Magang di KFA Kemenlu

Yep postingan ini jujur disponsori oleh skripsi gw yang juga belom selesai, karena data skripsi gw berhubungan dengan data magang maka jadilah gw ngubek-ngubek file-file lawas waktu magang dan tadaaa munculah file laporan magang ini, ya dari pada ndekem di hardisk mending gw share aja siapa tau bisa jadi referensi buat mahasiswa lain yang lagi nyusun laporan magang, khususnya yang magang di Direktorat KFA Kemenlu ūüôā

Btw… dunno why, setelah gw coba googling ternyata banyak anak-anak HI dan mantan anak HI lain yang share pengalaman magangnya di KFA, karena gw baca tulisan mereka gw juga jadi tertarik buat nambah tulisan disini ūüėÄ mungkin karena di KFA emang suasananya paling nyaman kali ya diantara direktorat lain dibawah ditjen ASEAN, ibaratnya KFA kaya planet yang ekosistemnya paling liveable diantara direktorat lain ūüėõ gw ngomong kaya gitu bukan tanpa alasan lho ya, entah kenapa di KFA suasananya emeng beda dari direktorat lain, dimana di KFA dulu supervisor gw pun bisa kerja sambil nyetel lagu, beda sama direktorat lain yang kesannya sepi & creepy, saking kontrasnya, dulu temen magang gw pernah ditegur gara2 yelling ngajakin gw makan pas gw ada di direktorat sebelah, padahal itu udah jam makan siang lho wkwkw

Oh iya kalau ada yang mau magang di kemlu, dan baca tulisan ini, gw saranin buat jangan ngambil waktu magang di desember-januari.. soalnya kenapa, karena lu bakal nyesel, biasanya di bulan2 itu udah ngga ada agenda efektif kaya misal kalo di KFA ada agenda sosialisasi, Agts, AMM, ARF, KTT dll, di bulan januari juga karena anggaran belom turun bisa dipastiin bakalan sedikit acara besar di kemlu kecuali PPTM.. pokoknya dalam beberapa hari lu bakal gabut -_- disamping itu karena ngga ada kegiatan lu juga jadi ngga bisa ikut agenda ke luar kota (btw kalau ada agenda di luar kota kaya sosialisasi biasanya anak magang diikutsertakan & akomodasinya bakal ditanggung sama kemlu, asik kan hehe)

Di kemlu, kalau menurut opini pribadi gw ada 3 tipe  anak magang disana diantara yang dikasih kerjaan, dikerjain, sama ngga dipekerjakan wkwkw, sebetulnya gw maklum sih, banyak mantan anak magang di kemlu yang ngerasa kalo disana itu gabut, padahal engga kok, gw aja walaupun magang akhir taun dan itu ngga ada agenda besar tapi tetep dikasi tugas, menurut gw kadang kenapa ada beberapa orang tertentu yang kurang dapet kerjaan karena lu dilihat kurang meyakinkan, atau mungkin karena orang sana / supervisor lu males ngerepotin anak magang kali ya, padahal aslinya kalau lagi niat dikasi kerjaan mungkin tugas lu bakal sampe tumpeh2

eh iya kalau ada anak magang baru di kfa khususnya yang ditempatin di subdit pendidikan, kebudayaan, lu wajih berterimakasih sama gw haha, dulu komputer yg biasa dipake anak magang itu ngga ada internetnya.. ya iyalah kabelnya lannya ngga dicolokin coba -_- karena gw males buat bawa laptop gw yg berat, jadilah gw iseng pas pagi nyari kabel lan yg ngga kepake dan gw colokin di itu komputer… dan tada internenya jalan haha

yup, oh iya sampe lupa… gw dulu magang di desember 2014 – januari 2015, sebetulnya dulu pengen banget kalau bisa lanjut magang mungkin sampai 2 bulan kedepan, karena emang orang-orang kemlu biasanya ramah, bahkan dulu kalau boleh milih mending lanjut magang daripada kuliah wkwkw, yang sampe sekarang gw sayangin dulu pas magang belom pernah foto bareng sama orang kantor, even sama supervisor gw sendiri -_- awalnya supervisor gw mas maul, tapi karena mas maul ditugasin untuk jadi tim monitoring konflik di filipina, supervisor gw ganti jadi bu novi.. kalo misal ketemu lagi, sebetulnya gw juga mau minta maaf karena dulu ngga sempet pamit secara langsung, sama bu novi T_T

Terakhir kalau ada yang mau magang di kemlu, persyaratannya:

  • ¬†Surat lamaran program magang (ditujukan ke direktur tempat lu mau magang)
  • ¬†Curriculum Vitae (CV)
  • ¬†Transkrip nilai
  • ¬†Surat Keterangan dari pihak kampus.
  • ¬†Diutamakan mempunyai kemampuan berbahasa Inggris. (ngga perlu nyantumin toefl kalo emng ngga punya)
  • ¬†dan juga lu minimal kuliah semester ke-5

nah kalau udah tau semua dokumennya, tentuin divisi / direktorat  yang mau dituju, telepon aja call centernya kemlu buat tanya no telpon/ext-nya, kalau udah dapet no-nya kamu bisa kontak dan konfirmasi apakah disana lagi nerima anak magang atau ngga, nah kalau iya tanya juga apakah di bulan xxxxx kamu bisa magang, soalnya yg mau magang disana banyak jadi ngga bisa asal nentuin bulan dan harus dari jauh hari, terakhir tanya deh kemana kamu bisa kirim berkas kamu apakah harus di kirim pos, fax atau cukup di email, kalau sudah mengirim berkas rajin2 untuk konfirmasi berkas magang kamu, kalau kamu diterima nanti biasanya bakal di telepon

 

Magang KFA Kemenlu

Cukup sedih sebetulnya Posting foto ini, karena 3 dari 4 orang yang ada di foto ini udah lulus dan juga udah kerja.. yang di pojok kanan itu pak lantu, direktur kfa

 

Contoh laporan magang, bukan yang paling bagus, tapi bisa buat bahan referensi ūüėÄ

BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Kuliah Kerja Lapangan (Magang) merupakan salah satu mata kuliah wajib yang harus ditempuh oleh mahasiswa Program Studi Hubungan Internasional UNS dalam mengaplikasikan, mencermati, ilmu dan teori-teori yang telah didapatkan di bangku perkuliahan, dengan realitas praktek yang didapatkan di lapangan. Pelaksanaan Magang juga bertujuan agar mahasiswa dapat memperoleh pengalaman, pengetahuan baru serta untuk mengasah soft skill mahasiswa di tempat mereka melakukan praktek profesi ini, baik dalam institusi pemerintah maupun non pemerintahan.

