Bagaimana Menyusun Struktur Tim Media Sosial

bagaimana menyusun struktur tim media sosial

Bagaimana Menyusun Struktur Tim  Media Sosial

Sebetulnya ada banyak posisi peran dari tim media sosial, makanya jangan bilang ngadmin socmed itu simple ya… eh btw emang simple sih, tapi bisa dibikin ribet juga biar lebih pro.. kalau kita mau cari tau, kita bisa search perkerjaan terkait “social media” di Linked In dan katanya sih (gw sendiri belom nyoba) bakal keluar list peran seperti leaders, analysts, strategists, designers, executives, community managers, assistants, planners, coordinators, dan lain-lain.

Sebelum masuk ke paragraf selanjutnya, patut diketahui tulisan ini aslinya cuma copy paste dari tulisan sama yang berjudul “How to Structure a Social Media Team” jadi kalau mau ngerujuk sumbernya silahkan ke tulisan aslinya ya, tulisan ini cuma mengalih bahasakan + menyederhanakan + memparafrase tulisan yang ada..

Back to the topic, dengan berbagai posisi di tim social media tentu ini menjadi pertanyaan, gw harus bikin susunan tim yg kek mana ya? tentu posisi2 tersebut memang ngga saklek dan bisa disesuaikan sesuai kebutuhan dan sdm… nah jadi terdapat tiga permintaan.. eh pertanyaan dasar yang harus kamu jawab sebelum membentuk sebuah tim sosial media… pertanyaanya adalah.. jeng jeng..

socialmediateamgraphic

 

 

  1. Apa peranan tim media sosial di organisasi anda ?
  2. Apa arah strategi tim media sosial anda?
  3. Di mana tim media sosial anda akan berkedudukan?

 

Bocoran 

  • Peran tim media sosial
    Pertama-tama, kamu perlu menentukan tujuan – mengapa kamu memerlukan tim media sosial? disini kamu perlu mendefinisikan tujuan, mengapa jejaring sekaligus tim media sosial perlu ada di organisasi kamu. Meskipun kamu mungkin mengerti mengapa media sosial penting saat ini, kamu perlu menuliskan penjelaskan mengapa kamu membutuhkan tim tersebut. Kalau sosial media merupakan suatu hal yang baru di organisasi mu nantinya tulisan tersebut akan menjadi rujukan untuk meninjau kebutuhan tim media sosial..
  • Arah strategi tim media sosial
    Sekarang kamu sudah tau, kenapa organisasi kamu membutuhkan sebuah jejaring media sosial, saatnya untuk mengatur strategi media sosial kamu. Ini akan membantu kamu menyesuaikan tim media sosial dengan tujuan organisasi, dan juga akan membantu kamu menentukan KPI* tim – indikator serta metrik apa yang akan menentukan bagaimana penilaian KPI tim sosial media di organisasi kamu.. untuk mendukung target capaian kamu, setidaknya kamu harus punya satu strategi yang jelas untuk setiap tim. Misalnya, kamu memutuskan membentuk tim sosial media di organisasi mu dengan komposisi satu tim media sosial utama yang melayani urusan branding, sementara terdapat pula tim media sosial lain yang ditempatkan untuk memenuhi layanan terhadap audience
  • Kedudukan tim media sosial
    Sekarang kamu sudah membuat strategi sosial, saatnya untuk memutuskan di mana tim media sosial ini akan berkedudukan – berkerja dalam organisasi kamu. Akankah tim ini duduk di bawah bagian Humas? Informasi? Kerjasama? IT? Eksternal? Atau tim ini akan duduk sebagai tim mandiri yang terhubung ke semua tim lain dalam organisasi? sebetulnya tidak lah salah jika kamu menempatkan tim sosial media di bagian yang mungkin “tidak sesuai” karena menurut gw pribadi, perkerjaan tim tentu akan tetap sesuai dengan strategi yang ada. Namun dalam hal ini sebaiknya kamu harus menyesuaikan posisi dari tim sosial media sesuai dengan strategimu, karena dengan menempatkan tim sosial media di koridor yang tepat, strategi tim mu juga akan dengan mudah dicapai karena koridor yang match akan mempermudah perkerjaan tim, khususnya dalam hal koordinasi, hal teknis, penyediaan konten, serta informasi.

*Key Performance Indicator (KPI) atau disebut juga sebagai Key Success Indicator (KSI) adalah satu set ukuran kuantitatif yang digunakan perusahaan atau industri untuk mengukur atau membandingkan kinerja dalam hal memenuhi tujuan strategis dan operasional <- dapet dari googling

Struktur Tim Media Sosial

Tim sosial media bisa saja memiliki susunan struktur kerja yang “komplit”, hal ini tentu tergantung pada di mana kamu bekerja (semakin besar suatu organisasi maka semakin besar dan banyak juga cakupan kerja dari tim publikasinya) dan juga pada faktor anggaran hehe. Terlepas fakta tersebut, umumnya ada 5 peran utama yang dibutuhkan dalam tim sosial media, yaitu:

  • Digital designer: Dalam situs sumber, hal ini disebut paling pertama karena penulisnya merasa posisi ini sering diabaikan.. bener gak tuh? , katanya si penulis “Saya telah melihat banyak tim sosial media bergantung pada lembaga eksternal atau sumber daya eksternal lain untuk kebutuhan desain,  dan tidak menempatkan peran kunci ini di dalam tim (maksudnya di dalam tim sosial media itu sendiri)”. Memiliki desainer internal merupakan aspek yang sangat berharga: mereka akan bertanggung jawab untuk menciptakan aset visual atau aplikasi sosial untuk kampanye-posting, sambil mengurus citra di profil sosial kamu seorang digital designer juga akan memastikan bahwa aset visual organisasimu memiliki konsep yang kreatif, menarik dan up-to-date.
  • Social Analyst: Social media analyst akan menganalisis dan memahami dampak dari aktivitas konten dan media sosial yang kamu jalankan, seperti penjualan, SEO (Search  Enggine Optimization), dan pengujian A / B… mungkin fungsi sosial media analyst memang jarang kamu temui di organisasi lokal, karena mungkin organisasimu hanya akan memakai sosial media sebagai sarana untuk share info dan berita.. Lanjut,  sebagian besar analis media sosial disebut sebagai “analis digital”, untuk membedakan  antara analis sosial dan analis web. Terlepas dari hal tersebut, peran sosial analyst memanglah peran yang cukup “make sense” kalau digabungkan dengan peran seorang analis web karena perkerjaannya bisa saling melengkapi. Misal, dengan gabungan antara Social analyst dan Web Analys kamu akan dapat melihat bagaimana hubungan-kontrinbusi dari jaringan sosial terhadap trafik Web, selain itu social analys juga akan memonitor hal-hal uang terkait dengan akun sosial media mu dan juga akun lain-kompetitor..
  • Community Manager: peran Community manager merupakan peran yang berfungsi untuk memelihara komunitas online kamu.. itupun kalau ada hehe. Lingkup kerjanya yaitu membangun dan memelihara hubungan dengan komunitas kamu. Community manager akan memikirkan strategi untuk mendorong keterlibatan anggota komunitas untuk berinteraksi. Community manager juga akan  bertugas untuk memantau dan berpartisipasi dalam percakapan-interaksi yang ada (jika / bila perlu).
  • Care manager: peran care manager sering berada di bawah peran “community manager“, tetapi juga tidak jarang memiliki peran yang terpisah untuk peran layanan pelanggan. mungkin peran care manager hanya dibutuhkan untuk perusahaan aja kali ya, karena peran care manager ialah untuk melayani pertanyaan atau permintaan dari pelanggan, secara gampangnya si kaya customer service tapi media interaksinya memakai akun sosial media..
  • Social media manager: Social media manager akan mengelola dan memanajeri semua peran-peran yang ada di tim kamu. seorang social media manager akan membuat dan mengelola strategi media sosial serta menjamin kelancaran media sosial baik dari faktor yang berada di wilayah internal maupun external..

Eh tapi dari penjelasan di atas apakah ada suatu hal yang janggal? yep di list posisi yang ada diatas memang tidak ada yang menjelaskan peran orang yang akan memposting konten (maksudya siapa yang akan jadi admin) biasanya orang yang bertugas memposting konten disebut social media officer/atau sejenis, tugasnya sendiri tentu ngga cuma memposting konten wkwkw enak banget, tapi juga bertugas untuk mengatur jadwal posting, mengatur tema postingan, dan berkordinasi dengan tim lain.

Ada yang kurang?

Leave a Reply

%d bloggers like this: