Pembelajaran Remidial (Remidial Teaching)

halo sahabat, hari ini saya akan membagikan tentang pembelajaran remidial, semoga bermanfaat ya……

PEMBELAJARAN REMIDIAL (REMIDIAL TEACHING)

  • Pembelajaran remdial :pembelajaran yang diberikan kepada peserta didik yang belum mencapai KD tertentu, menggunakan berbagai metode yang diakhiri dengan penilaian untuk mengukur kembali tingkat ketuntasan belajar KD tersebut.

  • Prinsip Pembelajaran Remdial

  • adaptif
  • interaktif
  • felksibilitas dalam metode pembelajaran dan penilaian
  • pemberian umpan balik sesegera mungkin
  • pelayanan sepanjang waktu
  • Diagnosis Kesulitan Belajar Peserta Didik

  • Kesulitan ringan (kurang perhatian saat mengikuti pelajaran)
  • kesulitan sedang (gangguan belajar dari luar peserta didik, misal faktor keluarga)
  • kesulitan berat (ketunaan pada diri pesreta didik misal tuan rungu, tuna wicara dan lain sebagai nya)
  • Teknik untuk mendiagnosis

  • test prasyarat
  • wawancara
  • observasi
  • ter diagnosis
  • pelaksanaan remidial

  • pembelajaran ulang dengan metode dan media yang berbeda
  • belajar mandiri / pemberian bimbingan secara khusus
  • pembelajaran tugas / latihan
  • belajar kelompok dengan bimbingan alumni atau tutor sebaya
  • yang semuanya diakhiri dengan ulangan
  • tes ulang
  • tes ulang diberikan kepada peserta didik yang telah mengikuti pembelajaran remidial agar dapat diketahui peserta didik telah mecapai ketuntasan/belum.

  • langkah remidasi

  1. menetapkan indikator
  2. menentukan tujuan
  3. menentukan prosedur yang dipilih
  4. menguji dari hasil yang dilakukan
  5. meremidiasi dan mendiagnosis ulang
  6. mengadministrasi tes sumatif (UAS)

 

Keterampilan – Keterampilan Mengajar

selamat pagi sahabat, hari ini saya akan membagikan tentang keterampilan -keterampilan dalam mengajar,………..

langsung saja, semoga bermanfaat

KETERAMPILAN  – KETERAMPILAN MENGAJAR

  •   Keterampilan Mengadakan Variasi

  1. memelihara dan meningkatkan perhatian peserta didik terhadap hal-hal yang berkaitan dengan aspek belajar
  2. meningkatkan kemungkinan berfungsinya motivasi dan rasa ingin tahu peserta didik melalui kegiatan investigasi dan eksplorasi
  3. membentuk sikap positif terhadap guru dan sekolah
  4. kemungkinan dilayaninya peserta didik secara individual sehingga memberikan kemudahan belajar
  5. mendorong aktivitas belajar atau cara belajar peserta didik yang berkadar tinggi dengan cara melibatkan peserta didik melalui berbagai kegiatan atau pengalaman belajar yang baik.
  •   Keterampilan Memimpin Diskusi Kelompok Kecil

  • Peserta 3 -9 orang
  • punya tujuan / topik yang jelas
  • interaksi tatap muka
  • berlangsung sistematis
  • arena berbagi informasi, berlatih kerjasama mengambil keputusan
  1. Hal –hal yang pperlu dihindari:
  • topik yangtdiak relevan
  • mendominasi diskusi
  • membiarkan siswa enggan berpartisipasi
  • membeiarkan penyimpangan
  • membiarkan monopoli
  • tergesa –gesa
  • tidak memperjelas
  • gagal meunutup diskusi secara efektif
  1. Prinsip keterampilan mengajar kelompok kecil dan perorangan

  • variasi pengorganisasian
  • pilih topik yang sesuai
  • akhiri dengan rangkuman atau kesimpulan, pemantapan , laporan dan lain- lain.
  • kenali siswa secara individual
  • beri kesempatan kepada siswa bekerja secara bebas
  • Membimbing dan Memudahkan Belajar
  • memberi penguatan
  • mengembangkan supervisi proses awal
  • mengadakan supervisi proses lanjut
  • mengadakan supervisi pemaduan
  • Merencanakan dan melaksanakan KBM
  • menetapkan tujuan
  • merencanakan kegiatan
  • berperan sebagai penasehat
  • membantu siswa menilai kemajuan sendiri
  • Mengadakan Pendektan secara pribadi
  • hangat dan peka
  • mendengar dengan simpatik
  • respon positif
  • hubungan saling mempercayai
  • kesiapan membantu
  • menerima perasaan siswa
  • mengendalikan situasi
  1. Mengorganisasikan
  • memberikan orientasi umum
  • variasi kegiatan
  • membentuk kelompok yang tepat
  • koordinasi kegiatan
  • membagi membagi perhatian
  • mengakhiri kegiatan
  • Komponen Ketrampilan Menjelaskan

  1. Merencanakan
  • isi pesan
  • karakteristik siswa
  1. Menyajikan
  • kejelasan (bahasa, kelancaran, ucapan)
  • Contoh dan Ilustrasi
  • Pemberian Tekanan (suara,ikhtisar dll)
  • Balikan (ajukan pertanyaan, mimik siswa
  • Ketrampilan mengelola kelas
  1. Prinsip Penggunaan
  • Hangat dan antusias
  • menantang peserta didik berpikir
  • adanya variasi
  • keluwesan
  • penekanaan hal –hal positif
  • penanaman disiplin diri sendiri
  1. Hal yangperlu dhindari
  • campur tangan berlebihan
  • kesenyapan kegiatan/pembicaraan karena ketidakpastian guru
  • ketidaktepatan memulai dan mengakhiri pelajaran
  • bertele –tele
  • pengulangan tidak perlu
  • Komponen Keterampilan Mengelola Kelas

  1. Penciptaan dan pemeliharaan kondisi belajar
  • Menunjukkan sikap tanggung jawab
  • membagi perhatian secara visual dan verbal
  • memusatkan perhatian kelompok
  • menegur
  • penguatan
  1. Pengendalian Kondisi Belajar
  • Modifikasi tingkah laku
  • pengelolaan / proses kelompok
  • menemukan dan mengatasi tingkah laku yang menimbulkan masalah
  • Komponen Ketrampilan Bertanya Lanjut
  1. pengubahan berurutan kognitif dalam menjawab pertanyaan
  2. pengaturan urutan pertanyaan
  3. penggunaan pertanyaan pelacak
  • Klasifikasi
  • Meminta peserta didik memberikan alasan
  • meminta kesepakatan pandangan
  • meminta ketepatan jawaban
  • meminta jawaban yang lebih relevan
  • meminta contoh
  • meminta jawaban yang lebih komplek
  1. peningkatan terjadinya interaksi
  • Keterampilan Memberi Penguatan
  • Meningkatkan perhatian peserta didik
  • membangkitkan dan memelihara motivasi belajar peserta didik
  • memberi kemudahan belajar kepada peserta didik
  • mengontrol dan memodifikasi tingkah laku peserta didik yang kurang positif serta mendorong munculnya tingkah laku yang produktif
  • mengarahkan kepada cara berpikir yang baik
  • Keterampilan Membuka dan Menutup Pelajaran

  1. Tujuan
  • Memotivasi
  • Menjelaskan batas tugas
  • Menjalaskan hubungan materi
  • Mengetahui tingkat pemahaman
  1. Komponen

  • Membuka

  • Menarik perhatian
  • Menimbulkan motivasi
  • Memberi acuan
  • Membuat kaitan
  • Menutup
  • Meninjau kembali
  • Mengevaluasi penguasaan
  • Memberikan tindak lanjut
  • Komponen Bertanya Tingkat Lanjut

  1. pengubahan tutuntutan tingkatan kognitif dalam menjawab pertanyaan
  2. pengaturan urutan pertanyaan
  3. penggunaan pertanyaan pelacak
  4. klasifikasi
  5. meminta peserta didik memberikan alasan
  6. meminta kesepakatan pandangan
  7. meminta ketepatan jawaban
  8. meminta jawaban yang lebih relevan
  9. meminta contoh
  10. meminta jawaban yang lebih kompleks
  11. Peningkatan terjadinya interaksi
  • Komponen Keterampilan Memberi Penguatan

  • penguatan verbal
  • penguatan gestur
  • penguatan dengan cara mendekati
  • penguatan dengan cara sentuhan
  • penguatan dengan kegiatan yang menyenangkan
  • penguatan tak jenuh

makalah sbm scrapbook page chemistry

MAKALAH

MEMPELAJARI KESELAMATAN KERJA LABORATORIUM MENGGUNAKAN

MEDIA SCRAPBOOK PAGE CHEMISTRY

 

 

 

DI SUSUN OLEH :

AFIFATUL ULFAH                        (K3315003)

ANGGRAINI YULVITA S              (K3315005)

ANNISA YUSTIKARANI M          (K3315007)

ARDHIA PUTRI SABRINA          (K3315009)

TRI WIDOWATI                         (K3314051)

UNIVERSITAS SEBELAS MARET

SURAKARTA

2017

BAB I

PENDAHULUAN

 

  1. Latar Belakang

Ilmu kimia adalah ilmu yang mempelajari tentang struktur, susunan, sifat, perubahan materi, serta energi yang menyertainya (Depdiknas, 2004). Lingkup pembelajaran kimia tidak hanya terbatas pada penggunaan ataupun penurunan rumus saja, melainkan merupakan produk dari sekumpulan fakta, teori, prinsip, dan hukum yang diperoleh yang dikembangkan berdasarkan serangkaian kegiatan (proses) yang mencari jawaban atas apa, mengapa dan bagaimana. Secara garis besar kimia mencakup dua bagian, yakni kimia sebagai proses dan kimia sebagai produk. Kimia sebagai produk meliputi sekumpulan pengetahuan yang terdiri atas fakta-fakta, konsep-konsep, dan prinsip-prinsip ilmu kimia. Sedangkan kimia sebagai proses meliputi keteampilan-keterampilan dan sikap yang dimiliki oleh para ilmuwan untuk memperoleh dan mengembangkan produk kimia. Hal tersebut berarti dalam pembelajaran kimia tidak cukup hanya melalui aspek kognitifnya saja, aspek afektif (sikap ilmiah) dan psikomotorik (unjuk kerja) mutlak dilibatkan

Keterampilan proses IPA meliputi keterampilan-keterampilan: mengamati, menafsirkan pengamatan, meramalkan, menggunakan alat dan bahan, menerapkan konsep, merencanakan penelitian dan berkomunikasi (Dahar, 1986). Kegiatan laboratorium yang dalam hal ini lebih dikenal dengan istilah praktikum merupakan komponen yang sangat penting dan tak terpisahkan dari pengajaran IPA pada umumnya dan kimia pada khususnya. Sebagian besar pokok bahasan kimia memerlukan penguatan pemahaman dan pengembangan wawasan melalui penerapan metode praktikum,  ada kira-kira 20 judul praktikum kimia yang idealnya dilakukan atau diamati oleh siswa selama mereka belajar kimia di SMA (Jahro, 2009).

Keselamatan kerja laboratorium merupakan salah satu pokok bahasan yang memerlukan penguatan pemahaman siswa. Keselamatan kerja laboratorium merupakan hal yang sangat penting diketahui oleh siswa sebagai pengetahuan awal mengenai kimia dalam laboratorium. Sebab dalam laboratorium khususnya laboratorium kimia terdapat banyak bahan kimia yang memerlukan perlakuan khusus dalam menggunakannya agar tidak menimbulkan iritasi, luka, dan kecelakaan kerja dalam laboratorium.

Oleh karena itu untuk mengenalkan prosedur keselamatan kerja dan pengenalan bahan- bahan berbahaya dalam laboratorium kelompok kami memilih media pembelajaran berupa “SCRAPBOOK PAGE CHEMISTRY ”.

  1. Rumusan Masalah
  2. Apa pentingnya hakikat ilmu kimia dalam kehidupan sehari- hari?
  3. Bagaimana penggunaan metode ilmiah dalam mempelajari ilmu kimia?
  4. Mengapa harus mempelajari keselamatan kerja laboratorium? Dan apa saja macamnya?
  5. Media apa saja yang dapat digunakan dalam mempelajari hakikat ilmu kimia khususnya keselamatan kerja laboratorium?
  6. Bagaimana penggunaan scrapbook dalam mempelajar keselamatan kerja laboratorium?
  7. Tujuan
  8. Mengetahui pentingnya mempelajari hakikat ilmu kimia dalam kehidupan sehari- hari
  9. Memahami penggunaan metode ilmiah dalam mempelajari ilmu kimia
  10. Mengetahui pentingnya mempelajari keselamatan kerja laboratorium dan macam- macamnya
  11. Mempelajari beberapa media yang cocok digunakan dalam belajar keselamatan kerja laboratorium
  12. Dapat menerapkan pembelajaran mengenai keselamatan kerja laboratorium menggunakan media scrapbook

 

BAB II

PEMBAHASAN

 

  1. Hakikat Ilmu Kimia, Metode Ilmiah, Keselamatan Kerja dan Peran Kimia dalam Kehidupan
    • Hakikat Ilmu Kimia

Hakikat ilmu kimia adalah bahwa benda itu bisa mengalami perubahan bentuk, maupun susunan partikelnya menjadi bentuk yang lain sehingga terjadi deformasi, perubahan letak susunan, ini mempengaruhi sifat-sifat yang berbeda dengan wujud yang semula.

Fakta yang terdapat di alam mempunyai banyak hubungan dengan ilmu kimia. Dari ciri pemikiran filsafat yang telah dipelajari mempunyai arti besar dalam menumbuhkan sikap kritis terhadap suatu fakta. Sikap kritis ini merangsang otak untuk mengajukan berbagi pertanyaan terhadap fenomena yang ada. Sebagai contoh : fakta kimia yaitu larutan elektrolit dan non-elektrolit. Dari sikap kritis muncul pertanyaan : apa yang menyebabkan larutan elektrolit dapat menghantarkan arus listrik dan apa yang menyebabkan larutan non-elektrolit tidak dapat menghantarkan arus listrik, bagaimana ciri-ciri larutan elektrolit dan non-elektrolit, dan lain-lain.

Ilmu kimia pada hakikatnya merupakan ilmu yang mempelajari tentang susunan, struktur, sifat dan perubahan materi, serta energi yang menyertai perubahan tersebut.

Beberapa contoh proses kimia dalam kehidupan sehari-hari:

  1. Besi berkarat
  2. Kayu terbakar menjadi arang
  3. Penyepuhan emas, dan lain-lain.

Susunan materi = Mencakup komponen-komponen pembentuk materi dan perbandingan tiap komponen tersebut.

Struktur materi = Mencakup struktur partikel-partikel penyusun suatu materi atau menggambarkan bagaimana atom-atom penyusun materi tersebut saling berikatan.

Sifat materi = Mencakup sifat fisis (wujud dan penampilan) dan sifat kimia.

Sifat suatu materi dipengaruhi oleh : susunan dan struktur dari materi tersebut.

  • Metode Ilmiah

Metode ilmiah adalah suatu proses atau prosedur keilmuan untuk mendapatkan pengetahuan secara sistematis yang berdasarkan bukti fisis.

Jika dijelaskan secara lengkap Metode Ilmiah terdiri dari 2 (dua) kata yaitu kata Metode dan Ilmiah. Metode merupakan cara seseorang dalam melakukan suatu kegiatan untuk memecahkan masalah yang ada secara sistematis. Sedangkan kata Ilmiah merupakan cara mendapatkan pengetahuan secara alami dan berdasarkan bukti fisis. Seseorang yang melakukan metode ilmiah untuk memecahkan masalah akan membentuk atau mengambil Hipotesis. Hipotesis inilah yang nantinya akan menjelaskan masalah, dan dapat digunakan untuk pengujian serta melakukan eksperimen.

Penelitian atau metode ilmiah umumnya menfokuskan untuk melakukan identifikasi terhadap masalah yang harus dipecahkan, pengumpulan data, lalu menanalisis data dan menarik kesimpulan yang tepat. Penelitian ini sifatnya sangat objektif, karena tidak berdasarkan pada perasaan, pengalaman maupun intuisi seorang peneliti yang sifatnya subjektif.

Unsur utama metode ilmiah adalah pengulangan empat langkah berikut:

  • Karakterisasi (pengamatan dan pengukuran)
  • Hipotesis (penjelasan teoretis yang merupakan dugaan atas hasil pengamatan dan pengukuran)
  • Prediksi (deduksi logis dari hipotesis)
  • Eksperimen (pengujian atas semua hal di atas)

Menurut sumber ada beberapa karakteristik metode ilmiah:

  • Bersifat kritis, analistis, artinya metode menunjukkan adanya proses yang tepat untuk mengidentifikasi masalah danmenentukan metode untuk pemecahan masalah.
  • Bersifat logis, artinya dapat memberikan argumentasi ilmiah. Kesimpulan yang dibuat secara rasional berdasarkan bukti-bukti yang tersedia
  • Bersifat obyektif, artinya dapat dicontoh oleh ilmuwan lain dalam studi yang sama dengan kondisi yang sama pula.
  • Bersifat konseptual, artinya proses penelitian dijalankan dengan pengembangan konsep dan teori agar hasilnya dapat di pertanggungjawabkan.
  • Bersifat empiris, artinya metode yang dipakai didasarkan pada fakta di lapangan.

Langkah – Langkah pada Metode Ilmiah antara lain adalah :

  • Menyusun Rumusan Masalah

Hal-hal yang harus diperhatikan dalam menyajikan rumusan masalah :

  1. Masalah menyatakan adanya keterkaitan antara beberapa variabel atau lebih.
  2. Masalah tersebut merupakan masalah yang dapat diuji dan dapat dipecahkan.
  3. Masalah disusun dalam bentuk pertanyaan yang singkat, padat dan jelas.
  • Menyusun Kerangka Teori

Mengumpulkan keterangan-keterangan dan informasi, baik secara teori maupun data-data fakta di lapangan.

Dari keterangan-keterangan dan informasi tersebut diperoleh penjelasan sementara terhadap permasalahan yang terjadi.

  • Penarikan Hipotesis

Hipotesis merupakan dugaan atau jawaban sementara terhadap suatu permasalahan. Penyusunan hipotesis dapat berdasarkan hasil penelitian sebelumnya yang pernah dilakukan oleh orang lain. Dalam penelitian, setiap orang berhak menyusun Hipotesis.

  • Pengujian Hipotesis

Pengujian hipotesis dilakukan dengan cara menganalisis data. Data dapat diperoleh dengan berbagai cara, salah satunya melalui percobaan atau eksperimen. Percobaan yang dilakukan akan menghasilkan data berupa angka untuk memudahkan dalam penarikan kesimpulan. Pengujian hipotesis juga berarti mengumpulkan bukti-bukti yang relevan dengan hipotesis yang diajukan untuk memperlihatkan apakah terdapat bukti-bukti yang mendukung hipotesis.

  • Keselamatan Kerja

Sebagai seorang praktikan, sebelum melakukan praktikum Kita terlebih dahulu  harus mengetahui Bagaimana Pelaksanaan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) di Laboratorium, agar kita dapat melaksanakan praktikum dengan aman dan lancar. Keselamatan kerja adalah keselamatan yang berkaitan dengan penggunaan alat alat Laboratorium, bahan & proses Praktikum, tempat Praktikun & lingkungannya serta cara-cara melakukan Praktikum.Keselamatan kerja menyangkut segenap proses Praktikum di laboratorium, sedangkan Kecelakaan kerja adalah kejadian yang tak terduga & tidak diharapkan yang terjadi pada saat Praktikum sedang berlangsung.Oleh karena dibelakang peristiwa itu tidak terdapat unsur kesengajaan, lebih-lebih dalam bentuk perencanaan.

Kesehatan kerja (Occupational health) merupakan bagian dari kesehatan masyarakat yang berkaitan dengan semua pekerjaan yang berhubungan dengan faktor potensial yang mempengaruhi kesehatan pekerja (dalam hal ini Dosen, Mahasiswa dan Karyawan). Bahaya pekerjaan (akibat kerja), Seperti halnya masalah kesehatan lingkungan lain, bersifat akut atau khronis (sementara atau berkelanjutan) dan efeknya mungkin segera terjadi atau perlu waktu lama. Efek terhadap kesehatan dapat secara langsung maupun tidak langsung. Kesehatan masyarakat kerja perlu diperhatikan, oleh karena selain dapat menimbulkan gangguan tingkat produktifitas, kesehatan masyarakat kerja tersebut dapat timbul akibat pekerjaanya. Sasaran kesehatan kerja khususnya adalah para pekerja dan peralatan kerja di lingkungan Laboratorium.

Perlengkapan sebagai pengaman agar kita terlindung dari bahan-bahan kimia yang bisa menimbulkan efek yang kurang baik untuk kesehatan (iritasi kulit atau keracunan).

  • Kacamata : Untuk melindungi mata.
  • Jas lab : Untuk melindungi baju dan kulit.
  • Sarung tangan : Untuk melindungi tangan.
  • Cara mengatasi tumpahan zat kimia : Cari kain lab dan bersihkan tumpahan, kemudian bersihkan lagi dengan lap yang telah dibasahai air.
  • Cara menangani alat yang pecah :Buang pecahan gelas kimia pada tempat sampah dan bersihkan serpihan-serpihan kaca yang tercecer.
  • Cara menangani kebakaran :Jauhkan alat-alat dan bahan-bahan kimia yang mungkin mudah terbakar dari benda yang sedang terbakar, lalu ambil alat pemadam kebakaran dan padamkan api.
  • Peran Serta Kimia dalam Kehidupan

Pada saat ini, ilmu kimia sudahlah berkembang pesat dan mengambil andil yang sangat besar pada kehidupan manusia. Ilmu kimia telah mengeluarkan produk-produk yang sangat bermanfaat bagi kelangsungan hidup manusia, seperti pada urusan sandang, pangan, obat-obatan, bahan industri elektronik dan lain-lain, kini sebagian besar tidak memperolehnya langsung dari alam, tetapi pengolahan atau hasil sintesis dengan menggunakan ilmu kimia.

Dengan mempelajari ilmu kimia kita akan lebih paham tentang alam sekitar dan proses yang berlangsung di dalamnya sehingga kita dapat mengontrol perubahan demi keuntungan bagi kehidupan manusia dan lingkungan. Mengubah bahan alam menjadi produk yang lebih berguna untuk memenuhi kebutuhan kita.

  1. Bidang Kesehatan

Ilmu kimia cukup memberikan kontribusi dalam bidang kesehatan, salahsatunya memudahkan para dokter untuk mendiagnosa beberapa penyakit interaksi kimia dalam tubuh manusia, seperti pada sistem pencernaan, pernafasan, ekskresi, dll.

Kimia juga memiliki peran pada pembuatan obat-obat, karena obat dibuat berdasarkan hasil penelitian terhadap proses dan reaksi bahan kimia yang berkhasiat terhadap suatu penyakit. Yang kemudian hal ini dipelajari dalam kimia farmasi.

  1. Bidang Pertanian

Sedikit contohnya adalah, analisis kimia dapat memberikan informasi tentang kesuburan tanah, dan dengan data tersebut petani dapat menentukan tumbuhan yang kekurangan zat, supaya tepat ketika diberi pupuk. Juga pupuk yang terbuat dari bahan kimia, contohnya pupuk urea. Lalu apabila tumbuhan diserang hama, kita menggunakan pestisida atau insektisida yang terbuat dari bahan kimia.

  1. Bidang Industri

Pada zaman ini, sebagian besar keperluan hidup umat manusia selalu ada campur tangan kimia dalam proses produksinya. Contohnya, semen dan cat berasal dari hasil riset yang berdasarkan ilmu Kimia. Juga kain sintetis yang merupakan penerapan ilmu kimia.

  1. Bidang Biologi

Proses-proses yang terjadi pada tubuh makhluk hidup memerlukan penjelasan kimia. Contohnya, kita perlu memiliki pengetahuan tentang struktur dan sifat senyawa dari  karbohidrat, air, dll. Untuk mempelajari tentang fotosintesis.

  1. Bidang Arkeologi

Contohnya adalah penentuan umur fosil dengan menggunakan radioisotop karbon-14, dimana ini adalah penerapan salahsatu ilmu kimia.

  1. Bidang Hukum

Pemeriksaan alat kriminalitas oleh tim forensik menggunakan penerapan ilmu kimia di dalamnya, yaitu pemeriksaan DNA. Dimana struktur DNA pada rambut atau darah setiap individu dapat diidentifikasi juga berbeda-beda hasilnya.

 Kemajuan yang terjadi pada ilmu kimia juga sangat berdampak pada kehidupan sehari-hari, membuat peningkatan kualitas hidup karena efektifitas dan efisiensi dalam berbagai bidang

  1. Media yang Digunakan dalam Mempelajari Materi Hakikat Ilmu Kimia, Metode Ilmiah, Keselamatan Kerja dan Peran Kimia dalam Kehidupan.

Dalam mempelajari  materi tentang hakikat ilmu kimia, metode ilmiah, keselamatan kerja dan peran kimia dalm kehidupan sehari-hari, akan lebih mudah menggunakan suatu media yang dapat memperlancar dalam menyampaikan materi ini.

Kemp dan Dayton(1985 : 3-4) mengemukakan beberapa hasil penelitian yang menunjukkan dampak positif dari penggunaan media sebagai bagian integral pembelajaran di kelas, atau sebagai cara utama pembelajaran langsung, sebagai berikut : Penyampaian pelajaran tidak kaku. Pembelajaran bisa lebih menarik. Pembelajaran menjadi lebih interaktif dengan diterapkannya teori belajar dan prinsip – prinsip psikologis yang diterima dalam hal partisipasi siswa, umpan balik dan penguatan. Lama waktu pembelajaran yang diperlukan dapat dipersingkat, karena kebanyakan media hanya memerlukan waktu singkat untuk mengantarkan pesan–pesan dan isi pelajaran dalam jumlah yang cukup banyak dan memungkinkan dapat diserap oleh siswa lebih besar. Kualitas hasil belajar dapat ditingkatkan bila integrasi kata dan gambar sebagai media pembelajaran dapat mengkomunikasikan elemen – elemen pengetahuan dengan cara yang terorganisasi dengan baik, spesifik dan jelas. Pembelajaran dapat diberikan kapan dan dimana saja diinginkan atau diperlukan, terutama jika media pembelajaran dirancang untuk penggunaan secara individu. Sikap positif siswa terhadap apa yang mereka pelajari dan terhadap proses belajar dapat ditingkatkan. Peran guru dapat berubah ke arah yang lebih positif.

Kelompok kami mengambil subbab materi tentang hakikat ilmu kimia, dan dalam penyampaiannya kami membuat media “SCRAPBOOK PAGE CHEMISTRY”. Bentuk dari media ini umum seperti scrapbook biasa dalam bentuk papan yang berisi ilustrasi tentang materi hakikat ilmu kimia.

  • Scrapbook Page Chemistry

Fungsi dan peran media pembelajaran menurut Wina sanjaya ( 2008) yaitu:

  1. Menangkap suatu objek atau peristiwa-peristiwa tertentu

Peristiwa-peristiwa penting atau objek yang langka dapat diabadikan dengan foto, film, atau direkam melalui video atau audio, kemudian peristiwa itu dapat disimpan dan dapat digunakan manakala diperlukan.

  1. Memanipulasi keadaan, peristiwa, atau objek tertentu

      Melalui media pembelajaran, guru dapat menyajikan bahan pelajaran yang bersifat abstrak menjadi konkrit sehingga mudah dipahami dan dapat menghilangkan verbalisme. Selain itu, media pembelajaran juga bisa membantu menampilkan objek yang terlalu besar yang tidak mungkin dapat ditampilkan di dalam kelas, atau menampilkan objek yang terlalu kecil yang sulit dilihat dengan mata telanjang.

  1. Menambah gairah dan motivasi belajar siswa

      Penggunaan media dapat menambah motivasi belajar siswa sehingga perhatian siswa terhadap materi pelajaran dapat lebih meningkat . Sebagai contoh sebelum menjelaskan materi pelajaran tentang polusi, untuk dapat menarik perhatian siswa terhadap topik tersebut, maka guru memutar film terlebih dahulutentang banjir atau kotoran tentang limbah industri.

Prinsip – Prinsip Penggunaan Media

Agar media pembelajaran benar-benar digunakan untuk membelajarkan siswa, maka ada sejumlah prinsip yang harus diperhatikan, di antaranya:

  1. Media yang digunakan oleh guru harus sesuai dan diarahkan untuk mencapai tujuan pembelajaran.
  2. Media yang akan digunakan harus sesuai dengan meteri pelajaran.
  3. Media pembelajaran harus sesuai dengan minat, kebutuhan, dan kondisi peserta didik.
  4. Media yang digunakan harus memperhatikan efektifitas dan efensiensi.
  5. Media yang aka digunakan harus sesuai dengan kemampuan guru dalam mengoprasikannya. (Sanjaya, 2007:173-174).

Definisi scrapbook adalah seni menempel foto atau gambar di media kertas, dan menghiasnya hingga menjadi karya kreatif. Kegiatan scrapbooking menjadi suatu gaya hidup di Amerika sekitar 20 tahun lalu. Sedang di Asia baru berkembang tahun-tahun terakhir ini. Kegiatan mengasyikkan yang merupakan penuangan ekspresi si pembuatnya adalah perpaduan ketrampilan menempel kertas, foto, dan gambar dengan seni memadukan warna, motif, dan bentuk ini menghasilkan karya-karya.

Scrapbook yang kami gunakan untuk materi kimia disini dalam bentuk papan, dan konten-konten yang ada di dalamnya kita ganti dengan materi-materi yang berhubungan dengan hakikat ilmu kimia. Jadi itulah mengapa kami menamainya “Scrapbook Page Chemistry”.

Media scrapbook sendiri masih jarang digunakan dalam menyapaikan materi kimia, kelompok kami memilih media ini karena dirasa media ini cukup baik dikembangkan untuk menyampaikaan materi tentang hakikat ilmu kimia. Selian itu dari segi tampilan terlihat menarik sehingga dapat membangun rasa ketertarikan terlebih dahulu dari siswa.

  • Manfaat Scrapbook Page Chemistry
  • memudahkan siswa dalam memahami materi yang kimia yang disampaikan
  • membuat materi kimia tidak terlihat monoton sehingga siswa tidak mudah jenuh
  • mempermudah siswa dalam menganalisis materi yang disampaikan.
    • Kelebihan dan Kekurangan

Kelebihan dari scrapbook page chemistry adalah :

  • Menarik
  • Mempercepat dan mempermudah pemahaman siswa
  • Mudah dibuat oleh siapa saja
  • Biaya yang diperlukan dalam pembuatannya murah

Kekurangan dari scrapbook page chemistry adalah :

  • Membutuhkan banyak waktu dalam pembuatannya
  • Mudah rusak atau tidak tahan lama
  • Hanya berupa visual
  • Tidak dapat mencakup semua materi secara mendalam dalam satu scrapbook

 


 

BAB III

PENUTUP

 KESIMPULAN

  1. Hakikat ilmu kimia adalah bahwa benda itu bisa mengalami perubahan bentuk, maupun susunan partikelnya menjadi bentuk yang lain sehingga terjadi deformasi, perubahan letak susunan, ini mempengaruhi sifat-sifat yang berbeda dengan wujud yang semula.
  2. Metode ilmiah adalah suatu proses atau prosedur keilmuan untuk mendapatkan pengetahuan secara sistematis yang berdasarkan bukti fisik.
  3. Keselamatan kerja adalah keselamatan yang berkaitan dengan penggunaan alat alat Laboratorium, bahan & proses Praktikum, tempat Praktikun & lingkungannya serta cara-cara melakukan Praktikum.Keselamatan kerja menyangkut segenap proses Praktikum di laboratorium, sedangkan Kecelakaan kerja adalah kejadian yang tak terduga & tidak diharapkan yang terjadi pada saat Praktikum sedang berlangsung.Oleh karena dibelakang peristiwa itu tidak terdapat unsur kesengajaan, lebih-lebih dalam bentuk perencanaan.
  4. Dengan mempelajari ilmu kimia kita akan lebih paham tentang alam sekitar dan proses yang berlangsung di dalamnya sehingga kita dapat mengontrol perubahan demi keuntungan bagi kehidupan manusia dan lingkungan.
  5. Scrapbook Page Chemistry adalah Scrapbook yang digunakan untuk materi kimia disini dalam bentuk papan, dan konten-konten yang ada di dalamnya kita ganti dengan materi-materi yang berhubungan dengan hakikat ilmu kimia.
  6. Manfaat Scrapbook Page Chemistry
  • memudahkan siswa dalam memahami materi yang kimia
  • membuat materi kimia tidak terlihat monoton
  • mempermudah siswa dalam menganalisis materi yang disampaikan.
  1. Kelebihan dari scrapbook page chemistry adalah :
  • Menarik
  • Mempercepat dan mempermudah pemahaman siswa
  • Mudah dibuat oleh siapa saja
  • Biaya yang diperlukan dalam pembuatannya murah
  1. Kekurangan dari scrapbook page chemistry adalah :
  • Membutuhkan banyak waktu dalam pembuatannya
  • Mudah rusak atau tidak tahan lama
  • Hanya berupa visual
  • Tidak dapat mencakup semua materi secara mendalam dalam satu scrapbook

 SARAN

1. Semoga penulis lebih meningkatkan minat untuk mengembangkan media pembelajaran agar lebih variatif.

  1. Semoga pembaca bisa lebih memanfaatkan alat dan bahan di sekitarnya untuk dijadikan media pembelajaran.

DAFTAR PUSTAKA

 

Angel. (2014). Hakikat Ilmu Kimia, Metode Ilmiah, Keselamatan Kerja dan Peran Serta Kimia dalam Kehidupan. Https://angeldramerveranda.wordpress.com/2014/08/08/hakikat-ilmu-kimia-metode-ilmiah-keselamatan-kerja-dan-peran-serta-kimia-dalam-kehidupan/. Diakses pada tanggal 15 Mei 2017

Amalia, Erwina J.A. (2012). Pengaruh Penggunaan Laboratorium Virtual dan Laboratorium Real Terhadap Sikap Ilmiah dan Hasil Belajar Kimia Siswa Pada Pokok Bahasan Larutan Penyangga. Medan : Kimia Journal at Googlesholar

Hadi. (2012). Metode Ilmiah Dan Langkah-Langkahnya. Https://hadi27.wordpress.com/metode-ilmiah-dan-langkah-langkahnya. Diakses pada tanggal 15 Mei 2017

Khairunisa, Anggun. (2015). Manfaat Ilmu Kimia. https://www.academia.edu/4440326/MANFAAT_ILMU_KIMIA. Diakses pada tanggal 12 Mei 2017

Sanjaya, Wina. (2011). Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Jakarta : Kencana Prenada Media Grup

 

Media Pembelajaran dan E -Learning

selamat pagi sahabat perjuanganku, kali ini saya akan membagikan materi tentang e-learning…

yuks langsung saja kita bahas bersama,

Media

Audio: kaset, CDS

Non-projected visual: objek nyata, gambar

Projected visual:  OHP, Film, Slide

Video dan Film  :video, film, CDS, DVD, Youtube

Multimedia Kits: Sound slide

Electronic Distribution System :Radio, Televisi

Games and Simulation

Media Pembelajaran

Computer – Based Instruction

  • CAD, CDRoom
  • Internet- based (email, searching)
  • Web- Based Learning (Web- CT, E-Collage)

Media Pembelajaran dan Metode Mengajar

Ceramah, demonstrasi, latihan, tutorial, game/simulasi, penemuan, pemecahan masalah.

Instructional Media and Teaching Method

  Presentation (pptx) demonstrasi Drill and practice Tutorial
Display ü ü ü
Audio ü ü ü ü
Non-projected ü ü ü
projected ü

 

 

 

 

 

 

 

 

Instructional Media and Type of Communication- Flexibility

    One way Two way
Display Format Display ü ü
Audio media Audio ü
Non-projected visual Non-projected ü ü
Projected visual projected ü ü

 

 

Instructional Media and Production Preparation

  No Preparation Simple Preparation Complicated Preparation
Display Format      
Audio media      
Non-projected visual      
Projected visual      

#fleksible tergantung yang membuat

Memilih Media

  • Massage/ Subject àmatter contain
  • Objectivitas (introduction, motivating, practicing)
  • Learners (learning style, skills, experience, needs)
  • Group Size( small, large)
  • Teaching method
  • Resource (equipment, facilities coast)
  • Time Constraint(preparation, usage)
  • Location (in class, outdoor, distance)
  • Teacher skills, preference, experience

 

 

 

Kerucut Edgar Dale

Media grafis

V         : Visible, mudah dilihat

I           : Interesting, menarik

S          : Simple, sederhana

U         : Useful, bermanfaat

A         : Accurate, tepat sasaran

L          : Legitimate, gambar masuk akal

S          : Structure, urut dan sistematis

E- Learning

E-learning merupakan pembelajaran yang menggunakan teknologi, informasi dan komunikasi untuk menginformasikan proses pembelajaran antara pengajar dan peserta didik.

 

 

 

  • Fungsi e-learning

-Subtitution             : mengantikan peembelajaran dikelas-

Complement             : pelengkap

Suplement             : pengayaan

  • Fokus e-learning : Belajar
  • Tujuan utama penggunaan ICT adalah meningkatkan efisiensi dalam pembelajaran
  • Peralatan TIK :Komputer, LAN, WAN, Internet, Intranet, Satelit dan lain lain.
  • Waktu Pembelajaran : bersamaan, berbeda
  • Bahan pembelajaran : Mencirikan Multimedia
  • Karakteristik E-learning:

-Berpusat pada peserta didik

-Bahan pembelajaran, up to date

-Bercirikan multimedia

-Belajar secara bebas

-Dapat didesain untuk menyimpan

  • Manfaat E-learning

-Membangun interaksi ketika peserta didik diskusi online

-Mengakomodasi perbedaan peserta didik

-Peserta didik dapat mengulang materi

-Kemudahan akses, kapan dan dimana saja

-Peserta didik dapat belajar secara bebas tanpa tekanan

  • Kriteria modul yang baik (e- learning)

-S (self instruction) : dapat belajar sendiri

-S ( self contain) :isinya sesuai kompetensi

-S (Stand alone) : berdiri sendiri

-A (Adaptive) : bisa di up date kapan saja

-U (User friendly) : mudah digunakan

  • Manfaat E-learing pada lembaga

-Prestise dan akuntabilitas

-Distance Education

-Pemilihan Bahan E-learning

  1. Berbasis komputer
  • Membuat informasi baru
  1. Memperlihatkan kaidah media pembelajaran
  2. Menarik dan Berkesan
  • Integrasi Teknologi, Informasi dan Komunikasi dalam pembelajaran
negara Penetrasi PC Koneksi Internet
Singapura 60 % 50%
Malaysia    
indonesia 5% ?

 

Model pengembangan Teknologi, Informasi dan Komunikasi di pendidikan

 

 

  • Integrasi penggunaan ICT:
  • Expository-based learning
  • Inquiry-based learning
  • Individual learning
  • Cooperative learning

 

 

 

 

 

 

  • Expository – based learning

  • Inquiry – based learning

 

Dengan Teknologi, Informasi dan Komunikasi

Pertanyaan :Memberi pertanyaan yang berhubungan dengan dunia nyata

Investigasi : Mencari bahan dari internet

Penyusunan: Presentasi

Diskusi

terima kasih sudah berkunjung ya sahabat, semoga bermanfaat…………

Media Audio

Selamat malam sahabat perjuanganku, kali ini saya akan memposting mengenai media pembelajaran audio…

 

Yuks langsung saja kemateri….

Media audio merupakan media yang penyampaiannya hanya diterima oleh indera pendengan saja.

Podcast meruapakan cara baru dalam pembelajaran audio digital yang memungkinkan mendownload materi berupa audio dari internet dan disimpan dalam perangkat komputer maupun posel.

Podcast awalnya mulai digunakan untuk memperkuat STEM EDUCATION (science, technology, engineering and mathematics).

Keuntungan menggunakan podcast

  1. Pendengar dapat mengontrol penggunaan podcast
  2. Amatir dapat menggunakan podcast maupun membuat podcast

Kelemahan menggunakan podcast

  1. Hanya berlaku satu arah
  2. Harus mempunyai bandwith yang cukup
  3. Tidak berlaku pada pendidikan inklusi terutama tuna rungu

Implikasi penggunaan podcast dalam pembelajaran

  1. Memungkinkan siswa untuk menggunakan technology based entertaiment
  2. Memperluas pilihan pembelajaran
  3. Siswa dapat membuat podcast sendiri.

 

Terima kasih telah berkunjung ya sahabat semoga bermanfaat…:-*

Jangan bosan mengunjungi blog saya …..

 

Contoh Penggunaan ALLEN

salamat pagi sahabat perjaungan , nah kali ini saya akan membahas hubungan atara media dan tujuan pembelajran menggunakan ALLEN pada materi elektrolisis, sebelumnya materi ALLEN telah saya bahas pada postingan yang lalu..

jika ingin melihat lebih jelasnya bisa melihat di https://civitas.uns.ac.id/ardhiaputrisabrina/2017/05/03/media-pembelajaran-penggolongan-media-pembelajaran/

langsung saja kita akan membahas penggunaan ALLEN pada materi elektrolisis

 

Jenis Media 1 2 3 4 5 6
Gambar Diam S T S S R R
Gambar Hidup S T T T S S
Televisi S S T S R S
Objek 3 Dimensi R T R R R R
Rekaman Audio S R R S R S
Programmed Instruction S S S T R S
Demonstrasi R S R T S S
Buku Teks Tercetak S R S S R S

Pada materi elektrolisis ini kita menggunakan jenis media demonstrasi hal ini dikarenakan materi elektrolisis akan lebih mudah dipahami jika menggunakan demonstasi, berdasarkan tabel diatas yang paling memungkinkan menggunakan elektrolisis adalah demonstarsi, karena:

Demonstrasi R S R T S S

walaupun pengenalan secara faktualnya dan konsep aturannya sedikit rendah namun pada pengenalan visual, prosedur kerja nya tinggi sehingga cocok digunakan untuk praktik langsung pada materi elektrolisis .

Sarana dan Prasarana Dalam Pembelajaran

hallo sahabat perjuangan…..

sebenarnya apa sih yang dimaksud dengan sarana dan prasarana dalam pembejaran?

Pengertian sarana dan prasarana secara etimologi memiliki perbedaan namun dalam dunia pendidikan sering kali di sebut sarana prasarana pendidikan mengingat kedua alat tersebut saling berkaitan erat sebagai fasilitas pendidikan (educational facilities).

Pengertian sarana dan prasarana pendidikan menurut  Tim Perumus Penyusun Pedoman Pembukuan Media Pendidikan Departemen Pendidikan Dan Kebudayaan, dibedakan sesuai dengan fungsinya, yaitu:

  • Sarana pendidikan adalah semua fasilitas yang diperlukan dalam proses belajar mengajar, baik yang bergerak maupun yang tidak bergerak agar pencapaian tujuan pendidikan dan berjalan dengan lancar, teratur, efektif dan efisien.
  • Prasarana pendidikan adalah fasilitas yang secara tidak langsung menunjang jalannya proses pendidikan, seperti : halaman, kebun atau taman sekolah, jalan menuju ke sekolah, tata tertib sekolah, dan sebagainya.

Menurut E. Mulyasa, Sarana Pendidikan adalah peralatan dan perlengkapan yang secara langsung dipergunakan dan menunjang proses pendidikan, khususnya proses belajar, mengajar, seperti bangunan, ruang kelas, meja kursi, serta alat-alat dan media pengajaran.

Menurut Ibrahim Bafadal bahwa prasarana pendidikan adalah semua perangkat kelengkapan dasar yang secara tidak langsung menunjang pelaksanaan proses pendidikan di sekolah.

Dari pengertian diatas dapat kita simpulkan bahwa sarana merupakan alat penunjang belajar siswa yang langsung berhubungan dengan pembelajaran dan siswa sedangkan prasarana meruapkan alat penunjang yang tidak langsung berhubungan dengan hubungan pembelajran dan siswa namun keduanya sama – sama mempengaruhi terciptanya pembelajaran yang efektif dan efisien.

Sarana sangat diperlukan dalam pembelajaran, misalnya meja, kursi, ruang kelas, papan tulis, dan lain sebagainya. Bayangkan saja apabila tidak terdapat alat alat tersebut dikelas bagaimana proses pembelajaran akan berjalan dengan kondusif, efektif dan effisien. Ada tidaknya sarana dalam menunjang pembelajaran sangat berpengaruh pada hasil akhir dari proses pembelajran yang telah dilakuakan.

Prasarana pembelajaran sama pentingnya dengan sarana pembelajaran walaupun tidak mempengaruhi secara langsung dalam proses nya , misal lingkungan sekolah yang tenang dan lingkungan sekolah yang bising pastinya akan berbeda kualitas siswa yang dihasilkan. Dimana siswa dari sekolah yang memiliki lingkungan belajar yang tenang dan kondusif akan lebih mudah menerima dan memahami materi yang diberikan oleh guru sedangkan siswa yang belajar disekolah yang lingkungannya berisik dan tidak kondusif pastinya akan lebih sulit berkonstrasi dan perhatiannya mudah terahlihkan pada hal – hal sekitar yang terkait pada pembelajaran.

Hal ini menunjukkan betapa pentingnya sarana dan prasaran yang baik sehingga menunjang proses pembelajaran agar dapat berjalan optimal dan tujuan pendidikan dapat tercapai dengan maksimal.

 

semoga bermanfaat sahabat….

jangan bosan mengunjungi blog saya….

:-* :-* :-*

Media Pembelajaran : Penggolongan Media Pembelajaran

hai sahabat perjuangan.

kali ini saya akan melanjutkan materi tentang media pembelajaran yang telah saya bahas sebelumnya yaitu tentang pengertian dan jenis jenis menurut para ahli, nah kali ini saya akan menampilkan penggolongan media pembelejaran….

 

Dalam suatu proses pembelajaran tidak pernah telepas dari adanya sarana dan media instruksional yang diadakan guna membatu terciptanya proses belajar yang kondusif, efektif dan efisien sehingga hasil akhir yang didapat dari suatu proses belajar dapat optimal.

Media adalah alat bantu bukan inti yang membantu menyampaikan materi.

Ahli – ahli yang mengusulkan beberapa penggolongan media yaitu::

  • Rudy Bretz (1971)
  • Anderson (1976)
  • Schramm (1985)

Heinich, Molenda dan Russel (1996)

Menurut Heinich, Molenda dan Russel (1996), dalam pembelajaran terdapat beberapa jenis media

  • Media Nonproyeksi
  • Media Proyeksi
  • Media Audio
  • Media Gerak
  • Media Komputer
  • Komputer Multimedia
  • Hipermedia
  • Media Jarak Jauh

Ada 2 konsep mengenai penggunaan media yaitu:

  • Konsep lama : Guru – Media – Murid

Konsep ini digunakan guru untuk menyampaikan materi materi kepada siswa yang mungkin sulit untuk diterangkan secara langsung tanpa media, tetapi dalam hal ini siswa hanya sebagai objek pasif yang melihat penggunaan media untuk mempermudah belajar mereka.

  • Konsep baru: Media dan Murid , guru sebagai fasilitator

Konsep ini digunakan guru untuk menyampaikan materi kepada siswa, namun hanya dalam bentuk konsep saja, setelah itu guru memberikan media pembelajaran dan muridlah yang mengembangkan media pembelajaran tersebut agar dapat lebih memahami materi.

 

 

 

 

 

ALLEN :Hubungan anatar media dan tujuan pembelajaran

Jenis Media 1 2 3 4 5 6
Gambar Diam S T S S R R
Gambar Hidup S T T T S S
Televisi S S T S R S
Objek 3 Dimensi R T R R R R
Rekaman Audio S R R S R S
Programmed Instruction S S S T R S
Demonstrasi R S R T S S
Buku Teks Tercetak S R S S R S

 

Keterangan

 

  1. Belajar Informasi Faktual
  2. Belajar Pengenalan Visual
  3. Belajar Prinsip, Konsep dan Aturan
  4. Prosedur Belajar

T.Tinggi

R.Rendah

S.Sedang

 

Klasifikasi umum

 

Dengan menganalisi media melalui bentuk pengujian dan cara penyajiannya, kita mendapatkan suatu format kalsifikasi yang meliputi 7 kelompok

Kelompok – kelompok tersebut adalah:

  1. Kelomok kesatu :Grafis, bahan cetak, gambar diam,
  2. Kelompok dua :media proyeksi alam contohnya OHP
  3. Kelompok ketiga :media audio, contohnya lagu alkana alkena alkuna
  4. Kelompok keempat: audio visual
  5. Kelompok kelima :media gambar hidup, film = video
  6. Kelompok keenam :media televisi
  7. Kelompok ketujuh :multimedia

Mari kita bahas bersama –sama mengenai media diatas

  1. Kelompok kesatu
  • Media grafis adalah media yang menyajikan kata, angka dan gambar

Kelebihan dan kekurangan dari media grafis

Kelebihan

  • Menarik
  • Mempercepat dan mempermudah pemahaman siswa
  • Lebih mudah dan murah

Kekurangan

  • Membutuhkan banyak waktu
  • Membutuhkan keahlian khusus atau ketrampilan khusus
  • Hanya visual
  • Mudah rusak
  • Media Bahan Cetak

Melalui printing

Perbedaan modul dengan buku teks

  • Buku Teks adalah buku tentang salah satu bidang ilmu atau hanya memuat satu bidang ilmu dalam pembahasannya
  • Modul hampir sama dengan buku teks namun modul isinya lebih lengkap tidak hanya memuat satu bidang ilmu saja

Modul juga dapat diartikan sebagai suatu paket rpogram yang disusun dalam bentuk satuan tertentu dan didesain sedemikian rupa guna kepentingan belajar siswa

Dalam satu paket modul biasanya berisi:

  • Komponen petunjuk guru
  • Lembar Kegiatan Siswa
  • Lembar Kerja Siswa
  • Kunci lembar kerja siswa
  • Lembar tes
  • Kunci Lembaran tes
  • Media proyeksi diam

Media proyeksi diam merupakan media visual yang diproyeksikan / media yang memproyeksikan pesan, dimana hasil proyeksinya bergerak atau memiliki sedikit unsur.

 

semoga bermanfaat sahabat.

jangan bosan mengunjungi blog saya….:-* :-* :-*

 

Media Pembelajaran

selamat malam sahabat perjuangan ………:-)

hari ini saya akan membagikan tentang penegrtian media menurut pahli dan penggolongan media menurut ahli ahli tersebut…

oke langsung saja,

Media adalah alat bantu bukan inti yang membantu menyampaikan materi.

Media disini memiliki artian sebagai alat pendukung pembelajaran.

          Pengertian media sendiri menurut ahli adalah segala bentuk dan saluran yang digunakan untuk menyampaikan informasi atau pesan. Kata media berasal dari kata latin, merupakan bentuk jamak dari kata “medium”. Secara harfiah kata tersebut mempunyai arti “perantara” atau “pengantar”, yaitu perantara sumber pesan (a source) dengan penerima pesan (a receiver).

          Media digolongkan menjadi beberapa jenis oleh para ahli, yaitu:

  • Rudy Bretz (1971)

Menggolongkan media berdasarkan 3 unsur pokok yaitu suara, visual dan gerak. Dari unsur – unsur inilah Rudy Bretz membagimedia kedalam beberapa jenis ,sebagai berikut:

  • Media Audio
  • Media Cetak
  • Media Gerak
  • Media Visual Diam
  • Media Visual Gerak
  • Anderson (1976)

Menggolongkan media menjadi 10 hal ini terdapat pada Selecting and Developing Media for Instruction

10 jenis media itu adalah sebagai berikut:

  • Audio
  • Cetak
  • Audio Cetak
  • Proyeksi Visual Diam
  • Proyeksi Audio Visual Diam
  • Visual Gerak
  • Audio Visual Gerak
  • Objek Fisik
  • Manusia dan Lingkungan
  • Komputer
  • Schramm (1985)

Media adalah teknologi pembawa pesan yang dapat dimanfaatkan untuk keperluan pembelajaran. Schramm menggolongkan media menjadi dua yaitu:

  • Media Kompleks : Film, TV, VCD
  • Media Sederhana :Slide (bukan slide dalam ppt), audio, transparansi, teks

semoga bermanfaat sahabat,

jangan bosan berkunjung ke blog saya……..

:-* :-* :-*

 

Media Pembelajaran Modern

selamat malam, sahabat seperjuagan yang berjuang demi masa depan…..:-*

kali ini saya akan membagikan tentang media pembelajaran modern berupa sebuah peta konsep untuk mempermudah dalam pembelajaran asam basa.

oke ….mari kita belajar bersama sama

sebelumnya apa sih media pembelajaran itu?

media pembelajaran adalah alat bantu menyampaikan materi guna mempermudah proses pembelajaran.

Media pembelajaran sangat berpengaruh terhadap pemilihan strategi belajar- mengajar karena keberhasilan program pengajaran tidak tergantung dari canggih atau tidaknya media yang digunakan, tetapi dari ketepatan dan keefektifan media yang digunakan oleh guru.

nah inilah peta konsep plus – plus  yang kami buat guna mempermudah pemahaman siswa terhadap materi asam – basa…..

maaf ya kurang jelas gambarnya, nah untuk lebih jelasnya dapat dibuka yaa..makalah tentang media pembelajaran konvesional dan modern……….:-*

Kel.9 Teknologi pembelajaran.docx

semoga bermanfaat sahabat………..

jangan bosan mengunjungi blog saya…….