Skip to content

Tag: adab

9 Adab Terhadap Buku

buku

Membaca merupakan salah satu sarana menuntut ilmu yang terbaik dan terluas. Oleh karena itulah, ayat yang pertama sekali turun kepada Rasulullah SAW adalah iqra’ (bacalah!). Para ulama dan cerdik pandai sangat mengetahui nilai dari sebuah buku. Mereka sangat perhatian terhadap buku, menjaga dan merawatnya dengan cermat.

Demikianlah seharusnya yang dilakukan oleh orang yang berakal, yaitu paham terhadap nilai sebuah buku dan adab-adab yang berkaitan dengan penulisan buku.
Berikut beberapa adab terhadap buku diantaranya :

1. Niat yang Ikhlas

Seorang muslim wajib mengikhlaskan niatnya ketika ia membeli sebuah buku, yaitu ingin mendulang faedah dari buku yang dibacanya untuk dirinya dan orang lain. Dengan demikian, kita akan mendapatkan pahala atas uang yang telah dibelanjakan untuk membeli buku atau kitab, atas waktu yang dihabiskan untuk membahas permasalah tersebut, dan atas kesungguhannya dalam menjaga, merawat, serta menurunnya, dan lain-lain.

2. Memiliki Buku Bukan untuk Kebanggan dan Pamer

Ketika seseorang memiliki buku, hendaknya ia bermaksud membaca dan mengambil manfaat darinya. Sebab, ada pula sebagian orang yang mempunyai keinginan dan perhatian besar terhadap buku, suka membeli dan mengkoleksi buku, serta mengikuti perkembangan buku-buku terbaru.

Ia terus berusaha dengan maksimal untuk memperbesar perpustakaannya. Sehingga timbul keinginannya supaya masyarakat sekitarnya mengetahui bahwasanya ia memiliki perpustakaan besar dan memiliki sekian banyak buku. Ia berusaha agar tidak satupun buku terluput.
Sikap seperti inilah yang keliru. Sebab, keinginan kita untuk memiliki buku hanya untuk mendulang faedah untuk menyebarkan ilmunya ke masyarakat seraya mengharap pahala dari Allah SWT. Demikianlah niat yang benar.

Adapun memiliki buku dengan tujuan pamer dan riya maka pelakunya akan mendapatkan dosa, bahkan mungkin akan menghapuskan amalannya berkaitan dengan buku tersebut.

3. Mulai dengan Membeli Buku-Buku yang Terpenting

Janganlah seseorang membeli buku-buku yang tidak berfaedah. Tetapi berilah yang bermanfaat untuk dirinya, baik untuk sebuah penelitian, sebagai bahan bacaan, maupun yang lainnya.

4. Tidak Boleh Memiliki Buku-Buku yang Diharamkan

Siapa saja yang memiliki buku atau yang ingin membeli buku hendaknya jangan menyimpan atau membeli buku-buku yang Diharamkan atau yang memudharatkan dirinya, seperti buku porno, buku yang membahayakan aqidah dan moral , dan buku-buku yang tidak berguna lainnya. Sebab, Allah SWT akan menghisap dirinya tentang kepemilikannya dan perhatiannya terhadap buku-buku tersebut, serta harta yang telah ia habiskan untuk membeli buku-buku itu.

Bagi mereka yang sedang melakukan penelitian, penulisan, dan pembahasan boleh memiliki buku-buku yang ditulis oleh kelompok-kelompok yang menyimpang dan keluar dari aqidah Ahlus Sunnah dengan tujuan memberikan bantahan terhadap kelompok-kelompok yang sesat tersebut.

5. Memilih dan Merawat Buku

Seseorang yang memiliki buku harus memperhatikan, menjaga dan merawat buku-bukunya agar terawat dan tetap awet selama mungkin. Sebab, buku adalah permasalah sebuah ilmu dan ilmu merupakan sesuatu yang paling berharga yang dimiliki oleh seseorang. Buku juga merupakan harta yang wajib dijaga dan tidak boleh ditelantarkan.

6. Menyusun dan Membuat Daftar Judul Buku

Bagi yang memiliki kitab atau buku yang cukup banyak, terlebih lagi bagi mereka yang memiliki buku yang sangat banyak, dianjurkan agar menyusunnya menurut isi buku. Tujuannya, supaya seseorang mudah mendapatkan buku tersebut ketika dibutuhkan dan untuk mencari serta mengeluarkan permasalahan yang terkandung di dalam buku tersebut. Demikian juga akan memudahkan seseorang dalam mencari buku tertentu ketika ia membutuhkannya.

7. Meminjamkan Buku kepada yang Membutuhkan

Meminjamkan Buku merupakan adab yang seharusnya dimiliki seorang Muslim. Sebab, seorang Muslim tidak pantas menghalangi faedah yang bermanfaat bagi saudaranya. Tidak meminjamkan Buku kepada orang yang membutuhkannya termasuk sikap menyembunyikan ilmu yang Diharamkan Allah SWT.

Adapun meminjamkannya berarti ikut andil dalam menyebarkan ilmu sehingga ia juga termasuk orang yang telah memberikan manfaat kepada saudaranya sesama Muslim yang telah diperintahkan syariat.
Nabi SAW bersabda : ” Barang siapa yang mampu memberikan sebuah manfaat bagi saudaranya maka lakukanlah.”
Beliau juga bersabda : ” Barang siapa yang menunjukkan sebuah kebaikan maka ia mendapatkan pahala seperti orang yang melaksanakannya.”

Sebagian orang enggan meminjamkan bukunya karena khawatir hilang atau rusak. Hal ini dapat diatasi dengan membuat catatan khusus atau buku peminjaman.

8. Merawat Buku yang Dipinjam

Apabila seorang muslim terpaksa meminjam sebuah buku kepada seseorang untuk mendapatkan faedahnya, maka ia harus menjaga dan merawat Buku tersebut serta mengembalikannya dalam kondisi seperti ketika meminjamnya. Yang demikian itu dilakukan guna menunaikan sebuah amanah.
Allah SWT berfirman :
“Sungguh, Allah menyuruhmu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya..”.(Qs. AN Nisa’ : 58)

Oleh karena itu, janganlah orang yang meminjam membuat susah pemilik buku dengan mengembalikan buku dalam keadaan robek atau kotor, atau menghilangkan buku. Jadi, peminjam wajib menjaga buku yang dipinjam hingga ia mengembalikan kepada pemiliknya.

9. Mewakafkan Buku Setelah Pemiliknya Meninggal Dunia

Apabila seseorang tidak memiliki ahli waris atau ahli warisnya tidak begitu peduli dan perhatian dengan buku, maka sebaiknya ia berwasiat untuk mewakafkan buku-buku yang ia miliki agar dapat bermanfaat bagi para penuntut ilmu, para peneliti, dan mereka yang memiliki perhatian kepada ilmu. Maksudnya, supaya buku-buku tersebut menjadi sedekah jariyahnya setelah meninggal.

Sumber : Ensiklopedi Adab jilid ke 2, Abdul ‘Aziz bin Fathi as Sayyid Nada

Adab Belajar Menurut Islam

Bila seorang muslim ingin mencari ilmu hendaknya ia mengerti bagaimana adab adab dalam mencari ilmu itu karena segala hal yang dilakukan harus mempunyai adab. Sebagaimana halnya saat kita hendak membaca Al Quran, kita diwajibkan berwudhu lebih dahulu. Dalam mencari atau menuntut ilmu juga sama, terdapat adab yang harus dipahami. Disinilah pentingnya memahami adab dalam menuntu ilmu.

Imam Malik pernah berpesan,
“Pelajarilah adab sebelum mempelajari ilmu”

Abdullah bin Mubarak juga berkata,
“Dulu kami belajar adab selama 30 tahun, sedangkan mempelajari ilmu hanya selama 20 tahun.”

Perkataan di atas menunjukkan betapa pentingnya memiliki adab yang baik, terutama ketika menuntut ilmu. Dengan mengetahui adab akan lebih dimudahkan dalam memahami ilmu, selain itu ilmunya juga dapat membawa keberkahan.

Lalu bagaimana dan apa saja yang harus diperhatikan tentang adab-adab dalam menuntut ilmu itu? Kita akan bahas beberapa adab-adab dalam menuntut ilmu itu sendiri.

1. Diniatkan Karena Allah

Terkadang ada beberapa orang yang sedang menuntut ilmu itu tidak karena Allah. Seringnya meniatkan dirinya mencari ilmu agar kelak mendapat pekerjaan. Bahkan ada yang menuntut ilmu dengan maksud disebut sebagai ahli. Namun akan lebih utama apabila ketika akan menuntut ilmu yaitu diniatkan karena Allah dengan mengharapkan Ridho-Nya.

2. Takut Kepada Allah

Semakin seseorang mengenal Allah, sudah seharusnya ia semakin dekat kepada Allah. Hal ini akan semakin besar pula rasa takutnya kepada Allah. Di antara golongan yang takut kepada Allah adalah ulama (orang yang berilmu) sebagaimana yang tertuang dalam Surat Fatir ayat 28.

3. Selalu Berdoa Kepada Allah

Ilmu itu cahaya, dan cahaya tidak akan masuk ke dalam seseorang yang hatinya kotor. Disinilah kita harus selalu berdoa kepada Allah agar membukakan hati kita serta melapangkan dada kita ketika menuntut ilmu.

4. Menghormati Guru

Menghormati guru merupakan keharusan bagi umat muslim. Guru merupakan sumber ilmu yang dapat kita petik hikmahnya. Sebagai sumber ilmu, sudah sepantasnya seorang guru selalu kita hormati.

5. Menghormati Diri Sendiri

Dalam mencari ilmu memerlukan kesungguhan. Hormatilah diri sendiri dengan cara menghargai diri dan membuang rasa malas serta bosan agar target menggapai ilmu dapat tercapai.

