Skip to content

DailyBlogs Posts

6 Fadhilah Mengerjakan Shalat Dhuha

Shalat Dhuha merupakan shalat sunnah yang memiliki keistimewaan. Shalat ini disunahkan bagi kita untuk mengerjakannya. Waktu dhuha yakni sejak terbitnya matahari hingga menjelang datangnya waktu shalat fardhu dzuhur.

Shalat Dhuha memilikiki beberapa fadhilah yang dapat kita petik. Beberapa diantaranya adalah :

1. Dosanya terampuni.

Orang yang shalat dhuha akan memperoleh ampunan dosa oleh Allah SWT seperti hadist:

“Barang siapa yang selalu mengerjakan shalat Dhuha niscaya akan diampuni dosa-dosanya walaupun sebanyak buih di lautan.” (HR Tirmidzi)

2. Dimasukkan ke dalam golongan orang yang bertaubat

Barang siapa yang mengerjakan shalat Dhuha, maka ia termasuk sebagai orang yang bertobat kepada Allah SWT :

“Tidaklah seseorang selalu mengerjakan shalat Dhuha kecuali ia telah tergolong sebagai orang bertaubat.”(HR Hakim)

3. Tercatat sebagai orang yang taat

Orang yang menunaikan shalat Dhuha akan dicatat sebagai ahli ibadah yang taat kepada Allah.

“Barang siapa yang shalat Dhuha:

  • Dua rakaat, maka dia tidak ditulis sebagai orang yang lalai.
  • Empat rakaat, maka dia ditulis sebagai orang yang ahli ibadah.
  • Enam rakaat maka dia diselamatkan di hari itu.
  • Delapan rakaat maka Allah menuliskan dia sebagai orang yang taat.
  • Dua belas rakaat, maka Allah akan membangunkan sebuah rumah di syurga untuknya.“ (HR At-Thabrani)

4. Masuk syurga melalui pintu khusus

Siapa yang dapat istiqomah menunaikan shalat Dhuha, kelak ia akan masuk syurga lewat pintu khusus, yaitu pintu dhuha yang telah disediakan Allah.

“Sesungguhnya di dalam syurga terdapat sebuah pintu bernama Dhuha. Apabila kiamat telah tiba maka akan ada suara yang berseru: “Dimanakah orang orang yang semasa hidup didunia selalu mengerjakan shalat Dhuha? Ini adalah pintu buat kalian. Masuklah dengan rahmat Allah Subhana Wata’ala.” (HR At-Thabrani)

5. Rezeki terjamin

Allah SWT akan mencukupkan rezekinya:

Wahai anak Adam. Janganlah engkau merasa lemah dari empat rakaat dalam mengawali harimu, niscaya Aku (Allah) akan mencukupimu di akhir harimu” (HR Abu Darda)

6. Dicatat sebagai orang yang telah bersedekah

Orang yang menunaikan shalat Dhuha akan dicatat Allah bahwa  ia telah mengeluarkan sedekah,

“Hendaklah masing-masing kamu bersedekah untuk tiap ruas tulang badanmu pada setiap pagi. Sebab tiap kali bacaan tasbih itu adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, menyuruh kepada yang ma’ruf adalah sedekah, mencegah yang mungkar adalah sedekah. Sebagai ganti dari semua itu, maka cukuplah mengerjakan dua rakaat shalat Dhuha.” (HR Muslim)

Itulah tadi beberapa manfaat dan keutamaan mengerjakan Shalat Dhuha. Semoga kita semua termasuk hamba-hamba yang bersyukur.

Sekelumit Tentang Shalat Gerhana

Pada tanggal 26 Mei 2021 akan terjadi peristiwa alam berupa gerhana bulan. Peristiwa gerhana bulan dapat terjadi terjadi ketika posisi Bumi di antara Matahari dan Bulan serta menghalangi cahaya dari matahari ke bulan. Dengan kata lain dapat dikatakan bahwa ketika gerhana bulan terjadi, yang kita lihat sebenarnya ialah bayangan Bumi yang jatuh di permukaan Bulan

Di dalam agama Islam diajarkan bahwa gerhana matahari dan gerhana bulan adalah peristiwa astronmi normal yang salah satu merupakan tanda-tanda kebesaran Allah dan tidak berkaitan dengan nasib buruk seseorang atau suatu negara. Di dalam Islam juga diajarkan ibadah berupa shalat sunnah gerhana ketika terjadi gerhana. Shalat gerhana dilaksanakan pada saat terjadi gerhana hingga dengan usai gerhana, baik pada saat gerhana matahari maupun gerhana bulan, pada gerhana total maupun gerhana sebagian.

