Skip to content

Category: Perkuliahan

7 Pilihan Jurusan Seni Favorit Indonesia

Kamu ingin kuliah di jurusan seni tetapi belum tahu jurusan mana yang akan dipilih saat kuliah? Berikut ini rekomendasi jurusan seni yang bisa dipilih saat masuk jenjang perguruan tinggi.

1. Desain Interior

Jika kamu memiliki kegemaran merombak sebuah ruangan menjadi lebih estetis, jurusan desain interior bisa menjadi pilihan tepat untukmu. Pada jurusan ini tidak hanya belajar tentang penataan ruangan saja. Kamu juga akan belajar tentang pencahayaan hingga material perabot.

Menariknya, lulusan dari jurusan ini tidak hanya bisa berprofesi sebagai konsultan desain interior saja, tetapi juga bisa menjalani sebagai kontraktor, pekerja industri properti, hingga penulis buku.

2. Fotografi

Meskipun memotret bisa dilakukan secara otodidak, ternyata ada jurusan fotografi di Universitas Trisakti dan ISI Denpasar. Dengan menjalani kuliah jurusan fotografi akan membuat kamu menjadi lebih ahli di bidang fotografi. Bahkan kini profesi fotografi profesional sangat populer karena bisa menghasilkan gaji hingga puluhan juta rupiah.

3. Seni Musik

Jurusan seni yang satu ini cukup populer di Indonesia. Pada jurusan ini, kamu tidak hanya belajar mengenai cara bermain musik, tetapi juga bagaimana meneliti dan merancang musik secara global.

4. Seni Rupa

Pada jurusan ini terdapat beberapa konsentrasi yang bisa dipilih, seperti seni patung, seni lukis, seni grafis, hingga seni keramik. Untuk lulusan dari jurusan ini nantinya bisa bekerja sebagai guru, seniman, kurator seni, pengamat seni, dan wirausaha seni.

5. Seni Kriya

Jurusan ini lebih mengedepankan pada pengetahuan dan kreativitas dalam menciptakan karya. Pada jurusan ini diharapkan membuat karya seni baru yang bisa dinikmati oleh orang lain.

6. Seni Tari

Indonesia merupakan negara yang kaya akan tarian daerah. Dengan kuliah di jurusan seni tari, kamu bisa belajar lebih tentang tarian tradisional. Selain itu, kamu juga akan belajar mengenai olah tubuh dalam menyelaraskan lagu musik dan gerakan.

7. Televisi dan Film

Jurusan yang satu ini juga termasuk ke dalam bidang seni. Pada jurusan ini kamu akan belajar mengenai perekaman, pengeditan, dan mengelola penayangan yang berkualitas di dunia televisi dan di film.

Dari ketujuh jurusan seni di atas, adakah yang menjadi pilihanmu?

Leave a Comment

4 Tips Menjadi Mahasiswa Berprestasi

Siapa yang tidak ingin menjadi mahasiswa berprestasi dan membanggakan kedua orang tua. Kriteria mahasiswa berprestasi biasanya dilihat dari nilai akademik yang bagus, aktif di organisasi mahasiswa, dan berkontribusi dalam berbagai kegiatan di kampus. Untuk mewujudkannya, kamu harus melakuan beberapa tips menjadi mahasiswa berprestasi berikut ini.

1. Review Materi Kuliah

Cara yang pertama ini tentu semua orang sudah tahu, jika ingin berprestasi ya harus dicapai dengan kerja keras dalam belajar. Namun, tidak sedikit mahasiswa yang belajar hanya saat ada ujian saja.

Menjadi siswa dan mahasiswa tentu berbeda karena dosen akan lebih cepat menjelaskan materi dan membiarkan para mahasiswa untuk berfikir lebih kritis. Nah, untuk bisa berprestasi dan tidak kalah dengan teman yang lain, sebaiknya kamu belajar terlebih dahulu materi untuk kuliah esok hari.

Selain itu, kamu lakukan juga review materi kuliah setelah kelas selesai. Proses ini akan membuat otak melakukan penyerapan secara optimal sehingga kamu tidak perlu teknik SKS (Sistem Kebut Semalam) untuk menghadapi ujian.

2. Berusaha Akrab dengan Dosen

Tips menjadi mahasiswa berprestasi selanjutnya adalah berusaha untuk dekat dengan dosen. Caranya kamu bisa dengan mengajukan pertanyaan setiap dosen membuka sesi tanya jawab. Selain itu, kamu juga harus aktif menjawab berbagai pertanyaan yang diberikan oleh dosen.

Keaktifan kamu di dalam kelas akan membuat dosen notice keberadaanmu dan menganggap jika kamu adalah salah satu mahasiswa yang patut diperhitungkan. Dosen cenderung memberikan tanggung jawab kepada mahasiswa yang mereka kenal.

Dekat dengan dosen itu banyak manfaatnya, seperti kemudahan dalam mendapatkan informasi, bisa tukar pikiran, dan lain sebagainya.

3. Ikut Organisasi

Selanjutnya, bergabunglah dengan organisasi kemahasiswaan seperti BEM atau berbagai jenis UKM yang kamu minati karena sangat bermanfaat untuk meningkatkan prestasi non-akademismu.

4. Asah Kemampuan Lain

Untuk menjadi mahasiswa berprestasi, kamu juga harus mengasah kemampuan lain yang bersifat non-akademis. Kemampuan yang bisa mendukung untuk menjadi mahasiswa berprestasi tentu banyak sekali, diantaranya adalah Bahasa asing, berdebat, dan leadership.

Untuk bisa bahasa asing atau lainnya, kamu tidak diharuskan mengikuti kursus atau pelatihan yang menghabiskan cukup banyak uang. Manfaatkan saja platform YouTube dan WiFi kampus untuk mengasah kemampuan non-akademis. Jadi gratis dan tidak keluar biaya, bukan?

Apakah kamu sudah mencoba salah satu dari keempat tips menjadi mahasiswa berprestasi di atas?

Leave a Comment

3 Pengalaman Menjadi Mahasiswa Baru yang Berkesan

Mahasiswa baru atau maba adalah masa peralihan dimana yang awalnya kamu siswa SMA menjadi mahasiswa yang harus lebih mandiri dan dewasa dalam bersikap. Tentunya ada banyak hal berkesan selama menjadi mahasiswa baru, apakah kamu juga merasakannya? Nah, berikut ini ada beberapa cerita pengalaman menjadi mahasiswa baru yang berkesan dari berbagai sumber.

1. Masa Ospek

Sebagian yang pernah mengalami ospek tentu akan setuju dengan statement bahwa ospek itu capek tapi berkesan. Meskipun masa ospek antara kampus satu dengan lainnya itu berbeda, namun inti dari ospek yang sebenarnya adalah membentuk pribadi yang mandiri, kuat, dan memiliki jiwa kepemimpinan.

Pengalaman menjadi mahasiswa baru itu diselimuti perasaan takut, cupu, mau ngajak kenalan tapi nanti dibilang sok asik, dan lainnya. Perasaan takut dan deg-degan saat ospek tidak kamu saja yang mengalaminya melainkan sebagian besar orang juga merasakan. Meski demikian, dapat mengenal orang-orang baru, lingkungan baru, dan belajar memahami banyak karakter manusia itulah salah satu yang berkesan dari masa ospek.

2. Kesasar

Namanya juga mahasiswa baru, kesasar itu hal yang wajar, bukan? Namun, pengalaman kesasar satu ini sedikit menegangkan dan juga lucu.

“Saat ospek, para mahasiswa baru disuruh untuk menuju aula yang ada di perpustakaan pusat. Tempat tersebut cukup jauh dari tempatnya berada saat ini dan juga belum pernah ke sana sebelumnya. Karena kondisi langit sudah gelap, aktivitas lalu lalang mahasiswa juga sudah tidak ada, akhirnya ia berjalan cepat sambil mencari lokasi pertemuan tapi malah kesasar. Rasanya ingin nangis karena sendirian tidak ada teman, takut ada hantu dan tidak mengenal orang satu pun.”

Wah, cerita satu ini agak kasihan ya, apakah kamu pernah mengalaminya juga?

3. Salah sebut nama kakak kelas

Ada tipe orang yang suka berteman dengan banyak orang dan tidak sungkan untuk menyapanya terlebih dahulu meskipun tidak terlalu kenal.

“Saat sedang menunggu fotokopian, ada kakak kelas yang juga satu fakultas sedang mengantre. Ia memulai percakapan dengan kakak kelas sembari mengajak ngobrol panjang lebar. Namun, saat berpamitan, ia menyebut nama kakak kelas tersebut dengan nama yang berbeda.”

Ups, jadi agak malu ya! Tapi, tidak apa-apa selama kamu tetap sopan dan ramah, kakak kelas mungkin saja menganggap kamu lucu.

Apakah kamu juga pernah mengalami salah satu pengalaman menjadi mahasiswa baru yang serupa?

Leave a Comment

Tingkatan Semester dalam Kuliah Ini Perlu Kamu Ketahui Saat Masuk Kuliah

Masuk sebagai mahasiswa baru tentunya menjadi pengalaman yang baru bagi kamu bukan? Selain itu, kamu juga perlu beradaptasi dengan kondisi setiap tahunnya. Nah, agar kamu tidak kaget saat menjalani perkuliahan tiap semesternya, berikut ini tingkatan semester dalam kuliah yang bakal kamu jalani.

1. Tahun Pertama

Tahun pertama kuliah dimana kamu menjalani semester 1 dan 2 ini merupakan masa dimana kamu harus beradaptasi dengan perubahan cara belajar dan beragam kegiatan kampus. Tahun pertama kuliah juga menjadi adaptasi pertemanan kamu selama menjalani masa kuliah.

Di semester kedua, kamu bisa mengikuti beragam organisasi kemahasiswaan yang ada di kampus. Dengan mengikuti organisasi kemahasiswaan akan melatih softskill yang tidak kamu dapat di bangku kuliah dan akan berguna ketika kamu masuk dunia kerja kelak.

2. Tahun Kedua

Menginjak tahun kedua menjadi tahun emas bagi kamu selama menjalani masa kuliah. Kamu perlu mempertahankan IP yang sudah didapatkan agar ketika lulus nanti, IPK yang kamu peroleh bisa memuaskan.

Tingkatan semester dalam kuliah di tahun kedua ini juga menjadi masa emas selama kamu mengikuti organisasi kampus. Agar pengalamanmu semakin terasah, kamu bisa mencoba mengambil kesempatan menjadi ketua panitia kegiatan ataupun ketua divisi dalam organisasi.

3. Tahun Ketiga

Di tahun ketiga biasanya kamu akan mulai disibukkan dengan beragam kegiatan kuliah yang lebih sulit disbanding tahun sebelumnya. Kamu akan menjalani beragam praktikum di laboratorium ataupun praktik langsung di lapangan, seperti magang di perusahaan misalnya di Sampoerna ataupun KKN di daerah. Meskipun di tahun ketiga ini cukup berat untukmu, tetap belajar ya agar IPK yang sudah kamu dapatkan tidak merosot!

4. Tahun Keempat

Di tahun keempat merupakan tahun dimana kamu harus fokus dengan kuliah. Di tahun ini kamu harus fokus dengan skripsi yang sedang kamu jalani. Agar lulus tepat waktu, ada baiknya kamu tidak menunda dalam mengerjakan skripsi dan rajin bimbingan ke dosen pembimbing ya?

Nah, itulah tingkatan semester dalam kuliah yang akan kamu jalani selama kuliah. Agar masa studimu tidak molor, jalani kuliah dengan baik dan tetapkan target kelulusan ya?

Leave a Comment

Inilah Tips dan Syarat Cumlaude yang Perlu Kamu Ketahui!

Apakah kamu ingin lulus dengan predikat cumlaude? Nah, tentunya mulai dari awal kuliah kamu harus mempersiapkan semuanya, termasuk mengetahui syarat cumlaude.

Memang, memiliki IPK cumlaude bukan menjadi jaminan kamu bisa sukses setelah lulus. Tapi dengan memperoleh IPK cumlaude itu artinya kamu sudah berhasil memahami dengan baik ilmu yang sudah kamu peroleh saat kuliah.

Persyaratan Cumlaude

Untuk bisa memperoleh predikat pujian (cumlaude) ada beberapa persyaratan yang perlu kamu penuhi sebelum yudisium. Berikut ini syarat memperoleh predikat cumlaude.

  1. Untuk program diploma, setidaknya memiliki IPK 3,51 – 4,00 dengan masa studi 8 semester.
  2. Untuk program sarjana, setidaknya memiliki IPK 3,51 – 4,00 dengan masa studi maksimal 10 semester.
  3. Untuk program magister, setidaknya memiliki IPK 3,76 – 4,00 dengan masa studi maksimal 5 semester.
  4. Predikat cumlaude bisa diberikan dengan memperhatikan bahwa mahasiswa tidak pernah mengulang mata kuliah dengan tugas akhir memiliki nilai A.

Tips Memperoleh Predikat Cumlaude

Untuk bisa lulus dengan pujian, syarat cumlaude di atas bisa memotivasi kamu untuk belajar lebih giat lagi. Nah, agar impianmu bisa lulus cumlaude bisa tercapai, berikut tips yang perlu kamu lakukan.

1. Belajar sungguh-sungguh

Cara yang harus kamu lakukan agar IPK cumlaude adalah dengan belajar. Kamu bisa belajar sesuai metode yang kamu sukai dan pastikan untuk paham setiap materi yang telah diberikan dosen. Jika ada yang kurang dipahami, bertanya kepada dosen langsung atau dengan teman akan membantumu memperoleh nilai yang bagus.

2. Aktif di kelas

Aktif di kelas akan memberikan poin positif dari dosen. Tak hanya lebih dikenal dosen, dengan aktif di kelas kamu juga bisa mendapatkan nilai tambah dari dosen. Dengan lebih aktif dikelas dan menjaga nilai mata kuliah tentunya cumlaude saat Wisuda bukanlah hal yang mustahil.

3. Jangan fokus hanya pada satu mata kuliah saja

Untuk bisa memperoleh nilai yang memuaskan, sebaiknya kamu tidak hanya fokus pada mata kuliah yang kamu sukai atau yang paling susah. Usahakan untuk memahami semua mata kuliah, sehingga nilai yang kamu peroleh bisa merata dan IP tiap semester bisa stabil atau meningkat di semester berikutnya.

Mengetahui syarat cumlaude harus diketahui agar motivasi untuk meraih prestasi di kampus tercapai. Jangan lupa untuk menetapkan target IP agar semangat belajarmu tak pernah padam!

Leave a Comment