Mengapa Pemuda Harus Berkarya?

Hal urgent yang bisa membedakan kita dengan komputer ialah keahlian berkarya. Dengan karya itu kita dapat memberikan manfaat untuk sesama, bahkan untuk dunia ini. Akan tetapi, sebagian besar kita tak mau memanfaatkan kemampuan tersebut. Mereka lebih banyak direpotkan dengan sesuatu yang melengahkan.

Kita tak diberi tahu gimana cara berkarya untuk orang banyak. Kita sekedar diperintahkan mengingat nama-nama body organ tubuh yang dapat dikerjakan oleh gadget. Kadang kita diminta menemukan rumus-rumus yang sudah ada tersebar di google. Ohh no.

Sehingga kata ‘berkarya’ dianggap sangat berat. Padahal berkarya gak musti selalu di sektor sains. Karya dapat dari semua bidang. Seni suara pun dapat dijadikan wahana karya yang bermanfaat bagi orang banyak.

Seseorang yang berkarya tidak pernah mati, walau badannya telah mati. Karyanya yang membuat tetap hidup dan diingat oleh orang banyak. Misalnya penemu lampu, Thomas Alfa Edison. Apakah orangnya masih ada? Tidak. Namun namanya tetap hidup & tercatat dalam situs sejarah. Dia akan selalu dikenal selama bola lampu masih dimanfaatkan.

Kemudian bagaimana dengan kita yang sesungguhnya mempunyai kemampuan berkarya selayaknya mereka, namun hanya bersikap seperti robot karyawan. Cuma bisa mencari kerja kesana kemari. Kenapa kita memilih untuk jadi manusia yang tidak berkembang padahal mempunyai kesempatan mengerjakannya.

Apapun yang kita terima saat ini merupakan buah dari pekerjaan yang kita lakukan di masa lalu. Mengapa kita gak mengusahakan yang fading baik saat ini untuk kebahagiaan di masa yang akan datang.

Paling tidak berikut ini alasan kenapa kita perlu berkarya:

– Membuat diri ini lebih berguna untuk sesama

– Memberi jalan diri ini lebih maju

– Menghabiskan waktu untuk berkarya myata lebih afdhol kan?

– Tanda Syukur untuk Allah SWT atas semua yang kita terima, yakni untuk kita jadikan hal yang berguna

– Manusia bisa menjadi lebih kreatif & selalu tumbuh dengan singkat

– Semakin sering berkarya dan berambisi untuk berguna bagi masyarakat, maka semakin merasa belum ada apa-apanya (Semakin rendah hati).

– Semakin dikenang oleh orang banyak akan kemanfaatan karya yang dia hasilkan

Alhamdulillahirabbil’ alamin, sungguh penulis juga sudah mengelami bahwa berkarya begitu merubah hidup kita, mengapa? Karena diri ini merasa lebih berguna dan ingin jadi lebih bermanfaat untuk orang lain.

Sumber: Katasiana.com