Jenis Aspal Hotmix Untuk Perumahan

Jenis Aspal Hotmix

Salah satu kebutuhan jalan aspal yang akan selalu ada dan memiliki banyak permintaan adalah perumahan. Nilai penjualan rumah terus meningkat sehingga kebutuhan pengaspalan pun ikut terdongkrak naik.Dalam hal ini, jasa pengaspalan akan melakukan sejumlah persiapan, termasuk memilih aspal yang tepat bagi kepentingan perumahan. Aspal yang digunakan adalah aspal hotmix. Setidaknya ada dua jenis aspal hotmix yang umumnya digunakan untuk area perumahan, yakni fine grade dan sand sheet (latasir).

Aspal Fine Grade untuk Jalan Perumahan

Aspal hotmix jenis fine grade merupakan aspal yang didominasi oleh agregat dengan fraksi halus dalam daya dukung campurannya.

Pada pelaksanaan pembuatan jalan, tebal fine grade minimal adalah 2,8 cm dan maksimal 3 cm. Pemadatan dengan menggunakan aspal hotmix jenis fine grade ini dinilai lebih baik dengan segregasi yang lebih rendah.Aspal hotmix jenis fine grade memiliki sifat yang sangat kedap air. Artinya, fine grade memiliki permeabilitas yang rendah. Otomatis penggunaan aspal hotmix jenis fine grade memberikan perlindungan lebih terhadap jalan perumahan dari kerusakan seperti retak atau lubang.

Aspal Sand Sheet (Latasir) untuk Jalan Perumahan

Sementara jenis satu lagi yang biasa digunakan untuk pengaspalan jalan perumahan adalah sand sheet atau latasir.

Sand sheet (latasir) adalah lapis penutup permukaan perkerasan yang terdiri atas agregat halus/pasir (bisa juga keduanya) dan aspal keras. Campuran ini disatupadukan, digelar, dan dipadatkan dalam suhu panas tertentu.

Sand sheet (latasir) sendiri memang ditujukan untuk jalan dengan frekuensi lalu lintas rendah. Meski demikian, penggunaannya juga bisa diperuntukan bagi kepentingan pemeliharaan atau perbaikan sementara pada jalan dengan lalu lintas yang lebih tinggi.Tebal nominal minimum untuk sand sheet (latasir) ini adalah 1,5-2 cm. Sand sheet (latasir) dipilih oleh jasa pengaspalan karena menghasilkan permukaan jalan yang mulus. Durabilitas sand sheet (latasir) ini sendiri tergolong rendah karena memang bukan ditujukan untuk menanggung beban berat.

Mengapa Menggunakan Aspal Hotmix Fine Grade dan Sand Sheet (Latasir)

Aspal hotmix jenis fine grade dan sand sheet (latasir) merupakan aspal ringan yang memang diperuntukkan bagi jalan lalu lintas rendah. Jenis-jenis ini digunakan karena spesifikasi campurannya memang sesuai untuk menghadapi lalu lintas ringan hingga sedang. Dengan demikian, penggunaannya cocok untuk kompleks perumahan.

Jalan perumahan sendiri termasuk ke dalam kategori jalan lingkungan. Jalan lingkungan memiliki ciri-ciri melayani perjalanan kendaraan dalam jarak dekat, kendaraan-kendaraan berukuran kecil, dan dalam kecepatan rendah.

Sementara itu, jalan dengan volume lalu lintas rendah sendiri memiliki sejumlah kriteria. Di antaranya jalan tersebut dilalui kurang dari 400 kendaraan per hari dan persentase untuk truk ringan dan kendaraan berat 15-30% saja.

Seperti yang kita ketahui, kondisi lalu lintas perumahan tentu tidak seramai jalan raya nasional. Beban kendaraannya pun juga tidak berat. Jarang sekali ada truk-truk besar, bus, atau kendaraan berat yang akan lewat. Kendaraan yang melintas umumnya hanyalah sepeda, sepeda motor, dan mobil kepunyaan warga.

Suatu lingkungan perumahan yang baik memang harus ditunjang dengan sarana dan prasarana yang memadai. Salah satu prasarana tersebut adalah jalan yang dapat berfungsi dengan baik. Dengan hadirnya jalan perumahan yang berkualitas dan memenuhi standar maka hal tersebut akan dapat membawa keamanan dan kenyamanan bagi warganya. Jika Anda membutuhkan pengaspalan hotmix untuk perumahan, langsung saja hubungi jasa pengaspalan terpercaya di kota Anda. Kriteria pengaspalan untuk jalan perumahan memang memiliki ketentuannya sendiri. Jadi, pastikan Anda memilih dan merencanakan proyek jalan perumahan Anda dengan tepat bersama layanan pengaspalan profesional. Jurnal Mahasiswa UNS

Pengalaman Magang di Perusahaan Jasa Pengaspalan

Pengalaman magang pas jadi mahasiswa itu mengasyikkan jika diingat-ingat, ada kisah suka dan duka yang menghiasi di setiap prosesnya. Dari mulai yang tidak tau apa-apa menjadi tau apa-apa meskipun sedikit, bagi saya, magang di jasa pengaspalan PT Laksana Karya Indonesia merupakan waktu terbaik untuk belajar apalagi jika tempat magangnya supportive dan positif.

Magang itu tempat kita mengambil ilmu sebanyak-banyaknya yang kita bisa ambil, karena magang bagi saya merupakan suatu pemanasan untuk menuju ke dunia yang sesungguhnya. Untuk itu, saya pergunakan dengan sebaik-baiknya kesempatan magang kemarin.

Pengalaman Magang Teknik Sipil

Magang atau kerja praktek adalah salah satu kegiatan yang wajib untuk mahasiswa program studi teknik sipil, tujuannya tak lain agar bisa beradaptasi dengan lingkungan pekerjaan di lapangan dan juga memahami bagaimana penerapan teori yang dipelajari di mana diperoleh dari mata kuliah. Magang atau kerja praktek ini merupakan salah satu syarat administrasi akademik sebelum mengambil tugas akhir atau skripsi untuk menyelesaikan sarjana atau S1.

Untuk di kampus saya, kerja praktek ini masuk ke mata kuliah 2 SKS dan salah satu mata kuliah yang harus diambil karena syarat sah agar bisa lulus kuliah. Untuk bisa mengikuti magang atau kerja praktek ini, mahasiswa harus bisa menyelesaikan beberapa syarat, seperti sudah menempuh mata kuliah sejumlah 110 SKS, lalu sudah menyelesaikan tugas besar dan praktikum, kerja praktek di teknik sipil umumnya dilakukan selama satu semester, 3 bulan turun ke lapangan tempat proyek yang dilaksanakan. Lalu sesudah selesai di lapangan, hal yang harus dilakukan yaitu penyusunan laporan kerja praktek yang harus dikonsultasikan dengan dosbing atau dosen pembimbing.

Cerita Magang

Hal pertama yang harus dilakukan pada saat akan  melaksanakan kerja praktek yaitu menentukan di mana atau proyek tempat kita akan melaksanakan kerja praktek. Kerja praktek umumnya dapat dilaksanakan di berbagai bidang proyek, seperti proyek jembatan, jalan, gedung, irigasi atau proyek yang lain dimana memenuhi syarat yang ditentukan dari jurusan, soal bagaimana cara memperoleh proyek umumnya tergantung bagaimana upaya tiap mahasiswa untuk mencari proyek.

Upaya tersebut meliputi memiliki kenalan dengan orang-orang yang berurusan di dunia konstruksi, mencari informasi berkaitan dari dinas pekerjaan umum sampai mencari informasi di internet milik dinas pekerjaan umum untuk proyek milik pemerintah dan dapat mencari tahu dari berbagai kenalan untuk proyek-proyek milik swasta. 

Sesudah memperoleh proyek yang diinginkan berikutnya yaitu mengurus persyaratan administrasi ke jurusan untuk membuat surat pengantar atau surat pemberitahuan akan melaksanakan ke instansi terkait seperti owner atau kontraktor atau konsultan yang menaungi proyek tersebut. Sesudah selesai surat izin tersebut, baru dapat turun ke lapangan untuk memulai kerja praktek. Umumnya akan dibimbing oleh seorang penanggung jawab di lapangan dan juga dosen pembimbing kerja praktek.

Pada saat melaksanakan kerja praktek di lapangan, hal yang harus diperhatikan betul yaitu menyiapkan dokumen seperti absen harian, lembar konsultasi, gambar perencanaan, dokumen rencana anggaran biaya dan jadwal waktu atau jadwal rencana proyek. Tugas mahasiswa pada saat kerja praktek yaitu memahami dan melaksanakan pembuktian sesudah apa yang sudah dipelajari di bangku kuliah.

Pada saat kerja praktek, mahasiswa harus belajar memahami berbagai macam permasalahan atau kendala yang terjadi di lapangan dan memahami bagaimana metode pelaksanaan suatu pekerjaan di lapangan dimulai dari persiapan, pekerjaan galian atau tanah, pekerjaan struktur sampai finishing atau penyelesaian suatu pekerjaan.

Mahasiswa juga wajib memahami berbagai macam material yang dipakai untuk pekerjaan konstruksi mulai dari semen, pasir, besi, baja dan lainnya sampai detail alat-alat yang dipakai untuk tiap jenis pekerjaan tersebut, selain material dan alat-alat yang dipakai pada pekerjaan konstruksi. Mahasiswa juga wajib memahami bagaimana metode pelaksanaan proyek tersebut dan membuat suatu laporan progres pekerjaan seperti laporan harian, mingguan dan bulanan untuk memenuhi kelengkapan lampiran magang atau kerja praktek.

Pada intinya, selama pelaksanaan kerja praktek selama 3 bulan di lapangan, mahasiswa wajib belajar sebagaimana berpartisipasi ke dalam sebuah proyek mulai dari pelaksanaan dan pengawasan tiap detail pekerjaan dari metode, bahan material dan alat yang dipakai juga bisa membuat laporan lengkap berkaitan dengan keberlangsungan sebuah proyek secara lengkap.

Sesudah proyek selesai kerja praktek, mahasiswa mengurus dokumen seperti surat selesai kerja praktek dari pihak kontraktor, absen yang sudah ditanda tangani oleh pengawas lapangan. Pun melengkapi berbagai macam dokumen yang dibutuhkan kelengkapan laporan pada saat akan melaksanakan bimbingan dengan dosen pembimbing kerja praktek dan persiapan untuk sidang atau responsi kerja praktek.

Saya sendiri melaksanakan kerja praktek di proyek pembangunan jembatan simpang kecamatan lubuk besar, kabupaten bangka tengah untuk periode maret sampai juni 2019. Saya berada di lapangan sekitar 4 bulanan disebabkan proyek sedikit molor karena terkena beberapa kendala seperti telah mengirim pondasi tiang pancang dan juga hari besar keagamaan selama 1 minggu dan beberapa kendala lain yang tidak terduga kedatangannya di lapangan.

Area proyek yang berada di luar kota juga menjadi kendala, sebab harus menempuh perjalanan sekitar 1 jam lebih dari kota pangkal pinang. Melakukan kerja praktek pada saat bulan puasa juga menjadi sebuah tantangan tersendiri karena panas-panasan di lapangan. Pekerjaanya pun juga kadang harus dilanjutkan pada malam hari atau lembur.

Proyek jembatan yang dibangun ini adalah pergantian dari jembatan sebelumnya yang masih memakai konstruksi baja telah dimakan usia. Nah, dikhawatirkan akan mengganggu kelancaran jalan yang menghubungan kecamatan lubuk besar dengan kecamatan koba, bangka tengah.

Dari latar belakang tersebut, direncanakan pembangunan dengan konstruksi beton dengan panjang sekitar 15 m memakai pondasi tiang pancang berjumlah 10 batang pada tiap abutment dan dengan memakai balok girder atau balok utama dan balok diafragma atau balon anak dari konstruksi beton dan plat lantai beton serta plat injak dengan mutu 20-30 Mpa sebagai pekerjaan struktur inti. Lalu untuk pekerjaan lapis jalan akan memakai perkerasan laston lapis AC/WC dan AC/BC.

Gambar Dokumentasi PT Laksana Karya

Area pekerjaan proyek jembatan simpang mencakup:

Persiapan:

  • Proses mobilisasi
  • Jembatan untuk sementara

Pekerjaan drainase:

  • Galian untuk selokan saluran air dan drainase
  • Pasangan batu serta mortar

Pekerjaan tanah:

  • Galian biasa
  • Galian struktur dengan kedalaman mencapai 0-2 meter
  • Timbunan biasa
  • Timbunan pilihan diambil dari sumber galian
  • Penyiapan bahu jalan
  • Pembersihan dan pengupasan lahan

Pekerjaan konstruksi jembatan:

  • Pekerjaan timbunan lokasi pemancangan
  • Pekerjaan pemancangan pondasi tiang pancang
  • Pekerjaan pile cap dan abutment
  • Pekerjaan wing wall
  • Pekerjaan balok girder
  • Pekerjaan diafragma
  • Pekerjaan lantai jembatan
  • Pekerjaan trotoar
  • Pekerjaan pelat injak
  • Pekerjaan tiang sandaran
  • Pekerjaan tembok sedada

Pekerjaan perkerasan berbutir:

  • Pekerjaan dengan lapis pondasi agregat kelas A                         
  • Pekerjaan konstruksi jalan:
  • Pekerjaan galian dan timbunan
  • Pekerjaan drainase
  • Pekerjaaan talud untuk konstruksi jalan
  • Pengadaan dan pemasangan geotekstil
  • Pekerjaan pondasi jalan dan jasa pengaspalan jalan.

Pekerjaan perlengkapan:

  • Pekerjaan pemasangan rambu keselamatan jalan
  • Pekerjaan pengecatan
  • Pekerjaan papan nama jembatan

Pada proyek pembangunan jembatan simpang ini direncanakan waktu awal dikerjakan proyek mulai maret 2019 sampai oktober 2019 (240 hari dalam kalender). Untuk dana sendiri menghabiskan Rp4.715.669.000, dimana dilaksanakan oleh PT Laksana Karya Indonesia selaku pihak kontraktor.

Itulah sedikit pengalaman mengenai magang teknik sipil di PT Laksana Karya Indonesia yang mana memberikan alur cerita yang hebat untuk terus berproses maju. Demikian sedikit pengalaman magang saya sebagai mahasiswa UNS.