Kampus Bukan Ruang Politik

Pada tulisan ini penulis mengutip status Facebook Rony K. Pratama (2012) yang memberikan pernyataan terkait dengan kampus bukanlah sebuah ruang laboratory politik praktis yang secara sistematis memiliki afiliasi-afiliasi dengan partai politik. Seharusnya kampus adalah ruang wacana merdeka dalam kaitannya berpikir secara akademis dengan balutan intelektualitas dan akademis, lebih peka terhadap sosial yang erat dengan bidang keilmuannya. Masih lekat bagaimana Perguruan Tinggi yang memiliki ruh Tri Dharma Perguruan Tinggi. Hal ini dalam bidang pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat, yang seharusnya pergerakan akan aktivis ini cenderung ke arah sana. Kritis merupakan cerminan mahasiswa. Namun daya kritis yang dihimpun haruslah berdasarkan bukti-bukti empiris yang nyata, tidak hanya suntikan wacana entah darimana sumbernya yang memiliki kepentingan. Aktivis bukanlah mereka yang kemudian menjadi sok politis dalam pemikiran. Akan tetapi justru lebih terbuka akan ruang-ruang gerak pemikiran yang merdeka, peduli pada masalah-masalah sekitar. Mirisnya adalah idealis yang menggebu ini tidak kemudian diimbangi dengan kesadaran benturan realitas sosial yang terjadi dalam kedekatan kehidupan kita terhadap masyarakat.