The Real “Guru Penjas” [1/2]

UPDATE! Semua artikel, materi, file download dan konten terbaru blog ini kami upgrade ke situs GuruPenjas.com. Segera cek untuk mendapatkan update materi terbaru!

GuruPenjas.com | GuruPenjas.com | GuruPenjas.com

Guru Penjas Profesional (The Real Guru Penjas)
Guru Penjas Profesional (The Real Guru Penjas)

Bismillah..
Dengan sedikit sisa semangat di hari yang melelahkan, saya coba kembali bercengkrama dengan laptop usang yang telah menemani perjalanan ilmu selama lebih dari 5 tahun lamanya. Kembali tak bosan menyapa rekan seperjuangan di dunia maya, ngeblog, ya, ngeblog menjadi salah satu cara saya menumpahkan segala beban, masalah, dan berbagai unek-unek yang ada di hati dan pikiran saya. Sebagai mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, wajar kiranya jika hari-hari dihiasi dengan isue-isue tentang Profesi Guru, dalam hal ini khususnya saya sebagai Calon Guru Pendidikan Jasmani.

Akhir-akhir ini perhatian saya disita oleh isue yang beredar mengenai Profesi Guru Penjas, mungkin di luar sana Profesi Guru Penjas masih dipandang sebelah mata, jauh kalah gengsi dengan guru matematika, guru bahasa asing, guru komputer dan teknologi,dsb. Wajar, bisa saya maklumi karena sudah sejak lama paradigma yang ada pada masyarakat adalah Guru Penjas kerjanya cuma santai-santai, cuma bawa peluit dan jam tangan. Sebagai mahasiswa olahraga saya juga sering mendengar bahwa mahasiswa olahraga kuliahnya gak pake otak, cuma pake otot. 🙂 Setiap mendengar kalimat seperti itu saya hanya bisa tersenyum 🙂 Senyuman yang berhiaskan segenggam tekad penuh pembuktian, ya, senyuman itu akan terus mengembang hingga pada saatnya nanti saya sebagai guru penjas mampu membuktikan bahwa guru penjas sejati akan menjadi inspirasi bagi guru-guru di negeri ini.

Terkait isue yang telah saya sebutkan di atas, menurut saya paradigma yang salah itu perlu dikubur dalam-dalam. Bagi guru penjas di luar sana juga harus sadar, bahwa sebagai Guru Penjas harus profesional, karena dengan keprofesionalan nya tersebut guru penjas mampu mengajar dan mendidik peserta didiknya dengan baik dan sesuai dengan tugas dan kewajibannya. Menjadi guru pendidikan jasmani yang profesional tidak semudah yang dibayangkan orang selama ini. Merupakan kesalahan besar bagi orang yang menganggap guru penjas profesional hanya membawa peluit ketika mengajar. Mungkin anggapan masyarakat tersebut karena melihat guru penjas yang tidak profesional, sebagai contoh guru mengajar hanya duduk dipinggir lapangan, sedangkan siswa disuruh latihan sendiri tanpa adanya motivasi, penghargaan, bimbingan dan perhatian serius.

Terkait juga masalah profesionalisme, sebenarnya perlu pemahaman dan pembahasan yang lebih mendalam. Namun pada tulisan saya ini akan saya batasi hanya keterkaitan kata ‘profesi’ tersebut dengan Guru Pendidikan Jasmani. Akhir-akhir ini sering kita jumpai ungkapan bahwa “guru adalah profesi yang menjanjikan”. Lantas sebenarnya apa definisi dari kata ‘profesi’ tersebut ?

Profesi adalah suatu pekerjaan atau keahlian yang mensyaratkan kompetensi intelektual, perilaku ilmiah berbasis ilmu pengetahuan, dan keterampilan tertentu ; memiliki etika tertentu ; memiliki kesesuaian dengan kebutuhan dan permintaan pasar tenaga kerja; dan diperoleh melalui pendidikan dan pelatihan akademik di perguruan tinggi. (Waluyo, 2014). Apabila suatu profesi ingin dipandang sebagai profesi yang profesional, jelas profesi tersebut harus melalui prinsip well educated (pengetahuan dan pemahaman yang baik), well trained (pelatihan yang baik), dan well paid (imbalan/bayaran yang memadai). Dengan kata lain profesionalisme menuntut pendidikan yang tinggi, kesempatan memperoleh pelatihan yang tinggi pula, dan akhirnya memperoleh bayaran atau gaji yang memadai. (Supriadi, 1998)

Masalah kembali muncul tatkala suatu profesi (dalam kasus ini guru) tidak mampu memahami secara komprehensif prinsip-prinsip yang harus dipegang untuk dapat menjadi guru yang professional. Ketika guru hanya memahami sebagian dari prinsip menjadi guru professional, maka secara otomatis juga akan menyimpang dari makna yang mendasari kata ‘profesi’. Guru (oknum) hanya memahami bahwa ia adalah sebagai pendidik dan itu merupakan sebuah profesi, dimana sebuah profesi menurut mereka harus mendapatkan imbalan yang memadai (well paid). Prinsip well paid selalu menjadi senjata dan pembelaan dari para guru (oknum) untuk menegaskan status keprofesionalan nya, tanpa mengimbangi dengan prinsip-prinsip lainnya dan berusaha menjadi guru professional yang sebenarnya. Hal itu mengakibatkan pergeseran makna kata ‘profesi’ yang ada pada guru. Hal itulah yang dialami guru akhir-akhir ini, bahkan masalah itu kerap terjadi di kalangan Guru Pendidikan Jasmani. Untuk itulah dibutuhkan pemahaman yang lebih mengenai prinsip-prinsip yang harus dipegang profesi guru dalam menjalankan tugas keprofesionalan nya, agar makna ‘profesi’ benar-benar bisa mereka miliki.

…..Bersambung

 

Tulisan selanjutnya bisa Anda baca pada tautan berikut ⇛ The Real Guru Penjas [2/2]

Syukron 🙂

18 Comments

  1. Muhammad Adrian

    Sebenarnya dari dulu saya percaya kalau guru penjas memang menjadi kunci utama dalam pengembangan kepribadian peserta didik, namun sering fakta di lapangan selalu berkata lain. Guru penjas merokok, santai-santai, malas-malasan, ahh jadi bikin ilfeel 🙁
    Tapi semoga dengan tulisan ini banyak guru penjas (tepatnya calon guru penjas) tergugah hatinya untuk merubah pola hidup mereka untuk benar-benar menjadi Guru Penjas Sejati. 🙂
    Terimakasih,Mas.
    Salam dari FPOK UPI Bandung 🙂

    Reply
    • Irfan Andriarto

      🙂
      Memang ironis sebenernya fakta di luar sana, saya juga sering menjumpai guru penjas yang istilahnya “gak penjas banget” 😀
      Mungkin memang masanya kita yang jadi Agen Perubahan 🙂
      Semangat !
      Terimakasih atas kunjungan dan komentarnya,Mas 🙂

      Reply
  2. suci

    seseorang guru pendidikan jasmani saat sekarang dan mendatang memang dituntut profesionalismenya karena persaingan dalam beberapa aspek.
    sedangkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang telah ditanamkan kepada calon guru masih sangat terbatas, oleh sebab itu para mahasiswa calon guru penjas agar selalu dapat meningkatkan kemandiriannya untuk mengembangkan dan menuju ke arah profesional. 🙂 selain profesionalismenya guru penjas juga dituntut untuk inovatif, untuk sarpras atau pun permainan dalam pembelajaran supaya tidak monoton 🙂

    sangat bermanfaat tulisannya 🙂 semoga guru penjas tidak di pandang sebelah mata lagi 🙂

    Reply
    • Irfan Andriarto

      Tugas berat nan mulia menanti kita kak 🙂
      Tingkatkan kualitas diri meski terkadang dukungan dari lembaga terkait masih kurang. Memang benar, kreatif dan inovatif menjadi bekal dasar kita sebagai guru penjas 🙂
      Terimakasih atas kunjungan dan komentarnya 🙂

      Reply
  3. hanifah

    Semoga guru penjas di masa yang akan datang makin berkompeten dan profesional dalam memberikan ilmu bagi peserta didik.

    Sangat bermanfaat sekali

    Reply
  4. win

    Semoga bermanfaat untuk calon pendidik bangsa: -) tingkatkan kualitas diri para mahasiswa penjas seluruh indonesia 🙂

    #salamolahraga

    Reply
  5. taufiq enha

    sebenarnya apa yang menjadi stigma buruk guru penjas dapat dirubah dari diri kita sendiri, bagaimana harus mengajar dengan profesionalisme disertai hati yng ikhlas, karena hati adalah suatu akar yang akan menjadi suatu tindakan.
    jadi, selama kita mempunyai hati yang ikhlas akan berdampak baik pada cara kita calon guru penjas.
    salam dari calon guru penjas yg kelak akan menjadi guru penjas yang dapat menjadi panutan yang baik

    Reply
    • Irfan Andriarto

      Aamiin 🙂
      Intinya hati kita harus ikhlas dalam menjalani perkuliahan (saat ini) agar kelak bisa menjadi guru penjas yang benar-benar bisa diharapkan dan menjadi inspirasi anak-anak kita 🙂
      Terimakasih atas kujungan dan komentarnya ya Mas Taufiq hehe 😀

      Reply

Tuliskan pendapat Anda...