Setiap ibadah yang dilakukan umat Muslim, yang akan memiliki syarat tertentu, ketika hal tersebut tidak dipenuhi, maka akan mengurangi keabsahan dari ibadah yang dikerjakan tersebut. Termasuk ibadah haji dan umroh yang memiliki syarat khusunya sendiri.

Kedua ibadah tersebut dilakukan di Mekah, sebagai tempat yang disucikan oleh Islam. Di Kota tersebut, terdapat Ka’bah yang menjadi pusat atau Kiblat umat Muslim dari seluruh penjuru dunia. Untuk itu, dalam melaksanakan ibadah ini kita tak boleh sembarangan. Untuk itu, kita akan membahas tentang beberapa syarat yang harus dipenuhi untuk melaksanakan keduanya.

Syarat Haji dan Umroh

Beberapa syarat untuk ibadah haji dan umroh dalam ilmu fiqih adalah sebagai berikut:

Islam

Tentu saja orang yang melaksanakan ibadah haji maupun umroh adalah umat Islam. Karena ibadah ini memiliki rukun dan tata caranya tersendiri, tak hanya wajib berada di Mekah saja. Jika non-muslim melaksanakannya, walau sudah melaksanakan segala aktivitasnya tetap tidak akan sah, karena beragama islam adalah syarat keabsahan haji dan umroh.

Taklif (Baligh dan Berakal)

Taklif adalah kewajiban menjalankan syariat Islam bagi seseorang yang telah dewasa. Haji dan umroh tak wajib bagi anak kecil, sebagaimana ibadah yang lain seperti shalat maupun puasa, haji serta umroh wajib dilakukan umat muslim yang sudah dapat membedakan hal baik dan buruk, telah  akil baligh dan tentunya bagi yang mampu.

Jika pada orang dewasa ibadah di tanah suci Mekah adalah wajib, pada anak-anak yang melakukannya akan terhitung amal tathawwu’ atau  sunnah. Selain itu, haji maupun umroh dilakukan orang yang berakal. Dalam artian, ibadah tersebut tidak sah jika dilakukan oleh orang gila.

Merdeka

Melaksanakan haji ataupun umroh tidak diwajibkan pada hamba sahaya. Karena prosesnya yang membutuhkan waktu cukup lama, juga memerlukan perbekalan yang cukup, yang berarti jika dilakukan dapat berpengaruh pada hak majikannya, maka ibadah ini tidak diwajibkan bagi mereka.

Sanggup

Sanggup disini mencakup banyak aspek. Finansial, fisik, keamanan dan perbekalan selama melakukan ibadah di tanah suci. Seperti halnya yang terdapat pada rukun Islam kelima, yaitu “naik haji, jika mampu”.

Dalil mengenai kewajiban haji maupun umroh bagi Muslim yang mampu juga tertuang pada QS Ali Imran: 97, yang berbunyi:

فِيهِ ءَايَٰتٌۢ بَيِّنَٰتٌ مَّقَامُ إِبْرَٰهِيمَ ۖ وَمَن دَخَلَهُۥ كَانَ ءَامِنًا ۗ وَلِلَّهِ عَلَى ٱلنَّاسِ حِجُّ ٱلْبَيْتِ مَنِ ٱسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلًا ۚ وَمَن كَفَرَ فَإِنَّ ٱللَّهَ غَنِىٌّ عَنِ ٱلْعَٰلَمِينَ

Fīhi āyātum bayyinātum maqāmu ibrāhīm, wa man dakhalahụ kāna āminā, wa lillāhi ‘alan-nāsi ḥijjul-baiti manistaṭā’a ilaihi sabīlā, wa mang kafara fa innallāha ganiyyun ‘anil-‘ālamīn.

Artinya: Padanya terdapat tanda-tanda yang nyata, (di antaranya) maqam Ibrahim; barang siapa memasukinya (Baitullah itu) menjadi amanlah dia; mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barang siapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.

Dokumen Persyaratan Haji dan Umroh

Selain syarat secara Islam, kita juga harus mempersiapkan berbagai dokumen untuk melaksanakan ibadah tersebut, diantaranya:

  • Fotocopy KTP
  • 6 lembar pas foto dengan latar belakang putih berukuran 4×6
  • Paspor asli dan masih berlaku dengan nama yang tersusun dari 3 kata
  • Sertifikat vaksin meningitis atau dikenal dengan kartu kuning
  • Buku nikah, bagi yang sudah menikah dan jika beribadah bersama pasangan
  • Kartu Keluarga asli dan fotocopy
  • Tiket pesawat Indonesia – Arab Saudi
  • Bukti booking hotel dana tau akomodasi selama di tanah suci
  • Visa ibadah haji atau umroh
  • Kontak orang yang bertanggung jawab atas keberadaan kita selama beribadah di Mekah.

Demikianlah berbagai syarat yang harus kita penuhi sebelum melaksanakan ibadah haji maupun umroh di Mekah Al Mukaromah. Jika kamu orang solo bisa umroh melewati umroh solo. Semoga kita semua diberi kesempatan dan kemampuan untuk beribadah di sana, ya. Aamiin ya rabbal ‘alamin.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *