Di dalam sistem tata surya, bumi merupakan satu-satunya planet yang memiliki kehidupan dan dapat ditinggali oleh manusia, hewan, dan tumbuhan karena memiliki oksigen yang digunakan untuk bernapas. Namun, tahukah kamu bagaimana proses dan sejarah terbentuknya bumi? Untuk mengetahui secara lebih jelas bagaimana bumi dapat terbentuk, simak ulasan berikut ini.

Bagaimana Proses dan Sejarah Terbentuknya Bumi?

Pada awal terbentuknya bumi sekitar 200 juta tahun lalu, bumi terdiri dari dua benua besar yaitu Laurasia dan Gondwana yang merupakan hasil pecahan dari Pangea. Tidak berlangsung lama, kedua benua besar ini terpecah, saling bertubrukan, dan hanyut hingga menyisakan 7 benua yang kini kamu kenal yaitu Afrika, Amerika Utara, Amerika Selatan, Asia, Australia, Eropa, dan Antartika.

Bumi terdiri dari beberapa lapisan dengan material pembentuk yang berbeda-beda. Seperti yang sudah kamu ketahui, bumi terdiri dari daratan, lautan, pegunungan, lembah, perbukitan, danau, sungai, dan lain sebagainya. Sejarah pembentukan bumi tidak lepas dari proses pembentukan tata surya seperti dikemukakan oleh para ahli seperti berikut ini.

1.   Kabut atau Nebula

Teori Kabut atau yang biasa dikenal dengan sebutan teori Nebula merupakan teori yang dikemukakan oleh ilmuwan Immanuel Kant dan Piere de Laplace. Kedua ilmuwan ini menjelaskan bahwa seluruh gas yang terdapat di jagat raya berkumpul membentuk kabut (nebula) yang terdiri dari es, debu, dan gas. Salah satu gas yang mendominasi yaitu hidrogen.

Kumpulan kabut yang sangat besar ini kemudian mengalami proses penyusutan, lalu mengeras, dan berputar semakin cepat akibat adanya gaya gravitasi. Dari proses perputaran yang sangat cepat dan proses pendinginan inilah yang membuat materi kabut di bagian khatulistiwa terlempar, memisah, dan memadat hingga akhirnya membentuk matahari dan planet-planet yang ada di tata surya.

2.   Planetisimal

Teori ini dicetuskan oleh seorang ahli astronomi yang bernama Forest Ray Moulton bersama rekannya seorang ahli geologi bernama Thomas C. Chamberlin sekitar awal abad ke-20. Berdasarkan teori ini, para ahli tersebut menyatakan bahwa matahari yang terdiri dari gas dan bermassa besar bergerak mendekati bintang yang berukuran besar hingga terjadi proses penarikan dan hampir bertabrakan.

Proses penarikan ini disebabkan karena gaya gravitasi pada matahari yang membuat sebagian materi terlempar dan meninggalkan permukaan matahari dan bintang yang saling berdekatan. Karena mengalami proses penyusutan, pendinginan, dan pemadatan, materi yang menggumpal tersebut akhirnya membentuk planet-planet yang beredar mengelilingi matahari.

3.   Tidal atau Pasang Surut Gas

Teori ini dikemukakan oleh dua orang ahli bernama Harold Jeffreys dan James Jeans pada tahun 1918. Melalui teori ini, kedua ilmuwan tersebut menyatakan bahwa proses terbentuknya bumi berawal dari suatu bintang besar yang mendekati matahari yang pada saat itu masih berupa gas.

Karena besarnya massa matahari dan massa bintang yang melaju, serta adanya gaya gravitasi, maka membentuk tonjolan pada matahari. Tonjolan tersebut akhirnya terpisah dan membeku membentuk gumpalan gas. Proses inilah yang disebut sebagai awal mula terbentuknya planet-planet di tata surya, salah satunya adalah planet Bumi.

4.   Bintang Kembar

Teori ini dicetuskan oleh seorang ahli astronomi bernama R.A. Lyttleton. Teori ini mengungkapkan bahwa proses terbentuknya bumi dan planet lainnya berasal dari bintang kembar yang berkombinasi di mana salah satu bintang meledak.

Material yang terlempar akibat ledakan ini kemudian mengalami penarikan oleh gaya gravitasi dan ikut mengelilingi matahari. Bintang yang tidak meledak tersebut disebut dengan matahari, sedangkan pecahan dari bintang yang meledak disebut dengan planet yang berputar mengelilingi matahari.

5.   Big Bang atau Dentuman Besar

Teori ini dipercaya sebagai titik akhir pembentukan alam semesta yang berawal dari gumpalan kabut raksasa yang berputar pada puluhan miliar tahun yang lalu. Dengan adanya massa yang besar dan mengalami reaksi inti menyebabkan terjadinya ledakan yang hebat. Gumpalan yang terlempar akibat ledakan ini kemudian mengalami kondensasi hingga membentuk planet-planet termasuk Bumi.

Sementara itu, partikel yang lebih besar berkumpul di pusat membentuk cakram raksasa yang disebut dengan matahari. Melalui proses selama kurang lebih 4,6 miliar tahun, nebula tersebut membuka dan membentuk galaksi yang kini dikenal dengan sebutan Bimasakti, serta membentuk sistem tata surya di mana planet-planet berputar mengelilingi matahari.

Dari ulasan di atas, kamu bisa lebih memahami bagaimana proses dan sejarah terbentuknya bumi secara lebih jelas. Dengan mengetahui proses pembentukan bumi dan alam semesta, pengetahuanmu akan bertambah dan kamu bisa lebih mensyukuri betapa hebat dan dahsyatnya kuasa Sang Pencipta.

Temukan banyak ilmu dan informasi lainnya di website kitchenuhmaykoosib.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *