Activity

  • Gisda Nur Ethisa posted an update 2 years, 7 months ago

    Sepenggal materi dari GO SPB 2016

    Di zaman yang serba gadget sekarang ini, banyak orang tidak tahu fakta yang paling kentara bahwa bukan lah mereka yang mengontrol teknologi tapi merekalah yang dikontrol oleh teknologi.Dari beberapa penelitian psikologi keluarga yang dilakukan, anak-anak lebih banyak menghabiskan waktu luangnya bersama gadget mereka daripada berinteraksi social dengan teman sebaya atau bahkan menghabiskan quality time bersama orang tua mereka. Jika hal ini terus berlanjut , seorang anak yang kecanduan gadget akan mengalami konsep diri yang buruk ,yang bisa menyebabkan hilangnya kepercayaan diri mengenai keberadaanya di tengah masyarakat. Keluarga sebagai pilar utama pembentuk kepribadian dinilai gagal dalam melaksanakan peranya jika kasus itu benar terjadi,yang ternyata memang sudah banyak terjadi di sekitar kita meski kita tidak menyadarinya.
    Suatu konsep diri tidak muncul begitu saja dalam perkembangan hidup seseorang.Mereka muncul secara bertahap dan terbentuk sesuai situasi atau keadaan – keadaan yang dialami oleh seseorang di sepanjang prtumbuhanya. Gagasan konseptual yang didapatkan berasal dari kemampuan orang tersebut dalam mencerna situasi yang dialaminya karena gagasan itu tidak bisa dibuat buat melainkan murni berasal dari dalam diri. Sesuatu yang original yang setiap individu memiliki citra khas dirinya di dalam gagasan konseptual dirinya masing masing. Hal tersebut membentuk kepribadian dan sikap seseorang dalam menilai “APA” yang ada di dalam dirinya, bagaimana mereka merima dan menyikapinya, menyadari apa sebenarnya peran yang harus mereka lakukan,menemukan sikap diri ideal yang unik dan membawa harga diri mereka dengan bangga di situasi apapun.
    Dalam mencapai nya, siapa sangka analisis SWOT yang biasa diterapkan penggunaan nya dalam menganalisis peluang usaha juga bisa diterapkan penggunaan nya dalam memahami dan mengenali diri kita lebih mendalam. Analisis tersebut mampu membawa kita mengenali kelebihan dan utamanya kelemahan yang kita punya, hambatan hambatan apa yang mengancanm kita dalam mencapai tujuan diri, maupun itu dari luar atau dalam. Jika seseorang telah mampu menegenali dirinya , mental akan terbentuk mengikuti pemikiran individu tersebut. Tentu saja sekali lagi lingkungan kembali ikut andil mengambil bagian.
    Darren, seseorang yang cerdas ,curious dan pintar membawa dirinya di hadapan orang lain ternyata memiliki kesulitan dalam mengambil keputusan akan apa yang harus dilakukan dalam tiap langkah di hidupnya. Ketika ditelusuri ke belakang , ke masa kecilnya, Darren kecil terlalu banyak mendapat penolakan dari apa yang dia inginkan untuk dilakukanya. Dari banyak nya penolakan yang dia terima tersebut menimbulkan traumatis tersendiri yang akhirnya terbawa hingga dia dewasa.Penolakan tersebut menyebabkan sikap ragu dan tidak percaya diri muncul di dalam dirinya. Hal itulah yang menghambat dirinya , suatu hambatan dari dalam, dalam mengambil keputusan di hidupnya. Bukanya dia tidak bisa mengambil suatu keputusan melainkan dia hanya merasa takut akan adanya penolakan yang dia terima jika mengambil keputusan yang dipilihnya. Karena sebenarnya, dalam sebuah pengambilan keputusan tidak ada pilihan yang salah melainkan pilihan yang baik dan terbaik. Jika itu salah kaprah dan gagal memahami ,Sebuah mental takut salah akan terbentuk secara tidak langsung ketika Darren tidak mampu menaklukan atau menemukan solusi dari hambatan yang ia alami tersebut.
    Dari contoh yang dipaparkan diatas , terlihat jelas bahwa suasana emosional, sikap orang tua, dan lingkungan memiliki andilnya masing masing dalam membentuk konsep diri dan kepribadian tiap individu. Namun dalam penerapan identitas itu sendiri , akan menjadi tidak baik jika kita terus menerus mengingatnya , itu membuat kita lupa pada tujuan ,tidak melakukan sesuatu seperti yang diharapkan karena terlalu banyak yang dipikirkan.
    Dewasa ini, mahasiswa dituntut dapat mengenali konsep dirinya .seperti ,apa peran penting mereka sebagai mahasiswa, apa yang dapat mereka lakukan dan cara cara mereka dalam mencapai tujuan . di stage ini pemahaman mengenai konsep diri sudah lebih mendalam, membentuk pola pikir dan proses yang timbul dalam diri seseorang, khususnya seorang mahasiswa.
    Mahasiswa merupakan tahap penting menuju kedewasaan dimana mereka dituntut bisa mengatur atau mengontrol dirinya sendiri bahkan mereka juga diharuskan mampu memanage waktu dan memiliki individual social responsibility.Seperti yang diterapkan di dalam kehidupan perkuliahan dimana terdapat organisasi organisasi yang real, yang langsung berhubungan dengan dunia luar, mahasiswa dilatih mengenali peranya dalam masyarakat , berbangsa dan bernegara. Dalam organisasi tersebut mahasiswa dilatih untuk dapat menentukan dan memperluas tujuan yang akan dicapai, mengembangkan pola pikir kritis serta mengasah kepekaan social .mereka diarahkan untuk tidak memikirkan kesejahteraan dirinya saja tetapi juga kesejahteraan masyarakat. Maka dari itu penting adanya kesinambungan antara akademik , soft skill dan kontribusi yang mahasiswa lakukan.
    Sebenarnya apa yang bisa dilakukan oleh mahasiswa? Sebagai generasi muda pemegang tonggak kemajuan bangsa, mahasiswa memiliki peran sebagai:
    – Agent of change
    Dari kata pepatah yang sering kita dengar atau mungkin banyak terdengar di dialog tokoh pahlawan di film superhero,” with great powers always comes great responsibility”. Mahasiswa yang memegang peran penting dalam memegang kemajuan bangsa dan pembela kesejahteraan masyarakat, diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran tersebut dan menanamkan dalam benaknya bahwa suatu kekuatan atau kekuasaan selalu diikuti oleh tanggung jawab yang besar.Apalagi jika dilihat dari kedudukan mahasiswa yang berada di tengah, diantara masyarakat dan pemerintah, tentu saja menuntut tanggung jawab yang besar.
    – Iron Stock
    Kaderisasi pemimpin.Seorang pemimpin yang baik tentu saja harus bisa menyiapkan calon calon pemimpin yang bisa menggantikanya kelak. Memenuhi kualitas sebagai seorang pemimpin yang utamanya berintegritas dan mampu menganalisa suatu masalah dari berbagai sudut pandang yang berbeda.
    – Social Control
    Aksi mahasiswa. Realita di masyarakat merupakan slah satu cara mahasiswa dapat mengembangkan jiwa social dan politik. Kepekaan social mereka didukung oleh pemikiran yang kritis ,mendorong terjadinya aksi mahasiswa dalam membela hak hak masyarakat terhadap kebijakan atau pemerintahan yang tidak pada tempatnya.

    Dari beberapa peran yang bisa dilakukan mahasiswa diatas , mahasiswa juga diharapkan dapat menjadi moral force yaitu pemberi teladan atau penggerak pada lingkungan sekitar mereka. Untuk melatihnya kita bisa memulai langkah kita dari hal kecil dengan planning priority.Misal :
    – Apa yang dibutuhkan dan dikeluhkan oleh tetangga terdekat.