Apabila gerhana usai namun shalat masih ditunaikan, maka shalat tetap dilanjutkan dengan memperpendek bacaan. Orang yang diperbolehkan untuk mengerjakan shalat gerhana ialah mereka yang mengalami gerhana atau berada di bawah lintasan gerhana. Bagi mereka yang berada di kawasan yang tidak dilintasi gerhana tidak dituntunkan mengerjakan ibadah ini. Salat gerhana dilaksanakan secara berjamaah tanpa adzan dan iqamah. Dilaksanakan dua rakaat, pada setiap rakaat melakukan rukuk, qiyam dan sujud dua kali. Salat gerhana boleh dilakukan di tanah lapang ataupun di dalam masjid.

Beberapa manfaat yang akan kita peroleh ketika mendirikan salat gerhana:

  1. Mengerjakan amalan sesuai dengan yang dilaksanakan oleh Nabi
    Manfaat pertama yang bisa kita peroleh saat mendirikan salat gerhana adalah akan diberikan ganjaran pahala oleh Allah. Selain itu berarti kita juga telah mengamalkan salah satu amalan Nabi Muhammad yang pastinya akan dicatat sebagai salah satu bentuk amal sholeh.
  2. Mendekatkan Diri Kepada Allah
    Manfaat selanjutnya ialah sebagai bentuk keimanan kepada Allah. Dengan mendirikan salah satu perintah Allah tentunya akan membuat diri kita semakin dekat dengan Allah. Salah satu hal yang dapat mendekatkan diri kita kepada Allah adalah dengan cara mendirikan amalan sunnah salat gerhana.
  3. Pengingat akan Hari Kiamat
    Sebaaimana yang kita ketahui bersama bahwa salah satu tanda kiamat ialah terjadinya peristiwa astronomi berupa matahari tidak lagi terbit dari timur, melainkan dari barat. Oleh sebab itu manfaat yang terakhir ialah dapat sebagai pengingat akan datangnya hari kiamat.

Itulah tadi sekelumit tentang shalat gerhana. Semoga dapt memberikan wawasan baru bagi kita semua.

Anjuran Memilih Nama Yang Baik Dalam Islam

Berubah status menjadi orang tua merupakan salah satu anugerah luar biasa yang telah dilimpahkan oleh Allah SWT kepada para hamba-Nya. Menjadi orang tua selain memiliki keberkahan juga diikuti dengan tanggung jawab. Salah satu tanggung jawab pertama sebagai orang tua ialah memilihkan nama untuk sang buah hati.

Beberapa orang tua baru mengalami kesulitan dalam menentukan nama anak. Memang sudah sewajarnya orang tua berhati-hati dalam memilihkan nama sebab nama itu merupakan suatu doa agar anak tersebut menjadi seseorang yang sesuai makna baik dari namanya tersebut.

Sesuai kebanyakan tradisi umat muslim di Indonesia, biasanya orang tua mengumumkan nama anak mereka tujuh hari setelah lahirnya anak tersebut pada saat prosesi Aqiqah. Acara tersebut ditandai dengan suatu penyembelihan domba atau kambing yang jumlahnya sudah ditentukan kemudian dagingnya dibagi-bagikan.

Nama merupakan suatu tanda pengenal dasar dan identifikasi untuk setiap orang. Nama muslim yakni sebuah nama harus dengan pedoman yang telah dianjurkan agama Islam.

Rasullullah Shallalahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda,

“Sesungguhnya kalian akan dipanggil pada hari kiamat dengan nama kalian dan nama bapak-bapak kalian. Maka baguskanlah nama-nama kalian” [HR. Abu Dawud & Al-Baihaqi, Sebagian ulama menilai sanadnya munqathi’, Sebagian menilai sanadnya jayyid]

Demikian pula dalam Fatwa Syabakah Islamiyyah. Diterangkan bahwa seseorang akan dipanggil sesuai dengan nama dan dinisbatkan terhadap nasab bapaknya:

“Pendapat yang kuat -wallahu a’lam- bahwa manusia pada hari kiamat akan dipanggail sesuai dengan nama merrka (di dunia) dan dinisbatkan kepada bapak mereka masing-masing, bukan kepada ibunya.” [Fatawa no. 20374]

Ibnul Qayyim menerangkan pentingnya sebuah nama. Beliau berkata,

“Sesungguhnya pemberian nama pada hakikatnya berfungsi untuk menunjukkan definisi/identitas penyandang nama (yang diberi nama), karena jika ia didapati tanpa diketahui (tanpa nama), maka ia tidak bisa dikenali.” [Tuhfatul Maudud hal. 61, Dar Kutub Al-‘Ilmiyyah].

Oleh sebab itu, Islam menganjurkan untuk memberikan nama yang baik kepada anak sebagai ungkapan doa dan permohonan orang tua. Demikian artikel singkat ini, semoga bermanfaat.

*)Dikutip dari berbagai sumber

Baca juga:
https://civitas.uns.ac.id/dailyblogs/2021/05/25/sekelumit-tentang-shalat-gerhana/

Kebaikan Yang Dapat Mengetuk Pintu Rezeki

Pada zaman nabi Musa AS, terdapat sepasang suami istri yang hidup penuh dengan kemiskinan tapi mereka tetap menghadapinya dengan penuh kesabaran. Suatu saat ketika mereka sedang istirahat, sang istri berkata kepada suaminya.

“Wahai suamiku, bukankah Musa adalah seorang Nabi yang dapat berbicara dengan Tuhannya?. Kemudian suaminya menjawab : “Ya benar” . Sang istri berkata lagi : ” Kenapa kita tidak pergi saja kepadanya untuk mengadukan kondisi kita yang penuh kemiskinan dan memintanya agar ia berbicara dng Rabb nya, agar dia menganugerahkan kepada kita kekayaan

Selanjutnya mereka menceritakan kemiskinannya tersebut kepada Musa AS. kemudian nabi Musa AS bermunajat menghadap Allah SWT dan menyampaikan keadaan keluarga tersebut.

Allah SWTpun berfirman kepada Musa:

“Wahai Musa, katakanlah kepada mereka, aku akan memberikan kepada mereka kekayaan, tetapi kekayaan tersebut aku berikan hanya satu tahun, dan setelah satu tahun, akan aku kembalikan mereka menjadi orang miskin kembali”

Kemudian Nabi Musa menyampaikan hal tersebut kepada mereka bahwa Allah mengabulkan permintaan mereka, tapi kekayaan tersebut hanya berlangsung selama setahun saja. Mereka menerima kabar tersebut dengan penuh suka cita.

Beberapa hari kemudian datanglah rezeki kepada mereka dengan melimpah dari jalan yang tiada diketahui darimana arahnya. Dan mereka menjadi orang terkaya kala tersebut. kemudian sang istri berkata kepada suaminya:

“Wahai suamiku, selama setahun ini kita akan memberi makan orang orang miskin dan menyantuni anak-anak yatim mumpung kita masih punya kesempatan, karena setelah setahun kita akan kembali miskin” Sang suami menjawab:” Baiklah, kita akan menggunakan harta ini untuk membantu orang orang yang membutuhkannya”

Kemudian mereka membantu orang-orang yang membutuhkan, membangun tempat tempat singgah bagi musafir, serta menyediakan makan gratis bagi orang-orang yang membutuhkan.

Hal tersebut berlangsung terus hingga waktu setahun tiba. Tapi mereka terlihat masih tetap sibuk untuk berbagi dengan menyediakan makanan hingga mereka lupa bahwa waktu setahun tersebut tiba dan mereka kembali menjadi miskin.

Nabi Musa yang mengetahui tersebut heran melihat mereka tetap kaya. Nabi Musa kemudian bertanya kepada Allah SWT:

”Ya Rabb, bukankah Engkau berjanji memberikan mereka kekayaan hanya satu tahun saja, kemudian setelah tersebut Engkau akan kembalikan mereka menjadi miskin seperti sedia kala?’

Allah SWT pun berfirman: “Wahai Musa, Aku telah membuka satu pintu rezeki kepada mereka, tetapi mereka membuka beberapa pintu rezeki untuk hamba hamba Ku”. “tersebutlah wahai Musa, mengapa Aku titipkan kekayaan lebih lama kepada mereka.”

“Wahai Musa, Aku sangat malu jikalau ada hamba hambaKu yang lebih mulia dan lebih pemurah daripada Aku”

Nabi Musa menjawab : Maha suci Engkau ya Allah, betapa maha Mulia urusan Mu dan maha tinggi kedudukanMu”

Wallahu a’lam

Baca juga:

Anjuran Memilih Nama Yang Baik Dalam Islam

Surat Al Lahab dan Kisahnya