Mengungkap Tempat Rehabilitasi Narkoba yang Abal-abal

Mengungkap Tempat Rehabilitasi Narkoba yang Abal-abal – Program rehabilitasi bagi pecandu narkoba diamanatkan dalam undang-undang.

Pasal 54 UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika menyatakan bahwa pecandu narkotika dan korban penyalah guna narkotika wajib menjalani Rehabilitasi narkoba baik rehabiltasi medis dan rehabilitasi sosial. Tujuannya tentu bagus, agar yang tidak masuk kategori bandar atau pengerdar tidak harus mendekam di penjara. Mereka diharapkan bebas dari ketergantungan konsumsi zat psikoaktif.

Namun dalam praktiknya, program rehabilitasi narkoba Ashefa Griya Pusaka juga bukan tanpa masalah. Menjamurnya panti rehabilitasi pasca berlakunya UU Narkotika tidak berbanding lurus dengan kualitas pelayanan yang diberikan. Beberapa panti bahkan dikelola sembarangan. Program rehabilitasi juga tidak menjamin bahwa semua pasien tidak akan kembali minum obat atau kambuh.

Yang menyedihkan, banyak lembaga rehab yang diselenggarakan untuk tujuan pengawasan hukum disinyalir meramaikan praktik jual beli barang sehingga tersangka kasus narkoba ditempatkan di lembaga rehab bukan di Lapas. Selain petugas, penyelenggara program rehabilitasi juga melakukan penyidikan terhadap penanganan kasus suap.

Hal ini pernah diakui oleh Budi Waseso, Kepala BNN periode 2015-2018. Ia mengakui, proses rehabilitasi juga diselimuti praktik “wani piro” yang berujung pemerasan. Oknum penegak hukum baik dari BNN maupun kepolisian, katanya meminta duit kepada pelaku penyalahgunaan narkoba jika ingin direhabilitasi (Medcom, 13 Februari 2017).

Hal lain yang tak kalah penting adalah kenyataan bahwa tidak semua pengguna narkoba membutuhkan perawatan di pusat rehabilitasi. Mereka yang membutuhkan perawatan di pusat rehabilitasi biasanya adalah mereka yang ketergantungan pada konsumsi zat-zat seperti putau, kokain, atau alkohol, yang memiliki potensi ketergantungan yang tinggi.

Lantas, bisakah program rehabilitasi membuat kota bangkrut karena pecandu narkoba? Agar Anda bisa berkomentar, bertanya, atau berbagi pengalaman tentang masalah rehabilitasi ini, simak obrolan ya!