Kajian Pustaka: Penyebab dan Gejala Stres

A.3. Penyebab dan Gejala Stres

            Penyebab stres disebut juga stresor. Stresor adalah faktor-faktor dalam kehidupan manusia yang mengakibatkan terjadinya respon stres. Stresor dapat berasal dari berbagai sumber, baik dari kondisi fisik, psikologis, maupun sosial dan juga muncul pada situasi kerja, di rumah, dalam kehidupan sosial, dan lingkungan luar lainnya. Istilah stresor diperkenalkan pertama kali oleh Selye (dalam Rice, 1992). Menurut Lazarus & Folkman (1984) stresor dapat berwujud atau berbentuk fisik (seperti polusi udara) dan dapat juga berkaitan dengan lingkungan sosial (seperti interaksi sosial). Pikiran dan perasaan individu sendiri yang dianggap sebagai suatu ancaman baik yang nyata maupun imajinasi dapat juga menjadi stresor. Bebepa ahli memiliki pendekatan yang berbeda dalam memahami penyebab stres.  Berikut ini pendapat beberapa ahli tentang penyebab stres.

Taylor (1991) merinci beberapa karakteristik kejadian yang berpotensi sebagai stresor antara lain :

  1. Kejadian negatif lebih cenderung menimbulkan stres daripada kejadian

positif.

  1. Kejadian yang tidak terkontrol dan tidak terprediksi lebih membuat stres daripada kejadian yang terkontrol dan terprediksi.
  2. Kejadian “ambigu” seringkali dipandang lebih mengakibatkan stres daripada kejadian yang jelas.
  3. Manusia yang tugasnya melebihi kapasitas (overload) lebih mudah mengalami stres dari pada orang yang memiliki tugas lebih sedikit.

Menurut Lazarus & Cohen (1977), ada tiga tipe kejadian yang dapat menyebabkan stres yaitu:

  1. Cataclysmic events(kejadian-kejadian penting atau perubahan besar) merupakan stresor yang besar sekali dan mempunyai beberapa karakteristik. Umumnya terjadi secara tiba-tiba dan memberikan sedikit atau bahkan tidak ada peringatan ketika kejadian itu akan datang. Seperti bencana alam, perang dan banjir.
  2. Personal stressor (tekanan pesonal) sejenis dengancataclysmic events, tetapi dampaknya hanya mengenai satu orang tertentu atau beberapa orang dalam jumlah terbatas dan boleh jadi tidak diharapkan. Misalnya sakit, kematian orang yang dicintai, atau kehilangan pekerjaan.
  3. Daily hassles (kerepotan sehari-hari) yaitu merupakan stressor dalam bentuk problem yang terjadi setiap hari dan berulang-ulang, serta tidak terlalu memerlukan daya penyesuaian diri yang terlalu besar. Seperti ketidakpuasan kerja, atau masalah-masalah lingkungan.

Ditambahkan Gibson (dalam Rachmaningrum, 1999) umur adalah salah satu faktor penting yang menjadi penyebab stres, semakin bertambah umur seseorang, semakin mudah mengalami stres. Hal ini antara lain disebabkan oleh faktor fisiologis yang telah mengalami kemunduran dalam berbagai kemampuan seperti kemampuan visual, berpikir, mengingat dan mendengar. Selanjutnya masih ada beberapa faktor lain yang dapat mempengaruhi tingkat stres, yaitu kondisi fisik, ada tidaknya dukungan sosial, harga diri, gaya hidup dan juga tipe kepribadian tertentu.

Berdasar pada penjelasan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa secara umum penyebab atau faktor yang mempengaruhi stres pada individu adalah faktor eksternal dan faktor internal. Faktor eksternal adalah faktor yang berasal dari luar diri individu, berupa peristiwa atau kejadian yang dihadapi. Sedangkan, faktor internal adalah faktor yang berasal dari diri individu sendiri, berupa kepercayaan diri, harga diri, optimis, tingkat resiliensi, penilaian terhadap masalah. Penyebab stres terdiri dari dua aspek secara umum yaitu faktor eksternal dan faktor internal, hal ini akan mempengaruhi tentang bagaimana menangani stres. Jadi, berdasar teori di atas dapat disimpulkan bahwa intervensi untuk menurunkan stres dapat melalui dua faktor tersebut. Pada penelitian ini peneliti akan memberikan intervensi pada faktor internal yang mempengaruhi stres. Yaitu dengan membangun spiritualitas dalam diri individu.

Adapun gejala stres menurut Hardjana (1994), mengemukakan bahwa terdapat kriteria-kriteria gejala stres antara lain:

  1. Gejala fisik

Adalah gejala yang ditunjukkan berupa respon fisik seperti, sakit kepala, pusing, pening, tidur tidak teratur, bangun terlalu awal, sakit punggung bagian bawah, diare, sulit buang air besar, sembelit, gatal-gatal pada kulit, keringat berlebih, tekanan darah tinggi, bertambah banyak melakukan kekeliruan dalam bekerja dan hidup.

  1. Gejala emosional

Adalah gejala yang berhubungan dengan emosi individu, diantaranya gelisah, cemas, depresi, mudah menangis, suasana hati berubah-ubah dengan cepat, mudah marah, gugup, harga diri menurun, merasa tidak aman, mudah menyerang orang lain dengan sikap bermusuhan, kehilangan sumber daya mental (burn out).

  1. Gejala kognitif

Adalah gejala yang berhubungan dengan fungi kognitif, seperti: sulit berkonsentrasi dan memusatkan pikiran, sulit mengambil keputusan, mudah terlupa, pikiran kacau, daya ingat menurun, melamun secara berlebihan, pikiran dipenuhi oleh satu pikiran saja, kehilangan rasa humor yang sehat, prestai dan mutu kerja menurun.

  1. Gejala interpersonal

Kehilangan kepercayaan terhadap orang lain, mudah mempermasalahkan orang lain, mudah membatalkan janji atau tidak memenuhi perjanjian, cenderung mencari-cari kesalahan orang lain, mengambil sikap terlalu membentengi dan mempertahankan diri.

Menurut Everlly & Giardano (dalam Munandar, 2001), mengemukakan beberapa gejala stres. Menurut mereka stres akan mempunyai dampak pada suasana hati, otot kerangka, dan organ-organ dalam badan, gejala-gejala stres tersebut dijelaskan lebih detail sebagai berikut:

  1. Gejala-gejala suasana hati, yaitu menjadi overexcited (terlalu bersemangat), cemas, merasa tidak pasti, sulit tidur pada malam hari, menjadi sangat tidak enak dan gelisah, menjadi gugup.
  2. Gejala-gejala otot kerangka, yaitu jari-jari dan tangan gemetar, tidak dapat duduk diam atau berdiri di tempat, mengembangkan gerakan tidak sengaja, kepala mulai sakit, merasa otot menjadi tegang atau kaku, menggagap jika bicara.
  3. Gejala-gejala organ-organ dalam badan, yaitu perut terganggu, merasa jantung berdebar, menghasilkan banyak keringat, merasa kapala ringan atau akan pingsan, mengalami kedinginan, wajah menjadi panas, mulut menjadi kering, mendengar bunyi berdering dalam kuping.

Berdasarkan pada kajian pustaka di atas, secara umum gejala stres dapat dilihat dari dua aspek, yaitu aspek fisik dan psikis. Oleh karena itu, pada penelitian ini gejala stres dari subjek penelitian akan diukur dari dua aspek tersebut. Gejala stres dari kedua aspek tersebut akan saling terkait dan saling mempengaruhi. Sehingga penting memperhatikan gejala stres dari kedua aspek tersebut.

Stres mengasuh anak-anak bisa baca artikel mainan anak perempuan

Kajian Pustaka: Teori Stres

A.2. Teori  Stres

            Ada beberapa teori yang menjelaskan kondisi stres dari berbagai sudut pandang dalam Rice (1999). Diantaranya:

  1. Biological stress theories (Teori-teori stres secara biologis)

Teori ini menekankan bahwa stres merupakan proses biologis dalam diri seseorang. Meskipun ada banyak teori biologis yang menjelaskan tentang stres, namun dalam referensi ini hanya dijelaskan dua teori saja. Yaitu teori dari Hans Selye yang disebut dengan general adaptation syndrome (sindrom adaptasi umum) dan yang kedua adalah genetic constitutional theory (teori konstitusional genetis).

Teori pertama yaitu general adaptation syndrome atau disingkat dengan GAS memiliki empat poin penjelasan secara umum. Pertama, bahwa semua organism biologis memiliki sebuah dorongan untuk mempertahankan keseimbangan wilayah internal atau disebut homeostatis. Sedangkan mempertahankan kondisi internal agar seimbang (homeostatis) adalah tugas sepanjang hidup. Kedua, semua stresor seperti tuntutan kerja, akan mengganggu keseimbangan internal. Tubuh merespon semua stresor, baik yang menyenangkan atau yang tidak menyenangkan, dengan sebuah gangguan psikologis yang tidak spesifik. Reaksi ini berupa proteksi dan pertahanan diri. Ketiga, penyesuaian terhadap stres terjadi dalam banyak tingkatan. Hal ini tergantung pada seberapa mampu penolakan dapat dilakukan dihubungkan dengan intensitas dan dan durasi dari sebuah stresor. Keempat,  sebuah organism memiliki energy cadangan yang bersifat adaptif, sehingga ketika organism kehilangan kemampuan untuk menangani stres maka dapat memungkinkan terjadi kematian.

Teori kedua dari teori stres secara biologis adalah genetic constitutional theories. Menurut teori ini, kemampuan untuk menolak stres tergantung pada penerapan strategi coping  dalam menghadapi kondisi mendesak dan menekan. Kemampuan ini berhubungan dengan beberapa factor sejarah genetis individu, faktor tersebut disebut sebagai predisposing factors. Faktor genetis mampu menurunkan risiko dalam beberapa cara. Genetis mempengaruhi keseimbangan system ANS (autonomic nervous system). Sistem ANS berfungsi membantu menyeimbangkan proses tubuh. Gen-gen tubuh juga berfungsi mengontrol kode untuk struktur dan fungsi dari system organ dan tubuh yang sangat penting terhadap risiko stres seperti system jantung, tekanan darah dan sistem pencernaan.

  1. Psychological stress theories (Teori-teori stres secara psikologis)

Teori yang termasuk dalam psychological stress theories adalah teori psikodinamik, teori pembelajaran, dan teori kognitif. Menurut teori psikodinamik, Freud mendiskripsikan dua macam kecemasan (anxiety), kecemasan sinyal (signal anxiety), dan kecemasan traumatic (traumatic anxiety). Kecemasan sinyal terjadi ketika objek eksternal berbahaya hadir sangat dekat sehingga menjadi stresor (bahaya – cemas). Kecemasan traumatik adalah bentuk dominan  kecemasan  dari teori Freud yang merujuk pada insting, dinamika internal sehingga muncul kecemasan. Seperti contohnya, kecemasan akan muncul karena adanya penekanan terhadap hasrat seksual ataupun dorongan agresif.

Menurut teori pembelajaran (learning theory),  dalam menjelaskan kondisi stres teori ini secara umum menggunakan juga istilah classical conditioning model (Pavlovian), operant model (skinnerian), atau kombinasi dari keduanya. Ada dua aspek dari proses conditioning yang penting untuk teori stres. Pertama, respon emosional, seperti takut dan cemas adalah hal yang komplek yang di dalamnya terkandung unsure behavioral, psikologis, dan komponen fisiologis. Perilaku-perilaku penghindaran seseorang menjaga seseorang dari rasa sangat takut dari stimulus stres. Secara subjektif, seseorang yang memiliki pengalaman yang menakutkan dari sebuah objek atau kejadian maka psikologisnya akan terganggu, hal ini akan menihkatkan level biologis tubuh seperti tekanan darah, suhu tubuh dan seterusnya. Kemudian di waktu yang lain jika seseorang ini menghadapi stimulus yang sama tersebut, maka level dari stimulus tersebut sudah rendah dalam mempengaruhi rasa takut pada seseorang.

Kedua, Kecemasan mungkin menjadi antisipasi setelah kondisi asli yang telah tejadi. Kecemasan dapat terganggu hanya dengan membicarakan ataupun memikirkan stimulus yang ditakuti bahkan tanpa ada tekanan yang tiba-tiba. Penjelasan tentang stres menurut teori operant lebih banyak menekankan pada perilaku penghindaran dan kontrol diskriminatif dari perilaku simptom. Perilaku penghindaran merupakan sebuah respon operant yang memungkinkan untuk menurunkan ketakutan dan kecemasan yang dipelajari.

  1. Social stress theories (Teori-teori stres secara sosial)

Beberapa teori stres social fokus pada integrasi individu sebagai bagian dari masyarakat dan tekanan-tekanan dari banyak masyarakat. Menurut teori konflik, stres terjadi ketika seseorang tidak dapat mendapatkan pekerjaan, rumah, pendidikan dan tidak dapat terlibat proses politik. Teori konflik juga melihat stabilitas hubungan sosial dan distribusi barang-barang ekonomi dan jasa di masyarakat. Secara teoritis, stres adalah hasil hubungan social yang tidak stabil yang tidak dapat dihindari dan kehilangan akses terhadap kebutuhan layanan sosial, lemahnya kekuatan dan kontrol personal.

Stres menjelang pernikahan karna nervous? bisa baca artikel tentang malam pertama

 

 

 

Kajian Pustaka : Definisi Stress

KAJIAN PUSTAKA

  1. STRES

A.1. Definisi Stres

Ada beberapa pendapat para ahli tentang definisi stres, diantaranya adalah Cannon (1932) menawarkan sebuah konsep homeostatis, sebuah kecenderungan untuk mempertahankan sebuah lingkungan internal yang stabil. Homeostatis bukanlah sebuah pikiran, ini adalah sesuatu kondisi yang dinamis yang menyeimbangkan antara kebutuhan dan kepuasan. Ia juga menggali tentang mekanisme dari penyikapan terhadap kondisi darurat yang terjadi, yaitu sebuah flight response. Respon tersebut melibatkan sebuah interaksi komplek antara gangguan sistem kecemasan dan sekresi hormonal dari kelenjar adrenal. Cannon memaknai istilah stres sebagai sebuah kecenderungan untuk menolak pengaruh-pengaruh yang berasal dari lingkungan eksternal.

Menurut Rice (1999) menyampaikan bahwasannya istilah stres setidaknya memiliki tiga makna, hal ini sesuai dari sumbe-sumber keilmuan kontemporer. Makna pertama, stres adalah semua even atau stimulus yang berasal dari lingkungan yang menyebabkan seseorang merasa tertekan atau terganggu. Dalam pengertian ini, stres adalah sesuatu yang sifatnya eksternal dari diri individu.

Makna kedua, stres dimaknai sebagai respon subjektif. Dalam kondisi ini, stres adalah kondisi mental internal individu yang merasa tertekan dan terganggu. Sehingga, stres adalah sesuatu yang bersifat interpretative, emosi, pertahanan dan proses penanganan yang terjadi di dalam diri seseorang.

Menarik juga membaca tentang kata-kata cinta untuk pasangan.

Makna ketiga, stres adalah sebuah reaksi fisik tubuh yang menuntut sebuah gangguan natural tubuh terhadap level aktifitas yang lebih tinggi. Fungsi dari reaksi-reaksi fisik tersebut memungkinkan untuk mendukung adanya usaha psikologis dan perilaku dalam dalam menghadapi stres. Kondisi stres yang kronis dapat dapat mengakibatkan kondisi negative seperti, keletihan, penyakit, dan kematian.

Menurut Wijono (2006), stres adalah reaksi alami tubuh untuk mempertahankan diri dari tekanan secara psikis. Tubuh manusia dirancang agar bisa merasakan dan merespon gangguan psikis ini. Tujuannya agar manusia tetap waspada dan siap menghindari bahaya. Kondisi ini jika berlangsung lama akan menimbulkan kecemasan, takut dan tegang.

Definisi yang hampir sama disampaikan oleh Taylor (2006) mendiskripsikan stres sebagai pengalaman emosional negatif disertai perubahan reaksi biokimiawi, fisiologis, kognitif, dan perilaku yang bertujuan untuk mengubah atau menyesuaikan diri terhadap situasi yang menyebabkan stres yang disebut sebagai stressor.

            Hal senada juga dijelaskan oleh Lazarus dan Folkman (1984) mendefinisikan stres sebagai segala peristiwa atau kejadian baik berupa tuntutan-tuntutan lingkungan maupun tuntutan-tuntutan internal (fisiologis dan psikologis) yang menuntut, membebani, atau melebihi kapasitas sumberdaya adaptif individu. Lebih lanjut dijelaskan bahwa stres akan tergantung secara penuh pada persepsi individu terhadap situasi yang berpotensi mengancam. Stres dapat juga didefinisikan sebagai keseluruhan proses yang meliputi stimulasi, kejadian, peristiwa dan respon, interpretasi individu yang menyebabkan timbulnya ketegangan yang di luar kemampuan individu untuk mengatasinya (Rice, 1999).

Selye (dalam Greenberg 2004) mendefinisikan stres sebagai respon tubuh yang tidak spesifik terhadap setiap kebutuhan yang terganggu. Atkinson (2000)  mengungkapkan stres mengacu pada peristiwa yang dirasakan membahayakan kesejahteraan fisik dan psikologis seseorang situasi ini disebut sebagai penyebab stres dan reaksi individu terhadap situasi stres ini di sebut sebagai respon stres. Stres adalah suatu keadaan tertekan, baik, secara fisik maupun psikologis (Chaplin, 1999).

Secara garis besar ada tiga pandangan mengenai stres, yaitu : stres merupakan stimulus, stres merupakan respon, dan stres merupakan interaksi antara individu dengan lingkungan (Smet, 1994). Menurut Kuntjojo (2009) stres sebagai hubungan antara individu dengan stresor. Ada tiga hubungan antara stres dengan stresor

  1. Stres Sebagai Stimulus

Menurut konsepsi ini stres merupakan stimulus yang ada dalam lingkungan (environment). Individu mengalami stres bila dirinya menjadi bagian dari lingkungan tersebut. Dalam konsep ini stres merupakan variable bebas sedangkan individu merupakan variabel terikat. Secara visual konsepsi ini dapat digambarkan sebagai berikut. Stres sebagai stimulus dapat dicontohkan : lingkungan sekitar yang penuh persaingan, misalnya di terminal dan stasiun kereta api menjelang lebaran. Mereka yang ada di lingkungan tersebut, baik itu calon penumpang, awak bus atau kereta api, para petugas, dst., sulit untuk menghindar dari situasi yang menegangkan (stressor) tersebut. Hal serupa juga dapat diamati pada lingkungan di mana terjadi bencana alam atau musibah lainnya, misalnya banjir, gunung meletus, dan ledakan bom di tengah keramaian.

  1. Stres Sebagai Respon

Konsepsi kedua mengenai stres menyatakan bahwa stres merupakan respon atau reaksi individu terhadap stresor. Dalam konteks ini stres merupakan variable tergantung (dependen variable) sedangkan stresor merupakan variable bebas atau independent variable.

Berdasarkan pandangan dari Sutherland dan Cooper (dalam Bart Smet 1994) menyajikan konsepsi stres sebagai respon sebagai berikut. Pengertian stres yang mengacu pada konsepsi stres merupakan respon diantaranya dikemukakan oleh E.P. Gintings. Menurut Gintings (1999), stres ialah reaksi tubuh manusia kepada setiap tuntutan yang dialami oleh seseorang dalam hal sebagai berikut.

  • Keletihan dan kelelahan akibat kehidupan.
  • Suatu keadaan yang dinyatakan oleh suatu sindroma khusus dari peristiwa biologis.
  • Mobilisasi pembelaan tubuh yang memungkinkan adaptasi terhadap peristiwa kekerasan atau ancaman.
  • Tergangguangan mekanisme keseimbangan dalam diri seseorang yaitu keseimbangan dalam dan keseimbangan luar yang bersifat fisik, sosial, mental, dan spiritual oleh karena perubahan mendadak yang sifatnya tidak menyenangkan maupun menyenangkan.
  • Mengecilnya potensi seseorang karena adanya luka-luka perasaan, beban berat, dan kebutuhan-kebutuhan yang tidak terpenuhi dalam diri seseorang.

Respon individu terhadap stresor memiliki dua konponen, yaitu : komponen psikologis, misalnya terkejut, cemas, malu, panik, nerveus, dst. dan komponen fisiologis, misalnya denyut nadi menjadi lebih cepat, perut mual, mulut kering, dan banyak keluar keringat. Respon-repons psikologis dan fisiologis terhadap stresor disebut strain atau ketegangan.

  1. Stres Sebagai Interaksi antara Individu dengan Lingkungan

Menurut pandangan ketiga, stres sebagai suatu proses yang meliputi stresor dan strain dengan menambahkan dimensi hubungan antara individu dengan lingkungan. Interaksi antara manusia dan lingkungan yang saling mempengaruhi disebut sebagai hubungan transaksional. Di dalam proses hubungan ini termasuk juga proses penyesuaian. (Bart Smet, 1994). Dalam konteks stres sebagai interaksi antara individu dengan lingkungan, stres tidak dipandang sebagai stimulus maupun sebagai respon saja, tetapi juga suatu proses di mana individu juga merupakan pengantara (agent) yang aktif, yang dapat mempengaruhi stresor melalui strategi perilaku kognitif dan emosional.

Menurut Smet (1994), reaksi terhadap stres bervariasi antara orang satu dengan yang lain dan dari waktu ke waktu pada orang yang sama, karena pengaruh variabel-varibel sebagai berikut.

  1. Kondisi individu, seperti : umur, tahap perkembangan, jenis kelamin, temperamen, inteligensi, tingkat pendidikan, kondisi fisik, dst.
  2. Karakteristik kepribadian, seperti : introvert atau ekstrovert, stabilitas emosi secara umum, ketabahan, locus of control, dst.
  3. Variabel sosial-kognitif, seperti ; dukungan sosial yang dirasakan, jaringan sosial, dst.
  4. Hubungan dengan lingkungan sosial, dukungan sosial yang diterima, integrasi dalam jaringan sosial, dst.
  5. Strategi coping.

Konsep stres sebagai interaksi antara individu dengan lingkungan dapat digambarkan sebagai berikut. Bagan 13 menggambarkan reaksi individu terhadap stresor yang sama, ternyata bisa berbeda, dan bagan 14 menggambarkan reaksi beberapa individu terhadap stresor yang sama, ternyata juga bisa berbeda-beda.

  1. Stres Sebagai Hubungan antara Individu dengan Stresor

Stres bukan hanya dapat terjadi karena faktor-faktor yang ada di lingkungan. Bahwa stresor juga bisa berupa faktor-faktor yang ada dalam diriindividu, misalnya penyakit jasmani yang dideritanya, konflik internal, dst. Oleh sebab itu lebih tepat bila stres dipandang sebagai hubungan antara individu dengan stresor, baik stresor internal maupun eksternal.

Konsep tersebut sesuai dengan apa yang dikatakan oleh Maramis (2008), mengenai sumber stres. Menurut Maramis, stres dapat terjadi karena frustrasi, konflik, tekanan, dan krisis.

  1. Frustrasi merupakan terganngunya keseimbangan psikis karena tujuan gagal dicapai.
  2. konflik adalah terganggunya keseimbangan karena individu bingung menghadapi beberapa kebutuhan atau tujuan yang harus dipilih salah satu.
  3. Tekanan merupakan sesuatu yang mendesak untuk dilakukan oleh individu. Tekanan bisa datang dari diri sendiri, misalnya keinginan yang sangat kuat untuk meraih sesuatu. Tekanan juga bisa datang dari lingkungan.
  4. Krisis merupakan situasi yang terjadi secara tiba-tiba dan yang dapat menyebabkan terganggunya keseimbangan.

 

Berdasarkan dari beberapa pendapat di atas, beberapa ahli menyampaikan definisi stres melalui pendekatan fisiologis dan psikologis. Hal tersebut dipengaruhi oleh latar belakang keilmuan dari masing-masing ahli, sehingga dapat dipahami bahwa stres adalah respon fisiologis dan psikologis individu terhadap kondisi lingkungan yang menyebabkan rasa takut, cemas, resah, membebani melebihi kemampuan diri, dimana respon itu dipengaruhi oleh beberapa hal diantaranya kemampuan diri individu sendiri (kemampuan dalam memaknai sebuah masalah, kemampuan mengontrol diri, kepercayaan diri, perasaan-perasaan positif atau negatif dan lain-lain), serta dipengaruhi oleh peristiwa di lingkungan tersebut.

 

Tata Cara Wudhu Mazhab Syafi’i

tata cara wudhu mahzab syafii

Wudhu merupakan salah satu ibadah wajib bermaksud menghilangkan hadats kecil dan untuk menunaikan sholat, yang sholat wajib maupun sholat sunnah. Seperti ibadah-ibadah lainnya, wudhu pun mempunyai rukun-rukun dan sunnah-sunnahnya. Dalam bab ibadah atau fikih khususnya, para imam mazhab telah membuat kitab untuk mengerjakannya. Jika ada pertanyaan langsung mencontoh Rasulullah SAW atau mengikuti ibadah dengan mahzab? Entah itu mmazhab Imam Hanafi, Imam Malik, Imam Syafi’i, dan Imam Hambali.

Tata Cara Wudhu Mazhab Imam Syafi’i

Pertanyaan tersebut maka seharusnya kita kembalikan pada kita sendiri?, bisakah kita beribadah langsung mencontoh Rasullah dengan hadits-haditsnya?. Jawabannya tentu tidak,

Masa Rasullah telah jauh di belakang kita, kita tidak dapat melihat Rasulullah dalam beribadah, wudhu khususnya. Kita juga tidak dapat bertanya pada para sahabat Rasulullah SAW dan tabi’in dan tabiun tabi’in.

Bukankah ada hadits untuk menerangkan tentang bagaimana ibadah, wudhu khususnya?, jika kita membaca hadits apakah kita tahu mana yang sahih mana yang tidak?. Sahih yang berlabel Bukhari / Muslim? Tentu saja itu sahih. Yang perlu diketahui adalah Imam Bukhari dan Imam Muslim tidak sampai pada keilmuan para Imam mazhab, yang 4 terkenal di atas sehingga tidak dapat membuat mazhab.

mazhab adalah adalah memilih / pilihan, maka contoh jika mazhab Syafi’i adalah pilihan Imam Syafi’i dalam mengambil dari Qur’an dan hadits untuk ibadah, jika belum ditemukan maka ia berijtihad. Misalnya dalam hal bissmillah, mazhab Syafi’i adalah di jahrkan dalam sholat Subuh, Magrib, dan Isya’ maka pada mazhab Maliki misalnya adalah dengan cara dibaca dalam hati (pelan). Jika kita tidak mengambil dari salah satu mazhab lantas bagaimanakah kita menerapkan dalam ibadah sedang kita lebih dekat pada bodoh dan ketidaktahuan dan mahzab ke 4 imam adalah bersanad yang keilmuan dan hafalannya tersambung sampai ke Rasulullah. Semoga Allah menambah keimanan, keilmuan, dan memperbagus akhlak kita, aamiin ya Rabb.

Kembali pada bab wudhu, pada mazhab Syafi’i pengerjaan pengerjaannya sebagai berikut:

1 Niat Wudhu (wajib)

Dapat dilakukan dengan melafalkan maupun dalam hati.

2 Berdoa sebelum wudhu (sunnah)

Latin: “A’uudzubika min hamazaatisy syayathiini wa ‘auudzubika rabbian yahdluruuni.”

3 Membasuh Kedua Telapak Tangan (Sunnah)

4 Berkumur-Kumur Dan Memasukkan Air Ke Hidung (Sunnah)

5 Membasuh Wajah (Wajib)

Batasnya ialah kepala bagian depan meliputi, dahi pelipis berbatasan telinga sampai dagu (termasuk jenggot jika tebal untuk menselai dengan jari).

6 Membasuh Kedua Tangan Sampai Siku (Wajib)

Membasuhnya secara merata dimulai dari kanan lalu kiri.

7 Menyapu Kepala (Wajib)

Jika menyapunya meski sedikit walau beberapa helai telah mencukupi (sah).

8 Membasuh Telinga (Sunnah)

Menyela-selai keduanya dengan air yang baru dari air kepala lebih baik.

9 Membasuh Kedua Kaki (Wajib)

Membasuh merata sampai kepada kedua mata kaki.

 

Sunnah lainnya dalam wudhu adalah dengan:

Membaca bissmillah

Membasuhnya 3X sapuan

Dan dengan bersiwak sebelumnya

 

Semoga artikel ini dapat memberi sedikit tambahan ilmu maupun untuk mengingat tentang wudhu yang barang kali ada yang terlupa.

 

Sumber:

Ceramah Ustadz Adi Hidayat

Genesia.net – Tata Cara Wudhu Mazhab Imam Syafi’i

Cara Cek Nomor Induk Siswa Nasional (NISN)

Cek NISN

Sebagai seorang pendidik pengajar di era kini sangat didukung lewat dengan pesatnya teknologi. Dengan adanya Laptop & internet tentunya, jadi lebih cepat buat pada pendataan murid pada suatu sekolahan. Apabila kita adalah adalah  seseorang pendidik pengajar atau wali anak didik & ingin mengecek apakah murid kita telah terdaftar resmi ialah adalah dengan cara mengecek NISN.
NISN adalah artinya merupakan singkatan menurut Nomor Induk Siswa Nasional, maka bila telah mempunyainya murid tersebut sudah valid menjadi siswa Indonesia. NISN mungkin misalnya KTP buat bagi warga negara Indonesia. Bedanya apabila jika KTP adalah adalah buat mereka yg berusia 17 thn ke atas & telah sudah memenuhi persyaratan buat tersebut.

Kegunaan NISN
• Mengidentifikasi seluruh setiap murid (peserta didik) pada semua sekolahan se-Indonesia menggunakan secara baku.
• Untuk sentra layanan sistem pengelolaan angka induk anak didik dengan secara online berbasis Teknologi Informasi & Komunikasi modern.
• Penerapan program-program perencanaan pendidikan, statistik pendidikan dan acara pendidikan di tingkat pusat, propinsi, kota, sampai sekolah.

Anda dapat mampu menghubungi via telefon juga email sesuai pada bawah ini apabila bila mendapati kesulitan.
Cara mengecek NISN sesungguhnya nisbi relatif gampang. Mudah.

1 Anda meng akses tautan di berikut ini: http://nisn.Data.Kemdikbud.Go.Id/halaman/data. Sesudah masuk pada website yang tertera. Anda bisa mampu menginput NISN anak didik yang akan di cek, telah terindekkah pada data pusat induk NISN. Setelah anda memasukkan nama, lalu akan muncul kabar data si anak didik berupa dari: Nomor induk, Nama lengkap, jenis kelamin, tpt tempat lahir, dan lepas lahir pula.

Untuk mengecek Nomor Induk Siswa Nasional sesungguhnya bisa sanggup pula menggunakan menginput liputan data si anak didik mulai dari, nama lengkap, loka lahir dan tgl tanggal lahirnya (kebalikkan dari cara pertama). Jika Maka jika di klik, tertera ada keterangan si anak didik secara menggunakan lengkap, jadi murid itu tersebut memang telah valid di data sentra induk murid Indonesia.

Lalu Jadi bagaimana bila bila si siwa belum memiliki mempunyai NISN atau jika bila pada cek tetapi memberitahuakn tidak ada keluar datanya?. Jika siswa sudah telah mendaftar untuk NISN akan namun tetapi data yang di cek tidak timbul keluar, masih ada terdapat dua kemungkinan. Pertama ialah adalah data yang didaftarkan belum terinput pada sentra data murid nasional. Yang nomor 2 situs guna untuk mengecek NISN sedang error atau perkara lain-lain menggunakan mengenai web tadi.

Apabila Jika murid yg anda daftarkan belum mempunyai mempunyai Nomor Induk Siswa Nasional anda dapat sanggup melalui cara di bawah ini.

A Dianjurkan terlebih dahulu agar buat mengeceknya pada web pada atas.

B Apabila Bila apabila murid belum tidak ditemukan, anda dapat mampu mendownload Formulir F-PD & formulir A.1 buat sebagai pengajuan Nomor Induk Siswa Nasional (NISN) baru dalam web pada tautan ini. Http://nisn.Data.Kemdiknas.Go.Id

C lalu anda dapat mampu mengeprin formulir-formulir diatas. Tersebut.

D Mengisi formulir-formulir yg telah sudah anda cetak secara manual.

E Menyerahkan formulir yang telah sudah diisi dengan lengkap ke pada operator NISN/NPSN sekolahan dimana anak didik asal.

F Dan terakhir buat bagi pihak sekolah tersebut mampu bisa mengirim formulir A.1. Kepada PDSP menggunakan menggunakan melalui email : pdsp@kemdiknas.Go.Id. Tunggulah dan dan pantau proses tersebut.

Itulah buat cara memngecek dan & menciptakan NISN buat bagi anak didik buat anda sebagai guru pendidik atau orangtua. Semoga goresan pena artikel ini bisa bisa membantu, arigato.

Source : genesia.Net

Memanjatkan Do’a Khatamil Qur’an

Kitab Suci Al qur’an adalah kitabnya seorang islam. Di sana (quran) merupakan pedoman hidup bagi manusia, petunjuk dari kegelapan hingga menuju terangnya untuk mengarungi hidup ini. Saking pentingnya al quran untuk seorang insan, pun begitu untuk seorang pencari ilmu (siswa). Maka sudah kewajiban kita senantiasa membaca dan mengamalkan segenap usaha kita. Al quran kitab ilmu, oleh sebab itu begitu banyak ilmu yang dapat kita petik. Menghafalkannyapun dapat mencerdaskan otak, sampai bisa dengan mudah menyerap pelajaran (sebagai siswa ) sebab yang nota bene memperkokoh hafalan kita tentunya.

Di masyarakat awam, sudah merupakan kebiasaan agar selesai khatam (selesai tilawah al quran dari juz 1 – juz 30) memanjatkan sebuah do’a. Doa tersebut sering juga disebut doa khatam quran atau doa Allahummarhamna bil quran biasanya. Dalam doa tersebut agar kita senantiasa mendapat keberkahan, dan tentu saja supaya diberi keistiqomahan untuk membacanya. Terkadang juga doa khatam menjadi “Pujian” saat (setelah adzan dan sebelum iqomah) di dalam masjid atau mushola desa.

Do’a khatam al quran bacaan bahasa arab:

Doa khatam quran bacaan pembacaan bahasa indonesia:
Allahummarhamna bil quran
waj’alhulana imama wa nuro
wa huda wa rohmah
Allahuma dzakkirna minhuma nasina
Wa ‘alimna minhuma jahilna
Warzuqna tilawatahu
Ana allayli wa athro fannahar
Wa’alhulana hujjatayya robbal’alamin

Arti doa khatamil quran:
Ya Allah rahmatilah kami dengan al Qur’an
Jadikan ia imam kami, cahaya, petunjuk
dan rahmat bagi kami
Ya Allah ingatkanlah kami apa yang kami lupa
dan ajarkan bagi kami apa yang kami jahil
Karuniakanlah kepada kami untuk dapat membacanya
sepanjang malamnya dan sepanjang siangnya
Jadikanlah ia perisai kami
Wahai Tuhan sekalian alam.

Menjadikan doa ini agar menjadi mempererat hubungan kita dengan al quran adalah baik. Doa adalah bentuk “butuhnya” seorang hamba kepada Rabb nya. Lewat berdoa kita memohon pertolongan supaya al quran menjadi teman setia siang dan malam. Serta pembimbing agar menunjukkan mana yang baik atau yang buruk. Meminta hal baik dalam kebaikan agar menjadi lebih baik tentu Allah akan lebih ridho dan meng ijabahi doa kita, aamiin. Warzuqna tilawatahu, Warzuqna tilawatahu, Warzuqna tilawatahu ya Rabb.

Semoga tulisan ini bisa menjadi sedikit penerangan, bahwa al quran merupakan hal yang penting untuk membaca dan mengamalkannya. Sehingga kita menjadi manusia unggul. Maka berdoa setelahnya ialah mujarab, setelah membaca doa khatamil pun bisa menambahkan dengan doa sesuai hajat kita, tentunya lewat yang telah dicontohkan Rasulullah SAW.

sumber artikel dari genesia.net

Kita Punya Makanan Khas Indonesia yang Harus Dijaga

Indonesia begitu kaya. Tidak cuma kaya SDA, dan pulau, Indonesia faktanya juga kaya variasi masakan. Setiap wilayah mempunyai identitas masakan masing-masing. Kekayaan kuliner ini juga nggak boleh lengah dari pengawasan. Warna dan negara wajib bareng-bareng menjaga peninggalan para pendiri bangsa ini supaya tidak asal diambil oleh bangsa lain.

Masakan Indonesia juga layak dibanggakan. Nggak kalah lezat dengan masakan dari negara-negara maju lainnya. Paduan bumbu rempah-rempah menjadi ciri khas kenikmatan kuliner Indonesia. Seperti yang kita pahami, rempah-rempah juga baik untuk menjaga kesehatan.
Berikut ini 10 masakan khas Indonesia yang paling mashur di Indonesia dan dunia.

1. Rendang Padang

Siapa yang tak kenal rendang. Kuliner ini sudah beberapa kali dinobatkan sebagai kuliner paling lezat di dunia oleh CNN Grup. Rendang juga hampir diakuisisi oleh negara lain. Nggak ada yang menyangka, rendang berasal dari daerah Indonesia, lebih tepatnya Padang Provinsi Sumbar.

Rasa nikmat rendang yang tidak terkalahkan ternyata memang cocok dengan cara memasaknya yang cukup sulit. Yaitu dengan merebus rendang dalam santan sampai tinggal minyaknya, setelah kering dituangkan santan lagi, lalu direbus lagi sampai kering. Seperti itu seterusnya sampai cukup.
Tidak heran, bahwa rendang asli Padang bisa bertahan sampai berminggu-minggu tanpa dipanaskan.

2.Empek-Empek Palembang

Empek-empek dari Palembang. Pasti kamu sudah tak asing menjumpai makanan empek-empek. Olahan ini begitu sederhana menurut penulis, yakni campuran antara tepung dan ikan setelah itu digoreng. Akan tetapi makanan ini sangat digemari oleh masyarakat, tidak terkecuali bule yang datang ke Indonesia.

Tak heran, empek-empek terjual dimana mana, mulai dari pedagang asongan sampai restoren besar. Tentunya harga & kualitas mereka yang membedakan. Lebih-lebih sekarang ini telah mulai banyak yang menjual empek-empek lewat web.

3. Pecel

Kuliner khas dari Madiun Jatim ini telah menjadi santapan sehari-hari di manapun. Biasanya menjadi makanan utama untuk sarapan. Hidangan berupa kulupan yang diguyur dengan sambal kacang ini tak bisa dipisahkan dari masyarakat Jawa khususnya.

Rasa pecel murni ya terdapat di Madiun. Tapi sekarang tiap-tiap daerah memiliki ciri khas pecel sendiri-sendiri.

4. Nasi Goreng

Mulai anak kecil sampai orang tua semua suka nasi goreng. Bahkan akhir-akhir ini salah satu mantan anggota MU – Rio Ferdinand– membagi cerita perjalanannya ke Singapura di jejaring sosial, dan pada Sabtu lalu dia mengunggah foto selfie dengan nasi goreng di Twitter menggunakan hashtag Singapura.

Food selection yang mudah ditemui di pinggir jalan, coffee shop ataupun restoran ini sangat mudah dibuat loh. Yakni dengan menggoreng nasi, sayur & bumbu tradisional serta margarin. Supaya lebih lezat biasanya ditambahkan gorengan telur & daging ayam.

5. Bakso

Bakso, atau bahasa Inggrisnya meatball pasti ada di setiap daerah di Indonesia. Saya sendiri yang pernah domisili di Malang sangat akrab dengan bakso malang. Pastinya bakso Malang punya kelebihan tersendiri. Selain murah, bakso pun penuh gizi, sebab umumnya terbuat dari daging sapi. Mungkin ada beberapa yang sengaja menjajakan bakso daging ayam, tapi itu nggak banyak.

6.Gado-gado

Sesuai namanya, gado-gado adalah makanan yang terdiri dari berbagai macam rebusan sayuran. Setelah itu disiram dengan saus kacang. Supaya lebih nikmat umumnya diberi potongan telur dan bawang goreng. Makanan yang menyerupai dengan karoket ini asalnya dari suku Betawi.

7. Soto

Soto seperti telah menjamur di Indonesia. Sampai-sampai setiap daerah mempunyai ciri khasnya masing-masing, ada soto ayam lamongan, coto makassar, soto madura, dan lain-lain. Pada dasarnya soto berbentuk kuah bening minyak yang ditaburi dengan potongan daging, telur dan mie. Apa bila muncul wujud lain dari soto, ya demikianlah kekayaan kuliner negara kita.

8. Rujak

Aslinya rujak jaman dulu hanya berwujud racikan buah dan sayuran. Selanjutnya disiram dengan bumbu spesial. Seiring kemajuan zaman, rujak berubah menjadi bermacam macam wujudnya. Ada rujak cingur, rujak asin, rujak bulun dan masih banyak lagi. Varian rujak ini berasal dari perbedaan formasi buah dan racikan bumbu rujak itu sendiri. Masing-masing daerah memiliki kekayaan buah dan sayur masing-masing. Seperti itulah kekayaan masakan Indonesia.

9. Ketoprak

Sedapnya resep ketoprak khas Jakarta dengan lontong dan saus kacangnya. Ketoprak biasanya akan mengingatkan kita pada lawakan. Akan tetapi, dalam dunia makanan, ketoprak ialah makanan istimewa dari ibu kota Jakarta. Ketoprak sering dijadikan makanan pengganti untuk sarapan, makan siang, sampai makan malam.

Bahan utama yang dimanfaatkan adalah bihun, lontong, tahu, dan capar. Semua bahan itu disatukan di 1 wadah, selanjutnya disiram dengan saus kacang, brambang goreng, dan kerupuk.

10. Sate Gule

Sate dan gulai sebenarnya adalah dua lauk yang berbeda. Akan tetapi dimana-mana mereka disantap dalam satu meja. Ada yang bilang “menyantap sate paling sedap ya bareng gulai”. Sate gulai umumnya disajikan dalam acara aqiqah, sunatan dan lain-lain. Sate gulai ialah kuliner khas jawa. Bila Anda menginginkan catering aqiqah di jakarta, saya rekomendasikan Bunayya Aqwiqah Jakarta. Lezat dan empuk.

Sate adalah daging yang diiris kecil-kecil, ditusuk bambu, diolesi bumbu selanjutnya dikipasi di atas bara api. Kalau gulai merupakan tulang belulang dan daging yang digodok dengan kuah berbumbu rempah alami.

Itulah makanan khas Indonesia yang telah saya susun. Semoga kita dapat menjaga. Bagi Anda yang belum mencoba salah satu dari makanan di tadi, jangan mau ketinggalan.

Mengapa Pemuda Harus Berkarya?

Hal urgent yang bisa membedakan kita dengan komputer ialah keahlian berkarya. Dengan karya itu kita dapat memberikan manfaat untuk sesama, bahkan untuk dunia ini. Akan tetapi, sebagian besar kita tak mau memanfaatkan kemampuan tersebut. Mereka lebih banyak direpotkan dengan sesuatu yang melengahkan.

Kita tak diberi tahu gimana cara berkarya untuk orang banyak. Kita sekedar diperintahkan mengingat nama-nama body organ tubuh yang dapat dikerjakan oleh gadget. Kadang kita diminta menemukan rumus-rumus yang sudah ada tersebar di google. Ohh no.

Sehingga kata ‘berkarya’ dianggap sangat berat. Padahal berkarya gak musti selalu di sektor sains. Karya dapat dari semua bidang. Seni suara pun dapat dijadikan wahana karya yang bermanfaat bagi orang banyak.

Seseorang yang berkarya tidak pernah mati, walau badannya telah mati. Karyanya yang membuat tetap hidup dan diingat oleh orang banyak. Misalnya penemu lampu, Thomas Alfa Edison. Apakah orangnya masih ada? Tidak. Namun namanya tetap hidup & tercatat dalam situs sejarah. Dia akan selalu dikenal selama bola lampu masih dimanfaatkan.

Kemudian bagaimana dengan kita yang sesungguhnya mempunyai kemampuan berkarya selayaknya mereka, namun hanya bersikap seperti robot karyawan. Cuma bisa mencari kerja kesana kemari. Kenapa kita memilih untuk jadi manusia yang tidak berkembang padahal mempunyai kesempatan mengerjakannya.

Apapun yang kita terima saat ini merupakan buah dari pekerjaan yang kita lakukan di masa lalu. Mengapa kita gak mengusahakan yang fading baik saat ini untuk kebahagiaan di masa yang akan datang.

Paling tidak berikut ini alasan kenapa kita perlu berkarya:

– Membuat diri ini lebih berguna untuk sesama

– Memberi jalan diri ini lebih maju

– Menghabiskan waktu untuk berkarya myata lebih afdhol kan?

– Tanda Syukur untuk Allah SWT atas semua yang kita terima, yakni untuk kita jadikan hal yang berguna

– Manusia bisa menjadi lebih kreatif & selalu tumbuh dengan singkat

– Semakin sering berkarya dan berambisi untuk berguna bagi masyarakat, maka semakin merasa belum ada apa-apanya (Semakin rendah hati).

– Semakin dikenang oleh orang banyak akan kemanfaatan karya yang dia hasilkan

Alhamdulillahirabbil’ alamin, sungguh penulis juga sudah mengelami bahwa berkarya begitu merubah hidup kita, mengapa? Karena diri ini merasa lebih berguna dan ingin jadi lebih bermanfaat untuk orang lain.

Sumber: Katasiana.com

Lembaga Pendidikan yang Mengacu Pada Dunia Kerja

Lembaga Pendidikan seharusnya memberikan pelatihan dan pembelajaran kejuruan bagi para akademisi serta pendidikan kejuruan dan teknis yang mereka butuhkan untuk menuju dunia kerja dan pengembangan berkualitas terbaik.

Sistem Pendidikan

Sistem pendidikan perguruan tinggi terhadap profesi dimaksudkan untuk memastikan bahwa para guru dapat melakukan perubahan yang mulus dari pendidikan menengah ke dalam pekerjaan berkualitas tinggi di samping untuk memajukan studi penelitian.

Perguruan tinggi untuk pendidikan bersatu dalam instruktur kemitraan, organisasi berbasis masyarakat, dan juga bisnis / industri / tenaga kerja, untuk mengintegrasikan pendidikan dan pembelajaran akademik dan kejuruan-teknis serta tambahan bantuan kurikulum tambahan dan juga postsecondary.

Secara tidak langsung, institusi pendidikan kerja dan pembelajaran merupakan segala sesuatu yang menghubungkan kelas dengan karir dan mencakup penerapan kurikulum untuk aplikasi “dunia nyata”, menghubungkan kehidupan institusi dengan rencana untuk mengetahui pengetahuan jangka panjang, menghubungkan sekolah dan daerah, seperti kelas yang berhubungan dengan lingkungan kerja.

Institusi yang Efisien

Institusi yang efisien dengan strategi profesi akan memberi jalan menuju pendapatan tinggi serta tugas dengan kemampuan tinggi. Jalur ini membutuhkan beberapa bentuk pendidikan dan pembelajaran serta koneksi pelatihan yang akan mengarah pada menawarkan kemajuan keterampilan, orientasi, dan dukungan untuk menghubungkan perawatan lanjutan anak muda ke pendidikan tinggi dan belajar juga pekerjaan profesi.

Pergeseran dari sekolah ke profesi bukanlah hal yang mudah, tapi dengan intro untuk pilihan profesi dan instruksional di sekolah hingga pendidikan dan pembelajaran karir, mungkin memberi kaum muda manfaat yang lebih baik untuk memahami profesi dan juga kemungkinan pendidikan yang terbuka bagi mereka. Metode pertumbuhan tenaga kerja yang efektif dapat mengenalkan siswa tentang peluang kerja dengan permintaan tinggi bersamaan dengan kebutuhan akan pendidikan dan pelatihan.

Mengetahui berkembang dengan aplikasi dunia nyata dan juga pekerjaan yang sesuai dengan pengalaman kerja merupakan isu penting. Program yang andal seharusnya memiliki kemampuan untuk menghubungkan murid dengan kemampuan pra-karir yang dibutuhkan untuk mendidik yang dipasok oleh kalangan industri dan juga perguruan tinggi, di mana pasar yang memiliki hubungan dekat dengan organisasi menawarkan pelatihan dan koneksi yang disetujui oleh industri kepada pengusaha.

Program pendidikan tinggi untuk pendidikan pekerjaan harus memiliki konseling remaja, mencapai orang dewasa yang membantu, dan juga solusi dukungan lain yang dibutuhkan yang menyusun bagian penting dari prosedur program. Beberapa layanan sangat penting seperti pengembangan keterampilan dan pembinaan yang merupakan salah satu layanan paling konstan yang biasanya ditawarkan oleh institusi yang memberi kesempatan kepada siswa untuk memperbaiki kemampuan mendasar.

Pengalaman Kerja

Pengalaman kerja adalah layanan reguler yang mencakup layanan masyarakat, magang, pekerjaan berbayar, yang merupakan program yang lebih fokus pada kemungkinan pekerjaan segera daripada pekerjaan jangka panjang. Posisi konseling akademik menekankan pada presentasi murid terhadap bukaan perguruan tinggi tertentu. Program terapi karir memberikan terapi umum pada keterampilan kapasitas kerja dasar, percakapan pilihan karir yang ideal, dan juga hubungan dengan pelatih. Mentoring adalah salah satu keterlibatan paling andal dalam program orang muda dimana sukarelawan dididik untuk bekerja dengan para peserta untuk membantu mereka dengan aplikasi perguruan tinggi dan juga keterampilan hidup mandiri.

Pendidikan dan pendidikan di sekolah untuk pekerjaan memberikan perpindahan yang mulus bagi kaum muda yang berada di tengah potensi keberhasilan mereka dalam pekerjaan dan pekerjaan.

Lebih lengkap tentang dunia kerja dan pendidikan baca di sharingkali.com

Informasi seputar kepenulisan kunjungi bunehaba.com