Kuliah Kerja Lapangan (Magang) dipandang perlu, karena mahasiswa harus dapat melihat, menganalisa, dan memecahkan masalah yang terjadi dalam dunia kerja, dimana dalam Kuliah Kerja Lapangan (Magang) pengetahuan mahasiswa akan digunakan untuk mengamati, mengkaji, serta menilai antara teori dengan kenyataan yang terjadi di lapangan pada akhirnya  dapat meningkatkan kualitas pengetahuan mahasiswa dalam mengamati permasalahan dan persoalan, baik dalam bentuk aplikasi teori maupun kenyataan yang sebenarnya.

Universitas Sebelas Maret Surakarta merupakan salah satu lembaga pendidikan yang berorientasi kepada keadaan nyata dalam dunia kerja. Universitas Sebelas Maret Surakarta berusaha mempersiapkan para alumnus yang siap kerja salah satunya dengan mengadakan program magang di instansi-instansi pemerintah maupun non pemerintah. Selain untuk menambah pengalaman, program ini juga dimaksudkan sebagai salah satu proses penerapan disiplin ilmu yang teorinya telah dipelajari sebelumnya oleh mahasiswa. Dalam rangka mewujudkan hal tersebut, Universitas Sebelas Maret, terutama Program Studi Hubungan Internasional mengijinkan mahasiswa untuk memilih instansi atau tempat magang yang sesuai dengan minat dan ketertairkan mahasiswa.

Dalam pelaksanaan Magang ini penulis berkesempatan untuk berkerja pada instansi pemerintah yaitu Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, pada Direktorat Jenderal Kerjasama ASEAN c.q Direktorat Kerjasama Fungsional ASEAN. Kementerian luar negeri sebagai instansi pemerintah yang memegang kendali atas diplomasi Indonesia merupakan Instansi yang menurut penulis cocok dengan fokus studi diplomasi yang penulis tempuh dalam studi Hubungan Internasional.

Direktorat Kerjasama Fungsional ASEAN sebagai salah satu bagian dari lima Direktorat penunjang di lingkungan Direktorat Jendral Kerjasama ASEAN mengemban tugas dalam menjalankan fungsinya meliputi kerja sama di bidang sumber daya manusia, Yayasan ASEAN, penerangan, kebudayaan, pendidikan, ilmu pengetahuan, teknologi, lingkungan hidup, penanggulangan bencana, dan pembangunan sosial.

 

B. TUJUAN DAN TARGET

Adapun tujuan dari dilaksanakannya Kuliah Kerja Lapangan (Magang) ini antara lain yaitu:

  • Untuk memenuhi mata kuliah wajib bagi mahasiswa prodi Hubungan Internasional, UNS yaitu M
  • Untuk membekali mahasiswa dengan pengalaman di dunia
  • Untuk mengajarkan kepada mahasiswa bagaimana membangun interaksi dan komunikasi dalam dunia kerja.
  • Untuk memperoleh pengetahuan dan wawasan yang lebih luas terkait program kerja di lingkungan Direktorat Kerjasama Fungsional ASEAN

Adapun target dari dilaksanakannya Kuliah Kerja Lapangan (Magang) ini antara lain yaitu:

  • Dapat mengembangkan ilmu pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki mahasiswa.
  • Dengan pelaksanaan magang, mahasiswa dapat menambah wawasan keterampilan dan pengetahuan terkait instansi tempat mahasiswa melakukan kegiatan magang.
  • Dapat memperoleh informasi, pengetahun dan koneksi dari instansi tempat mahasiswa melakukan kegiatan magang.
  • Dapat bertukar Informasi mengenai pelaksanaan studi dengan peserta magang lain yang berasal dari universtitas yang berbeda.

C. MASALAH-MASALAH YANG MENJADI FOKUS STUDI

Adapun masalah-masalah yang menjadi fokus studi di Direktorat Kerjasama Fungsional ASEAN adalah masalah terkait kerja sama regional ASEAN di bidang sumber daya manusia, Yayasan ASEAN, penerangan, kebudayaan, pendidikan, ilmu pengetahuan, teknologi, lingkungan hidup, penanggulangan bencana, dan pembangunan sosial. Dalam upaya menyongsong terbentuknya masyarakat ASEAN, Direktorat Kerjasama Fungsional ASEAN juga mengemban tugas dalam upaya peningkatan koordinasi teknis dan pelaksanaan sosialisasi cetak biru ASEAN, khususnya pada pilar sosio-kultural.

Dalam Pelaksanaan Magang di direktorat Kerjasama Fungsional ASEAN penulis ditempatkan pada Sub Direktorat Penerangan, Kebudayaan, dan Pendidikan, beberapa permasalahan yang pernah penulis temui ialah terkait, pelaksanaan sosialisasi masyarakat ASEAN di daerah, khususnya menyangkut pilar sosio-kultural. Dalam menjalankan fungsinya beberapa agenda dan permasalahan yang ditangani oleh sub direktorat bidang penerangan, kebudayaan, dan pendidikan, diantara lain adalah pemberlakuan kurikulum ASEAN, posisi kerja sama fungsional dalam menghadapi ASEAN Committee on Culture and Information (ASEAN COCI), upaya koordinasi terkait rekomendasi the East Asia Vision Group II Report (EAVG II) , dan lain-lain.

BAB II

TINJAUAN UMUM & DESKRIPSI INSTITUSI

A.     KEMENTERIAN LUAR NEGERI RI

Kementerian Luar Negeri atau disingkat Kemlu merupakan salah satu dari tiga kementerian yaitu Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia dan Kementerian Pertahanan Republik Indonesia secara nomenklatur dalam UUD 1945. kementerian ini tidak dapat diubah atau dibubarkan oleh presiden. dan mempunyai tugas menyelenggarakan dan membidangi urusan luar negeri dalam pemerintahan untuk membantu presiden dalam peyelenggaraan pemerintahan negara.[i] Berbeda dengan kementerian-kementerian lainnya yang memiliki perwakilan di tiap daerah, perwakilan Kementerian Luar Negeri berkedudukan di kedutaan maupun konsulat Indonesia yang berada di negara-negara sahabat.

Kementerian Luar Negeri dipimpin oleh seorang Menteri sebagai anggota kabinet (dapat pula dibantu dengan wakil Menteri yang tidak merupakan anggota kabinet melainkan sebagai pejabat karir) secara umum disebut sebagai Menteri Luar Negeri.

1.  Tugas

Dalam UU Nomor 37 Tahun 1999 tentang Hubungan Luar Negeri ditetapkan bahwa Menteri Luar Negeri menyelenggarakan sebagian tugas umum pemerintah dan pembangunan dalam bidang Hubungan Luar Negeri dan Politik Luar Negeri. Hal yang sama juga ditegaskan dalam Pasal 31 Peraturan Presiden RI Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi, dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia, bahwa Departemen Luar Negeri mempunyai tugas membantu Presiden dalam menyelenggarakan sebagian urusan pemerintahan di bidang politik dan hubungan luar negeri.[ii]

2.  Fungsi

  • Memagari potensi disintegrasi bangsa.
  • Upaya membantu pemulihan ekonomi.
  • Upaya peningkatan citra Indonesia.
  • Meningkatkan kualitas pelayanan dan perlindungan Warga negara Indonesia /WNI dan kepentingan Indonesia.
  • Melakukan hubungan kerjasama Bilateral, Regional, Multilateral dan Organisasi Internasional.

3.  Kewenangan

  • Penetapan kebijakan di bidangnya untuk mendukung pembangunan secara makro.
  • Penyusunan rencana nasional secara makro di bidangnya.
  • Penetapan persyaratan akreditasi lembaga pendidikan dan sertifikasi tenaga profesional/ahli serta persyaratan jabatan di bidangnya.
  • Pengaturan penerapan perjanjian atau persetujuan internasional yang disahkan atas nama negara.
  • Penetapan kebijakan sistem informasi nasional di bidangnya.
  • Kewenangan lain sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku, yaitu:
  • Pengaturan dan pelaksanaan hubungan sosial, politik, ekonomi, budaya, dan penerangan luar negeri serta.
  • Pengaturan dan pelaksanaan protokol dan konsuler.

4.  Arah Kebijakan Luar Negeri

Dalam melaksanakan tugas dan fungsinya kementerian luar negeri memiliki fokus arah kebijakan dan strategi pembangunan subbidang politik luar negeri. Dalam kaitannya dengan Direktorat Kerjasama ASEAN, fokus arah yang ditujukan ialah sebagai berikut:

Meningkatkan peran dan kepemimpinan Indonesia dalam ASEAN dan pembentukan Komunitas ASEAN 2015. Upaya untuk menciptakan peran dan kepemimpinan Indonesia dalam ASEAN khususnya dalam perwujudan komunitas ASEAN pada tahun 2015 dilakukan melalui antara lain:

  • Penyusunan dan pelaksanaan grand design komunitas ASEAN akan digunakan untuk memperkenalkan rencana aksi Piagam ASEAN dan mendorong komitmen seluruh pemangku kepentingan di tanah air untuk melaksanakan rencana aksi di bidang ekonomi, politik dan keamanan, serta sosial dan budaya. Dukungan pemangku kepentingan dalam negeri akan membantu mendorong peran dan kepemimpinan Indonesia di ASEAN. Dengan posisi yang akan dijabat sebagai Ketua ASEAN pada tahun 2013, dukungan untuk mempersiapkan kinerja Indonesia perlu mendapatkan perhatian yang sungguh-sungguh.
  • Peningkatan koordinasi teknis dan pelaksanaan sosialisasi cetak biru ASEAN. Peran dan kepemimpinan Indonesia di ASEAN ditentukan pula oleh konsistensi Indonesia melaksanakan cetak biru ASEAN. Untuk itu, koordinasi teknis di antara kementerian teknis dan dengan pemerintah daerah untuk mengintegrasikan cetak biru ke dalam hukum nasional dan melaksanakannya merupakan keniscayaan. Di samping itu, sosialisasi perlu dilakukan untuk meningkatkan komitmen pemangku kepentingan dalam negeri, baik itu pemerintah pusat, pemerintah daerah, maupun masyarakat. Adanya komitmen dan dukungan pemerintah pusat dan daerah terutama dalam pembangunan akan membantu memperkecil kesenjangan pembangunan dengan negara anggota ASEAN lainnya.
  • Partisipasi aktif Indonesia dalam setiap forum ASEAN. Partisipasi aktif Indonesia diperlukan untuk memelihara dan meningkatkan kepercayaan, menunjukkan komitmen, dan memenangkan pertarungan gagasan untuk mendorong ASEAN berjalan ke arah yang dikehendaki bersama.

 

B.  SEJARAH INSTITUSI

Pada tanggal 19 Agustus 1945 setelah Proklamasi tanggal 17Agustus 1945 kemudian dibentuk Kementrian Luar Negeri dalam Kabinet Presidensial merupakan kabinet yang pertama setelah proklamasi negara Republik Indonesiapada 17 Agustus 1945. Dalam perkembangan pernah disebut sebagai “departemen”, kemudian berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 39 Tahun 2008 penamaannya kembali menjadi “Kementerian Luar Negeri”.

1. Periode 1945-1950:

Tugas utama Kementerian Luar Negeri melalui diplomasi:

  • Mengusahakan simpati dan dukungan masyarakat internasional, menggalang solidaritas teman-teman disegala bidang dan dengan berbagai macam upaya memperoleh dukungan dan pengakuan atas kemerdekaan Indonesia
  • Melakukan perundingan dan membuat persetujuan :
  • Persetujuan Linggarjati ‚Äď pengakuan atas RI meliputi Jawa dan Madura
  • 1948 Perjanjian Renville ‚Äď pengakuan atas RI meliputi Jawa dan Sumatera
  • 1949 Perjanjian KMB ‚Äď Indonesia dalam bentuk negara Federal > 1950 Diplomasi Indonesia berhasil mengembalikan keutuhan wilayah RI dengan membatalkan Perjanjian Konferensi Meja Bundar (KMB)

Masa lima tahun pertama kemerdekaan Indonesia merupakan masa yang menentukan dalam perjuangan penegakan kemerdekaan yang merupakan bagian sejarah yang menentukan Karakter atau Watak politik luar negeri Indonesia.  Semangat Diplomasi Perjuangan yang memungkinkan Indonesia pada akhirnya meraih dukungan luas masyarakat internasional di PBB pada tahun 1950

2.  Periode 1966-1998:

Tugas diplomasi Kemlu yang menonjol antara lain :

  • Pengakuan Irian Barat
  • Pengakuan terhadap Indonesia sebagai negara kepulauan dalam perjuangan hukum laut – UNCLOS (United Nation Convention on Law of the Sea)
  • Meningkatkan Kerjasama ASEAN
  • Mencari Pengakuan internasional thd Timtim
  • Ketua Gerakan Non Blok untuk memperjuangkan kepentingan negara-negara berkembang
  • Ketua APEC dan G-15
  • Meningkatkan kerjasama pembangunan

3. ¬†Periode 1998‚ÄďSekarang:

Tugas utama Kemlu diarahkan untuk :

  • Memagari potensi disintegrasi bangsa
  • Upaya membantu pemulihan ekonomi
  • Upaya peningkatan citra Indonesia
  • Meningkatkan kualitas pelayanan dan perlindungan WNI

C. DIREKTORAT KERJASAMA FUNGSIONAL ASEAN

Direktorat Kerja Sama Fungsional ASEAN merupakan salah satu  Direkterat yang berada di bawah struktur organisasi Direktorat Jenderal Kerjasama ASEAN yang memiliki tugas dalam menjalin upaya kerjasama fungsional terkait Pilar Sosial Budaya ASEAN, yang antara lain meliputi kerja sama di bidang sumber daya manusia, Yayasan ASEAN, penerangan, kebudayaan, pendidikan, ilmu pengetahuan, teknologi, lingkungan hidup, penanggulangan bencana, dan pembangunan social dilaksanakan oleh Direktorat Kerja Sama Fungsional ASEAN.[iii]

1.  Tugas

Direktorat Kerja Sama Fungsional ASEAN mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal Kerja Sama ASEAN dalam melaksanakan visi dan misi berdasarkan Rencana Strategi (Renstra) Direktorat Jenderal Kerja Sama ASEAN di bidang sumber daya manusia, yayasan ASEAN, penerangan, kebudayaan, pendidikan, ilmu pengetahuan, teknologi, lingkungan hidup dan pembangunan sosial.

2.  Fungsi

  • Penyiapan perumusan kebijakan dan standarisasi teknis di bidang hubungan dan politik luar negeri RI dalam rangka kerja sama fungsional ASEAN mengenai sumberdaya manusia, yayasan ASEAN, penerangan, kebudayaan, pendidikan, ilmu pengetahuan, teknologi, lingkungan hidup dan pembangunan sosial;
  • Pengkoordinasian internal dan eksternal dan pelaksanaan kebijakan dan standarisasi teknis di bidang hubungan dan politik luar negeri RI dalam rangka kerja sama fungsional ASEAN mengenai sumber daya manusia, yayasan ASEAN, penerangan, kebudayaan, pendidikan, ilmu pengetahuan teknologi, lingkungan hidup dan pembangunan sosial;
  • Pelaksanaan persidangan dan pengkoordinasian serta pengevaluasian tindak lanjut hasil sidang ASEAN dalam rangka kerja sama fungsional ASEAN di bidang sumber daya manusia, yayasan ASEAN, penerangan, kebudayaan, pendidikan, ilmu pengetahuan, teknologi, lingkungan hidup dan pembangunan sosial;
  • Pengarahan dan penyiapan materi/bahan atau perumusan terkait dengan kebijakan atau posisi kerja sama fungsional dalam menghadapi sidang-sidang tingkat Menteri dan Pejabat Tinggi, Senior Official Meeting on Social Wealthfare Development (SOMSWD), Senior Official Meeting on Rural Development and Poverty Eradication (SOMRDPE), Senior Official Meeting on Health Development (SOMHD), Senior Labour Official Meeting (SLOM), Senior Official Ministry of Youth (SOMY), ASEAN Committee on Culture and Information (ASEAN COCI), ASEAN Committee on Education (ASCOE), ASEAN Minister of Education (ASED), Senior Official Meeting on Education (SOMED), Committee on Science and Technology (COST), ASEAN Committee on Disaster Management (ACDM), ASEAN Meeting on Drugs (ASOD), ASEAN Committee for Women and Child (ACW) dan ASEAN Committee on Civil Service Matters (ACCSM);
  • Penyusunan standar, norma, pedoman, kriteria dan prosedur di bidang hubungan dan politik luar negeri RI dalam rangka kerja sama fungsional ASEAN mengenai sumber daya manusia, yayasan ASEAN, penerangan, kebudayaan, pendidikan, ilmu pengetahuan, teknologi, lingkunan hidup dan pembangunan sosial;
  • Pemberian pengawasan, pembimbingan dan pengevaluasian pelaksanaan kegiatan, program kerja sama maupun hasil-hasil kesepakatan sidang ASEAN di bidang sumber daya manusia, yayasan ASEAN, penerangan, kebudayaan, pendidikan, ilmu pengetahuan, teknologi, lingkungan hidup dan pembangunan sosial;
  • Pemberian bimbingan teknis, informasi, eveluasi, dan pelaporan di bidang hubungan dan politik luar negeri RI dalam rangka kerja sama fungsional ASEAN mengenai sumber daya manusia, yayasan ASEAN, penerangan, kebudayaan, pendidikan, ilmu pengetahuan, teknologi, lingkunan hidup dan pembangunan sosial;
  • Pelaksanaan tugas-tugas kedinasan/tugas lain yang diberikan oleh pimpinan;
  • Pelaksanaan administrasi Direktorat.

