Karakteristik Market Driven Strategy (Strategi Berbasis pasar)

Perubahan pasar saat ini semakin kompetitif, tuntutan permintaan akan kualitas yang tinggi, dan makin sengitnya kompetitor menjadi tantangan besar bagi para eksekutif saat ini. Ditambah dengan kemajuan teknologi informasi, konsumen semakin mudah dalam menggali setiap atribut produk dan mencari alternatif produk lain yang menawarkan nilai lebih.

Pemimpin pemasaran saat ini beragumen bahwa saat ini marketing sedang memasuki tahapan baru pengebangan dengan jaringan mekanisme yang kompleks yang menghubungkan nilai pelanggan dan nilai perusahaan terhadap seluruh stakeholdernya (pemangku kebijakannya). Lebih jauh lagi, Bapak Marketing dunia Philiph kotler, menuturkan bahwa saat ini pelanggan cenderung prefer pada perusahaan yang berkontribusi terhadap perubahan (gerakan) sosial yang positif dan berkolaborasi dengan para stakeholdernya. Tidak heran saat perusahaan-perusahaan lebih concern terhadap strategi dan kebijakan CSR mereka. Disatu sisi itu menjadi kewajiban sosial dan disisi lain hal ini juga sangat penting untuk keberlanjutan perusahaan (sustainability).

Menjawab berbagai tantangan tersebut diatas, diperlukan suatu langkah pemasaran yang tidak biasa yaitu yang lebih mengarah pada isu-isu atau langkah-langkah strategis atau yang dikenal dengan pemasaran strategis. Sederhananya keseluruhan kebijakan pemasaran mengarah pada penambahan nilai dan tepat pada sasaran yag dikehendaki. Mewujudkan suatu pendekatan marketing strategis dalam hal ini dapat dimulai melalui pendekatan Market Driven Strategic (MDS) atau strategi berbasis (yang didorong) pasar. Logika dasar dari strategi berbasis pasar adalah pelanggan yang membentuk pasar menjadi titik awal dalam strategi bisnis.

Logika dasar dari strategi berbasis pasar adalah pelanggan yang membentuk pasar menjadi titik awal dalam strategi bisnis. Lebih jauh lagi, MDS membutuhkan prespektif yang luas dimana perlu integrasi yang lebih efektif dari aktivitas dan proses yang berimplikasi pada nilai pelanggan, jadi dalam strategi ini organisasi atau perusahaan tidak hanya sekedar berfokus pada pelanggan semata namun juga pada isu intenal seperti kapasitas organisasi, efektifitas proses, dan lain sebagainya. Meskipun terjadi pelemahan ekonomi ataupun depresi, perusahaan yang kuat aka terus melindungi dan memaintain investasi mereka untuk tetap meningkatkan nilai pelanggan.

Karakter-karakter dari MDS

Berorientasi pada pasar

Dalam perspektif bisnis, berorientasi pada pasar berarti menjadikan konsumen sebagai poin utama dalam seluruh operasi perusahaan. Suatu bisnis dikatakan berorientasi pasar adalah ketika perusahaan secara sistemik berkomitmen untuk berkreasi secara berkelanjutan dalam menciptakan nilai pelanggan yang superior. Dalam mencapai hal ini diperlukan kemampuan organisasional yang superior dalam memahami dan memuaskan pelanggan, dan tentu perlu dukungan dari seluruh pihak. Organisasi harus terus memantau perubahan kebutuhan dan keinginan pelanggan, mengukur dampak dari perubahan perilaku pelanggan, inovasi produk/jasa, dan implementasi strategis yang menghasilkan keunggulan kompetitif.

Fokus Pelanggan

Perusahaan harus memahami preferensi dan hal yang dibutuhkan konsumen dan secara efektif mengarahkan sumber daya yang dimiliki pada kepuasan konsumen. Berorientasi pada pelanggan juga berarti paham akan nilai apa yang mereka inginkan agar mereka puas dengan tujuan pembeliannya. Salah fokus (salfok) adalah fatal, perusahaan tidak boleh lagi abai dalam mengenal pelanggan mereka. Terlebih dalam beberapa riset menunjukan preferensi konsumen muda lebih cepat berubah.

Competitor Intelligent

Organisasi berorientasi pasar juga harus memiliki pemahaman yang baik pada pesaing mereka sebagaimana pemahaman mereka pada pelanggannya. Gagal dalam mengidentifikasi dan merespon ancaman kompetitor dapat memberikan konsekuensi yang serius pada perusahaan. Beberapa metode seperti benchmark dengan kompetitor masih sangat relevan guna mengetahui kelebihan dan kelemahan yang ada dalam perusahaan. Dan perlu diperhatikan juga terkait hubungan dengan kompetitor saat ini harus dibina dengan baik.

Cross-functional coordination

Strategi berbasis pasar juga memberi penekanan pada faktor internal organisasi. dalam hal ini sederhananya jika dibahasakan berarti koordinasi lintas fungsional. Perusahaan berorientasi pasar efektif apabila seluruh fungsi bisnisnya bekerja sama dalam menciptaan nilai pelanggan yang superior. Tidak ada lagi istilah “one man show”, integrasi menjadi satu kata kunci penting dalam menciptakan nilai pelanggan. Mencapai efektifitas organisasi adalah tujuannya. Ego sektoral harus dihilangkan oleh sebab itu seluruh divisi harus memiliki satu visi dan tujuan yang jelas. Koordinasi yang buruk akan berdampak pada tidak stabilnya perusahaan yang menyebabkan tidak efektif dan efisiennya yang tentunya berujung pada pelemahan nilai pada pelanggan.

Performance implication

Perusahaan berorientasi pasar memulai analisis strategi dengan melihat pasar dan kompetitor. Perusahaan yang berorientasi pasar juga menunjukkan performa organisasi yang lebih baik dibanding perusahaan yang tidak berorientasi pasar. Kinerja internal perusahaan tentu menjadi hal yang mutlak menjadi tolak ukur kesuksesan suatu usaha. Implikasi dari kinerja yang baik akan selalu mendukung pelayanan yang leih prima.

Determining distinctive capabilities

Mengidentifikasi distinctive capability atau kompetensi adalah bagian vital dari strategi menjalankan pasar. Kapabilitas merupakan sekumpulan kompleks dari pengetahuan, pengalaman dari proses organisasional yang digunakan perusahaan dalam koordinasi aktifitas dalam menggunakan aset mereka.

Dari uraian karakteristik diatas, maka dapat disimpukan bahwa saat ini perusahaan baik skala besar atau kecil dihadapkan dengan persaingan usaha yang semakin kompetitif pada pasarnya masing-masing. Sehingga diperlukan langkah-langkah yang tidak biasa, yaitu langkah strategis untuk dapat meningkatkan nilai pada pelanggan guna mencapai keunggulan usaha, dan strategi berbasis pasar merupakan salah satu pendekatan yang dapat digunakan guna mencapai keunggulan kompetitif.

 

Bacaan: Strategic marketing, Cravens and Piercy 10th edition

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *