harta karun boleh membuka kotak setelah menjawab pertanyaan tentang materi koloid dalam gulungan kertas merah yang tersedia di sekitar kotak. Pertanyaan ini berlaku seperti kunci pembuka kotak yang dijaga oleh mahluk menyeramkan atau berbagai rintangan seperti api, sungai dll.

– Apabila jawaban salah, pemburu tidak bisa membuka kotak dan harus kembali ke titik START.

– Pemburu dikatakan menang jika berhasil menemukan bintang dan akan mendapatkan hadiah.

 

BAB III

PENUTUP

  1. Kesimpulan
  2. . Media pembelajaran digunakan untuk mempermudah mencapai tujuan pembelajaran secara efektif dan efisien.
  3. Ada banyak media pembalajaran, kelompok kami memilih media pemebelajaran modern berupa video pembalajaran dan media konvenisonal berupa permainan mencari harta karun yang kami beri nama “Find Your Treasure”
  4. Saran
  5. Video pembelajaran masih dapat dikembangkan dengan menambahkan animasi gerakan, suara, dll
  6. Media pembelajaran konvensional dengan mencari harta karun dapat di mainkan oleh lebih dari 1 siswa, guru dapat menggunakan media ini untuk materi yang lain karena dapat diterapkan hampir untuk setiap materi.

Semoga bermanfaat ya..terimakasih

 

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *