Skip to content

Kategori: Khazanah

7 Hikmah Ibadah Puasa Ramadhan Yang Luar Biasa

Manusia telah diciptakan Allah Swt untuk beribadah kepada-Nya, sedangkan tujuan utama dari ibadah sendiri adalah menyucikan diri. Dengan berpuasa, maka manusia akan memperoleh keistimewaan bulan Ramadhan. Selain sebagai salah satu bentuk ibadah penting yang dibawa oleh Nabi Muhammad Saw adalah puasa, juga menjadi sarana dalam proses penyucian diri manusia khususnya umat Islam, baik lahir maupun batin. Sesuai dalam Quran surat Al-A’laa ayat 14; “Sungguh, berbahagialah orang yang mensucikan diri.”

Hikmah puasa di bulan suci Ramadhan adalah membunuh atau menghilangkan hasrat diri dari nafsu keserakahan yang pastinya ada dalam diri manusia. Oleh karena itu, dengan adanya ibadah puasa Ramadhan maka akan secara alamiah timbul kesucian hati, pengolahan jiwa dan raga, kebersihan organ-organ tubuh, kepedulian terhadap sesamanya yang kesusahan dan kelaparan, rasa syukur atas segala rahmat dan nikmat yang telah diberikan, serta sedekah untuk kaum fakir miskin dan anak-anak yatim.

Selain itu, ibadah puasa juga dapat meningkatkan permohonan dan juga doa dari manusia yang benar-benar terlahir dari kesadaran dan juga kerendahan hati, penyesalan diri, dan selalu berupaya dengan gigih untuk mencari perlindungan kepada Allah swt. Hal tersebut dijelaskan dalam sabda Nabi Muhammad Saw, yang artinya; “Puasa merupakan perlindungan dari bencana dunia dan selubung dari bencana akhirat”.

7 Hikmah Ibadah Puasa Ramadhan Yang Luar Biasa

Para Nabi dan Rasul diutus oleh Allah Swt untuk mensucikan umat manusia dari segala kekotoran dirinya dan mengembalikan mereka pada fitrahnya yang suci. Artinya, Nabi dan Rasul yang menjadi panutan umatnya harus menuntun untuk bisa menyucikan diri berdasarkan syariat Islam. Begitu juga Syariat Islam yang dibawa Nabi Muhammad Saw dengan semua bentuk ibadah dan ritualnya mengajarkan kita untuk melakukan pensucian diri yang tidak mengenal batas dan waktu.

Ketika manusia mulai berpuasa, niatkanlah dalam batin kita untuk menahan diri dari nafsu-nafsu liar dan memutuskan hasrat-hasrat atau keinginan-keinginan duniawi yang muncul dari gagasan-gagasan syetan dan sekutunya. Berikut ini adalah 7 hikmah ibadah puasa Ramadhan yang luar biasa:

1. Meraih Ketakwaan

Kitab suci Al-Quran telah menjelaskan, “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kalian bertakwa.” (QS. Al Baqarah: 183). Ayat Al-Quran tersebut menunjukkan bahwa di antara hikmah puasa yaitu agar seorang hamba dapat menggapai derajat takwa dan puasa adalah sebab meraih derajat yang mulia di sisi Tuhan. Hal ini dikarenakan dalam puasa, seseorang akan melaksanakan perintah Allah dan menjauhi setiap larangan-Nya.

Pada hakikatnya tiap umat Islam adalah hamba Allah yang diperintahkan untuk selalu bertakwa. Namun sayang hanya karena hal duniawi seperti pekerjaan, hawa nafsu dan lain-lain biasanya sering melupakan kewajiban. Demikianlah hikmah ibadah puasa yang merupakan momen tepat untuk kembali mengingat dan melaksanakan seluruh kewajiban Allah Ta’ala tersebut dengan imbalan pahala berlipat ganda.

2. Melatih Kedisiplinan

Untuk menghasilkan ibadah puasa yang tetap fit dan kuat di siang hari, maka tubuh memerlukan istirahat yang cukup, hal ini membuat kita tidur lebih teratur demi lancarnya puasa. Bangun untuk makan sahur dipagi hari juga melatih kebiasaan untuk bangun lebih pagi untuk mendapatkan rejeki (makanan).

3. Mengendalikan Nafsu dan Syahwat

Nafsu dan syahwat berkuasa cenderung membutakan hati nurani dan melupakan nilai-nilai agama. Akibatnya, kemaksiatan menjadi budaya yang tumbuh subur dan tanpa merasa dosa, padahal sebagian besar pelakunya termasuk orang yang beragama. Tidak jarang, ketika harta melimpah dan kesempatan terbuka lebar, syahwat seksual menjadi komoditas bisnis haram. Seperti bisnis esek-esek, ayam kampus, jualan bokep dan sejenisnya.

Diantara hikmah ibadah puasa adalah mengendalikan nafsu liar. Syahwat harus dikendalikan, dimanej dengan iman, ilmu, dan amal shalih. Dengan meninggalkan syahwat terhadap tontonan XXX, makanan yang lezat, minuman yang segar dan lain-lain sebagainya, karena semata- mata melaksanakan perintah Allah, dan tunduk kepada petunjuk agamanya, untuk berpuasa sebulan lamanya. Jika diperturutkan, nafsu syahwat memang tidak akan pernah puas dan tidak pernah ada habisnya.

4. Mempererat Silaturahmi

Dalam Islam ada persaudaraan sesama muslim, akan tampak jelas jika berada dibulan Ramadhan, Orang memberikan tajil perbukaan puasa gratis. Sholat bersama di masjid, memberi ilmu islam dan banyak ilmu Islam di setiap ceramah dan diskusi keagamaan yang dilaksanakan di Masjid. Orang memberikan takjil ibadah puasa gratis. Sholat bersama di masjid, saling berbagi cerita dan diskusi keagamaan yang dilaksanakan di Masjid.

5. Melatih Kesabaran

Dalam Puasa di bulan Ramadhan dianjurkan untuk menahan yang tidak baik dilakukan. Misalnya marah-marah, berburuk sangka, dan dianjurkan sifat Sabar atas segala perbuatan orang lain kepada kita. Misalkan ada orang yang menggunjingkan kita, atau mungkin meruncing pada Fitnah, tetapi kita tetap Sabar karena kita dalam keadaan Puasa.

6. Melatih Untuk Bersyukur

Dengan memakan hanya ada saat berbuka, seseorang menjadi lebih mensykuri nikmat yang telah diperoleh, inilah salah satu hikmah puasa Ramadhan. Sehingga dapat menjadi pribadi yang lebih mensyukuri nikmat Allah SWT. Ketika waktu berbuka puasa tiba, saat minum dan makan sedikit saja dapat merasakan nikmatnya makanan yang sungguh luar biasa.

7. Membiasakan Diri Berakhlak Mulia

Hikmah ibadah puasa yang terakhir adalah membiasakan diri untuk senantiasa berperilaku akhlak mulia. Puasa Ramadhan akan sempurna dan tidak sia-sia apabila selain menahan lapar dan haus, juga dianjurkan untuk tidak berbohong, tidak berzina, tidak korupsi, tidak membuka aib orang lain, bahkan berbuat mesum dengan anak dibawah umur. Tentu moral bejat tersebut akan membahayakan diri sendiri dan akan bikin kecewa orang terdekat. Dan sebaliknya, akhlak mulia akan membawa manusia kepada kebahagiaan dunia dan akhirat.

5 Tipe Perempuan di Al-Quran yang Menghiasi Dunia

Pesona kaum hawa sungguh berdaya magnet luar biasa. Ada orang yang sanggup melampaui godaan harta dan takhta, tetapi lumpuh menghadapi bujuk rayu cewek. Boleh jadi banyak pria mampu meretas berbagai masalah, tetapi tidak berkutik di depan mereka. Apalagi ketika diserang virus cinta yang bisa membutakan semuanya. Bahkan banyak yang edan karena perempuan. Namun semua akan berjalan semestinya jika memahami dan menerapkan ayat Al-Quran tentang cinta sejati.

Allah Ta’ala menciptakan sosok perempuan sebagai makhluk istimewa yang diagungkan sebagai pendamping lelaki. Sebagian orang bahkan berkata, kemuliaan seorang lelaki berasal dari kemuliaan sosok perempuan bersamanya. Dan kebesaran dan kesuksesan nama lelaki ada dibalik kebesaran perempuan di dekatnya. Agar tidak salah pilih, bisa mencoba cara memilih istri yang baik dan benar.

Tidak dapat disangkal bahwa perempuan adalah sumber keindahan. Sebuah permata yang sangat mahal harganya tidak akan begitu saja diletakkan di etalase. Seperti aksesoris perhiasan yang memang sengaja dipajang. Sehingga siapapun yang ingin melihat dapat melihat sesukanya. Siapapun bisa memilih, menyentuh lalu kemudian mengembalikannya lagi jika ternyata tidak sesuai dengan selera.

Wanita yang memiliki akhlak mulia dan bermoral tentunya menjadi sumber kebahagiaan bagi orang-orang terdekat. Selain itu mereka ibarat permata yang sangat mahal akan diletakkan pada brankas besi yang terjaga dengan sistem keamanan berlapis. Tidak sembarang orang dapat melihat. Apalagi menyentuhnya. Hanya orang yang beriman dan bertakwa kepada saja yang dapat memiliki permata tersebut.

Setiap perempuan memiliki potensi yang luar biasa. Mereka memiliki kesempatan untuk menjadi permata dunia. Akan tetapi, banyak yang salah kaprah menginterpretasikan maksud dari “permata dunia” yang sesungguhnya. Hanya minoritas yang mengerti bagaimana menjaga keindahan yang dimiliki. Sehingga, banyak permata yang tercuri keindahan dan kemuliaannya, tetapi si pemilik tidak merasa.

Ngobrolin tentang cewek memang tidak akan ada habisnya. Meskipun pembahasannya diulang maka tetap akan menemukan hal baru yang seakan belum pernah ada pembahasan sebelumnya. Itulah keunikan dan keistimewaan seorang perempuan. Dibawah ini adalah 5 tipe perempuan dalam Al-Quran yang menghiasi dunia:

1. Pejuang

Perempuan tipe pejuang memiliki kepribadian kuat. Ia berani menanggung risiko apa pun saat keimanannya diusik dan kehormatannya dilecehkan. Tipe ini diwakili oleh Siti Asiyah binti Mazahim, istri Fir’aun. Meski berada dalam cengkraman Fir’aun, Asiyah mampu menjaga akidah dan harga dirinya sebagai pemegang teguh agama Islam. Asiyah lebih memilih istana di surga daripada istana di dunia yang dijanjikan Fir’aun. Allah SWT mengabadikan doanya, Dan Allah menjadikan perempuan Fir’aun teladan bagi orang-orang beriman, dan ia berdoa, Ya Tuhanku, bangunlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam surga dan selamatkanlah aku dari Fir’aun dan perbuatannya dan selamatkan aku dari kaum yang zalim (QS At Tahriim: 11).

2. Penjaga Kesucian

Tipe ini diwakili Maryam binti Imran. Hari-harinya ia isi dengan menjalankan perintah agama Islam. Ia pun sangat konsisten menjaga kesucian dirinya. Bagaimana akan ada bagiku seorang anak laki-laki, sedang tidak pernah seorang manusia pun menyentuhku dan aku bukan (pula) seorang pezina! . Demikian ungkap Maryam (QS Maryam: 20).

Karena keutamaan inilah, Allah SWT mengabadikan namanya sebagai nama salah satu surat dalam Al-Quran (QS Maryam [19]). Maryam pun diamanahi untuk mengasuh dan membesarkan Kekasih Allah, Isa putra Maryam (QS Maryam [19]: 16-34). Allah SWT memuliakan Maryam bukan karena kecantikannya, namun karena keshalihan dan kesuciannya.

3. Tukang Fitnah dan Gosip

Tipe ini diwakili Hindun, istrinya Abu Lahab. Al-Quran menjulukinya sebagai “pembawa kayu bakar” alias penyebar fitnah. Dalam istilah sekarang perempuan penyiram bensin. Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan sesungguhnya ia akan binasa. demikian pula istrinya, pembawa kayu bakar yang di lehernya ada tali dari sabut (QS Al Lahab: 1-5). Bersama suaminya, Hindun bahu-membahu menentang dakwah Rasulullah SAW, menyebar fitnah dan melakukan kezaliman. Isu yang awalnya biasa, menjadi luar biasa ketika diucapkan Hindun.

4. Penggoda

Tipe ini diperankan Zulaikha saat menggoda Nabi Yusuf. Petualangan Zulaikha diungkapkan dalam Al-Quran, Dan perempuan (Zulaikha) yang Yusuf tinggal di rumahnya menggoda Yusuf untuk menundukkan dirinya (kepadanya) dan dia menutup pintu-pintu, seraya berkata, Marilah ke sini. Yusuf berkata, Aku berlindung kepada Allah, sungguh tuanku telah memperlakukan aku dengan baik. Sesungguhnya orang-orang yang zalim tiada akan beruntung (QS Yusuf: 23).

5. Penghianat

Allah SWT pun mengecam perempuan yang bekhianat kepada suaminya (yang saleh). Istrinya Nabi Nuh dan Nabi Luth mewakili tipe ini. Saat suaminya memperjuangkan kebenaran, mereka malah menjadi pengkhianat dakwah. Difirmankan, Allah membuat istri Nuh dan istri Luth perumpamaan bagi orang-orang kafir. Keduanya berada di bawah pengawasan dua orang hamba yang shaleh di antara hamba-hamba Kami; lalu kedua istri itu berkhianat kepada kedua suaminya, maka kedua suaminya itu tiada dapat membantu mereka sedikit pun dari (siksa) Allah; dan dikatakan (kepada keduanya), Masuklah ke neraka bersama orang-orang yang masuk (neraka). (QS At Tahriim : 10).

Perempuan-perempuan yang dikisahkan Al-Quran ini hidup ribuan tahun lalu. Namun karakteristik dan sifatnya tetap abadi sampai sekarang. Hal ini sesuai denga ayat Al-Quran. “Dan sesungguhnya Kami telah menurunkan kepada kamu ayat-ayat yang memberi penerangan, dan contoh-contoh dari orang-orang yang terdahulu sebelum kamu dan pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa.” (QS An Nuur: 34).

Ada tipe pejuang yang kokoh keimanannya. Ada perempuan salehah yang tangguh dalam ibadah dan konsisten menjaga kesucian diri. Ada pula tipe penghasut, penggoda dan pengkhianat. Terserah kita mau pilih yang mana. Bila memilih tipe pertama dan kedua, maka kemuliaan dan kebahagiaan yang akan kita dapatkan. Sedangkan bila memilih tiga tipe terakhir, penderitaan di dunia dan akhirat yang bakal menimpa. Termasuk yang manakah Anda?

5 Keajaiban Air Zamzam yang Perlu Anda Ketahui


SIAPA yang tidak tahu dengan air zamzam? Pasti hampir seluruh muslim tahu mengenai air yang satu ini. Seluruh muslim juga pasti tahu betul bagaimana sejarah sumur air zamzam yang tidak pernah surut meskipun tidak ada hujan. Selain itu, air zamzam tidak pernah habis meski diambil oleh jutaan orang di seluruh dunia pada saat musim haji. Nah, berikut ini ada 5 keajaiban air zamzam yang perlu Anda ketahui.

Sumur Air Zamzam Tidak Pernah Surut

Lokasi sumur air zamzam yang terletak di kawasan Masjidil Haram, sebelah tenggara Kabah merupakan lokasi yang jarang terkena curah hujan. Dan inilah salah satu keajaiban sumur air zamzam yang diberikan Allah SWT, meskipun terletak di kawasan kering, namun air dalam sumur zamzam tidak pernah habis atau surut.

Setiap musim haji tiba, setidaknya dua juta orang dari seluruh penjuru dunia datang ke Mekkah untuk menunaikan ibadah haji. Setiap dari jemaah setidaknya membawa pulang air zamzam sekitar 5 liter. Bayangkan 2 juta orang dikali 5 liter, berapa juta liter air yang dibawa oleh seluruh jamaah. Belum lagi air zamzam yang selalu digunakan oleh penduduk setempat setiap harinya sebagai sumber air. Itulah keajaiban sumur air zamzam, sebagai tanda kebesaran Allah SWT.

Kandungan Mineral dalam Air Zamzam

Jika kita lihat, air zamzam seperti air biasa pada umumnya. Airnya bening, segar dan tak berasa. Namun, jika melihat dari kandungan mineral, air zamzam jauh lebih unggul daripada air biasa.

Seperti dikutip dari dakwatuna, air zamzam mengandung elemen-elemen alamiah sebesar 2.000 mg per liter, sedangkan air biasa tidak akan lebih dari 260 mg per liter. Tentu saja, itu membuktikan bahwa air zamzam khasiatnya lebih unggul dari air biasa.

Fakta Sesungguhnya Tentang Air Zamzam

Pada tahun 1971, seorang doktor dari negeri Mesir mengatakan bahwa air zamzam tidak sehat untuk diminum. Menurutnya, kota Mekkah tempat sumur zamzam berada merupakan kawasan yang ada di bawah garis permukaan laut. Selain itu, ia juga menganggap bahwa air dalam sumur zamzam berasal dari sisa pembuangan penduduk kota Mekkah.

Hal itu dibantah oleh Raja Faisal yang amat marah ketika mendengar berita itu. Kemudian, beliau mengirimkan sampel air zamzam untuk di tes di laboratorium-laboratorium di Eropa. Setelah melakukan beberapa penelitian di Eropa ternyata hasilnya tidak seperti yang dikatakan oleh doktor Mesir itu.

Berikut beberapa hasil penelitian yang dilakukan oleh Tariq Husaain dari penelitian instalasi pemurnian air laut di laboratorium Eropa, dirangkum dari dakwatuna:

-Air zamzam melalui proses penyaringan secara alamiah yang sangat unik, yakni melalui bebatuan dan gurun pasir yang berlapis-lapis.

-Air zamzam bebas dari kontaminasi kuman, karena lingkungan terjaga alami.

-Sumber mata air zamzam secara alami mengalir, tanpa bantuan mesin pensuplai air. Saat dilakukan pencarian sumber mata airnya, ternyata air itu keluar dari dasar sumur.

Keajaiban Air Zamzam di mata Ilmuan

Bukti tentang kebenaran air zamzam tidak hanya diucapkan dengan kata tapi juga dengan penelitian. Salah seorang ilmuan terkenal asal Jepang, Dr. Masasro Imoto menganggap bahwa air zamzam memiliki beberapa keistimewaan yang tidak tertandingi oleh air biasa.

Menurut sejumlah kajian ilmiahnya terhadap air zamzam dengan teknik nano, apabila air zamzam dicampur ke dalam 1000 tetes air biasa, maka air tersebut akan memiliki berbagai keistimewaan air zamzam. Selain itu, menurut ilmuan pencetus teori kristialisasi molekul air ini menganggap bahwa air zamzam memiliki komposisi garam dan mineral yang tetap stabil. Hasilnya tidak ada satu orang pun yang mengeluh sakit sesudah minum air zamzam.

Menyembuhkan Penyakit

Dengan berbagai keistimewaan air zamzam, tentu saja air suci ini mampu menyembuhkan berbagai penyakit dalam tubuh manusia. Nabi Muhammad SAW menjelaskan, “Sesungguhnya, zamzam ini air yang sangat diberkahi, ia adalah makanan yang mengandung gizi.”

Rasulullah SAW pernah menggunakan air zamzam untuk menyembuhkan orang yang sakit. Itulah kenapa banyak jemaah haji membawakan air zamam untuk keluarganya. Rasulullah SAW pernah berkata, “Air zamzam bermanfaat untuk apa saja yang diniatkan ketika meminumnya. Jika engkau minum dengan maksud agar sembuh dari penyakitmu, maka Allah menyembuhkannya.”

Baca juga: Kisah tentang ayat kursi

Kisah Abu Hurairah, Pencuri dan Ayat Kursi

Abu Hurairah r.a. pernah ditugaskan oleh Rasulullah S.A.W untuk menjaga gudang zakat di bulan Ramadhan. Tiba-tiba muncullah seseorang, lalu mencuri segenggam makanan. Namun kepintaran Hurairah memang patut dipuji, kemudian pencuri itu kemudian berhasil ditangkapnya.

“Akan aku adukan kamu kepada Rasulullah S.A.W,” gertak Abu Hurairah.

Bukan main takutnya pencuri itu mendengar ancaman Abu Hurairah, hingga kemudian ia pun merengek-rengek : “Saya ini orang miskin, keluarga tanggungan saya banyak, sementara saya sangat memerlukan makanan.”

Maka pencuri itu pun dilepaskan. Bukankah zakat itu pada akhirnya akan diberikan kepada fakir miskin ? Hanya saja, cara memang keliru. Mestinya jangan keliru.

Keesokan harinya, Abu Hurairah melaporkan kepada Rasulullah S.A.W. Maka bertanyalah beliau : “Apa yang dilakukan kepada tawananmu semalam, ya Abu Hurairah?”

Ia mengeluh, “Ya Rasulullah, bahwa ia orang miskin, keluarganya banyak dan sangat memerlukan makanan,” jawab Abu Hurairah. Lalu diterangkan pula olehnya, bahwa ia kasihan kepada pencuri itu,, lalu dilepaskannya.

“Bohong dia,” kata Nabi : “Pada hala nanti malam ia akan datang lagi.”

Kerana Rasulullah S.A.W berkata begitu, maka penjagaannya diperketat, dan kewaspadaan pun ditingkatkan.Dan, benar juga, pencuri itu kembali lagi, lalu mengambil makanan seperti kelmarin. Dan kali ini ia pun tertangkap.

“Akan aku adukan kamu kepada Rasulullah S.A.W,” ancam Abu Hurairah, sama seperti kelmarin. Dan pencuri itu pun sekali lagi meminta ampun : “Saya orang miskin, keluarga saya banyak. Saya berjanji esok tidak akan kembali lagi.”

Kasihan juga rupanya Abu Hurairah mendengar keluhan orang itu, dan kali ini pun ia kembali dilepaskan. Pada paginya, kejadian itu dilaporkan kepada Rasulullah S.A.W, dan beliau pun bertanya seperti kelmarin. Dan setelah mendapat jawapan yang sama, sekali lagi Rasulullah menegaskan : “Pencuri itu bohong, dan nanti malam ia akan kembali lagi.”

Malam itu Abu Hurairah berjaga-jaga dengan kewaspadaan dan kepintaran penuh. Mata, telinga dan perasaannya dipasang baik-baik. Diperhatikannya dengan teliti setiap gerak-geri disekelilingnya sudah dua kali ia dibohongi oleh pencuri. Jika pencuri itu benar-benar datang seperti diperkatakan oleh Rasulullah dan ia berhasil menangkapnya, ia telah bertekad tidak akan melepaskannya sekali lagi. Hatinya sudah tidak sabar lagi menunggu-nunggu datangnya pencuri jahanam itu. Ia kesal. Kenapa pencuri kelmarin itu dilepaskan begitu saja sebelum diseret ke hadapan Rasulullah S.A.W ? Kenapa mahu saja ia ditipu olehnya ? “Awas!” katanya dalam hati. “Kali ini tidak akan kuberikan ampun.”

Malam semakin larut, jalanan sudah sepi, ketika tiba-tiba muncul sesosok bayangan yang datang menghampiri longgokan makanan yang dia jaga. “Nah, benar juga, ia datang lagi,” katanya dalam hati. Dan tidak lama kemudian pencuri itu telah bertekuk lutut di hadapannya dengan wajah ketakutan. Diperhatikannya benar-benar wajah pencuri itu. Ada semacam kepura-puraan pada gerak-gerinya.

“Kali ini kau pastinya kuadukan kepada Rasulullah. Sudah dua kali kau berjanji tidak akan datang lagi ke mari, tapi ternyata kau kembali juga. Lepaskan saya,” pencuri itu memohon. Tapi, dari tangan Abu Hurairah yang menggenggam erat-erat dapat difahami, bahwa kali ini ia tidak akan dilepaskan lagi. Maka dengan rasa putus asa ahirnya pencuri itu berkata : “Lepaskan saya, akan saya ajari tuan beberapa kalimat yang sangat berguna.”

“Kalimat-kalimat apakah itu?” Tanya Abu Hurairah dengan rasa ingin tahu. “Bila tuan hendak tidur, bacalah Ayat Kursi : Allaahu laa Ilaaha illaa Huwal-Hayyul Qayyuuumu….. Dan seterusnya sampai akhir ayat. Maka tuan akan selalu dipelihara oleh Allah, dan tidak akan ada syaitan yang berani mendekati tuan sampai pagi.”

Maka pencuri itu pun dilepaskan oleh Abu Hurairah. Agaknya naluri keilmuannya lebih menguasai jiwanya sebagai penjaga gudang.

Dan keesokan harinya, ia kembali menghadap Rasulullah S.A.W untuk melaporkan pengalamannya yang luar biasa tadi malam. Ada seorang pencuri yang mengajarinya kegunaan ayat Kursi.

“Apa yang dilakukan oleh tawananmu semalam?” tanya Rasul sebelum Abu Hurairah sempat menceritakan segalanya.

“Ia mengajariku beberapa kalimat yang katanya sangat berguna, lalu ia saya lepaskan,” jawab Abu Hurairah.

“Kalimat apakah itu?” tanya Nabi.

Katanya : “Kalau kamu tidur, bacalah Ayat Kursi : Allaahu laa Ilaaha illaa Huwal-Hayyul Qayyuuumu….. Dan seterusnya sampai akhir ayat. Dan ia katakan pula : “Jika engkau membaca itu, maka engkau akan selalu dijaga oleh Allah, dan tidak akan didekati syaitan hingga pagi hari.”

Menanggapi cerita Abu Hurairah, Nabi S.A.W berkata, “Pencuri itu telah berkata benar, sekalipun sebenarnya ia tetap pendusta.” Kemudian Nabi S.A.W bertanya pula : “Tahukah kamu, siapa sebenarnya pencuri yang ertemu denganmu tiap malam itu?”

“Entahlah.” Jawab Abu Hurairah.

“Itulah syaitan.”

(HR. Bukhari no. 2311)

Sumber: https://islamwiki.blogspot.com/2009/06/ayat-kursi-menjelang-tidur.html

Surat Al Humazah dan Balasan Bagi Orang Tamak

Di dalam kitab suci al-Quran, Surat Al Humazah merupakan surat urutan ke 104. Al Humazah memiliki arti pengumpat. Surat ini terdiri dari 9 ayat dan termasuk golongan Makkiyah.

Berikut terjemahan Surat Al Humazah:
“Celakalah bagi setiap pengumpat dan pencela, yang mengumpulkan harta dan menghitung-hitungnya, dia (manusia) mengira bahwa hartanya itu dapat mengekalkannya. Sekali-kali tidak! Pasti dia akan dilemparkan ke dalam (neraka) Hutamah. Dan tahukah kamu apakah (neraka) Hutamah itu? (Yaitu) api (azab) Allah yang dinyalakan, yang (membakar) sampai ke hati. Sungguh, api itu ditutup rapat atas (diri) mereka, (sedang mereka itu) diikat pada tiang-tiang yang panjang.”

Jika manusia mengesampingkan akhirat dan hanya mengutamakan urusan dunia saja, manusia tersebut pasti mempunyai akhlak yang tidak baik. Surat ini menegaskan hukuman dan azab kepada golongan yang bersikap demikian. Hidupnya sibuk dengan duniawi, pangkat dan mengumpulkan harta benda saja.

Yang dimaksud dengan orang yang suka mengumpat adalah orang yang suka mencela dan menjelek-jelekkan orang lain. Menurut Syaikh ‘Abdurrahman bin Nashir As Sa’di, di antara sifat humazah dan lumazah yakni hanya mengumpulkan harta benda saja, menghitung-hitungnya dan sngat tamak pada hartanya. Selain itu mereka tidak punya keinginan untuk menginfakkan sebagian harta mereka di jalan kebaikan atau yang lainnya.

Sifat tamak terhadap harta memiliki akibat yang sangat buruk, diantaranya:

  • Bakhil, yaitu kecintaan akan harta benda yang berlebihan sehingga tidak mau berbagi kepada orang lain yang lebih membutuhkan.
  • Egois, sikap mementingkan diri sendiri dan tidak pedul dengan orang lain.
  • Individualis, sikap tidak peduli dengan lingkungan sekitar dan yang difikirkan hanya diri sendiri.
  • Ambisius negatif, hasrat ingin memiliki harta sebanyak-banyaknya tanpa peduli akan halal haramnya.
  • Menjadikan harta sebagai hal yang dipuja, dikejar dan diimpikan.

Balasan kepada pengumpat yang tamak adalah akan dimasukkan ke dalam neraka Hutthamah. Huttamah ialah api yang menyala atas perintah Allah. Ia akan membakar orang-orang yang lebih cinta kepada dunia dan tidak menginfakkannya.

Semoga kita termasuk orang-orang yang terhindar dari sifat buruk pengumpat dan tamak serta kikir. Dan semoga kita semua selamat dari api neraka. Aamiin.

Baca juga: Puasa dan Kesehatan

Puasa dan Manfaatnya Bagi Kesehatan

Puasa merupakan salah satu rukun Islam yang wajib dilaksanakan bagi pemeluknya. Puasa menjadi wajib terhadap orang-orang yang baligh dan tidak sedang berhalangan.

Sering kita mendengar bahwa hikmah berpuasa tidak hanya menjadikan kita makin bertidakwa, tapi juga makin sehat. Ini seperti dengan apa yang Rasulullah Saw sampaikan pada sebuah hadits:

“Berpuasalah, niscaya kamu akan sehat.” (HR. Ath-Thabrani)

Sebagai umat Islam kita harus bersyukur dianugerahkan satu paket lengkap selama sebulan sarana-sarana untuk perbaikan akhlak, pengabulan doa, juga lasertag pahala serta kebaikan. serta dari sisi jasmaniah, selama sebulan penuh ini juga tubuh kita mengadakan perbaikan-perbaikan.

Kita mungkin tidak sadar, selama 11 bulan sebelumnya kita telah berkontribusi banyak atas masuknya zat-zat berbahaya bagi tubuh. Tapi tubuh tidak bisa berbuat banyak untuk membersihkannya sebab pencernaan kita hampir tidak diberi waktu untuk istirahat yang cukup.

Di luar Ramadhan, kita memulai hari dengan sarapan. Tengah hari lapar menyerang, makan lagi. Dipertengahan menuju malam, kita ngemil. serta kita menutup hari dengan makan malam. Tapi itu pun belum selesai. Tengah malam lapar menyerang, makan lagi.

Tubuh demikian disibukkan dengan arus makan, minum juga ngemil. Kerja lambung, usus juga hati tidak pernah berhenti. Hingga tubuh kesulitan mencari-cari waktu luang untuk sekedar membersihkan diri dari zat-zat yang tidak diperlukan juga zat-zat yang berbahaya bagi tubuh.

serta puasa memberikan waktu untuk proses itu. Itulah yang dinamakan proses “autolisis” yang secara sederhana dapat diartikan sebagai proses pengeluaran sisa metabolisme serta zat-zat yang tidak dibutuhkan tubuh pada jumlah berlebih.

Cara kerjanya mirip seperti bersih-bersih rumah di kala weekend. Di hari-hari kerja, tentu rumah biasanya dibersihkan hanya pada bagian-bagian yang biasa kita lalu-lalang. Karena setiap kita punya pekerjaan yang tidak memungkinkan membersihkan lebih dari itu.

Nah, saat akhir pekan. Kita punya banyak waktu untuk membersihkan rumah sampai ke gusertag-gusertag. Mulai menyortir barang-barang yang sudah tidak dipakai. Membuangnya. serta rumah pun menjadi benar-benar bersih serta sehat.

Saat berpuasa pun demikian. Dikarenakan aktivitas metabolisme tidak ada, maka tubuh mempunyai waktu untuk membuang zat-zat yang tidak diperlukan oleh tubuh. Itulah mengapa, seringkali saat kita buang air kecil, air kencing kita berwarna pekat, baserta serta nafas terasa lebih bau. Sebab, itu adalah hasil dari proses pembersihan tubuh dari racun-racun penyakit.

Lihatlah, Islam sedemikian indah pada amal ibadahnya. tidak hanya berpengaruh pada akhlak serta kerohanian. Tapi juga berdampak baik bagi kesehatan jasmaninya.

Jadi, sebenarnya, menjalankan ibadah puasa bukanlah satu bentuk siksaan atau malapetidaka atas tubuh jasmani kita. Justru puasa mengandung banyak manfaat yang bisa kita peroleh.

Pada akhirnya dapat disimpulkan bahwa berpuasa sangat bermanfaat untuk menjaga kesehatan tubuh kita.

Bacaan lainnya: Adab kepada buku

9 Adab Terhadap Buku

buku

Membaca merupakan salah satu sarana menuntut ilmu yang terbaik dan terluas. Oleh karena itulah, ayat yang pertama sekali turun kepada Rasulullah SAW adalah iqra’ (bacalah!). Para ulama dan cerdik pandai sangat mengetahui nilai dari sebuah buku. Mereka sangat perhatian terhadap buku, menjaga dan merawatnya dengan cermat.

Demikianlah seharusnya yang dilakukan oleh orang yang berakal, yaitu paham terhadap nilai sebuah buku dan adab-adab yang berkaitan dengan penulisan buku.
Berikut beberapa adab terhadap buku diantaranya :

1. Niat yang Ikhlas

Seorang muslim wajib mengikhlaskan niatnya ketika ia membeli sebuah buku, yaitu ingin mendulang faedah dari buku yang dibacanya untuk dirinya dan orang lain. Dengan demikian, kita akan mendapatkan pahala atas uang yang telah dibelanjakan untuk membeli buku atau kitab, atas waktu yang dihabiskan untuk membahas permasalah tersebut, dan atas kesungguhannya dalam menjaga, merawat, serta menurunnya, dan lain-lain.

2. Memiliki Buku Bukan untuk Kebanggan dan Pamer

Ketika seseorang memiliki buku, hendaknya ia bermaksud membaca dan mengambil manfaat darinya. Sebab, ada pula sebagian orang yang mempunyai keinginan dan perhatian besar terhadap buku, suka membeli dan mengkoleksi buku, serta mengikuti perkembangan buku-buku terbaru.

Ia terus berusaha dengan maksimal untuk memperbesar perpustakaannya. Sehingga timbul keinginannya supaya masyarakat sekitarnya mengetahui bahwasanya ia memiliki perpustakaan besar dan memiliki sekian banyak buku. Ia berusaha agar tidak satupun buku terluput.
Sikap seperti inilah yang keliru. Sebab, keinginan kita untuk memiliki buku hanya untuk mendulang faedah untuk menyebarkan ilmunya ke masyarakat seraya mengharap pahala dari Allah SWT. Demikianlah niat yang benar.

Adapun memiliki buku dengan tujuan pamer dan riya maka pelakunya akan mendapatkan dosa, bahkan mungkin akan menghapuskan amalannya berkaitan dengan buku tersebut.

3. Mulai dengan Membeli Buku-Buku yang Terpenting

Janganlah seseorang membeli buku-buku yang tidak berfaedah. Tetapi berilah yang bermanfaat untuk dirinya, baik untuk sebuah penelitian, sebagai bahan bacaan, maupun yang lainnya.

4. Tidak Boleh Memiliki Buku-Buku yang Diharamkan

Siapa saja yang memiliki buku atau yang ingin membeli buku hendaknya jangan menyimpan atau membeli buku-buku yang Diharamkan atau yang memudharatkan dirinya, seperti buku porno, buku yang membahayakan aqidah dan moral , dan buku-buku yang tidak berguna lainnya. Sebab, Allah SWT akan menghisap dirinya tentang kepemilikannya dan perhatiannya terhadap buku-buku tersebut, serta harta yang telah ia habiskan untuk membeli buku-buku itu.

Bagi mereka yang sedang melakukan penelitian, penulisan, dan pembahasan boleh memiliki buku-buku yang ditulis oleh kelompok-kelompok yang menyimpang dan keluar dari aqidah Ahlus Sunnah dengan tujuan memberikan bantahan terhadap kelompok-kelompok yang sesat tersebut.

5. Memilih dan Merawat Buku

Seseorang yang memiliki buku harus memperhatikan, menjaga dan merawat buku-bukunya agar terawat dan tetap awet selama mungkin. Sebab, buku adalah permasalah sebuah ilmu dan ilmu merupakan sesuatu yang paling berharga yang dimiliki oleh seseorang. Buku juga merupakan harta yang wajib dijaga dan tidak boleh ditelantarkan.

6. Menyusun dan Membuat Daftar Judul Buku

Bagi yang memiliki kitab atau buku yang cukup banyak, terlebih lagi bagi mereka yang memiliki buku yang sangat banyak, dianjurkan agar menyusunnya menurut isi buku. Tujuannya, supaya seseorang mudah mendapatkan buku tersebut ketika dibutuhkan dan untuk mencari serta mengeluarkan permasalahan yang terkandung di dalam buku tersebut. Demikian juga akan memudahkan seseorang dalam mencari buku tertentu ketika ia membutuhkannya.

7. Meminjamkan Buku kepada yang Membutuhkan

Meminjamkan Buku merupakan adab yang seharusnya dimiliki seorang Muslim. Sebab, seorang Muslim tidak pantas menghalangi faedah yang bermanfaat bagi saudaranya. Tidak meminjamkan Buku kepada orang yang membutuhkannya termasuk sikap menyembunyikan ilmu yang Diharamkan Allah SWT.

Adapun meminjamkannya berarti ikut andil dalam menyebarkan ilmu sehingga ia juga termasuk orang yang telah memberikan manfaat kepada saudaranya sesama Muslim yang telah diperintahkan syariat.
Nabi SAW bersabda : ” Barang siapa yang mampu memberikan sebuah manfaat bagi saudaranya maka lakukanlah.”
Beliau juga bersabda : ” Barang siapa yang menunjukkan sebuah kebaikan maka ia mendapatkan pahala seperti orang yang melaksanakannya.”

Sebagian orang enggan meminjamkan bukunya karena khawatir hilang atau rusak. Hal ini dapat diatasi dengan membuat catatan khusus atau buku peminjaman.

8. Merawat Buku yang Dipinjam

Apabila seorang muslim terpaksa meminjam sebuah buku kepada seseorang untuk mendapatkan faedahnya, maka ia harus menjaga dan merawat Buku tersebut serta mengembalikannya dalam kondisi seperti ketika meminjamnya. Yang demikian itu dilakukan guna menunaikan sebuah amanah.
Allah SWT berfirman :
“Sungguh, Allah menyuruhmu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya..”.(Qs. AN Nisa’ : 58)

Oleh karena itu, janganlah orang yang meminjam membuat susah pemilik buku dengan mengembalikan buku dalam keadaan robek atau kotor, atau menghilangkan buku. Jadi, peminjam wajib menjaga buku yang dipinjam hingga ia mengembalikan kepada pemiliknya.

9. Mewakafkan Buku Setelah Pemiliknya Meninggal Dunia

Apabila seseorang tidak memiliki ahli waris atau ahli warisnya tidak begitu peduli dan perhatian dengan buku, maka sebaiknya ia berwasiat untuk mewakafkan buku-buku yang ia miliki agar dapat bermanfaat bagi para penuntut ilmu, para peneliti, dan mereka yang memiliki perhatian kepada ilmu. Maksudnya, supaya buku-buku tersebut menjadi sedekah jariyahnya setelah meninggal.

Sumber : Ensiklopedi Adab jilid ke 2, Abdul ‘Aziz bin Fathi as Sayyid Nada

Adab Belajar Menurut Islam

Bila seorang muslim ingin mencari ilmu hendaknya ia mengerti bagaimana adab adab dalam mencari ilmu itu karena segala hal yang dilakukan harus mempunyai adab. Sebagaimana halnya saat kita hendak membaca Al Quran, kita diwajibkan berwudhu lebih dahulu. Dalam mencari atau menuntut ilmu juga sama, terdapat adab yang harus dipahami. Disinilah pentingnya memahami adab dalam menuntu ilmu.

Imam Malik pernah berpesan,
“Pelajarilah adab sebelum mempelajari ilmu”

Abdullah bin Mubarak juga berkata,
“Dulu kami belajar adab selama 30 tahun, sedangkan mempelajari ilmu hanya selama 20 tahun.”

Perkataan di atas menunjukkan betapa pentingnya memiliki adab yang baik, terutama ketika menuntut ilmu. Dengan mengetahui adab akan lebih dimudahkan dalam memahami ilmu, selain itu ilmunya juga dapat membawa keberkahan.

Lalu bagaimana dan apa saja yang harus diperhatikan tentang adab-adab dalam menuntut ilmu itu? Kita akan bahas beberapa adab-adab dalam menuntut ilmu itu sendiri.

1. Diniatkan Karena Allah

Terkadang ada beberapa orang yang sedang menuntut ilmu itu tidak karena Allah. Seringnya meniatkan dirinya mencari ilmu agar kelak mendapat pekerjaan. Bahkan ada yang menuntut ilmu dengan maksud disebut sebagai ahli. Namun akan lebih utama apabila ketika akan menuntut ilmu yaitu diniatkan karena Allah dengan mengharapkan Ridho-Nya.

2. Takut Kepada Allah

Semakin seseorang mengenal Allah, sudah seharusnya ia semakin dekat kepada Allah. Hal ini akan semakin besar pula rasa takutnya kepada Allah. Di antara golongan yang takut kepada Allah adalah ulama (orang yang berilmu) sebagaimana yang tertuang dalam Surat Fatir ayat 28.

3. Selalu Berdoa Kepada Allah

Ilmu itu cahaya, dan cahaya tidak akan masuk ke dalam seseorang yang hatinya kotor. Disinilah kita harus selalu berdoa kepada Allah agar membukakan hati kita serta melapangkan dada kita ketika menuntut ilmu.

4. Menghormati Guru

Menghormati guru merupakan keharusan bagi umat muslim. Guru merupakan sumber ilmu yang dapat kita petik hikmahnya. Sebagai sumber ilmu, sudah sepantasnya seorang guru selalu kita hormati.

5. Menghormati Diri Sendiri

Dalam mencari ilmu memerlukan kesungguhan. Hormatilah diri sendiri dengan cara menghargai diri dan membuang rasa malas serta bosan agar target menggapai ilmu dapat tercapai.

Demikianlah sedikit adab dalam menuntut ilmu. Terima kasih sudah membaca.

Adab Membaca Al-Qur’an

Membaca Al-Qur’an merupakan salah satu ibadah yang sangat dianjurkan bagi umat muslim dimanapun berada. Setiap huruf yang dibaca memiliki pahala dan kebaikan. Istiqomah untuk membaca Al-Qur’an pada awalnya akan berat, namun apabila kita konsisten maka akan terasa lebih mudah. Pada hari kiamat, Al-Qur’an akan memberikan syafaat kepada para pembacanya. Sebagaimana diriwayatkan dari Abu Umamah Al-Bahili, ia berkata, Rasulullah bersabda;ِ “Bacalah Al-Qur’an, karena sesungguhnya ia akan datang pada Hari Kiamat sebagai pemberi syafaat kepada para pembacanya.”

Agar seorang mendapatkan syafaat tersebut, maka hendaknya seorang pembaca Al-Qur’an memperhatikan adab-adab dalam membaca Al-Qur’an. Diantara adab membaca Al-Qur’an ialah:

1. Dianjurkan Membersihkan Mulut Dengan Siwak Sebelum Membaca Al-Qur’an
2. Disunnahkan Membaca Isti’adzah Ketika Mengawali Membaca Al-Qur’an
3. Dianjurkan Membaca Al-Qur’an Secara Tartil (Perlahan-lahan
4. Dianjurkan Untuk Membaguskan Suara Ketika Membaca Al-Qur’an
5. Disunnahkan Melakukan Sujud Tilawah Ketika Melewati Ayat Sajdah
Di dalam Al-Qur’an terdapat lima belasayat sajdah dan seorang yang membaca Al-Qur’an ketika membaca ayat-ayat tersebut disunnahkan untuk melakukan sujud tilawah.
6. Membaca Al-Qur’an Sesuai dengan Urutan dalam Mushaf
Karena hal inilah yang dilakukan oleh Nabi
7. Dianjurkan Untuk Tidak Memotong Bacaan Al-Qur’an
8. Tidak Boleh Mengatakan “Aku lupa”
Karena dengan mengatakan, “Aku lupa” terkesan melalaikan ayat Al-Qur’an

Al-Qur’an merupakan kitab suci bagi pemeluk agama Islam. Sudah selayaknya bagi seorang mukmin untuk selalu membacanya, meresapi maknanya, dan mengamalkan isi ajarannya.

Adab di Masjid

Masjid merupakan tempat ibadah bagi umat muslim. Masjid juga merupakan tempat yang paling dicintai oleh Allah. Sebab masjid merupakan tempat yang mulia, maka ada beberapa adab yang sebaiknya diperhatikan ketika di masjid, diantara adalah:

1. Berdoa Ketika Berjalan Menuju Ke Masjid

2. Mendahulukan Kaki Kanan Ketika Masuk Masjid dan Mendahulukan Kaki Kiri Ketika Keluar
Seorang yang masuk masjid dianjurkan untuk mendahulukan kaki kanan. Karena inilah yang dilakukan olehRasulullah, dan karena masjid adalah tempat yang paling mulia. Adapun ketika keluar dari masjid dianjurkan untuk mendahulukan kaki kiri.

3. Berdoa Ketika MasukMasjid
Disunnahkan ketika masuk masjid untuk membaca doa.

4. Melakukan Shalat Tahiyyatul Masjid
Apabila seseorang yang memasuki masjid disunnahkan untuk melakukan Shalat Tahiyyatul Masjid sebelum duduk.

5. Diperbolehkan Makan, Minum, dan Tidur di Masjid
Diperbolehkan bagi seorang untuk makan, minum, dan tidur di masjid, dengan tetap menjaga kebersihan masjid

6. Dimakruhkan Menjalinkan Jari-je mari

”Jika salah seorang diantara kalian berwudhu‟ dirumahnya, kemudian pergi ke masjid, maka senantiasa ia mendapatkan pahala shalat hingga ia pulang. Maka janganlah ia melakukan seperti ini.”Beliau menjalinkan jari-jemarinya.”

7. Dilarang Melakukan Transaksi Jual Beli di Masjid
Dilarang melakukan transaksi jualbeli di dalam masjid, karena masjid bukan dibangun untuk itu. Tetapi masjid dibangun untuk berdzikir kepada Allah, mendirikan shalat, belajar-mengajar ilmu agama dan sebagainya.

8. Dilarang Mengumumkan Kehilangan Di Masjid
Masjid bukanlah tempat untuk mengumumkan barang yang hilang.

9. Dilarang Keluar dari Masjid Setelah Dikumandakan Adzan
Apabila seorang berada didalam masjid, maka setelah dikumandangkan adzan ia dilarang untuk keluar dari masjid, kecuali dalam keadaan darurat, seperti; sakit, memperbarui wudhu karena batal, dan yang semisalnya.

10. Berdoa Ketika Keluar dari Masjid
Disunnahkan ketika keluar dari masjid untuk membaca doa.

Demikian tadi adab-adab di masjid. Semoga dapat menambah wawasan. Terima kasih sudah membaca.