Keuntungan dan Kerugian Investasi Saham

Dalam menjalankan sebuah investasi, apapun jenisnya maka seseorang dituntut agar memahami potensi keuntungan dan kerugiannya. Pasalnya, setiap jenis investasi pasti memiliki resiko tergantung besar atau kecilnya skala investasi. Oleh karena itu, sebelum mengambil sebuah keputusan sebaiknya Anda haru memikirkan dengan baik potensi keuntungan maupun kerugiannya. Begitu pula jika Anda memutuskan untuk berinvestasi di bursa saham. Sebaiknya Anda mempelajari terlebih dulu potensi keuntungan dan kerugiannya.

Keuntungan yang bisa diperoleh investor dari bursa saham

Dividen

Harap diketahui bahwa dibiden merupakan pembagian keuntungan yang diberikan oleh perusahaan yang berasal dari usaha sebuah perusahaan. Dividen akan diberikan setelah mendapat persetujuan dari semua para pemegang saham yang tergabung dalam RUPS [Rapat Umum Pemegang Saham].

Jika seorang investor ingin mendapatkan dividen maka sebaiknya memperhatikan dua hal berikut ini. Pertama, cum date atau tanggal cum dimana tanggal terakhir bagi investor untuk membeli saham dan berhak mendapat dividen perusahaan yang telah diumumkan. Kedua, ex date, tanggal dimana hari pertama pemegang saham tidak berhak lagi mendapat dividen dari suatu perusahaan. Tanggal ex dividen dijadwalkan satu hari kerja yang penetapannya setelah tanggal cum dividen.

Jenis dividen yang biasanya dibagikan bagi para pemegang saham ada dua jenis.

Dividen Tunai, keuntungan saham atau dividen ini diberikan oleh perusahaan kepada para pemegang saham dalam bentuk uang tunai.
Dividen Saham, keuntungan yang diberikan kepada para pemegang saham biasanya dalam bentuk saham-saham yang dikeluarkan oleh perusahaan itu sendiri. Hal ini biasanya dikenal dengan istilah saham bonus.

Capital Gain

Capital gain adalah sebuah selisih dari harga saham yang mengalami kenaikan saat melakukan pembelian maupun penjualan saham. Hal ini terjadi saat seorang investor membeli sebuah saham dari peruahaan X dimana harga per lembar senilai Rp 10.000 kemudian menjualnya dengan harga Rp 10.700 per lembar. Dengan begitu, seorang investor akan mendapat capital gain sebesar Rp 700 untuk setiap lembar saham yang berhasil terjual.

Potensi kerugian saat memilih investasi saham

Tidak Mendapatkan Dividen

Tidak selamanya Anda berada di posisi atas layaknya sebuah roda yang sedang berputar. Begitu pula saat memutuskan investasi di bidang saham dimana Anda pun juga bisa tidak mendapat dividen. Hal ini terjadi jika dalam Rapat Umum Pemegang Saham [RUPS] diputuskan bahwa perusahaan tidak akan membagikan dividen kepada pemegang saham, maka seorang investor tidak akan mendapat dividen dari perusahaan. Namun, dengan tidak adanya pembagian dividen biasanya keuntungan perusahaan akan digunakan untuk menambah modal dan asset perusahaan.

Capital Loss

Capital loss merupakan kebalikan dari kondisi capital gain. Artinya, terjadi selisih dari penurunan saham saat melakukan pembelian maupun penjualan. Misalnya, saham Y dibeli dengan harga Rp 11.000 per lembar, kemudian harga saham Y ternyata mengalami penurunan harga hingga mencapai Rp 10.500 per lembar. Akhirnya, investor menjual sahamnya tersebut dengan harga Rp 10.500 dimana dirinya tentu akan mengalami kerugian sebesar Rp 500 per lembar.

Resiko likuidasi

Resiko likuidasi juga bisa menghantui para pemegang saham. Hal tersebut terjadi lantaran perusahaan yang sahamnya dimiliki oleh sejumlah investor ternyata dinyatakan mengalami bankrut oleh Pengadilan atau perusahaan tersebut ternyata dibubarkan. Hak klaim para pemegang saham akan mendapat prioritas terakhir setelah seluruh kewajiban perusahaan dapat dilunasi [dari hasil penjualan kekayaan perusahaan].

Jika ternyata memang ada sisa dari hasil penjualan kekayaan perusahaan maka sisa tersebut yang akan dibagi secara proporsional kepada seluruh pemegang saham. Namun, jika ternyata setelah penjualan kekayaaan perusahaan tidak ada sisa, maka para investor atau pemegang saham juga tidak akan memperoleh hasil dari likuidasi tersebut.

Informasi selengkapnya tentang investasi kunjungi forosla.com