Jenis Pantun Modern dan Fungsinya

Pantun merupakan karya sastra lama dalam bentuk puisi yang memiliki cukup banyak aturan atau pakem. Salah satu aturan yang sangat khas dan mudah dikenali adalah persamaan bunyi atau rima di akhir larik. Bunyi pada larik satu sama dengan tiga, begitu pun larik dua sama dengan empat.

Munculnya pantun didasari pada keinginan untuk memberikan nasihat atau edukasi dengan cara yang menarik. Seiring dengan berjalannya waktu, fungsi dan jenis dari pantun mengalami perluasan, apalagi sudah ada versi modern yang punya pakem. Berikut ulasan tentang jenis pantun modern dan fungsinya.

1. Pantun Nasihat

Pantun nasihat adalah jenis pantun yang berisi berbagai jenis nasihat untuk berbuat baik pada sesama, tidak melakukan hal-hal yang melanggar aturan, sampai ke nasihat dalam kehidupan rumah tangga. Tidak ada batasan terkait nasihat pada bagian isi pantunnya.

Karena berupa nasihat, pantun sering diucapkan pada acara-acara tradisional seperti pernikahan atau acara formal di sekolah. Pantun dibuat secara lisan dan isinya mengandung nasihat secara tersirat atau tersurat.

2. Pantun Jenaka

Sedikit berbeda dengan pantun berisi nasihat, pantun jenaka difungsikan untuk mengundang tawa banyak orang. Bagian sampiran sudah mengandung kata atau frasa yang mengocok perut. Selanjutnya bagian isi merupakan gong atau puncaknya.

Pantun jenaka umumnya dipakai untuk acara-acara hiburan seperti lawakan atau seni drama. Tokoh akan mengucapkan pantun untuk mengisi scene kosong sebelum percakapan utama atau digunakan untuk ice breaking agar penonton tidak bosan dan tetap terhibur.

Setiap daerah atau suku memiliki versi pantun jenakanya sendiri-sendiri. Namun, secara umum ada satu kekhasan yang pasti ada di setiap kata atau frasanya. Unsur tradisional atau kedaerahan selalu dimasukkan agar pantun lebih membumi.

3. Pantun Teka-teki

Pantun teka-teki dibuat untuk memberikan hiburan sekaligus pertanyaan kepada khalayak. Pantun ini tetap terdiri dari dua bagian utama yaitu isi dan sampiran. Bagian pertama yang berupa sampiran bisa memakai kata apa saja. Selanjutnya memasuki isi teka-teki dimunculkan.

Membuat pantun teka-teki memang tidak mudah, apalagi teka-teki harus unik dan menarik. Pertanyaan tidak perlu terlalu panjang, cukup pendek dan membuat banyak orang berpikir.

4. Pantun Asmara

Pantun yang berasal dari kawasan Melayu memang difungsikan sebagai alat untuk mengungkapkan cinta dan perasaan. Jadi, tidak mengherankan kalau pantun asmara atau cinta banyak dibuat untuk tujuan menarik perhatian atau mengungkapkan rasa cinta.

Seseorang bisa membuatnya untuk dikirimkan ke kekasih atau orang yang disuka. Selain itu pantun asma dalam bentuk gombalan juga bisa masuk ke ranah komedi.

5. Pantun Perpisahan

Perpisahan menjadi bagian kehidupan semua orang. Tidak mengherankan kalau pantun tema perpisahan jumlahnya ada banyak. Perpisahan bisa terjadi antara seseorang dengan kekasih, orang tua, kampung halaman, atau binatang peliharaan.

Ciri khas dari pantun perpisahan adalah adanya elemen sentimentil di dalamnya. Hal ini sudah terlihat dari sejak bagian sampiran. Selanjutnya bagian isinya semakin menunjukkan kesedihan baik secara langsung atau dimajaskan untuk keperluan tertentu. Misal agar lebih dramatis atau disamarkan.

Setelah membaca ulasan di atas kita bisa menyimpulkan kalau pantun modern memiliki banyak jenis dan fungsi. Meski demikian aturan atau pakem yang diberikan tidak bisa diubah dan diganti sedemikian rupa agar karya sastra ini tetap bertahan di masa depan.

Tugas kita sebagai seorang milenial adalah mempelajari dan belajar bagaimana cara membuatnya. Meski tidak dilakukan setiap hari, setidaknya Anda tahu kalau aturan dasarnya pantun harus bersajak a-b-a-b hingga punya suku kata tak kurang dari delapan dan tak lebih dari dua belas.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *