Activity

  • Pinky Annisa posted an update 2 years, 10 months ago

    Ketika Aksi Kehilangan Jaket Ideologi

    Aksi merupakan suatu bentuk penyampaian aspirasi oleh rakyat. Namun masyarakat saat ini telah salah mengartikannya. Aksi selalu diidentikkan dengan demo yang mengandung unsur kekerasan, bakar-bakar dan lain sebagainya. Padahal mereka sendiri sebenarnya tidak memahami arti demo dan anarkis itu sendiri. Demo merupakan wujud dari aksi. Demo itu sendiri merupakan sarana untuk menyuarakan pendapat dan tuntutan atas hak yang belum diperoleh oleh para demonstran. Sedangkan anarkis itu sendiri memiliki arti kebebasan, bukan kebrutalan. Demonstrasi juga bertujuan untuk menekan si pembuat keputusan untuk mencari titik temu. Adanya demonstrasi dilatarbelakangi oleh matinya jalur penyampaian aspirasi dan buntunya metode dialog.
    Aksi sudah ada sejak awal Indonesia merdeka, yakni pada tahun 1966 saat menuntut Soekarno lengser dan pada tahun 1998 saat menuntut Soeharto lengser. Aksi-aksi demonstrasi tersebut dilakukan oleh mahasiswa. Sebagaimana telah kita tahu bahwa mahasiswa adalah Agent of Change, pengantar perubahan.

    Namun sekarang ini aksi sudah kehilangan jaket ideologinya. Sehingga aksi itu sudah kehilangan tujuan untuk melawan musuh, namun justru menjadi pertempuran melawan ideologi. Padahal ideologi merupakan cita-cita atau tujuan yang hendak diraih dalam demo tersebut. Ideologi lahir untuk mengarahkan kita untuk mencapai tujuan bersama. Sebenarnya bukan hanya saat aksi, tapi dalam kesehariannya pemuda kini telah kehilangan ideologinya. Bahkan diantaranya tidak mengerti ideologi hidup dan ideologi bangsanya. Ideologilah yang menjadi landasan berpijak dalam membentuk mindset seorang karena meyakini kebenaran ideologinya.
    Akan tetapi masih ada mahasiswa yang tetap mempertahankan ideologinya. Sebagian dari mahasiswa itu masih memiliki cita-cita, bahwa bangsa ini harus maju tanpa mendzolimi rakyatnya. Mereka menginginkan pemerataan kesejahteraan dan hilangnya kelas sosial yang kerap kali dianggap sebagai jurang pemisah antara si miskin dengan si kaya. Ideologi ini sering disebut sebagai ideologi sosialisme.
    Ideologi sosialisme kerap kali dianggap sebagai ideologi yang menyimpang atau sering dikaitkan dengan komunisme. Seorang sosialis tak berarti seorang komunis, namun seorang komunis sudahlah pasti seorang yang menganut ideologi sosialisme. Sebab komunisme lahir dari sosialisme itu sendiri. Paham sosialisme yang dimiliki sebagian mahasiswa terkadang dianggap menyimpang, karena stigma yang berkembang di masyarakat bahwa sosialisme dalah komunisme. Sosialis memiliki cita-cita bahwa kesejahteraan rakyat haruslah merata dan menghilangkan tentang hak kepemilikan pribadi, bahwa semua barang adalah milik bersama. Ideologi sosialisme juga merupakan ideologi yang memiliki keberpihakan terhadap rakyat miskin.

    Seorang Soekarno pun adalah seorang sosialis nasionalis. Soekarno adalah seorang marhaen sejati. Bangsa ini pun merdeka oleh perjuangan-perjuangan para pahlawan yang kebanyakan dari mereka beridelogikan sosialisme, yang menentang kekuasaan kapitalisme.
    Terlepas dari itu semua, seorang pemuda terutama mahasiswa haruslah memiliki ideologi atau cita-cita yang hendak dia capai untuk bangsa ini. Karena mahasiswa adalah tonggak penerus perjuangan bangsa. Merekalah yang kelak akan memimpin bangsa ini. Jika kaum mudanya saja tidak memiliki ideologi, bagaimana bangsa ini bisa mewujudkan cita-citanya. Maka jadilah kamu seorang pemuda yang berideologi. Seperti kata bapak republik kita, Tan Malaka. “Ideologi adalah kemewahan terakhir yang dimiliki oleh pemuda”.

    Pinky-