3. Struktur Organisasi

Direktorat Kerjasama Fungsional ASEAN dipimpin oleh Direktur di bawah pimpinan Bapak J.S George Lantu. Dibawahnya terdapat 4 Subdirektorat dan 1 Sub Bagian, yaitu: Subdirektorat Kerja sama Sumber Daya Manusia dan Yayasan ASEAN, Subdirektorat Penerangan, Kebudayaan dan Pendidikan, Subdirektorat Ilmu Pengetahuan dan Teknologi dan Lingkungan Hidup, Subdirektorat Pembangunan Sosial, dan Sub Bagian Tata Usaha.

  1. Subdirektorat Kerja Sama Sumber Daya Manusia dan Yayasan ASEAN; mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Kerja Sama Fungsional ASEAN di bidang politik dan hubungan luar negeri RI dalam rangka kerja sama fungsional mengenai pemuda, perempuan dan anak, penanggulangan penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang, pegawai negeri ASEAN, dan kerja sama Yayasan ASEAN.
  2. Subdirektorat Penerangan, Kebudayaan, dan Pendidikan; mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Kerja Sama Fungsional ASEAN di bidang politik dan hubungan luar negeri RI dalam rangka kerja sama fungsional ASEAN mengenai penerangan, kebudayaan, dan pendidikan.
  3. Subdirektorat Ilmu Pengetahuan, Teknologi, Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana; mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Kerja Sama Fungsional ASEAN di bidang politik dan hubungan luar negeri RI dalam rangka kerja sama fungsional ASEAN mengenai ilmu pengetahuan, teknologi, lingkungan hidup, dan penanggulangan bencana.
  4. Subdirektorat Pembangunan Sosial; mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Kerja Sama Fungsional ASEAN di bidang politik dan hubungan luar negeri RI dalam rangka kerja sama fungsional ASEAN mengenai kerja sama sosial, pembangunan pedesaan, pengentasan kemiskinan, kependudukan dan kesehatan, pelayanan masyarakat, dan tenaga kerja.
  5. Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan administrasi Direktorat

4. Aspek Strategis

Direktorat Kerja Sama Fungsional ASEAN merupakan satuan Kerja Eselon II yang bertugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal Kerja Sama ASEAN di di bidang politik dan hubungan luar negeri RI dalam rangka kerja sama Pilar Sosial Budaya ASEAN, yang antara lain meliputi kerja sama di bidang sumber daya manusia, Yayasan ASEAN, penerangan, kebudayaan, pendidikan, ilmu pengetahuan, teknologi, lingkungan hidup, penanggulangan bencana, dan pembangunan sosial, sebagaimana tertuang pada Peraturan Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Nomor 07 Tahun 2011 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Luar Negeri.

Keseluruhan kegiatan tersebut diharapkan dapat mencapai sasaran Capaian sasaran strategis ‚Äė‚ÄôMeningkatnya peran dan kepemimpinan Indonesia dalam pembentukan Kerja Sama ASEAN di bidang Sosial Budaya

D. DESKRIPSI KERJA

Direktorat Kerjasama Fungsional ASEAN (KFA) merupakan direktorat yang menaungi upaya kerjasama strategis Indonesia dalam aspek sosio-kultural di kawasan ASEAN. Direktorat KFA berperan dalam menangani kerjasama sosio-kultural di ASEAN baik yang berasal dari dalam maupun dari luar negeri. Selain itu, Direktorat KFA juga berperan pada upaya lain sehubungan dengan tugas dan fungsi KFA sebagaimana yang sudah diatur dalam peraturan menteri luar negeri republik indonesia nomor 07 tahun 2011.

Dalam pelaksanaan magang di Direktorat Kerjasama Fungsional ASEAN (KFA), Penulis Ditempatkan pada Subdirektorat Penerangan, Kebudayaan, dan Pendidikan. Secara umum tugas dari Subdirektorat Penerangan, Kebudayaan, dan Pendidikan adalah menyiapkan bahan perumusan dan melaksanakan kegiatan dari program pelaksanaan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang politik dan hubungan luar negeri RI dalam rangka kerja sama fungsional ASEAN di bidang Penerangan, Kebudayaan, dan Pendidikan

Penulis memulai kegiatan magang di Kementrian Luar Negeri Republik Indonesia terhitung selama kurang lebih satu bulan dimana penulis mulai aktif hari Senin, tangal 15 Desember 2014 dan berakhir pada hari kamis, tanggal 15 Januari 2015. Dalam jangka waktu tersebut, penulis hadir pada setiap hari jam kerja. Penulis hadir pada hari Senin, Selasa, Rabu, Kamis dan Jumat, sesuai dengan jam kerja Pegawai Negeri Sipil (PNS). Dalam satu kali pertemuan penulis hadir sekitar 9 (sembilan) jam kerja yaitu terhitung dari pukul 08.00 sampai pukul 16:30 wib.

BAB III

AKTIVITAS MAGANG

A.  LOG BOOK HARIAN

Terlampir

B. DESKRIPSI AKTIVITAS

1.  Pengarsipan surat (Filling)

Dalam pelaksanaan agenda maupun tugas di lingkungan kementerian luar negeri setiap agenda ataupun tugas yang ditujukan kepada direktorat tertentu akan di disposisikan kepada direktur dan kemudian diserahkan kepada sub direktorat untuk kemudian ditangani lebih lanjut. Setiap surat masuk maupun surat keluar yang sudah diproses kemudian  akan diklasifikasikan sesuai dengan temanya dan diarsipkan dalam box atau ordner yang sudah tersedia. Dalam lingkup direktorat KFA sendiri penulis mendapatkan tugas untuk melakukan filing terhadap dokumen-dokumen berupa nota dinas, brafaks, bahan masukan, serta dokumen penunjang lainnya yang sudah selesai diproses sehingga kemudian akan memudahkan dalam upaya pengecekan bahan ketika sewatu-watu diperlukan, sedangkan untuk surat keluar pengarsipan (filling) dilakukan oleh subdirektorat tata usaha.

2. Membuat Surat Dinas, Nota Dinas, Brafaks (Kawat)

Surat dinas adalah alat penyampaian berita acara secara tertulis yang berisi pemberitahuan, pertanyaan, permintaan jawaban atau usul dan saran terkait suatu agenda maupun masalah kepada berbagai Kementerian/Instansi Pemerintah/perorangan di luar Kementerian Luar Negeri.

Nota dinas yang adalah sebuah alat komunikasi tertulis intern yang dibuat oleh Pejabat Kementerian Luar Negeri dalam melaksanakan tugas jabatannya guna menyampaikan petunjuk, pemberitahuan, pernyataan, permintaan, penjelasan, dan laporan mengenai hal-hal yang berkaitan dengan proses pematangan suatu kebijaksanaan atau proses penyelesaian persoalan.

Brafaks (Berita Faks) atau kawat diplomatik adalah alat penyampaian berita acara secara tertulis yang berisi pemberitahuan, pertanyaan, permintaan jawaban atau usul dan saran terkait suatu agenda maupun masalah kepada perwakilan RI di luar negeri maupun sebaliknya. Brafaks dapat berupa berita biasa, rahasia, dan sandi atau sangat rahasia. Berita faks yang sudah dibuat kemudian didisposisikan ke pusat komunikasi untuk selanjutnya diproses untuk dikirim ke  perwakilan RI yang dituju.

3.  Membuat bahan masukan

Dalam pelaksanaan magang, penulis berkesempatan untuk membuat bahan masukan terkait agenda rapat, sosialisasi, maupun sebagai dokumen pelengkap dalam lampiran surat dinas. Bahan masukan yang dibuat kemudian akan diproses untuk dijadikan sebagai dokumen panduan, atau sebagai bahan presentasi ataupun pidato dalam agenda terkait. Adapun bahan masukan yang penah penulis buat diantara lain, bahan masukan untuk presentasi direktur KFA, dalam Rapat Koordinasi Kerjasama Regional dan Pemaparan Visi dan Misi ASEAN Post 2015 di Kementerian Ketenagakerjaan, bahan masukan untuk untuk Caption Kalender Direktorat jenderal kerjasama ASEAN 2015, membuat bahan masukan untuk pidato Direktur KFA dalam agenda ASEAN Literary Festival.

4. Menghadiri Rapat

Dalam pelaksanaan magang, penulis berkesempatan untuk mengikuti beberapa agenda rapat terkait rapat yang berasal dari Internal Direktorat Jenderal Kerjasama ASEAN, Direktorat Kerjasama Fungsional ASEAN, serta agenda rapat lain yang terkait dengan ASEAN. Dalam pelaksanaan rapat penulis menjadi observer untuk kemudian mengamati berjalannya rapat yang yang dihadiri oleh staff-staff terkait serta peserta magang lain. Adapun rapat yang pernah penulis hadiri diantara lain, rapat setnas ASEAN di ruang nusantara dalam pemaparan progres kesiapan menuju ASEAN Economic Community, serta pembahasan tentang sosialisasi AEC di masyarakat kedepan, rapat kordinasi dirjen kerja sama ASEAN yang dipimpin oleh Direktur Jenderal Kerjasama ASEAN, Bapak I Gusti Wesaka Puja, dan rapat koordinasi direktorat kerja sama fungsional ASEAN, yang dipimpin oleh Direktur Kerjasama Fungsional ASEAN, Bapak J.S George Lantu.

5.  Tugas Harian

Dalam Pelaksanaan magang, penulis juga mendapat beberapa tugas harian seperti membantu staff dalam pengisian Formulir Sasaran Kerja Pegawai Negeri Sipil (SKP), Fotocopy Dokumen, Mencari Dokumen atau bahan sebagai rujukan masukan, membuat report mengenai PPTM 2015, dan lainnya.

C. AKTIVITAS PENTING

Adapun beberapa kegiatan penting yang diikuti oleh penulis dalam pelaksanaan magang di Direktorat Kerjasama Fungsional ASEAN, Kemlu, yaitu antara lain:

  • Rapat setnas ASEAN

Dalam acara ini, Direktorat Jenderal Kerjasama ASEAN, melalui Setnas ASEAN mengadakan Sosialisasi dan Rapat Koordinasi Sekretariat Nasional ASEAN, sebagai upaya korordinasi menjelang pembentukan Masyarakat ASEAN 2015. Rapat yang bertempat di Ruang Nusantara, Kemlu RI pada 16 Desember 2014, dihadiri oleh beberapa pihak dari instansi pemerintahan lain yang tergabung dalam Setnas ASEAN dan juga dari awak media untuk meliput jalannya rapat ini.

