Pengertian Jurnal Penyesuaian Beserta Contohnya

By | August 2, 2022

Pengertian Jurnal Penyesuaian – Sebelumnya pada dahulu kala kita sudah membahas mengenai kebutuhan sekunder maka kali ini kami akan membagikan mengenai Pengertian Jurnal Penyesuaian, Contoh, dan Cara Pencatatan Transaksi. Langsung saja ya..

Apa sih yang dimaksud Jurnal Penyesuaian?

Jurnal Penyesuaian

Jurnal Penyesuaian merupakan jurnal akuntansi yang digunakan untuk melakukan proses penyesuaian terhadap transaksi-transaksi tertentu dalam proses penyusunan laporan keuangan.

Menurut edudinkopsolo.id, jurnal penyesuaian biasanya digunakan oleh perusahaan dagang, jasa, manufaktur dan entitas lainnya, termasuk yayasan, sekolah, NGO/LSM, dan lembaga pengelola zakat.

Contoh Transaksi yang dicatat dalam Jurnal Penyesuaian

Berikut contoh transaksi yang dicatat dalam sesuaikannya, antara lain:

  1. transaksi sewa dibayar dimuka,
  2. asuransi dibayar di muka,
  3. pendapatan diterima di muka,
  4. penyusutan aktiva tetap,

Jenis – jenis Jurnal Penyesuaian

Ada 2 jenis jurnal penyesuaian, yaitu:

Kelompok akun yang melibatkan penerimaan atau pengeluaran kas di awal

1. Beban Dibayar Di Muka (prepaid expenses)

Beban dibayar di muka adalah pos yang dimana awalnya dicatat sebagai aset karena kas sudah dibayarkan, padahal jasa ataupun barangnya belum diterima. Beban dibayar di muka biasanya disebut juga beban yang ditangguhkan (deferred expenses).

Bahan habis pakai dan asuransi dibayar di muka adalah dua contoh beban dibayar di muka yang memerlukan penyesuaian pada akhir periode akuntansi. Contoh lain adalah iklan yang dibayar di muka dan bunga dibayar di muka.

2. Pendapatan diterima di muka (unearned revenue)

Pengertian pendapatan diterima di muka adalah pos yang awalnya dicatat sebagai kewajiban.

Karena kas sudah diterima di muka padahal jasa ataupun barangnya belum diberikan kepada pelanggan.
Pendapatan diterima di muka disebut juga pendapatan yang ditangguhkan (deferred revenue).

Dalam hal ini, pencatatan beban atau pendapatan terkait, ditangguhkan sampai akhir periode atau ke periode yang akan mendatang.

Kelompok yang melibatkan penerimaan atau pengeluaran kas di belakang

1. Piutang Pendapatan (Accrued Revenues)

Piutang Pendapatan adalah pendapatan yang telah dihasilkan, tapi belum dicatat pada akun pendapatan. Piutang Pendapatan biasanya disebut juga dengan akruan aset (accrued assets).

Contohnya adalah imbalan atas jasa yang telah diberikan seorang pengacara, namun belum ditagihkan ke kliennya pada akhir periode.

2. Beban Masih Harus Dibayar (Accrued Expenses)

Pengertian Beban yang Masih Harus Dibayar adalah beban yang telah terjadi, tapi belum dicatat di akun beban. Beban yang masih harus dibayar disebut juga akruan kewajiban (accrued liabilities).

Contohnya adalah utang gaji karyawan pada akhir periode. Contoh lain adalah utang bunga atas pinjaman bank dan utang pajak.

Cara Membuat Jurnal Penyesuaian

Cara membuat jurnal penyesuaian adalah dengan menganalisis kemudian mengidentifikasi jenis transaksi yang terjadi, kemudian lakukan pencatatan sesuai dengan kondisi sebenarnya.

Untuk membantu memahami cara membuatnya, saya sajikan contoh sebagai berikut ini:
Misalnya ada 3 akun yang memerlukan penyesuaian, yaitu:

1. Pendapatan
2. Perlengkapan
3. Beban gaji

Rincian data akun-akun yang memerlukan penyesuaian adalah sebagai berikut:

1. Pendapatan jasa yang belum diterima sebesar Rp 500.000
2. Perlengkapan yang tersisa Rp 200.000
3. Beban gaji yang belum dibayar Rp 3.000.000

Selanjutnya, kita akan melakukan proses penyesuaian dengan membuat ayat penyesuaian sebagai berikut:

1. Akun Piutang dan Pendapatan Jasa

2. Akun Beban Perlengkapan dan Perlengkapan

Khusus untuk akun perlengkapan ini ada penjelasan lebih lanjut. Sebelum membuat jurnal penyesuaian dilihat dulu saldo akun perlengkapan di neraca saldo.

Pada neraca saldo, akun perlengkapan memiliki saldo sebesar Rp 800.000, sedangkan di akhir periode jumlah perlengkapan yang tersisa sebesar Rp 200.000, berarti jumlah perlengkapan yang terpakai sebesar:
= Rp 800.000 – Rp. 200.000 = Rp 600.000

Sehingga bentuk jurnalnya yang akan dibuat adalah seperti diatas.

3. Akun Beban Gaji dan Gaji Terutang

Demikian yang dapat saya sampaikan pada pembahasan kali ini mengenai jurnal tersebut. Semoga bermanfaat dan Sukses selalu!

Sumber : rumahkeadilan.co.id