Mengenal Beragam Model Gorden

Gorden merupakan kain penutup yang biasanya digunakan untuk menutup area jendela di sebuah bangunan. Tidak semua bangunan mengaplikasikan penggunaan gorden, tetapi sebagian besar menggunakannya demi menambah kenyamanan ketika beraktivitas sehari-hari.

Utamanya fungsi gorden berupa menghalangi cahaya dari luar masuk ke dalam ruangan dan menjadi pembatas agar lebih privacy bagi mereka yang berada di dalam ruangan. Di balik fungsinya, gorden juga menjadi furnitur yang memiliki keistimewaan terhadap desain dan bentuk modelnya. Desain dan bentuk model gorden cukup beragam.

Ragam Model Gorden

Bentuk model gorden termasuk memiliki variasi yang bisa menyesuaikan tema desain sebuah ruangan atau bangunan. Anda bisa mengenal lebih dalam seputar ragam model gorden agar penggunaannya lebih tepat.

Kunjungi RajaGorden, website terpercaya dalam jual gorden online di Indonesia, cari dan temukan kebutuhan dan keinginan anda.

Ripple Fold

Model pertama disebut dengan ripple fold. Penggunaan gorden dengan model ini berupa kain gorden yang berlipat dengan ukuran sedang, tidak begitu berjarak, tidak juga begitu rapat. Kesan yang diberikan berupa tampilan gorden yang lebih sederhana dan memberi kesan penuh. Model gorden seperti ini paling cocok diterapkan pada tema ruangan yang santai.

Atau sebagai pembatas dari sesuatu. Misalnya pembatas penutup pada kamar ganti. Saat dibuka atau digeser, model gorden seperti ini lebih mudah. Kain-kainnya akan bertumpuk ke samping dengan tampilan tidak begitu rapi tapi tetap bisa dirapikan menggunakan tali pengait gorden.

Inverted Pleat

Model kedua ada inverted pleat. Model pemasangan gorden satu ini akan terlihat lebih rapi dan formal dari model ripple fold. Gorden inverted pleat akan menggunakan pengait khusus yang akan mempermudah dalam penggunaannya. Tetapi tetap tidak terlalu banyak sehingga jarak lipatan gorden tidak terlalu rapat.

Terdapat tumpukan di setiap lipatan yang memberi kesan lebih formal sekaligus cantik. Model gorden seperti ini lebih cocok digunakan untuk menutupi area jendela yang ukurannya tidak begitu besar agar tidak terlihat ramai.

Grommet

Selanjutnya ada model kain gorden yang disebut grommet. Model ini sekilas mirip dengan model ripple fold yang santai. Perbedaannya pemasangan kain gorden model ini berupa memasukan gorden ke bagian besi penahan gorden atas. Sehingga tidak membutuhkan pengait khusus.

Jarak antar lipatan kain sedikit lebih rapat dibanding ripple fold namun lebih bergelombang. Aplikasi model satu ini lebih pas pada ruangan yang berkonsep santai atau di jendela dengan ukuran kecil serta sedang.

Cubicle

Cubicle menjadi model keempat yang bisa dipilih. Nah, ini menjadi model gorden yang paling banyak dipilih. Dibutuhkan alat pengait khusus. Tampilannya sederhana tetapi dengan lipatan lebih banyak dan rapat. Membuat gorden dengan model ini cocok dengan segala tema atau konsep desain berbagai ruangan.

Selain itu dari tampilan pun terlihat lebih rapi tanpa detail berlebih yang membuatnya terlalu menonjol sebagai furnitur pelengkap. Saat ditarik dan diikat, model cubicle akan terlihat lebih rapi. Jika kain gorden terdapat motif pun akan terlihat cantik.

Rod Pocket

Kemudian ada model Rod Pocket. Model ini jauh lebih rapat dalam lipatan dan cenderung mengkerut. Pemasangannya pun dengan memasukan kain yang di bagian atasnya telah dibuat bagian untuk memasukan besi penahan gorden. Model ini lebih cocok digunakan untuk ruangan santai pribadi seperti kamar mandi dan kamar tidur.

Setiap pemasangan gorden lebih baik diikuti pemilihan model yang disesuaikan tema ruangan. Serta memperhatikan desain warna dan motif kain itu sendiri. Sebab tidak semua model gorden cocok diapliaksikan pada motif kain tertentu.

Kunjungi RajaGorden, menjual berbagai macam dan jenis gorden hingga jual gorden minimalis yang cocok dengan kebutuhan anda.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *