Skip to content

Takut Imannya Rusak, Gubernur Sumatra Barat Mengajukan Penghapusan Aplikasi Kitab Suci Injil Berbahasa Minangkabau

Irwan Prayitno merupakan pendiri dari yayasan adzakia yang juga Gubernur dari Sumatra Barat. Beliau melalui surat yang tertanggal 28 Mei 2020 mengajukan penghapusan aplikasi Kitab Suci Injil Berbahasa Minangkabau pada Google Play Store.

Dalam surat yang ditujukan kepada Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia melalui Direktorat Jendral Aplikasi Informatika tersebut, beliau mengemukakan dua hal yang menjadi pokok alasan terkait pengajuan penghapusan aplikasi. Pertama, beliau mengatakan bahwa masyarakat keberatan dengan Adanya Kitab Suci Injil Berbahasa Miningkabau dan menimbulkan keresahan bagi mereka. Kedua, aplikasi tersebut dinilai sangat bertolak belakang dengan adat dan budaya dari masyarakat Minangkabau yang memiliki filsafat hidup “Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah.”

Sebagaimana yang tercantum dalam wikipedia.org sebenarnya orang-orang Minang memang  mayoritas memeluk agama Islam. Mungkin ini juga yang membuat Irwan Prayitno selaku Gubernur dari Sumatra Barat akhirnya mengajukan surat tersebut.

Beragam tanggapan pun muncul diberbagai media sosial, salah satunya di media sosial twitter. Seorang warga twitter yang juga aktivis dan pembuat dokumenter Dandhy Laksono dengan akun @Dandhy_Laksono menyampaikan cuitannya, “Bahasa Minang bukanlah milik satu agama. Ia sarana komunikasi antarmanusia. Manusianya ini bisa beragam apa saja. Bahasa itu lebih tua dari agama-agama yang kini dianut. Logika sedasar ini, bagian mana yang susah dipahami?

Selain Dandhy Laksono, ada pula tanggapan berbeda yang datang dari akun lain yakni @Abiyyu448429770 “Mungkin banyak yang protes itu, bukan orang Minang. Saya orang Minang dan saya rasa cuma orang Minang yang paham betul tentang keputusan gubernur Sumatra Barat ini dan saya dukung keputusan Bapak Irwan#minangtidakmembedabedakan.”

Keputusan pengajuan surat penghapusan aplikasi Kitab Suci Injil Berbahasa Minangkabau memang banyak mengundang pendapat dari berbagai khalayak umum. Meskipun demikian, sampai sekarang belum ada berita balasan mengenai surat pengajuan tersebut dari Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia. Warganet berharap jawaban dari pengajuan surat Gubernur dari Sumatra Barat tersebut tidak menimbulkan perpecahan antar agama di wilayah NKRI.

Published inFiksi

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *