[Materi Kuliah] Ilmu Faal/Fisiologi Dasar

[andriarto.blog.uns.ac.id]-Ilmu-Faal-Dasar
Ilmu Faal Dasar
Bismillah..

Berhubung libur  tinggal sebentar lagi, tidak ada salahnya untuk mencuri start belajar materi kuliah lagi, dong 🙂 Oke jadi beberapa hari yang lalu setelah posting Materi Kuliah Anatomi, banyak juga yang request materi kuliah saudaranya, ya, materi kuliah Fisiologi.

Oke langsung saja tidak usah banyak basa basi, kali ini saya akan sedikit berbagi materi semester 2 tentang Fisiologi Olahraga atau Ilmu Faal Olahraga. Untuk  dapat  memahami Ilmu Faal Olahraga, lebih dulu harus mengenal Ilmu Faal pada umumnya atau yang sering diistilahkan dengan Ilmu Faal Dasar. Dalam Ilmu Faal Dasar dipelajari fungsi atau cara kerja organ-organ tubuh serta perubahan-perubahan yang terjadi akibat pengaruh dari dalam maupun dari luar tubuh. Pengaruh itu dapat terjadi secara sendiri-sendiri atau secara bersamaan. Misalnya bagaimana jantung dan paru melaksanakan fungsinya masing-masing di waktu istirahat dan di waktu berolahraga. Demikian pula bagaimana perubahan yang terjadi bila melakukan olahraga di tempat panas dan bagaimana pula bila melakukan olahraga yang sama di tempat dingin. Pada Ilmu Faal Olahraga akan dipelajari perubahan-perubahan fungsi organ-organ baik yang bersifat sementara maupun yang bersifat menetap karena pengaruh melakukan pelatihan olahraga baik untuk tujuan kesehatan maupun untuk tujuan prestasi. Oleh karena itu dalam pembahasan kali ini dikemukakan sistema-sistema yang terdapat didalam tubuh untuk memudahkan pemahaman terhadap Ilmu Faal Olahraga.

Belajar Fisiologi Mulai Dari Mana?

Tentu saja pertama harus peham terebih dahulu apa itu fisiologi. Fisiologi berasal dari bahasa Yunani,yaitu Physis dan Logos, dimana Physis berarti alam/makhluk hidup, dan Logos yang berarti kajian/ilmu. Sehingga secara sederhana Fisiologi adalah kajian/ilmu yang mempelajari tentang makhluk hidup. Dalam hal ini makhluk hidup yang akan dipelajari adalah manusia.  Dalam Fisiologi, yang dipelajari bukan bagian-bagian atau struktur tubuh manusia, melainkan fungsi dan cara kerja organ-organ tubuh manusia. Karena ilmu yang mempelajari bagian-bagian tubuh manusia adalah Anatomi (materi bisa Anda baca di tautan ini : [Materi Kuliah] Anatomi Dasar ). Sehingga jika dikaji lebih dalam definisi lain Fisiologi adalah Ilmu yang memplajari fungsi dan cara kerja organ-organ tubuh serta perubahan-perubahan yang terjadi akibat pengaruh dari dalam maupun dari luar.

Dan belajar fisiologi juga harus dimulai dari unsur terkecil kehidupan (manusia). Unsur kehidupan terkecil adalah sel. Satu sel dapat merupakan kehidupan yang mandiri misalnya protozoa (amoeba) atau merupakan bagian dari kehidupan yang lebih kompleks, misalnya pada manusia. Struktur organisasi biologik manusia terdiri atas unsur kehidupan terkecil yaitu sel, yang meliputi bermacam-macam sel.  Ilmu yang mempelajari sel disebut sebagai Sitologi (Cytologi), sedangkan Ilmu yang mempelajari struktur dan fungsi bangunan-bangunan intraseluler disebut sebagai Biologi (Anatomi dan FisiologiMolekular.

Sel-sel sejenis bergabung membentuk jaringan misalnya jaringan  epitel, jaringan ikat, jaringan tulang,  jaringan  otot dan jaringan saraf.  Ilmu yang membahas jaringan disebut sebagai Histologi. Berbagai jaringan bergabung membentuk alat (organ) tubuh, misalnya paru, hati, ginjal. Jantung misalnya adalah organ tubuh yang terdiri dari jaringan otot jantung, jaringan ikat, jaringan pembuluh darah , jaringan syaraf. Masing-masing organ tubuh mempunyai fungsi khusus.  Ilmu yang membahas struktur dan fungsi organ disebut sebagai Anatomi dan Fisiologi Organ.  Berbagai organ tubuh  membentuk jalinan kerja sama satu dengan yang lain membentuk satu sistema, misalnya sistema respirasi yang berfungsi mengambil O2 yang diperlukan untuk proses pembentukan daya (energi) di dalam sel-sel tubuh dan membuang CO2 yang merupakan sampah akhir yang berbentuk gas. Sistema respirasi melibatkan organ-organ: rongga dada, otot-otot pernafasan, paru dan saluran nafas (hidung-mulut, trachea-bronchi-bronchioli). Keseluruhan sistema ini dengan masing-masing fungsinya bergabung menjadi organisme yaitu makhluk hidup yang mandiri. Dengan demikian maka struktur organisasi biologik manusia terdiri dari :

Sel → Jaringan → Organ → Sistema → Organisme (Manusia)

Dilihat dari struktur biologik tersebut sangat mudah difahami bahwa derajat kesehatan sel menentukan  kualitas fungsional atau vitalitasnya, yang dengan sendirinya akan menentukan derajat kesehatan, kualitas hidup dan vitalitas kehidupan individu yang bersangkutan. Dilihat dari sudut Ilmu Faal,  khususnya Ilmu Faal Olahraga,  hakekat pelatihan olahraga adalah meningkatkan kemampuan fungsional sel, yang dengan sendirinya berarti juga meningkatkan kemampuan fungsional individu (manusia) yang bersangkutan. Pelatihan juga harus bersifat fisiologis, artinya dari sudut pandang sel, pelatihan tidak boleh menyebabkan terjadinya gangguan  fungsional sel, yang berarti tidak boleh ada gangguan homeostasis yang melebihi batas-batas fisiologis, dan perubahan kondisi homeostasis sudah harus pulih dalam waktu tidak lebih dari 24 jam. Dengan demikian pelatihan pada hari-hari berikutnya selalu berlandaskan kondisi fisik yang normal (fisiologis). Inilah hakekat dari pelatihan yang fisiologis dan inilah pula kepentingannya memahami Ilmu Faal Dasar, sebelum mempelajari Ilmu Faal Olahraga (yang merupkan mata kuliah Ilmu Faal Lanjut).

Selanjutnya?

Dalam Ilmu Fisiologi juga harus dipahami mengenai sistematika-sistematika yang ada pada tubuh kita. Dalam tubuh kita terdapat dua sistematika dasar yang harus dipahami,yaitu Sistematika Anatomik dan Sistematika Fisiologik.

SISTEMATIKA ANATOMIK

Telah saya tulis di atas bahwa tubuh, dalam hal ini jasmani atau raga tersusun dari sekumpulan struktur-struktur (organ) dalam ikatan kerja-sama yang secara anatomis disebut sebagai sistema, dan terdiri dari Sistema :

•    Skelet = kerangka
•    Muscular = otot
•    Nervorum = syaraf
•    Hemo–hidro-limfatik = darah-cairan jaringan-getah bening
•    Respirasi = pernafasan
•    Kardiovaskular = jantung – pembuluh darah
•    Termoregulasi = Tata suhu tubuh
•    Digestivus = pencernaan
•    Exkresi = pembuangan
•    Endokrin = hormon
•    Sensoris = pengindera
•    Reproduksi = pemulih generasi.

Dalam mempelajari Ilmu Faal Dasar membahas fungsi (fisiologi) satuan-satuan sistema tersebut di atas secara tersekat-sekat, belum membahas tata hubungan fungsionalnya secara integral.  Dalam kondisinya yang tersekat-sekat memang sulit untuk dapat menghubung-hubungkannya menjadi bahasan yang integral. Oleh karena itu Ilmu Faal mengelompokkan sistema-sistema Anatomik tadi ke dalam Sistematika Fisiologik seperti diuraikan di bawah ini. Hal ini diperlukan untuk dapat memudahkan memahami tata hubungan fungsional antar berbagai sistema anatomik tersebut di atas.

SISTEMATIKA FISIOLOGIK

Setelah mengenali struktur-struktur anatomis secara sistematis beserta masing-masing fungsinya, maka menjadi lebih mudah untuk memahami fungsi dari struktur-struktur tersebut serta tata hubungan fungsionalnya. Fungsi jasmani yang terdiri dari berbagai macam sistema itu ialah untuk bergerak, mempertahankan hidup,  bekerja, mendapatkan kepuasan hidup lahir dan batin. Oleh karena itu jasmani dapat disebut sebagai satu SISTEMA (untuk) KERJA = SK atau ERGOSISTEMA = ES (ergo = kerja).  Jadi Ergosistema  adalah sekumpulan struktur-struktur anatomis yang secara bersama-sama menjadi satu kesatuan fungsional (fisiologis) yang aktif pada waktu bekerja atau berolahraga. Dalam  menjalankan fungsinya sebagai satu ergosistema, sistema-sistema anatomis tersebut secara fisiologis dikelompokkan menjadi tiga kelompok dan jadilah Sistematika Fisiologik, yaitu:

A. Perangkat Pelaksana gerak, disebut Ergosistema Primer (ES-I) atau Sistema Kerja Primer (SK-I) yang terdiri dari:
•    Sistema skelet
•    Sistema muscular
•    Sistema nervorum

B. Perangkat Pendukung gerak, disebut Ergosistema Sekunder (ES-II) atau Sistema Kerja Sekunder (SK-II) yang terdiri dari:
•    Sistema hemo-hidro-limfatik
•    Sistema respirasi
•    Sistema kardiovaskular

C. Perangkat Pemulih/Pemelihara, disebut Ergosistema Tersier (ES-III) atau Sistema Kerja Tersier (SK-III) yang terdiri dari:
•    Sistema digestivus
•    Sistema exkresi
•    Sistema reproduksi

ES-III ini berperan lebih dominan pada istirahat. Pada waktu bekerja atau berolahraga, Ergosistema yang berperan dominan adalah ES-I dan ES-II. Sistema endokrin berfungsi sebagai regulator internal yang bersifat humoral. Sedangkan sistema sensoris berfungsi sebagai komunikator external maupun internal. Sistema Termoregulasi berfungsi menata suhu tubuh. Ketiga sistema tersebut terakhir tidak hanya berperan pada masa pemulihan/istirahat, tetapi bahkan berperan lebih penting dalam olahraga. Seluruh  Ergosistema tersebut  diatas  secara terkoordinasi mempunyai satu tujuan akhir yang sama yaitu  berusaha  memelihara homeostatis pada istirahat maupun pada kerja/ olahraga.

Nah,mungkin untuk materi kuliah Ilmu Faal Dasar sampai disitu dulu. Pembahasan selanjutnya yang lebih detail mengenai sistema yang telah saya tulis di atas dipelajari pada materi Ilmu Faal Lanjut atau sering disebut Fisiologi Olahraga yang ada pada Mata Kuliah semester 3, materi tersebut bisa Anda baca pada tulisan saya ini : [Materi Kuliah] Ilmu Faal/Fisiologi Lanjut.

Terimakasih telah berkenan membaca tulisan saya ini dan semoga materi yang saya tuliskan bisa Anda pahami. Mohon maaf apabila ada kesalahan dalam pemahaman dan penulisan. Syukron 🙂

____________

NB : Bagi Anda yang berminat mempelajari Fisiologi Olahraga lebih mendalam, sila bisa Anda download materi selengkapnya pada tautan di bawah ini :

Materi dalam format (.pdf) → Fisiologi Olahraga.pdf

Materi dalam format (.docx) → Fisiologi Olahraga.docx

Materi dalam format (.ppt) → Fisiologi Olahraga.pptx

17 Comments

    • Profile photo of Irfan Andriarto Irfan Andriarto

      Haha, makanya saya share kak, soalnya saya juga butuh waktu 1 semester untuk bener-bener bisa dapet konsep nya 😀
      Memang materi-materi seperti ini tidak bisa dipahami dengan hanya sekali baca, hehe
      Terimakasih atas kunjungan dan komentarnya 🙂

      Reply
  1. Muhammad Adam

    Mbaca tentang ilmu Faal dasar, jadi keinget pelajaran biologi waktu SMA, hehehe~
    Emang, masa lalu jangan pernah dilupakan, jadikan sebagai pelajaran *eh

    Saya tunggu postingan kak Irfan selanjutnya yaa~

    Reply
    • Profile photo of Irfan Andriarto Irfan Andriarto

      Hehe iya kak,emang dasarnya sih udah dipelajari di SMA,tapi di perkuliahan lebih didalami lagi 🙂
      Wah,bener sih harus belajar dari pengalaman yang udah lalu,tapi kayaknya saya mencium bau ke-baper-an ini 😀
      Terimakasih atas kunjungan dan komentarnya kak Adam 🙂

      Reply
    • Profile photo of Irfan Andriarto Irfan Andriarto

      🙂
      Guru olahraga memang tidak seharusnya bersantai-santai kak Rizza,kalaupun ada yang santai-sanati itu pasti oknum 😀
      Malah saya kira di kimia juga dipelajari Biologi,memang nya tidak,to kak?

      Reply
  2. Yuli Tri Utami

    Saya nangkepnya kalau hal yang harus dipelajari paling awal di Fisiologi itu tentang sel ya? Bener gk kak?

    Reply

Tuliskan pendapat Anda...