Candi Sari

Blog Mahasiswa UNS – Apakah anda mencari alternatif wisata di yogyakarta? apakah anda sudah merencanakan untuk berlibur di yogyakarta tetapi masih belum nemu tempat mana yang akan anda kunjungi nantinya? Tenang saja, di sinilah anda akan menemukan jawabannya, salah satu tempat wisata yang anti mainstream, sehingga waktu berlibur anda ke yogyakarta tidak akan terbuang sia-sia. Apakah tempat wisata itu? Jawabannya adalah Candi Sari

Candi ini akan menjadi jawaban anda dalam tujuan anda pergi ke yogyakarta, mengapa? Karena disinilah anda akan mendapatkan pengetahuan, keindahan dan kepuasan yang bercampur menjadi satu. Tempat wisata ini anti mainstream karena seperti yang diketahui, berlibur ke yogyakarta identik dengan malioboro, pantai parangtritis dan lainnya. Nah, candi ini adalah keseruan anda dalam membuang waktu berkunjung ke yogyakarta.

Penasaran dengan candi ini? Yuk simak informasi berikut inidari kami Arkadewi Tour sebagai Biro Paket Wisata Jogja.

Candi Sari

Candi Sari

Candi ini berada sekitar 10 km dari pusat kota yogyakarta, hanya berjarak sekitar 3 km dari candi kalasan. Persisnya, candi ini berada di desa bendan, kelurahan tirtomartani, kecamatan kalasan, kabupaten sleman, yogyakarta. sesuai dengan nama desa tempat candi ini berdiri, memiliki julukan dengan candi bendan.

Menurut perkiraan candi ini berdiri sejak abad ke 8 m, yaitu pada masa pemerintahan rakai panangkaran, bersamaan dengan masa dibangunnya candi kalasan. Kedua candi ini tersebut memang mempunyai banyak kemiripan, baik dari segi arsitektur atau reliefnya. Keterkaitan kedua candi ini dijelaskan dalam prasasti kalasan (700 saka/778 m).

Dalam prasasti kalasan, dijelaskan bahwa para penasehat keagamaan wangsa syailendra sudah menyarankan supaya maharaja teja purnama panangkaran, yang diperkirakan merupakan rakai panangkaran, mendirikan bangunan suci untuk memuja dewi tara dan suatu biara untuk pendeta buddha. Untuk pemujaan dewi tara, dibangunlah tempat candi kalasan, sementara untuk asrama pendeta buddha dibangun candi bendan ini.

Kegunaannya yaitu untuk asrama atau tempat tinggal, terlihat dari bentuk keseluruhan dan bagian-bagian bangunan dan dari bagian dalamnya. Bahwa candi ini adalah bangunan agama buddha terlihat dari stupa yang ada di puncaknya. Candi ini ditemukan lagi pada awal abad ke 20 dalam kondisi yang sudah rusak berat. Pemugaran pertama dilakukan antara tahun 1929 hingga tahun 1930. Mengenai pemugaran dari Candi Sari ini, kempers berpendapat bahwa hasilnya ini kurang memuaskan.

Dalam artian, pemugaran tersebut belum berhasil mengembalikan 100% keutuhan bangunan aslinya. Hal ini dikarenakan oleh banyaknya bagian candi yang sudah hilang. Di sisi lain, pada saat pertama kali ditemukan, ada bagian-bagian bangunan yang telah rusak termakan usia, terutama yang bukan terbuat dari batu.

Pada abad ke 19, kisaran 130 m dari candi kalasan ditemukan reruntuhan candi, yang menurut perkiraan sebagai tempat tinggal para pendeta. Candi  yang sekarang ini, di mana letaknya tak jauh dari candi kalasan, merupakan sebagian saja dari semua kumpulan candi yang sudah hilang. Diperkirakan, dahulu ada pagar batu yang hanya mengelilingi candi.

Pintu masuk dari candi ini dijaga oleh sepasang arca dwarapala yang mana memegang gada dan ular, seperti yang ada di depan vihara plaosan. Candi kendan memiliki bentuk persegi panjang, dengan ukuran 17,30 x 10m. meskipun kini dengan dasar aslinya ini lebih panjang dan juga lebar, sebab kaki yang asli menonjok keluar kisaran 1,6 m. tinggi keseluruhan candi dari permukaan tanah hingga puncak stupa yaitu 17-18 m. gerbang candi, yang lebarnya kira-kira sepertiga lebar dinding depan dan tingginya separuh dari tinggi dinding candi sudah tidak ada lagi. Hanya tersisa bekas tempat bertemunya dinding pintu gerbang dengan dinding depan.

Bagian dari Candi Bendan

Menurut kempers, candi kendan aslinya adalah bangunan yang memiliki tingkat 2 atau bahkan 3. Lantai atas ini dulunya dipakai untuk menyimpan barang-barang untuk kepentingan keagamaan. Sementara lantai bawah dipakai untuk kegiatan keagamaan, seperti belajar-mengajar, berdiskusi dan sebagainya. Tembok candi ini juga dilapisi dengan vajralepa atau brajalepa.

Lapis pelindung Candi Sari yang juga diperoleh di dinding-dinding candi kalasan. Dari luar sudah terlihat bahwa tubuh candi ini terbagi menjadi dua tingkat, yaitu dengan adanya dinding yang mencolok melintang seperti sebuah sabuk mengelilingi tengah tubuh candi. Pembagian tersebut kemudian diperjelas dengan adanya tiang-tiang rata di sepanjang dinding tingkat bawah dan relung-relung tiang di sepanjang dinding tingkat atas.

Relung-relung di sepanjang dinding luar candi, baik di tingkat bawah atau atas, saat ini dalam kondisi kosong. Diperkirakan, relung-relung tersebut tadinya dihiasi dengan arca-arca buddha. Dinding luar tubuh dipenuhi oleh pahatan arca dan hiasan lain yang cukup indah. Ambang pintu dan jendela masing-masing diapit oleh sepasang arca lelaki dan wanita dalam posisi berdiri memegang teratai. Jumlah arca secara keseluruhan yaitu 36 buah, terdiri dari 8 arca di dinding depan atau timur, 8 arca di dinding itara, 8 di dinding selatan dan 12 di dinding barat atau belakang. Ukuran arca-arca itu sama dengan ukuran tubuh manusia pada umumnya.

Pada bagian lain dinding dipenuhi dengan pahatan yang berbagai bentuk, seperti kinara kinari atau manusia burung, suluran dan kumuda atau daun dan bunga yang menjulur keluar dari suatu jambangan bulat. Di atas ambang jendela dan reling-relung dihiasi dengan kalamakara tanpa rahang bawah dalam bentuk yang cukup dekoratif dan jauh dari kesan seram. Sebagaimana dengan yang ada pada dinding candi kalasan, dinding candi ini juga dilapisi oleh lapis vajralepa, yang mana berguna untuk memberikan warna cerah dan mengawetkan batu.

Tangga naik ke permukaan kaki candi sudah hancur. Di sisi tangga ada suatu umpak batu. Tak jelas apakah umpak batu ini memang berada di tempatnya awal, akan tetapi tampaknya bagian bawah umpak tadinya terbenam dalam tanah. Pintu masuk ini berada di tengah sisi yang panjang di sebelah timur, aslinya, ambang pintu di dinding Candi Sari tersebut berada dalam bilik penampil yang menjorok keluar.

Pada saat ini bilik penampil ini sudah tak bersisa, sehingga pintu masuk ke ruang dalam candi bisa langsung terlihat. Hiasan di bingkai dan kalamakara di atas ambang pintu cukup sederhana, sebab hiasan yang indah terletak di dinding luar bilik pintu. Di dalam candi ada tiga ruangan yang tiap-tiapnya memiliki ukuran 3,48 x 5,8 m. kamar tengah dan kedua kamar lain dihubungkan oleh pintu dan jendela.

Bilik-bilik ini aslinya dibangun sebagai bilik yang bertingkat. Tinggi dindingnya dibagi dua dengan lantai kayu yang disangga oleh empat belas balok kayu yang melintang, sehingga dalam candi ini seluruhnya ada 6 ruangan. Dinding bagian dalam kamar polos tanpa ada hiasan.

Pada dinding belakang, tiap-tiap kamar ada semacam rak yang berada agak tinggi yang dahulu dipakai sebagai tempat upacara agama dan menempatkan arca. Di lantai bawah ada beberapa tatakan arca dan relung bekas tempat meletakkan arca. Tidak satupun dari arca-arca tersebut yang masih tersisa pada saat ini. Pada dinding kamar utara dan kamar selatan ada relung untuk menempatkan penerangan.

Lantai dan bagian bangunan yang tersusun dari kayu sekarang sudah tidak ada lagi, akan tetapi pada dinding ini masih terlihat lubang-lubang bekas tempat menancapkan balok untuk penyangga. Di dinding bilik yang paling selatan diperoleh batu-batu yang dipahat menyerong, yang berguna sebagai penyangga ujung tangga yang tersusun dari kayu.

Atap candi bentuknya persegi datar dengan hiasan 3 buah relung di masing-masing sisi. Bingkai relung ini juga dihiasi dengan pahatan sulur-suluran dan di atas ambang relung juga dihiasi dengan kalamakara. Puncak candi ini berupa deretan stupa, yang tersusun atas suatu stupa di tiap sudut dan satu di pertengahan sisi atap.

Berkunjung ke Candi Sari

Berkunjung ke anda akan menemukan banyak sekali hal yang tidak bisa anda temukan di tempat lain, di sini keindahan jogja yang terkenal akan alamnya yang unik dan juga pengetahuan akan peninggalan masa lalu dapat anda temukan di dalam satu tempat. Ini semacam liburan pembuka awal yang baik, pun destinasi terakhir wisata saat anda berkunjung ke yogyakarta, salah satu tempat dalam menghabiskan akhir pekan terbaik. Jadi? Segeralah ke Candi Sari dan temukan kebahagiaan itu.