Kajian Pustaka: Teori Stres

A.2. Teori  Stres

            Ada beberapa teori yang menjelaskan kondisi stres dari berbagai sudut pandang dalam Rice (1999). Diantaranya:

  1. Biological stress theories (Teori-teori stres secara biologis)

Teori ini menekankan bahwa stres merupakan proses biologis dalam diri seseorang. Meskipun ada banyak teori biologis yang menjelaskan tentang stres, namun dalam referensi ini hanya dijelaskan dua teori saja. Yaitu teori dari Hans Selye yang disebut dengan general adaptation syndrome (sindrom adaptasi umum) dan yang kedua adalah genetic constitutional theory (teori konstitusional genetis).

Teori pertama yaitu general adaptation syndrome atau disingkat dengan GAS memiliki empat poin penjelasan secara umum. Pertama, bahwa semua organism biologis memiliki sebuah dorongan untuk mempertahankan keseimbangan wilayah internal atau disebut homeostatis. Sedangkan mempertahankan kondisi internal agar seimbang (homeostatis) adalah tugas sepanjang hidup. Kedua, semua stresor seperti tuntutan kerja, akan mengganggu keseimbangan internal. Tubuh merespon semua stresor, baik yang menyenangkan atau yang tidak menyenangkan, dengan sebuah gangguan psikologis yang tidak spesifik. Reaksi ini berupa proteksi dan pertahanan diri. Ketiga, penyesuaian terhadap stres terjadi dalam banyak tingkatan. Hal ini tergantung pada seberapa mampu penolakan dapat dilakukan dihubungkan dengan intensitas dan dan durasi dari sebuah stresor. Keempat,  sebuah organism memiliki energy cadangan yang bersifat adaptif, sehingga ketika organism kehilangan kemampuan untuk menangani stres maka dapat memungkinkan terjadi kematian.

Teori kedua dari teori stres secara biologis adalah genetic constitutional theories. Menurut teori ini, kemampuan untuk menolak stres tergantung pada penerapan strategi coping  dalam menghadapi kondisi mendesak dan menekan. Kemampuan ini berhubungan dengan beberapa factor sejarah genetis individu, faktor tersebut disebut sebagai predisposing factors. Faktor genetis mampu menurunkan risiko dalam beberapa cara. Genetis mempengaruhi keseimbangan system ANS (autonomic nervous system). Sistem ANS berfungsi membantu menyeimbangkan proses tubuh. Gen-gen tubuh juga berfungsi mengontrol kode untuk struktur dan fungsi dari system organ dan tubuh yang sangat penting terhadap risiko stres seperti system jantung, tekanan darah dan sistem pencernaan.

  1. Psychological stress theories (Teori-teori stres secara psikologis)

Teori yang termasuk dalam psychological stress theories adalah teori psikodinamik, teori pembelajaran, dan teori kognitif. Menurut teori psikodinamik, Freud mendiskripsikan dua macam kecemasan (anxiety), kecemasan sinyal (signal anxiety), dan kecemasan traumatic (traumatic anxiety). Kecemasan sinyal terjadi ketika objek eksternal berbahaya hadir sangat dekat sehingga menjadi stresor (bahaya – cemas). Kecemasan traumatik adalah bentuk dominan  kecemasan  dari teori Freud yang merujuk pada insting, dinamika internal sehingga muncul kecemasan. Seperti contohnya, kecemasan akan muncul karena adanya penekanan terhadap hasrat seksual ataupun dorongan agresif.

Menurut teori pembelajaran (learning theory),  dalam menjelaskan kondisi stres teori ini secara umum menggunakan juga istilah classical conditioning model (Pavlovian), operant model (skinnerian), atau kombinasi dari keduanya. Ada dua aspek dari proses conditioning yang penting untuk teori stres. Pertama, respon emosional, seperti takut dan cemas adalah hal yang komplek yang di dalamnya terkandung unsure behavioral, psikologis, dan komponen fisiologis. Perilaku-perilaku penghindaran seseorang menjaga seseorang dari rasa sangat takut dari stimulus stres. Secara subjektif, seseorang yang memiliki pengalaman yang menakutkan dari sebuah objek atau kejadian maka psikologisnya akan terganggu, hal ini akan menihkatkan level biologis tubuh seperti tekanan darah, suhu tubuh dan seterusnya. Kemudian di waktu yang lain jika seseorang ini menghadapi stimulus yang sama tersebut, maka level dari stimulus tersebut sudah rendah dalam mempengaruhi rasa takut pada seseorang.

Kedua, Kecemasan mungkin menjadi antisipasi setelah kondisi asli yang telah tejadi. Kecemasan dapat terganggu hanya dengan membicarakan ataupun memikirkan stimulus yang ditakuti bahkan tanpa ada tekanan yang tiba-tiba. Penjelasan tentang stres menurut teori operant lebih banyak menekankan pada perilaku penghindaran dan kontrol diskriminatif dari perilaku simptom. Perilaku penghindaran merupakan sebuah respon operant yang memungkinkan untuk menurunkan ketakutan dan kecemasan yang dipelajari.

  1. Social stress theories (Teori-teori stres secara sosial)

Beberapa teori stres social fokus pada integrasi individu sebagai bagian dari masyarakat dan tekanan-tekanan dari banyak masyarakat. Menurut teori konflik, stres terjadi ketika seseorang tidak dapat mendapatkan pekerjaan, rumah, pendidikan dan tidak dapat terlibat proses politik. Teori konflik juga melihat stabilitas hubungan sosial dan distribusi barang-barang ekonomi dan jasa di masyarakat. Secara teoritis, stres adalah hasil hubungan social yang tidak stabil yang tidak dapat dihindari dan kehilangan akses terhadap kebutuhan layanan sosial, lemahnya kekuatan dan kontrol personal.

Stres menjelang pernikahan karna nervous? bisa baca artikel tentang malam pertama

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *