Apa itu psikologi dan apa yang terlibat?

Psikologi adalah studi tentang pikiran dan perilaku, menurut American Psychological Association. Ini adalah studi tentang pikiran, bagaimana ia bekerja, dan bagaimana hal itu mempengaruhi perilaku.

APA menambahkan bahwa ia “merangkul semua aspek pengalaman manusia, dari fungsi otak hingga tindakan bangsa-bangsa, mulai dari perkembangan anak hingga perawatan bagi orang tua.”

Psikolog dan psikiater bekerja sama untuk membantu orang-orang dengan kondisi kesehatan mental, tetapi mereka tidak persis sama.

Seorang psikolog merawat pasien melalui psikoterapi, membantu meringankan gejala melalui perubahan perilaku. Peran psikiater, yang merupakan dokter medis, lebih berfokus pada resep obat dan intervensi lain untuk mengelola kondisi kesehatan mental.

Apa itu psikologi?

Pikiran sangat kompleks, dan kondisi yang berhubungan dengannya bisa sulit diobati.

Proses berpikir, emosi, ingatan, mimpi, persepsi, dan sebagainya tidak dapat dilihat secara fisik, seperti ruam kulit atau cacat jantung.

Sementara tanda-tanda fisik dari beberapa masalah kesehatan mental dapat diamati, seperti plak yang berkembang dengan penyakit Alzheimer, banyak teori psikologi didasarkan pada pengamatan perilaku manusia.

Seorang psikolog yang berpraktik akan bertemu dengan pasien, melakukan penilaian untuk mengetahui apa kekhawatiran mereka dan apa yang menyebabkan kesulitan, dan merekomendasikan atau memberikan perawatan, misalnya, melalui konseling dan psikoterapi.

Psikolog mungkin memiliki peran lain juga. Mereka dapat melakukan penelitian untuk memberi saran kepada otoritas kesehatan dan badan lain tentang strategi sosial dan lainnya, menilai anak-anak yang merasa sulit untuk belajar di sekolah, memberikan lokakarya tentang cara mencegah intimidasi, bekerja dengan tim rekrutmen di perusahaan, dan banyak lagi.

Psikolog Jogja

Sejarah

Dalam konteks filosofis, psikologi adalah sekitar ribuan tahun yang lalu di Yunani kuno, Mesir, India, Persia, dan Cina.

Pada tahun 387 SM, Plato menyarankan bahwa otak adalah tempat proses mental terjadi, dan pada tahun 335 SM Aristoteles menyarankan bahwa itu adalah jantung.

Avicenna, dokter Muslim terkenal, lahir pada tahun 980 M, mempelajari dan mengobati epilepsi, mimpi buruk, dan ingatan yang buruk. Rumah sakit pertama yang merawat kondisi kejiwaan dikatakan telah didirikan oleh dokter Islam pada abad pertengahan.

Pada 1774, Franz Mesmer mengusulkan bahwa hipnosis, atau “mesmerisme,” dapat membantu menyembuhkan beberapa jenis penyakit mental.

Pada tahun 1793, Philippe Pinel merilis pasien pertama dengan masalah kesehatan mental dari kurungan dalam sebuah langkah yang menandakan langkah menuju perawatan yang lebih manusiawi.

Pada tahun 1879, Wilhelm Wundt, Jerman, mendirikan psikologi sebagai bidang studi eksperimental independen. Dia mendirikan laboratorium pertama yang melakukan penelitian psikologis secara eksklusif di Universitas Leipzig. Wundt saat ini dikenal sebagai bapak psikologi.

Pada tahun 1890, seorang filsuf Amerika, William James, menerbitkan sebuah buku berjudul Principles of Psychology. Itu dibahas oleh psikolog di seluruh dunia selama beberapa dekade. Pada tahun yang sama, Negara Bagian New York mengesahkan Undang-Undang Perawatan Negara Bagian, di mana orang-orang dengan masalah kesehatan mental harus meninggalkan rumah miskin dan memasuki rumah sakit untuk perawatan.

Pada tahun 1890, American Psychological Association (APA) didirikan, di bawah kepemimpinan G. Stanley Hall.

Hermann Abbingaus, yang hidup dari tahun 1850 1909, dan bekerja di Universitas Berlin, adalah psikolog pertama yang mempelajari memori secara ekstensif.

Ivan Pavlov, yang hidup dari tahun 1849 hingga 1936, melakukan percobaan terkenal yang menunjukkan bahwa anjing mengeluarkan air liur ketika mereka mengharapkan makanan, memperkenalkan konsep “pengkondisian.”

Sigmund Freud dari Austria, yang hidup dari tahun 1856 hingga 1939, memperkenalkan bidang psikoanalisis, sejenis psikoterapi. Dia menggunakan metode interpretatif, introspeksi, dan pengamatan klinis untuk mendapatkan pemahaman tentang pikiran.

Dia fokus pada penyelesaian konflik bawah sadar, tekanan mental, dan psikopatologi. Freud berpendapat bahwa ketidaksadaran bertanggung jawab atas sebagian besar pikiran dan perilaku orang, dan untuk masalah kesehatan mental.

E. B Titchener, seorang Amerika, sangat percaya pada strukturalisme, yang berfokus pada pertanyaan: “Apa itu kesadaran?”

William James dan John Dewey sangat percaya pada fungsionalisme, yang membahas “Untuk apa kesadaran itu?”

Perdebatan antara fungsionalis dan strukturalis menyebabkan pertumbuhan pesat dalam minat dalam psikologi di Amerika Serikat dan di tempat lain, dan pembentukan laboratorium psikologi pertama di AS, di Universitas Johns Hopkins.

Biro Psikologi Jogja

Behaviorisme

Pada tahun 1913 seorang psikolog Amerika, John B. Watson, mendirikan gerakan baru yang mengubah fokus psikologi.

Perilaku, menurutnya, bukanlah hasil dari proses mental internal, tetapi hasil dari bagaimana kita merespons lingkungan.

Behaviorisme berfokus pada bagaimana orang belajar perilaku baru dari lingkungan.

Humanisme

Humanis memandang behaviorisme dan teori psikoanalitik terlalu tidak manusiawi.

Alih-alih menjadi korban lingkungan atau ketidaksadaran, mereka mengusulkan bahwa manusia secara bawaan baik dan bahwa proses mental kita sendiri memainkan peran aktif dalam perilaku kita.

Gerakan humanis menempatkan nilai tinggi pada emosi, kehendak bebas, dan pandangan subjektif tentang pengalaman.

Teori kognitif

Diperkenalkan pada 1970-an, ini dipandang sebagai aliran pemikiran terbaru dalam psikologi.

Ahli teori kognitif percaya bahwa kita mengambil informasi dari lingkungan kita melalui indera kita dan kemudian memproses data secara mental dengan mengaturnya, memanipulasinya, mengingatnya, dan menghubungkannya dengan informasi yang telah kita simpan.

Teori kognitif diterapkan pada bahasa, memori, pembelajaran, sistem perseptual, gangguan mental, dan mimpi.