Adat Istiadat Unik yang Hanya Ada di Indonesia

By | July 30, 2021

Adat Istiadat Unik yang Hanya Ada di Indonesia

Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki adat istiadat terkaya di dunia.

Diketahui sekitar 1.340 suku tersebar hingga ke 34 Provinsi di Indonesia yang membuat adat istiadat yang dimiliki tanah air kita ini menjadi lebih beragam.

Adat istiadat tersebut diikuti oleh norma yang berlaku dan berbeda pada setiap daerahnya.

Oleh karena itu, sangat penting untuk mengetahui adat istiadat yang ada di Indonesia ini.

Apa Itu Adat Istiadat?

Adat istiadat dapat diartikan sebagai perbuatan yang dilakukan secara berulang kali sehingga menjadi sebuah kebiasaan yang kemudian harus dipatuhi oleh setiap masyarakat pada suatu lingkungan.

Secara umum, adat istiadat ini harus dihormati oleh seluruh masyarakat agar suatu ketertibanbermasyarakat selalu tetap terjaga.

Dikutip dari situs nazwaproduction.com, adat istiadat dibagi menjadi dua berdasarkan bentuknya, yaitu adat tertulis dan adat tidak tertulis.

Meskipun tidak tertulis, adat istiadat ini tetap memiliki pengaruh yang kuat dan mengikat terhadap masyarakat yang juga diikuti dengan sanksi bagi pelanggarnya.

Terdapat 4 macam adat istiadat, yaitu adat yang nyatanya adat, adat yang diadatkan, adat yang teradat, dan adat istiadat.

Contoh Adat Istiadat di Indonesia

Dari banyaknya adat istiadat yang dimiliki Indonesia, berikut beberapa diantaranya:

·         Adat Sekaten

Adat sekaten merupakan adat istiadat yang berasal dari Daerah Istimewa Yogyakarta yang dilaksanakan setiap tanggal 5 sampai 11 Rabi’ul Awwal.

Adat istiadat ini diselenggarakan sebagai bentuk perayaan menjelang maulId Nabi Muhammad SAW.

Pada pelaksanaannya, adat Sekaten ini dilakukan di Alun-Alun Utara Keraton Yogyakarta yang akan dihadiri oleh masyarakat untuk menyaksikan berbagai jenis kegiatan.

Kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan adalah iring-iringan atau pawai dengan membawa hasil bumi yang akan diarak oleh para orang dalem dan prajurit Keraton.

Adat sekaten ini dilakukan sebagai bentuk rasa syukur terhadap nikmat yang telah diberikan oleh Tuhan Yang Maha Esa.

·         Adat Ngaben

Adat Ngaben merupakan upacara pembakaran mayat yang dilakukan oleh masyarakat Bali yang beragama Hindu.

Upacara ini merupakan tradisi turun temurun dari nenek moyang yang masih dilakukan sampai sekarang.

Mereka percaya bahwa dengan melakukan pembakaran mayat ini dapat menyucikan arwah orang yang menninggal sehingga mereka akan beristirahat dengan tenang.

Pada pelaksanaannya, adat Ngaben ini dilakukan di atas sebuah panggung serta melibatkan banyak sekali orang sehingga biaya yang diperlukan cukup besar.

Oleh karena itu, keluarga dari orang yang meninggal biasanya harus menunggu beberapa saat sampai semua persiapan telah selesai.

·         Adat Mumi

Sama seperti namanya, adat mumi merupakan adat yang dilakukan dengan mengawetkan mayat.

Adat ini dilakukan oleh suku beberapa suku dari Papua seperti suku Dani, suku Mek, suku Moni, suku Yali, dan suku Mee yang sampai saat ini masih dijalankan.

Mereka biasanya akan membalut mayat dengan kain dan menjemurnya untuk kemudian disimpan di dalam sebuah goa.

Ada juga yang melakukannya dnegan cara diasap terlebih dahulu dnegan kayu bakar yang waktu pengasapannya dilakukan sejak babi lahir sampai babi tersebut memiliki taring.

·         Adat Kehamilan

Adat kehamilan merupakan adat istiadat yang dilakukan oleh masyarakat Bugis dari Sulawesi.

Masyarakat Bugis percaya bahwa masa kehamilan merupakan masa yang memerlukan perhatian khusus.

Pada awal-awal kehamilan hingga memasuki bulan keempat, keluarga dari kedua belah pihak harus memenuhi keinginan calon ibu terutama untuk urusan makanan.

Ketika kehamilan telah memasuki usia 7 bulan, akan dilanjutkan dengan upacara anynyapu battang, dimana kedua keluarga akan menyiapkan berbagai macam makanan yang memiliki symbol tertentu.

Pada upacara ini, calon ibu dan calon ayah akan dimandikan dan bersanding dengan menggunakan pakaian adat untuk kemudian dikerumuni oleh keluarga dan memilih makanan.