Model Permainan Inovatif dalam Pembelajaran Penjas

[andriarto.blog.uns.ac.id]-model-permainan-penjas-inovatif
Model Permainan Inovatif
Bismillah…

Syahdunya rintikan hujan ditemani gaduhnya anak-anak bermain riang gembira, mengingatkan saya pada salah satu tugas Mata Kuliah Teori Bermain semester 3 kemarin, yang kala itu diampu oleh Bapak Drs. H.Sunardi, M.Kes. Masih teringat jelas bahwa saya diminta untuk merancang dan membuat model permainan untuk pembelajaran penjas di sekolah dasar.

Seperti kita ketahui bersama, bahwa bermain merupakan kebutuhan dasar anak, dan metode pemanasan menggunakan model permainan dipercaya sangat efektif dalam membangun semangat dan antusiasme anak dalam mengikuti pembelajaran penjas. Mayoritas guru penjas mungkin sudah menerapkan metode seperti ini, namun tak jarang pemilihan permainan yang digunakan guru tersebut kurang begitu mampu menarik antusiasme anak, dan bahkan cenderung membosankan. Oleh karena itulah, pada tulisan kali ini akan coba saya bagikan beberapa model permainan inovatif dalam pembelajaran penjas, yang saya harap mempu menjadi referensi Anda dalam menciptakan model permainan baru yang lebih inovatif. Mengapa saya bilang inovatif? Karena dalam permainan ini terkandung banyak nilai yang bisa didapatkan anak. Terutama pada 3 domain utama, yaitu Kognitif, Afektif, dan Psikomotor.

 

 

1. Permainan Pertama

Nama Permainan : Mengambil Telur Buaya
Jumlah Pemain : 15 s/d 20 anak
Nilai yang Terkandung : Semangat, Ulet, Strategy Building, Sabar

 

[andriarto.blog.uns.ac.id]-model-permainan-penjas-inovatif
Mengambil Telur Buaya

 

 

 

Alat yang diperlukan : Bola sebagai “telur” dan holahop yang bisa digunakan sebagai homebase masing-masing pemain.

Detail Permainan :

Dipersiapkan lapangan permainan berbentuk lingkaran berdiameter 20m (atau disesuaikan jumlah pemain). Beberapa siswa (X) dibariskan membentuk lingkaran tersebut dan diminta untuk menandai tempat berdiri dari masing-masing siswa. Seorang siswa (Y) menjadi ‘buaya’ dan berdiri di tengah-tengah lingkaran menjaga bola agar tidak diambil oleh (X). Siswa (Y) yang berada di tengah lingkaran diminta untuk memejamkan matanya sampai mendengar aba-aba/perintah dari guru.

Setelah guru memberi aba-aba/perintah “Mulai ! , siswa yang di tengah (Y) mulai menghitung sampai dengan 5 sambil tetap memejamkan mata. Dan disaat yang bersamaan dengan aba-aba itulah siswa yang melingkar (X) segera berjalan jongkok mendekati ‘buaya’ untuk mengambil telurnya. Dan untuk kembali ke “rumah” masing-masing harus berlari sambil berjengket (engklek).

[andriarto.blog.uns.ac.id]-model-permainan-penjas-inovatif
Mengambil Telur Buaya
Setelah selesai menghitung (hitungan ke-5), buaya (Y) segera membuka mata dan secepat mungkin menandai/menyentuh siswa (X) sebanyak-banyaknya. Bagi siswa (X) yang berhasil disentuh buaya (Y) maka harus keluar dari lapangan permainan (gagal) dan bagi siswa yang berhasil menghindar dari ‘terkaman’ sang ‘buaya’ mendapat kesempatan lagi di putaran berikutnya.

Seperti itu terus dilakukan hingga salah satu pemain (X) berhasil mengambil ‘telur’ dari buaya untuk dibawa ke ‘rumah’ masing-masing, dan yang berhasil membawa telur ke “rumah” masing-masing dialah pemenangnya.

 

 

2. Permainan Kedua

Nama Permainan : Lindungi Sang Raja
Jumlah Pemain : 15 s/d 20 anak
Nilai yang Terkandung : Kerjasama, Empati, Semangat, Pantang Menyerah
[andriarto.blog.uns.ac.id]-model-permainan-penjas-inovatif
Melindungi Sang Raja

Alat yang diperlukan : Objek apapun yang bisa digunakan sebagai “Mahkota Sang Raja“. Misal Pita yang diikatkan pada pinggang “Sang Raja” ; Slayer atau handuk yang dikaitkan di saku celana “Sang Raja”, dsb.

Detail Permainan :

Dipersiapkan lapangan permainan berbentuk persegi berukuran 10 x 15 m (atau disesuaikan jumlah pemain). Siswa dibagi menjadi 2 regu. Setiap regu menempati formasi yang telah diinstruksikan. Pada masing-masing regu, semua pemain (X) berdiri dengan satu kaki, saling berhadapan dan membentuk suatu lingkaran, dengan tangan yang saling dikaitkan, sedemikian hingga mereka saling berdekatan. Dan salah satu pemain (X) berperan sebagai “Sang Raja”. Sedangkan salah satu pemain lawan atau pemain (Y) di luar lingkaran bertugas untuk mengambil ‘mahkota’ Sang Raja.

Pemian (X) bertugas mempertahankan “mahkota” yang ada di Sang raja dengan cara meloncat sambil berputar searah jarum jam atau sebaliknya, atau bagaimanapun caranya agar mahkota tidak terambil pemain (Y). Regu yang paling lama bisa mempertahankan ‘mahkota’ Sang Raja agar tidak diambil atau yang paling cepat berhasil mengambil ‘mahkota’ Sang Raja lawan, dialah pemenangnya.

 

Penutup

Nah,mungkin sementara dua model permainan di atas yang bisa saya uraikan kali ini. Keduanya bisa Anda terapkan dalam memulai pembelajaran penjas, baik dalam sesi pemanasan maupun inti materi. Nilai yang terkandung dalam permainan-permainan tersebut mampu meningkatkan Kognitif, Afektif, maupun Psikomotor anak yang harapannya memudahkan penyerapan materi pada anak dalam menerima materi yang diberikan guru. Satu yang perlu saya tekankan, bahwa apapun model permainan yang diterapkan, selalu awasi pergerakan anak agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan 🙂

Terimakasih atas waktu dan perhatian Anda membaca tulisan ini. Mohon maaf apabila ada kesalahan dalam penulisan maupun pemahaman. Syukron 🙂

 

21 Comments

  1. ayperda

    Kayaknya seru kalau dipraktekan selain berolahraga anak juga dituntut berpikir bagaimana mengatur strategi, kerjasama, semangat pantang menyerah dll agar dapat menang dalam permainan. Nice Post ^_^

    Reply
    • Profile photo of Irfan Andriarto Irfan Andriarto

      🙂
      Memang pemberian permainan dalam pembelajaran penjas untuk mempersiapkan hati dan pikiran mereka agar mudah menyerap materi utama kak 🙂
      Jadi dirancang semenarik dan seasik mungkin untuk anak 🙂
      Terimakasih atas kunjungan dan komentarnya ya Kak Ayu 🙂

      Reply
  2. Rizal Nurhidayat

    Kak Irfan, saya mau nanya… Untuk yang permainan pertama apakah yang menjadi buaya boleh berlari normal saat sudah selesai menghitung sampai 5 untuk menandai pemain X? Terus untuk yang permainan kedua juga pertanyaanya sama, dengan yang saya tanyakan sebelumnya namun untuk yang pemain Y. Mohon penjelasannya kak… Terimakasih.. 🙂

    Reply
    • Profile photo of Irfan Andriarto Irfan Andriarto

      Iya Kak Rizal, selama disitu tidak saya kasih catatan khusus berarti berjalan/berlari dengan normal. Saya desain seperti itu memang untuk merangsang “si pencuri” agar bergerak lebih lincah dan taktis 🙂
      Karena memang dalam permainan ini semakin banyak pemain, maka akan semakain seru permainanya 🙂
      Terimakasih sudah diingatkan 🙂 Terimakasih juga atas kunjungan dan komentarnya ya kak 🙂

      Reply
  3. muhammadaufa

    Inovatif kak postingannya. InsyaAllah bisa dicoba di Sekolah Dasar. Saya punya usul jika visualisasinya lebih jelas lagi kak. Kalau secara sepintas, belum bisa saya pahami secara langsung dari visualnya.

    Anyway, bermanfaat kak.
    Salam seorang mahasiswa Arsitektur UNS 2015!

    Reply
    • Profile photo of Irfan Andriarto Irfan Andriarto

      Wah, terimakasih banyak kak atas dukungan dan usulnya. Memang sebenarnya mau saya kasih video nya, namun berhubung koneksi lambat, jadi belum memungkinkan untuk diupload kak hehe 😀
      Stay tune ya kak, nanti akan saya update pake videonya kok 🙂
      Terimakasih atas kunjungan dan komentarnya 🙂

      Salam kenal juga dari mahasiswa Penjaskesrek UNS 2014 🙂

      Reply
    • Profile photo of Irfan Andriarto Irfan Andriarto

      Nah, permainan ini memang bukan masuk dalam materi utama pembelajaran kak 🙂
      Permainan-permainan seperti ini digunakan untuk pemanasan ataupun sekadar pengantar menuju materi utama yang hendak disampaikan guru penjas 🙂
      Lagipula, permainan ini juga sebenarnya saya desain khusus unutk anak-anak sekolah dasar, meski tidak menutup kemungkinan bisa dimainkan oleh orang dewasa 🙂

      Terimakasih atas kunjungan dan komentarnya kak 🙂

      Reply
  4. Muhammad Adam

    Wah seperti seru tuh kalau dicoba.
    Enggak hanya utk anak-anak sekolah dasar aja, pengen dicoba waktu kegiatan himpunan aah…, sekalian mengenang jaman-jaman SD dulu, hehe~

    Ditunggu postingan selanjutnya kak~

    Reply
  5. Nanda Rahma A.

    Waah~ Terima kasih kak karena telah meng-share beberapa permainan yang tampaknya seru ini 😀
    Sepertinya permainan-permainan itu akan menjadi list untuk saya mainkan bersama teman-teman saya nanti, nih. Hehehe~

    Reply
  6. suci

    wahh… beruntung sekali bisa baca tulisannya kak irfan… alhmdllah berkat tulisan ini saya terinspirasi untuk tugas kuliah saya… model-model permainannya sangat inovatif 🙂

    semoga saya segera menyusul buat model permainan yang inovatif seperti kak irfan 🙂

    Reply
    • Profile photo of Irfan Andriarto Irfan Andriarto

      Wah, syukur deh kalau bermanfaat 🙂
      Tapi jangan dilebihkan gitu hehe 😀
      Semoga kelak bisa menviptakan permainan yang lebih inovatif ya kak, aamiin..
      Terimakasih atas kunjungan dan komentarnya 🙂

      Reply

Tuliskan pendapat Anda...