  • Pernyataan Pers Tahunan Menteri luar negeri republik indonesia

Dalam acara ini kementerian Luar Negeri RI menggelar Agenda PPTM 2015 yang dilaksanakan pada tanggal 8 januari 2015 dan bertempat di Ruang Nusantara. Agenda PPTM merupakan salah satu bentuk pertanggung-jawaban publik dari Kementerian Luar Negeri atas hal-hal yang dilaksanakan dibidang hubungan luar negeri atas capaian dalam hubungan bilateral, regional, dan global, serta dalam perlindungan warga negara, dan badan hukum di luar negeri, selain hal tersebut PPTM 2015 juga akan menampilkan Visi Kementerian Luar Negeri Indonesia, dan juga pemetaan peluang selama setahun ke depan yang dimuat dalam pidato Menteri Luar Negeri RI, Ibu Retno Marsudi.

 

D. HAL-HAL MENARIK

Adapun beberapa hal menarik yang penulis temui dalam pelaksanaan magang di Kementerian Luar Negeri Diantara lain:

  • Berkesempatan untuk mengunjungi Ruang Ibu Menteri

Pada tanggal 5 Januari 2015, tepatnya di hari kerja pertama kementerian luar negeri pada tahun 2015, penulis berkesempatan untuk mengunjungi ruangan kerja Ibu Menteri Retno Marsudi, untuk bersilaturahmi mengucapkan ucapan selamat tahun baru bersama Direktur Kerjasama Fungsional ASEAN dan bapak Dicky Fabrian selaku kasubdit Iptek dan Lingkungan Hidup

  • Mengikuti berjalannya agenda PPTM 2015

Pada tanggal 8 Januari 2015 Penulis berkesempatan untuk dapat melihat agenda PPTM 2015, Adanya agenda PPTM tersebut menjadi sebuah agenda penting karena pernyataan pers tahunan tersebut juga berisi Visi Kementerian Luar Negeri Indonesia, dan juga pemetaan peluang yang kemudian akan menjadi acuan dalam program kerja yang dilakukan oleh seluruh direktorat, kedutaan besar, serta konsulat yang berada di bawah kementerian luar negeri.

 

E. KAJIAN TEORI DAN REALITA PRAKTEK LAPANGAN

Dalam pelaksanaannya, tugas dan fungsi kerja yang dilakukan oleh Direktorat Jenderal Kerjasama ASEAN adalah upaya dalam melakukan kerjasama regional di kawasan ASEAN terkait ketiga cetak biru dalam pembentukan Komunitas ASEAN. Dalam kaitanya dengan Kegiatan magang penulis yang dilaksanakan di Direktorat Kerjasama Fungsional ASEAN, penulis dapat melihat bahwa adanya hubungan kerjasama merupakan suatu upaya utama dalam melakukan diplomasi, khususnya guna memajukan kepentingan nasional Indonesia. melalui Direktorat KFA, Kementerian Luar Negeri berupaya memfasilitasi upaya-upaya kerjasama regional di kawasan ASEAN khususnya di bidang sosio-kultural untuk dapat merangkul dan mengangkat kebudayaan nusantara untuk dapat tampil menjadi entitas dalam keberagaman budaya di ASEAN. Adanya kerjasama di bidang sosio-kultural merupakan upaya penting dalam Diplomasi Indonesia khususnya dalam soft power diplomacy yang dilakukan oleh indonesia terhadap negara-negara serumpun Indonesia di ASEAN yang terkenal akan kedekatan budayanya. Kerjasama sosio-kultural juga penting bagi pengembagan awareness masyarakat Indonesia terkait Komunitas ASEAN yang diharapkan akan dapat mejadi ‚Äúsharing an caring community‚ÄĚ kedepannya.

Sejalan dengan asumsi teori liberal, pokok kerja Direktorat Kerjasama Fungsional ASEAN adalah untuk menopang upaya kerjasama regional di kawasan ASEAN. Dimana menurut pandangan liberal upaya kerjasama yang dilakukan oleh negara-negara di dunia merupakan suatu upaya untuk mewujudkan perdamaian dunia, dimana selanjutnya dengan terciptanya perdamaian maka sebuah negara tidak perlu berperang untuk mencapai kepentingan nasionalnya.

Dalam argumen yang dikemukakan oleh scott burchill dalam buku Theories of International Relations, adanya institusi liberal dan kerjasama regional seperti yang dicontohkanya dengan Uni Eropa merupakan suatu bentuk kerjasama regional yang telah sukses merekatkan perdamaian antar negara di kawasan Eropa dalam melakukan kerjasama di berbagai sektor khususnya dalam upaya integrasi ekonomi dan politik, adanya Uni Eropa menurutnya telah sukses menghilangkan sejarah hitam pada perang dunia II yang terjadi di kawasan Eropa.[v]

Dengan adanya fakta tersebut, kerjasama itu pula lah yang selanjutnya ingin dicapai oleh oleh negara-negara ASEAN khususnya Indonesia, dengan asumsi teori liberal pula lah kerjasama state actor dan non state actor dapat dijelaskan, dimana dalam teori liberal individu merupakan aktor penting dalam hubungan internasional, hal ini dapat dibuktikan bahwa kerjasama dan Agenda yang ditangani dan difasilitasi  oleh Direktorat Kerjasama Fungsional ASEAN tidak hanya upaya kerjasama government to government tapi juga mencakup kerjasama dari aktor individu dan non state actor mencakup pegiat seni-budaya, akademisi, masyarakat dan kepemudaan.

Dengan demikian dapat dilihat bahwa adanya teori liberal dapat dilihat dan diaplikasikan dalam realita di lapangan, khususnya dalam upaya kerjasama antar negara yang dalam hal ini di lakukan oleh direktorat KFA dalam menjadi perpanjangan tangan pemerintah Indonesia untuk mewadahi kerjasama Sosio-Kultural di Kawasan ASEAN.

BAB IV

KESIMPULAN

 

A.  KEMUDAHAN

Dalam melaksanakan kegiatan Kuliah Kerja Lapangan (Magang) di Direktorat Kerjasama Fungsional ASEAN, Kemlu banyak kemudahan yang ditemui oleh penulis. Kemudahan tersebut antara lain berupa kemudahan dalam pelaksaan kegiatan atau pekerjaan, dimana penulis mendapatkan arahan dan bimbingan yang memadai dari staff di lingkungan Direktorat KFA yang juga selalu terbuka dalam memberikan informasi ketika penulis menemui kesilitan. beberapa kemudahan lain diantara lain dengan disediakannya meja kerja yang dilengkapi dengan komputer dan akses internet yang memadai, keramahan staff di lingkungan direktorat KFA juga menjadi suatu poin tersendiri dimana sesuai oleh anjuran oleh ibu menteri, bapak Direktur menekankan pentingnya aspek kenyamanan kerja untuk menunjang kelancaran dalam  pelaksanaan tugas serta agenda yang ada. Dilain itu tentunya masih banyak kemudahan-kemudahan lain yang mungkin tidak bisa dideskripsikan secara tertulis maupun verbal oleh penulis.

B. KENDALA

Beberapa Kendala Tentunya pernah penulis temui selama pelaksanaan magang adalah di Direktorat Kerjasama Fungsional ASEAN (KFA). Berapa kendala atau hambatan yang penulis temui diantarannya, pelaksanaan jadwal magang yang berada di masa akhir dan awal tahun membuat penulis tidak banya menemui agenda utama di Direktorat KFA, dimana pada masa tersebut umumnya program kerja atau agenda dari Direktorat KFA mulai masuk pada masa tutup buku, agenda-agenda utama oleh Direktorat KFA pun umumnya mulai efektif berjalan pada awal bulan Februari mengingat, ketersediaan anggaran dan timeline kerja yang baru tersedia pada akhir bulan Januari. Selain itu, dalam melakukan aktivitas penulis juga menemukan sedikit hambatan dikarenakan diperlukannya penyesuaian terhadap kondisi lingkungan kerja, dimana penulis baru dapat menjalankan tugas secara lancar pada 1 minggu setelah dimulainya pelaksanaan magang, dikarenakan penulis harus terlebih dahulu mengenal masing-masing staff dengan tupoksinya masing-masing, serta dalam melihat contoh serta format berkas yang kemudian akan penulis kerjakan. Dalam hal lain penulis juga merasakan kendala untuk berkomunikasi dengan pemerintah daerah untuk melakukan koordinasi terkait pelaksanaan sosialisasi masyarakat ASEAN, sulitnya untuk menemukan kontak yang dapat dihubungi serta, beberapa koresponden di pemerintah daerah yang terkesan berbelit, menjadikan pelaksanaan kordinasi tidak berjalan secara cepat.

C. SARAN

Dalam pelaksanaan magang, penulis mendapat beberapa hambatan. Namun, hambatan tersebut juga ditutupi dengan kemudahan yang juga didapat oleh penulis. Oleh karena itu, penulis mencoba memberikan saran sebagai berikut:

Pertama, Padatnya jadwal sosialisasi dan juga agenda yang dijalankan oleh Direktorat KFA, tidak seimbang dengan jumlah staff yang dimiliki, dimana pada kondisi agenda yang padat kondisi kantor menjadi kekurangan staff kerena ditinggalkan oleh staff yang sedang berdinas di luar kantor. Maka itu adanya penambahan staff diperlukan agar Agenda dan pekerjaan yang diterima dapat diselesaikan dengan cepat.

Kedua, bentuk agenda yang monoton dalam pensosialisasian Komunitas ASEAN perlu di susun kembali, dengan semakin dekatnya pemberlakuan Masyarakat Ekonomi ASEAN, pemerintah khususnya kemlu harus dapat berkoordinasi untuk dapat memunculkan ketertarikan masyarakat dalam mengenal dan menjadi bagian dari Masyarakat ASEAN. Adanya beberapa festival kebudayaan di lingkup asean, pembukaan ASEAN Youth Center, serta pengenalan Masyarakat ASEAN di tingkat daerah harus terus ditingkatkan dengan susunan agenda yang semenarik mungkin agar dapat menarik antusiasme masyarakat.

Ketiga, Direktorat KFA sebagai perpanjangan tangan Indonesia dalam pelaksanaan kerjasama regional di bidang sosio-kultural harus cermat dalam menghadapi arah kebijakan yang ada di masa kabinet baru dibawah kepemerintahan presiden Joko Widodo. Diplomasi yang ada selanjutnya harus dilaksanakan secara efektif untuk memajukan kepentingan nasional RI di ranah kawasan Asia Tenggara sebagai lingkar prioritas pertama kebijakan luar negeri Indonesia.

Demikianlah saran yang dapat penulis sampaikan, semoga saran yang penulis tuturkan dapat bermanfaat dalam perkembangan kebijakan serta kajian Hubungan Luar Negeri Indonesia di kawasan ASEAN, khususnya bagi Direktorat Kerjasama Fungsional ASEAN, Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia dalam melakukan tugas dan fungsinya.

 

END NOTE

 

[i] ‚ÄúKementerian Luar Negeri,‚ÄĚ dilihat 25 Januari 2015, http://www.indonesia.go.id/in/kementerian/kementerian/kementerian-luar-negeri/1641-profile/179-kementerian-luar-negeri.

[ii] ‚ÄúLandasan, Visi, Misi Polugri,‚ÄĚ ,‚ÄĚ dilihat 25 Januari 2015, http://www.kemlu.go.id/Pages/Polugri.aspx?l=id.

[iii] ‚ÄúPermenlu Nomor 07 Tahun 2011 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Luar Negeri,‚ÄĚ dilihat 25 Januari 2015, http://www.kemlu.go.id/Pages/ShowPdf.aspx?Name=Law&IDP=20.

[iv] ‚ÄúDirektorat Kerjasama Fungsional ASEAN,‚ÄĚ dilihat 25 Januari 2015, http://www.kemlu.go.id/Pages/Orgz.aspx?IDP=4&IDP2=32&l=id.

[v] Scott Burchill et.al., Theories Of International Relations, 64

 

2 thoughts on “Magang di KFA Kemenlu

Leave a Reply

%d bloggers like this: