Keterampilan Dasar Mengajar

Assalamu’alaikum…selamat pagi…kali ini saya akan memposting tentang keterampilan dasar mengajar..semoga bermanfaat yaa…

  1. Pengertian Keterampilan Dasar Mengajar

Keterampilan dasar mengajar (generic teaching skill) yaitu keterampilan yang bersifat mendasar atau umum yang harus dikuasai oleh setiap guru, terlepas dari tingkat kelas dan bidang studi yang diajarkannya. Keterampilan dasar mengajar merupakan keterampilan yang kompleks ,yang pada dasarnya merupakan pengintegrasian utuh dari berbagai keterampilan yang jumlahnya sangat banyak. Keterampilan dasar mengajar bagi guru diperlukan agar guru dapat melaksanakan perannya dalam pengelolahan proses penbelajaran, sehingga pembelajaran dapat berjalan secara efektif dan efisien. Di antara keterampilan yang sangat banyak tersebut terdapat delapan KDM yang dianggap sangat berperan dalam keberhasilan kegiatan belajar.

2. Macam-Macam Keterampilan Dasar Mengajar

  1. Keterampilan Membuka dan Menutup Pelajaran

Keterampilan membuka dan menutup pelajaran adalah usaha yang dilakukan oleh guru dalam kegiatan pembelajaran untuk menciptakan prakondisi bagi siswa agar mental maupun perhatian terpusat pada pengalaman belajar yang di sajikan sehingga akan mudah mencapai kompetensi yang di harapkan.

Yang dimaksud dengan keterampilan membuka pelajaran adalah suatu kegiatan yang dilakukan oleh guru dalam menyiapkan/menciptakan suatu suasana yang kondusif agar para siswa tersebut dapat siap secara mental dan agar mempunyai perhatian yang terpusat pada suatu pelajaran yang akan dilakukan.

Komponen keterampilan membuka pelajaran:

  • Menarik perhatian
  • Menimbulkan motivasi
  • Memberi acuan
  • Membuat kaitan

Sedangkan yang dimaksud dengan menutup pelajaran adalah kegiatan yang dilakukan oleh guru untuk mengakhiri suatu pelajaran dengan mengemukakan kembali pokok-pokok pelajaran.

Komponen keterampilan menutup pelajaran:

  • Meninjau kembali
  • Mengevaluasi penguasaan
  • Memberikan tindak lanjut

Adapun tujuan membuka dan menutup pelajaran adalah sebagai berikut:

  1. Menimbulkan perhatian dan motivasi siswa terhadap tugas-tugas yang akan dihadapi
  2. Memungkinkan siswa mengetahui batas-batas tugasnya yag akan dikerjakan
  3. Siswa dapat mengetahui pendekatan-pendekatan yang akan digunakan dalam mempelajari bagian-bagian pelajaran.
  4. Memungkinkan siswa mengetahui hubungan antara pengalaman-pengalaman yang dikuasai dengan hal-hal baru yang akan dipelajari.
  5. Memberikan kemungkinan kepada siswa untuk menggabungkan fakta-fakta, keterampilan-keterampilan, konsep-konsep yang tercakup dalam suatu peristiwa.
  6. Memungkinkan siswa dapat mengatahui tingkat keberhasilannya dalam pelajaran.

Prinsip keterampilan membuka dan menutup pelajaran yaitu :

  • Kebermaknaan
  • Berurutan dan Berkesinambungan
  1. Keterampilan Menjelaskan

Keterampilan menjelaskan adalah penyajian informasi secara lisan yang diorganisasikan secara sistematik untuk menunjukkan adanya hubungan yang satu dengan yang lainnya. Penyampaian informasi yang terencana dengan baik dan disajikan dengan urutan yang cocok merupakan ciri utama kegiatan menjelaskan.

Tujuan memberikan penjelasan yaitu:

  1. Membimbing murid untuk mendapatkan dan memahami materi pelajaran
  2. Melibatkan murid untuk berfikir dengan memecahkan masalah-masalah atau pertanyaan.
  3. Untuk mendapatkan balikan dari murid mengenai tingkat pemahamannya dan untuk mengatasi kesalahpahaman mereka.
  4. Membimbing murid untuk menghayati dan mendapat proses penalaran dan menggunakan bukti-bukti dalam pemecahan masalah.

Komponen-komponen keterampilan menjelaskan yaitu:

  1. Merencanakan
  • Isi pesan
  • Karakteristik siswa
  1. Penyajian suatu penjelasan
  • Kejelasan(bahasa,kelancaran,ucapan)
  • Contoh dan ilustrasi
  • Pemberian tekanan(suara,ikhtisar,dll)
  • Balikan(ajukan pertanyaan,mimik siswa)

Aspek-aspek yang harus diperhatikan dalam menjelaskan yaitu:

  • Bahasa yang digunakan dalam menjelaskan harus sederhana, terang, dan jelas.
  • Bahan yang akan diterangkan dipersiapkan dan dikuasai terlebih dahulu.
  • Pokok-pokok yang diterangkan harus disimpulkan.
  • Dalam menjelaskan sertai dengan contoh dan ilustrasi.
  • Adakan pengecekan terhadap pemahaman siswa melalui pertanyaan-pertanyaan.
  1. Keterampilan Mengadakan Variasi

Variasi adalah keanekaan yang membuat sesuatu tidak monoton. Variasi dapat berwujud perubahan-perubahan atau perbedaan-perbedaan yang sengaja diciptakan/dibuat untuk memberikan kesan yang unik.Selanjutnya I.G.A.K wardani menyatakan, variasi dalam kegiatan belajar mengajar adalah perubahan dalam proses kegiatan dalam tujuan untuk meningkatkan motivasi para siswa,serta mengurangi kejenuhan dan kebosanan.

Tujuan variasi dalam kegiatan pembelajaran yaitu:

a)      Menghilangkan kebosanan siswa dalam belajar

b)      Meningkatkan motivasi siswa dalam mempelajari sesuatu

c)      Mengembangkan keinginan siswa untuk mengetahui dan menyelidiki hal-hal baru

d)     Melayani gaya belajar siswa yang beraneka ragam

e)      Meningkatkan kadar keaktifan/keterlibatan siswa dalam kegiatan pembelajaran.

Komponen-komponen keterampilan mengadakan variasi :

  • Variasi dalam gaya mengajar
  • Variasi dalam pola interaksi
  • Variasi penggunaan alat bantu pembelajaran

Prinsip penggunaan variasi yaitu:

  1. Variasi yang dibuat harus mengandung maksud tertentu serta sesuai dengan tujuan yang ingin dcapai, karakteristik kemampuan siswa, latar belakang sosial budaya, materi yang sedang disajikan, dan kemampuan guru menciptakan variasi tersebut
  2. Variasi harus terjadi secara wajar, tidak berlebihan sehingga tidak mengganggu terjadinya proses belajar
  3. Variasi harus berlangsung secara lancar dan berkesinambungan, hingga tidak merusak suasana kelas dan tidak mengganggu jalannya kegiatan belajar
  4. Komponen-komponen variasi yang memerlukan pengorganisasian dan perencanaan yang baik perlu dirancang secara cermat dan dicantumkan dalam rencana pembelajaran.

4. Keterampilan Bertanya

Bertanya merupakan suatu unsur yang selalu ada dalam proses komunikasi, termasuk dalam komunikasi pembelajaran. Keterampilan bertanya merupakan ucapan atau pertanyaan yang dilontarkan guru sebagai stimulus untuk memunculkan atau menumbuhkan jawaban (respon) dari peserta didik

Komponen-Komponen Keterampilan Bertanya

a)  Keterampilan Bertanya Dasar

Keterampilan bertanya dasar terdiri atas 7 komponen ialah sebagai berikut:

  1. Pengajuan pertanyaan secara jelas dan singkat
  2. Pemberian acuan
  3. Pemusatan
  4. Pemindahan giliran
  5. penyebaran
  6. Pemberian waktu berpikir
  7. Pemberian tuntunan

b.) Keterampilan Bertanya Lanjut

Komponen keterampilan bertanya lanjut terdiri dari:

1.Pengubahan tuntutan kognitif dalam menjawab pertanyaan

2.Pengaturan urutan pertanyaan

3.Penggunaan pertanyaan pelacak

4.Peningkatan terjadinya interaksi

Prinsip Penggunaan Keterampilan Bertanya

  1. Kehangatan dan keantusiasan
  2. Menghindari kebiasaan-kebiasaan berikut:
  • Mengulangi pertanyaan sendiri
  • Mengulangi jawaban siswa
  • Menjawab pertanyaan sendiri
  • Mengajukan pertanyaan yang memancing jawaban serentak
  • Mengajukan pertanyaan ganda
  • Menentukan siswa yang akan menjawab pertanyaan
  1. Memberikan waktu berpikir
  2. Mempersiapkan pertanyaan pokok yang akan diajukan
  3. Menilai pertanyaan yang telah diajukan

5. Keterampilan Memberi Penguatan

 

Penguatan adalah respons yang diberikan terhadap perilaku atau perbuatan yang dianggap baik, yang dapat membuat terulangnya atau meningkatnya perilaku atau perbuatan yang dianggap baik tersebut. Dalam kegiatan pembelajaran, penguatan mempunyai peran penting dalam meningkatkan keefektifan kegiatan pembelajaran. Pujian atau respons positif guru terhadap perilaku perbuatan siswa yang positif akan membuat siswa merasa senang karena dianggap mempunyai kemampuan.

Tujuan memberi penguatan adalah untuk:

  1. Meningkatkan perhatian siswa
  2. Membangkitkan dan memelihara motivasi siswa
  3. Memudahkan siswa belajar
  4. Mengontrol dan memodifikasi tingkah laku siswa yang kurang positif serta mendorong munculnya perilaku yang produktif
  5. Menumbuhkan rasa percaya diri pada diri siswa
  6. Memelihara iklim kelas yang kondusif

Komponen Keterampilan Memberi Penguatan

  1. Penguatan verbal
  2. Penguatan gesture
  3. Penguatan dengan cara mendekati
  4. Penguatan dengan sentuhan
  5. Penguatan dengan kegiatan yang menyenangkan
  6. Penguatan berupa tanda/benda
  7. Penguatan tak penuh

Prinsip Penggunaan Keterampilan Memberi Penguatan

1)   Kehangatan dan keantusiasan

2)   Kebermaknaan

3)   Menghindari penggunaan respons negatif

  1. Keterampilan Mengelola Kelas

Keterampilan mengelola kelas adalah keterampilan dalam menciptakan dan mempertahankan kondisi kelas yang optimal guna terjadinya proses belajar mengajar yang serasi dan efektif. Pengelolaan kelas adalah keterampilan guru menciptakan dan memelihara kondisi belajar yang optimal dan mengembalikannya manakala terjadi hal-hal yang dapat mengganggu suasana pembelajaran.

Tujuan keterampilan mengelola kelas

  • Mendorong siswa mengembangkan tanggung jawab individu terhadap tingkah lakunya.
  • Membantu siswa untuk mengerti tingkah laku yang sesuai dengan tata tertib kelas, dan memahami bahwa teguran guru merupakan suatu peringatan, dan bukan kemarahan
  • Menimbulkan rasa kewajiban melibatkan siri dalam tugas serta bertingkah laku yang sesuai dengan aktivitas kelas.
  • Keterampilan yang berkaitan dengan pengembalian kondisi belajar yang optimal.

Komponen keterampilan mengelola kelas yaitu:

  1. Keterampilan yang berhubungan dengan penciptaan dan pemeliharaan kondisi belajar yang optimal
  2. Keterampilan yang berhubungan dengan pengendalian kondisi belajar yang optimal.

Prinsip penggunaan keterampilan kelas yaitu:

  • Kehangatan dan keantusiasan dalam mengajar
  • Menantang peserta didik untuk berpikir
  • Adanya variasi
  • Keluwesan guru/dosen dalam pelaksanaan tugas
  • Penekanan hal-hal yang bersifat positif
  • Penanaman disiplin diri sendiri.
  1. Keterampilan Membimbing Diskusi Kelompok Kecil

Diskusi kelompok adalah suatu proses yang teratur yang melibatkan sekelompok orang dalam interaksi tatap muka yang informal dengan berbagai pengalaman atau informasi, pengambilan kesimpulan, atau pemecahan masalah. Diskusi kelompok merupakan strategi yang memungkinkan siswa menguasai suatu konsep atau memecahkan suatu masalah melalui satu proses yang memberi kesempatan untuk berpikir, berinteraksi sosial, serta berlatih bersikap positif. Dengan demikian diskusi kelompok dapat meningkatkan kreativitas siswa, serta membina kemampuan berkomunikasi termasuk di dalamnya keterampilan berbahasa.

Komponen-komponen keterampilan membimbing diskusi

  1. Memusatkan perhatian siswa pada tujuan dan topik diskusi
  2. Memperluas masalah atau urutan pendapat
  3. Menganalisis pandangan siswa
  4. Meningkatkan urunan pikir siswa
  5. Menyebarkan kesempatan berpartisipasi
  6. Menutup diskusi

8. Keterampilan  Mengajar Kelompok Kecil dan Perorangan

 

Mengajar kelompok kecil dan perorangan terjadi dalam konteks pengajaran klasikal di dalam kelas ,seorang guru mungkin menghadapai banyak kelompok kecil serta banyak siswa yang masing-masing diberi kesempatan belajar secara kelompok maupun perorangan.

Peranan guru :

  1. Organisator kegiatan belajar mengajar
  2. Sumber informasi bagi siswa
  3. Pendorong bagi siswa untuk belajar
  4. Penyedia materi dan kesempatan belajar bagi siswa.
  5. Pendiagnosa dan pemberi bantuan kepada siswa sesuai dengan kebutuhan
  6. Peserta kegiatan yang punya hak dan kewajiban seperti peserta lainya.

Komponen keterampilan mengajar kelompok kecil dan perorangan :

  • Mengadakan pendekatan secara pribadi
  • Mengorganisasikan
  • Membimbing dan memudahkan belajar
  • Merencanakan dan melaksanakan KBM

Prinsip penggunaan keterampilan mengajar kelompok kecil yaitu:

  • Variasi pengorganisasian
  • Pilih topik yang sesuai
  • Akhiri dengan rangkuman atau kesimpulan,pemantapan,laporan,dll
  • Kenali siswa secara individual
  • Beri kesempatan siswa bekerja secara bebas

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *