Apakah Universitas Mempunyai Pengaruh Besar Saat Kita Ingin Melamar Pekerjaan?

By | April 1, 2021

Kata kebanyakan orang, kuliah itu seperti halnya investasi. Semakin bagus reputasi universitas tempat kamu kuliah, kamu tenang saja deh, lulus nanti pasti dapat pekerjaan super. Tapi, kuliah di universitas top itu kan masuknya susah, trus biayanya juga diatas juga kurang bersahabat dengan saldo bank. Tapi argumen itu juga mendapat sanggahan dari banyak belah pihak, ada yang bilang “tidak ada jaminan jika kita kuliah di universitas terbaik juga akan mendapatkan pekerjaan yang baik.”

Pernah nggak sih kalian dengar jika nama kampus itu menjadi acuan penting jika kita ingin melamar pekerjaan? Pasti pernah kan, dan kalian pasti ingin tahu penting nggak sih nama kuliah jika kita ingin melamar pekerjaan? Tidak sedikit orang yang merespon hal itu. Kita akan mengulas sedikit pendapat dari beberapa orang.

Dilansir dari Quora , menurut pak widyo lulusan Industrial Engineering ,dia mengatakan bahwa pengaruh nama universitas saat melamar kerja itu sangat berpengaruh , karena  biasanya setiap perusaahn itu mempunyai standart terhadap suatu kampus, kampus negeri mana yang bisa diproses selanjutnya, atau sebaliknya kampus swasta mana yang akan diproses selanjutnya, mereka mempunyai standar tertentu. Setiap  perusaahn pasti berbeda standarnya, baik itu nilai perkuliahan ataupun nama kampus  si pelamar.

Lain hal nya dengan pendapat lain yang mengatakan “ yang penting itu skill ma friend, bukan kuliah dimana. Bill gates aja DO, bisa bikin microsoft.”

Apa sih tanggapan kalian jika ada sebuah argumen yang mengatakan bahwa Universitas yang top, maka mahasiswa nya akan mendapat pekerjaan yang baik?

Benar nggak sih jika kita kuliah di Universitas Top akan mendapat pekrjaan yang baik pula ?Mari kita lihat pendapat-pendapat beriku :

  1. Pertama-tama , jangan terlalu terkait pada sebutan” Universitas Top” terlebih dahulu, opini masing- masing orang berbeda satu sama lainnya tentang kriteria tersebut.

Di inggris ,ada beberapa universitas yang tergabung dengan Russell Group atau 1994 Group  menetapkan persyaratan masuk yang tinggi. Universitas – Universitas tersebut sering dianggap bergengsi dan semua orang yakin bahwa para lulusannya memiliki pekerjaan yang keren di masing-masing bidang.

Tapi Kenyataan yang ada di lapangan : jika kamu adalah lulusan dari universitas tersebut , tetapi tidak memiliki pengalaman kerja yang baik, peluang untuk diterima sebuah perusahan tidaklah tinggi Sekarang reputasi dari beberapa universitas tertentu dinilai lebih mementingkan kinerja kinerja seseorang daripada sekedar nilai akademis.Banyak mahasisw yang mempunyai otak cemrlang tetapi tidak mampu secara finansial. Jadi kebanyakan perusahaan berpikir lebih mementingkan kinerja kerja daripada sekedar nilai akademis.

  • Pekerjaan baik itu seperti apa sih ?

Sebagian orang berpendapat bahwa pekerjaan yang baik berarti pekerjaan yang memberikan penghasilan paling tinggi. Akan tetapi, menurut sebagian yang lain, pekerjaan yang baik adalah pekerjaan yang cocok dengan minat mereka.

  • Universitas yang tepat

Kabanyakan orang berpendapat jika Universitas terbaik bagi kamu adalah yang menawarkan jurusan yang kamu sukai dan memiliki pengajar/dosen yang dapat memotivasi, serta dimana kamu dapat memiliki teman kuliah yang menyenangkan. Ketika kita berbicara prospek masa depan, masing-masing universitas memiliki keunggulan tersendiri. Universitas terkenal yang sudah berdiri sejak lama biasanya menawaerkan kesempatan yang lebih baik bila kamu ingin bekerja diperusahaan ternama, ingin bekerja di luar negeri, ataupun ingin berkarir di bidang riset dan akademis. Sementara universitas baru biasanya menawarkan pengalaman bekerja yang lebih baik serta memiliki hubungan dengan perusahaan-perusahaan terkait.

Jadi, kunci supaya lebih gampang menemukan pekerjaan setelah lulus kuliah nantinya adalah pengalaman kerja dan soft skills. So, sewaktu kuliah, jangan Cuma habisin waktu di perpustakaan dan belain-belain dapat nilai tinggi, jangan lupa meluangkan waktu untuk ikut ekskul dikampus, kerja sambilan, dan mengenal banyak orang. Semakin banyak orang yang kamu kenal, semakin banyak informasi yang kamu dapatkan, dan semakin banyak peluang untuk sukses.

Setelah kita ulas tentang argumen pengaruh universitas, sekarang kita akan membahas faktor-faktor mengapa mahasiswa sulit mendapat pekerjaan ?

Berikut Faktor kesalahan yang bisa membuat mahasiswa sulit mendapat pekerjaan :

  1. Pasang standar gaji terlalu tinggi

Dari hasil observasi ke bagian SDM dan pemimpin perusahaan, Rencanamu menyimpulkan bahwa hampir semua perusahaan menetapkn gaji yang sama untuk fresh graduate, tanpa pandang IPK atau prestasi di kampus. Menetapkan gaji diatas rata- rata bisa membuat kamu kalah saing dengan kandidat dengan IPK yang tak jauh beda namun bersedia negosiasi.

  • Pengalaman magang kurang berkesan

Selama magang mungkin kamu akan di minta scan dokumen, membungkus goodie bag, atau di minta mendokumentasikan kegiatan perusahaan. Walau terkesan “receh”, namun pengalaman magang adalah pintu gerbang untuk mendapat pekerjaan.

  • One Man show

Biasanya kemampuan bekerja sama ini akan di nilai melalui sesi interview dan psikotes. Orang yang tak bisa di ajak bekerja sama umumnya rentan timbulkan konflik, sehingga berpotensi di tolak oleh perusahaan. Kamu mungkin tipe yang sangat hebat dalam mengerjakan tugas kampus, tetapi bila menyangkut pekerjaan kantor, kamu tak bisa “ one man show” alias kerja sendiri.

  • Komunikasi buruk

Walaupun ada seseorang yang pintar tapi memiliki kemampuan komunikasi buruk, seperti kata-kata yang sering “ di saring” saat menanggapi, suka memaksakan pendapat dan lebih senang bertengkar ketimbang menerima yang tak sejalan.

  • Perilaku di Media Sosial

Di media sosial, orang cenderung menjadi diri sendiri, maka dengan cara mengecek media sosial calon karyawan perusahaan bisa melihat bagaimana sikap asli kamu dalam bersosialisasi. Banyak perusahaan yang enggan menerima karyawan yang kerap mengujar kebencian, SAEA, maupun berkata kasar di media sosial . Sebab , perilaku ini bisa saja terjadi di dunia nyata dan menyebabkan konflik di tempat kerja.

Nah, referensi diatas bisa menjadi jawaban jika kamu masih bingung dengan pengaruh universitas saat kamu ingin melamar pekerjaan. Intinya ada sedikit pengaruh universitas  kamu dulu saat kamu ingin melamar kerja tapi juga tidak menjadi jaminan yang sebenarnya,tapi kebanyakan perusahaan tidak memperdulikan dari universitas mana kamu lulus, perusahaan lebih mementingkan kualitas kerja yang baik dan pengalan kerja yang kamu miliki.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *