[Materi Kuliah] Anatomi Lanjut (Ilmu Urai Fungsional)

UPDATE! Semua artikel, materi, file download dan konten terbaru blog ini kami upgrade ke situs GuruPenjas.com. Segera cek untuk mendapatkan update materi terbaru!

GuruPenjas.com | GuruPenjas.com | GuruPenjas.com

Otot - Anatomi Lanjut (Ilmu Urai Fungsional)
Otot – Anatomi Lanjut (Ilmu Urai Fungsional)Bismillah..

Semoga keberkahan senantiasa menyertai kita semua. Aaamiin..

Beberapa bulan lalu bahkan saya lupa tepatnya bulan apa, terakhir kali login di dashboard blog ini. Mungkin karena kesibukan di dunia nyata yang lumayan menyita waktu saya sehingga baru sempat update artikel. Berhubung saat ini sudah mulai libur semester, akan saya manfaatkan untuk update materi kuliah. Nah materi kuliah yang akan share kali ini masih mengenai materi kuliah yang pada tulisan sebelumnya pernah saya singgung merupakan salah satu materi kuliah yang menjadi momok bagi mahasiswa Olahraga, yap, Materi Kuliah Anatomi (Ilmu Urai). Pada semester 2 akan dipelajari pada Mata Kuliah Anatomi Lanjut atau bisa juga dinamakan Ilmu Urai Fungsional yang merupakan lanjutan dari Mata Kuliah Anatomi Dasar (Ilmu Urai). Sekadar informasi, bahwa apabila Anda tidak lulus pada mata kuliah Anatomi Dasar, maka tidak diperbolehkan mengambil Mata Kuliah Anatomi Lanjut.
Sebenarnya materi kuliah anatomi yang dipelajari di Pendidikan Olahraga dan Kesehatan  secara umum hanya yang berkaitan dengan Sistem gerak tubuh atau biasa disebut Sistem Muskuloskeletal (Muscle : Otot dan Skeletal : Rangka). Karena dua komponen tersebut (Otot dan Rangka) adalah yang berperan aktif dalam proses gerak dalam tubuh kita. Untuk bagian skeletal/rangka telah dipelajari di Semester 1 di Anatomi Dasar [saya sarankan bagi Anda yang belum membaca, silakan mampir dulu ke tulisan saya mengenai Materi Kuliah Anatomi Dasar Semester 1], sehingga pada Mata Kuliah Anatomi Lanjut semester 2 kali ini fokus mempelajari bagian otot. Karena betapa pentingnya mempelajari anatomi otot bagi kita adalah untuk memahami mekanisme  alat penggerak aktif yang ada dalam tubuh kita. Bagi atlet dan pelaku olahraga sangat disarankan memahami Sistem Muskuloskeletal agar setiap pola gerak yang dilakukan saat pertandingan maupun dalam kehidupan sehari-hari mampu dikontrol dan dimanfaatkan secara lebih efektif dan efisien. Nah mungkin langsung saja kita pelajari materinya. Untuk Anatomi Lanjut yang saya tulis kali ini mayoritas materinya bersumber dari Slide PowerPoint dosen pengampu saya Bapak Drs.Budhi Satyawan,M.Pd dan dr.Intan Suraya Ellyas,M.Or. Jadi bagi yang tidak ingin membaca celotehan saya bisa langsung mengunduh materi lengkapnya pada tautan yang ada di akhir tulisan. 🙂

 

Apa sih Otot ?

Jadi sederhananya, otot itu merupakan jaringan peka rangsang yang dalam kehidupan sehari-hari  biasa disebut daging. Namun ada perbedaan mendasar dari otot dan daging, disebut otot apabila masih melekat pada rangka dan masih mampu melakukan fungsinya, dan disebut daging apabila sudah mengalami kekakuan atau yang sering disebut Rigor Mortis. Intinya kalau masih aktif/hidup disebut otot, namun apabila sudah mati disebut daging. Jadi Anda tidak perlu bingung dan mulai sekarang mampu dengan yakin menjawab bahwa Otot dan Daging itu SAMA tetapi BERBEDA. Hehe 🙂

 

Lebih Detail tentang Otot ?

Otot membentuk 43% dari berat badan, dan > 1/3-nya merupakan protein tubuh &  ½-nya merupakan tempat terjadinya aktivitas metabolik saat tubuh istirahat (Anwari,2007). Perlu diketahui juga bahwa proses vital di dalam tubuh (seperti: Kontraksi jantung, kontraksi pembuluh darah, bernapas, peristaltik usus) terjadi karena adanya aktifitas otot. Jadi peran otot bagi kelangsungan hidup kita sangat penting.
Peran otot yang lebih spesifik terbagi menjadi beberapa fungsi, yaitu

Fungsi Utama :

  • Fungsi gerak: Gerak lokomosi, gerak tubuh.
  • Fungsi dalam pemeliharaan postur tubuh.
  • Fungsi penghasil panas tubuh.

Fungsi dalam Kelompok :

  • Otot Agonis/Movers : otot penggerak utama dari gerak.
  • Otot Antagonis : otot yang bekerjannya berlawanan dengan otot agonis.
  • Otot Sinergis : membantu efifiensi dari otot penggerak utama.
  • Otot Stabilisator : memantapkan origo penggerak utama sehingga kontraksi dapat efektif.

Otot sendiri memiliki sifat khas yang perlu diingat, diantaranya :

  • Kontraktibilitas : Kemampuan otot untuk memendek. Ketika memendek, otot berkontraksi.
  • Elektabilitas : Kemampuan otot untuk memanjang  melebihi ukuran semula. Saat otot memanjang, otot berelaksasi.
  • Elastisitas : Kemampuan otot untuk kembali ke bentuk semula, setelah mengalami pemanjangan /pemendekan.
  • Irritabilitas : Kemampuan menerima dan menanggapi rangsang.

Dalam mempelajari anatomi otot juga perlu diketahui klasifikasi otot untuk memudahkan dalam pemahaman.

Berdasarkan fungsinya

A.    Otot Lurik
Terdiri dari serabut panjang : terang-gelap (isotrop-anisotrop). Melekat pada rangka/skeleton sehingga disebut otot rangka. Berkontraksi dalam kontrol kesadaran, dipengaruhi saraf pusat. Dan mengandung myoglobin.

Otot Lurik - Ilmu Urai Fungsional
Otot Lurik – Ilmu Urai Fungsional

KARAKTERISTIK
Serabut tersusun teratur dan sejajar. Terdapat banyak nukleus dan cenderung silinder. Selain itu bergerak cepat, namun mudah lelah.

 

 

B.    Otot Polos
Berbentuk gelondong, kedua ujung runcing. Selain itu mempunyai serabut homogen dan punya satu inti. Otot polos berkontraksi tidak dibawah kesadaran (involunter). Biasanya terdapat pada: alat pencernaan, rahim, kantung urine, pembuluh darah.

Otot Polos - Ilmu Urai Fungsional
Otot Polos – Ilmu Urai Fungsional

KARAKTERTISTIK
Tidak memiliki garis gelap terang. Bekerja secara reflleks, dan dipengaruhi saraf otonom. Sifatnya lambat, namun tidak mudah lelah.

 

 

 

 

 

C.    Otot jantung
Hanya terdapat di jantung dan menyerupai otot lurik, tapi bercabang.

Otot Jantung - Ilmu Urai Fungsional
Otot Jantung – Ilmu Urai Fungsional

Berkontraksi dibawah pengaruh kesadaran. Selain itu interaksi saraf simpatis dan parasimpatis dalam mengatur. Pada otot jantung terdapat myocardium.

 

Berdasarkan bentuknya

  • Fusiform/spindle, bulat panjang (m. Biceps brachii)
  • Penniform/setengah kipas (m.tibialis posterior)
  • Trianguler/segitiga (m.gluteus medius)
  • Rectanguler/jajaran genjang (m. rhomboideus)
  • Longitudinal/memanjang sejajar (rectus abdominis)
  • Multipenniform/ kumpulan kipas (m.deltoideus)
Otot - Anatomi Lanjut (Ilmu Urai Fungsional)
Otot – Anatomi Lanjut (Ilmu Urai Fungsional)

 

Berdasarkan kecepatan kontraksi

OTOT LAMBAT (MERAH)
Banyak mengandung myoglobin. Aktivitas ATP-ase mitokondrion lambat. Persyarafan dari motor-neuron halus dan tidak cepat lelah. Contoh: maraton.

OTOT CEPAT (PUTIH)
Sedikit mengandung myoglobin dan Aktivitas ATP-ase mitokondrian tinggi. Otot ini juga mendapat persyarafan dari motor-neuron yang besar namun cepat lelah. Contoh: sprint, jump

 

Apa selama kuliah hanya mempelajari itu?

Tidak! Selama 16x pertemuan (menurut kontrak kuliah), mahasiswa akan mempelajari otot-otot apa saja yang ada pada tubuh kita beserta fungsi dan perannya dalam kaitannya dengan aktivitas tubuh dan kegiatan olahraga. Materi di atas hanya merupakan pengantar dalam mempelajari Anatomi Lanjut (Ilmu Urai Fungsional). Jadi kira-kira ada 9 bagian (regio) dalam tubuh kita yang akan dipelajari selama 16x pertemuan itu, apa saja regio beserta uraian lengkapnya bisa Anda download pada tautan di bawah :

(Klik untuk mulai men-download)

[1]-REGIO-PECTORALIS-DAN-DELTOIDEA
[2]-REGIO-BRACHIUM-ABDOMEN-CUBITI
[3]-REGIO-GLUTEA
[4]-REGIO-FEMUR-GENUS
[5]-REGIO-CRURALIS-ANTERIOR
[6]-REGIO-CRURALIS-POSTERIOR-LATERALIS
[7]-REGIO-ANTEBRACHIUM-Anterior
[8]-REGIO-ANTEBRACHIUM-Posterior
[9]-REGIO-DORSUM

5 Istilah penting yang wajib Anda pahami untuk bekal mempelajari Anatomi lanjut, diantaranya :

  • Origo : Bagian (ujung) otot yang melekat pada tulang dengan pergerakan yang tetap (diam/statis) pada saat kontraksi.
  • Insertio : Bagian (ujung) otot yang melekat pada tulang dengan pergerakan yang berubah posisi (bergerak/dinamis) pada saat kontraksi.
  • Regio : istilah latin untuk Daerah (Contoh :  Regio Dorsum, yang artinya Daerah Punggung)
  • Fascia : istilah latin untuk jaringan kolagen/lapisan (Contoh :  Fascia Deltoidea, yang artinya jaringan yang melapisi otot bahu)
  • Innervator : sebuah stimulus aksi yang dilakukan otot, biasanya berupa syaraf.

Nah, mungkin sementara itu dulu yang bisa saya tuliskan mengenai Materi Kuliah Anatomi Lanjut (Ilmu Urai Fungsional). Lagi-lagi saya tidak bosan mengingatkan bahwa tidak bisa dipungkiri jika salah satu kunci memahami anatomi adalah dengan menghafal. Saya sudah menuliskan Tips menghafal dan memahami anatomi yang tidak konvensional pada tulisan saya ini > Tips Anatomi ,dan sudah saya buktikan sendiri mampu meningkatkan pemahaman saya mengenai Anatomi. Silakan Anda baca dan pahami, semoga tips nya juga mampu meningkatkan pemahaman Anda 🙂

Syukron atas perhatian dan waktunya membaca tulisan saya kali ini mengenai Materi Kuliah Anatomi Lanjut (Ilmu Urai Fungsional). Semoga bermanfaat. 🙂

Untuk menambah referensi belajar Ilmu Urai/ Anatomi Fungsional, silakan kunjungi alamat web berikut:

38 Comments

  1. M. Daud

    Assalamu’alaikum,Mas. 🙂
    Sebelumnya terimakasih karna sudah post tulisan yang MashaAllah bermanfaat bagi saya.
    Jadi critanya saya lagi cari referensi buat nyusun skripsi, googling sana sini banyak web-web yang juga tulis tema Anatomi Otot juga, tapi baru kali ini baca yang ngena banget bahasanya, berasa kayak sudah kerangkum semua materinya. Jadi makin semangat lagi nih nyusunnya 😀
    Overall saya jadi makin paham ni sama Anatomi Ototnya, tapi masukan aja nih, mending klasifikasi otot diperjelas lagi,Mas. Itu kan misal otot lurik cuma dikit tu penjelasannya, mungkin tiap klasifikasi otot bisa diperjelas lagi, biar makin mantab, hhe.
    Sekali lagi terimakasih,Mas.
    Wassalamu’alaikum 🙂

    Reply
    • Irfan Andriarto

      Wa’alaikumsalam 🙂
      Alhamdulillah jika bermanfaat dan membantu, kebetulan itu catetan masih seger kok mas, jadi ya semangat nulisnya hehe 😀
      Oiya terimakasih masukannya, masalah penjelasan memang sudah saya pertimbangkan mas. Takutnya kalau semakin banyak tulisannya pembaca jadi bosen, ilmunya malah gak dapet nanti 🙂
      Tapi lain kali akan saya perjelas lagi kok, dan yang pasti aaya usahakan tetap tidak membosankan 🙂
      Terimakasih atas kunjungan dan masukannya, semoga Mas Daud lancar dalam penyusunan skripsi dan mendapatkan hasil yang memuaskan, dan ilmu nya bermanfaat untuk orang banyak. Aamiin..:)

      Reply
  2. Apriliana Eka

    Wah, bisa request artikel enggak nih? Aku butuhnya Anatomi Otak, tadi search ketemu blog ini kirain isinya anatomi otak 🙁
    Ternyata anatomi otot, yaaah

    Reply
    • Irfan Andriarto

      Wah, sayang sekali kak tulisan yang ini emang Anatomi Otot, tapi saya punya kok catetan tentang Anatomi Otak, kapan-kapan saya posting kok. Sabar ya kak 🙂
      Nanti kalau udah saya posting pasti saya kabarin, kirim aja emailnya ke kontak saya di Halaman Ini > Hubungi Saya.
      Sebelumnya terimakasih atas kunjungan dan komentarnya 🙂

      Reply
  3. Rizal Nurhidayat

    Membaca ini saya jadi ingat pelajaran biologi di SMA, materinya mirip-mirip dan yang pasti bikin saya jadi pusing… Gk kebayang materi aslinya kalau materi sebanyak itu cma pengantarnya doank… 😀

    Reply
  4. Eric

    The very next time I read a blog, I hope that it doesnt disappoint
    me around that one. After all, I understand it was my decision to learn, but I
    actually thought youd have anything interesting to say.

    Reply

Tuliskan pendapat Anda...