    – Menyempatkan waktu
    – Berbicara dngan orang atas
    • Dikaji terlebih dahulu
    • Sampaikan data yang terkumpul
    • Awali dengan pertanyaan
    – Berikan alternative solusi
    Tentu saja semua itu terkait dengan adanya kepenulisan.Well , seperti yang kita tahu, pers adalah salah satu media kepenulisan informasi yang berkembang pesat di negeri ini. Tidak mengherankan karena sebagai salah satu jalur untuk berinteraksi pers sangat dibutuhkan keberadaanya apalagi dalam lingkup komunikasi massa .Dimana komunikasi adalah kebutuhan dasar dalam pengembangan psikologi manusia dalam mengeksistensi keberadaanya dan penyampaian identitas mereka masing masing.
    Para komunikator atau penulis melakukan penyampian melalui tulisan karena:
    – Mengawasi pikiran masyarakat atau public
    Dalam penyampaian informasi tidak hanya fakta saja yang terekspos melainkan juga opini penulis mengenai sudut pandang mereka dalam informasi yang mereka tulis.Opini dikendalikan oleh situasi si penulis yang jika tidak terkendali dan bertanggung jawab bisa menyebabkan chaos atau kekacauan dalam masyarakat. Dimana informasi hoax akan bermunculan dan menipu public dengan informasi menyesatkan yang bisa berujung menjadi konflik,kericuhan,dan penipuan public.Maka dari itu diaturlah etika jurnalistik atau etika penulisan informasi agar chaos dan penipuan public bisa dimimalisir meski tidak bisa mencegah seluruhnya.
    – Membangun kesadaran nasional
    Pers atau media penulisan mampu menyebarkan informasi public,mengenai kondisi bangsa dan Negara keseluruh penjuru wilayah dalam waktu bersamaan yang akhirnya menimbulkan suatu pemikiran dalam masyarakat bahwa mereka adalah warga negara tersebut yang diperhatikan oleh pemerintah dengan tersampaikanya perkembangan negara kepada mereka. Masyarakat merasa dilibatkan karena mereka mengetahui apa yang terjadi pada negaranya, sehingga menumbuhkan kesadaran nasional terhadap negara tersebut.
    – Menentang penyimpangan dan ketidakadilan
    Manusia yang pada dasarnya mencintai keadilan , akan mudah diprovokasi jika disodori dengan ketidak adilan dan pnyimpangan yang terjadi di depan matanya.sebagai anugrah dari Tuhan , manusia dibekali hati nurani dan hak hak asasi yang melekat padanya sejak mereka dilahirkan. Dalam hal ini penulis dapat melakukan persuasi dengan tulsanya, mempersuasi para pembaca untuk setuju dengan pendapatnya. Dalam kepentingan positif hal itu baik dilakukan karena bisa menyatukan tetapi jika dalam lingkup negative maka ketidak percayaan public lah yang akan terjadi.
    – Membangun persatuan
    Manusia yang dasarnya adalah mahkluk social,akan secara alami membentuk persatuan yang jika pers atau media kepenulisan bisa memanfaatkanya dengan baik , mampu membangun dan memperkuat ikatan persatuan tersebut.
    Kepenulisan yang baik harus memenuhi syarat sebagai berikut :
    – Mudah dimengerti
    – Komunikatif , terdapat interaksi yang terjadi
    – Sesuai konteks dan kebutuhan
    – Memenuhi standar etika dan keadilan
    Dalam menulis , diperlukan modal yang harus diperhatikan untuk menekan sesuatu yang tidak perlu atau tidak berguna dalam tulisan tersebut. Yaitu :
    – Mendengarkan semua hal dan menyaringnya dengan kesadaran akal.
    • Kumpulkan data lalu difilterisasi
    • Melihat isi kebermanfaatan data
    • Seperti filsafat, difikirkan terlebih dahulu, dirasionalisasikan, lalu dengan perasaan atau emosi.
    – Optimasi mekanisme pandang (neo letto)
    • Sudut pandang : dilihat dari berbagai ilmu, potensi menghindari konflik,terlalu sempit.
    • Cara pandang : seandainya, prediksi.
    • Jarak pandang : jangan telalu dekat dalam memandang suatu masalah (sesuatu).
    • Resolusi pandang: tingkat kedetailan suatu hal yang mendukung masalah.
    – Kreatifitas dan keberanian expresi jiwa dalam bahasa