Demikianlah sedikit adab dalam menuntut ilmu. Terima kasih sudah membaca.

Adab Membaca Al-Qur’an

Membaca Al-Qur’an merupakan salah satu ibadah yang sangat dianjurkan bagi umat muslim dimanapun berada. Setiap huruf yang dibaca memiliki pahala dan kebaikan. Istiqomah untuk membaca Al-Qur’an pada awalnya akan berat, namun apabila kita konsisten maka akan terasa lebih mudah. Pada hari kiamat, Al-Qur’an akan memberikan syafaat kepada para pembacanya. Sebagaimana diriwayatkan dari Abu Umamah Al-Bahili, ia berkata, Rasulullah bersabda;ِ “Bacalah Al-Qur’an, karena sesungguhnya ia akan datang pada Hari Kiamat sebagai pemberi syafaat kepada para pembacanya.”

Agar seorang mendapatkan syafaat tersebut, maka hendaknya seorang pembaca Al-Qur’an memperhatikan adab-adab dalam membaca Al-Qur’an. Diantara adab membaca Al-Qur’an ialah:

1. Dianjurkan Membersihkan Mulut Dengan Siwak Sebelum Membaca Al-Qur’an
2. Disunnahkan Membaca Isti’adzah Ketika Mengawali Membaca Al-Qur’an
3. Dianjurkan Membaca Al-Qur’an Secara Tartil (Perlahan-lahan
4. Dianjurkan Untuk Membaguskan Suara Ketika Membaca Al-Qur’an
5. Disunnahkan Melakukan Sujud Tilawah Ketika Melewati Ayat Sajdah
Di dalam Al-Qur’an terdapat lima belasayat sajdah dan seorang yang membaca Al-Qur’an ketika membaca ayat-ayat tersebut disunnahkan untuk melakukan sujud tilawah.
6. Membaca Al-Qur’an Sesuai dengan Urutan dalam Mushaf
Karena hal inilah yang dilakukan oleh Nabi
7. Dianjurkan Untuk Tidak Memotong Bacaan Al-Qur’an
8. Tidak Boleh Mengatakan “Aku lupa”
Karena dengan mengatakan, “Aku lupa” terkesan melalaikan ayat Al-Qur’an

Al-Qur’an merupakan kitab suci bagi pemeluk agama Islam. Sudah selayaknya bagi seorang mukmin untuk selalu membacanya, meresapi maknanya, dan mengamalkan isi ajarannya.

Adab di Masjid

Masjid merupakan tempat ibadah bagi umat muslim. Masjid juga merupakan tempat yang paling dicintai oleh Allah. Sebab masjid merupakan tempat yang mulia, maka ada beberapa adab yang sebaiknya diperhatikan ketika di masjid, diantara adalah:

1. Berdoa Ketika Berjalan Menuju Ke Masjid

2. Mendahulukan Kaki Kanan Ketika Masuk Masjid dan Mendahulukan Kaki Kiri Ketika Keluar
Seorang yang masuk masjid dianjurkan untuk mendahulukan kaki kanan. Karena inilah yang dilakukan olehRasulullah, dan karena masjid adalah tempat yang paling mulia. Adapun ketika keluar dari masjid dianjurkan untuk mendahulukan kaki kiri.

3. Berdoa Ketika MasukMasjid
Disunnahkan ketika masuk masjid untuk membaca doa.

4. Melakukan Shalat Tahiyyatul Masjid
Apabila seseorang yang memasuki masjid disunnahkan untuk melakukan Shalat Tahiyyatul Masjid sebelum duduk.

5. Diperbolehkan Makan, Minum, dan Tidur di Masjid
Diperbolehkan bagi seorang untuk makan, minum, dan tidur di masjid, dengan tetap menjaga kebersihan masjid

6. Dimakruhkan Menjalinkan Jari-je mari

”Jika salah seorang diantara kalian berwudhu‟ dirumahnya, kemudian pergi ke masjid, maka senantiasa ia mendapatkan pahala shalat hingga ia pulang. Maka janganlah ia melakukan seperti ini.”Beliau menjalinkan jari-jemarinya.”

7. Dilarang Melakukan Transaksi Jual Beli di Masjid
Dilarang melakukan transaksi jualbeli di dalam masjid, karena masjid bukan dibangun untuk itu. Tetapi masjid dibangun untuk berdzikir kepada Allah, mendirikan shalat, belajar-mengajar ilmu agama dan sebagainya.

8. Dilarang Mengumumkan Kehilangan Di Masjid
Masjid bukanlah tempat untuk mengumumkan barang yang hilang.

9. Dilarang Keluar dari Masjid Setelah Dikumandakan Adzan
Apabila seorang berada didalam masjid, maka setelah dikumandangkan adzan ia dilarang untuk keluar dari masjid, kecuali dalam keadaan darurat, seperti; sakit, memperbarui wudhu karena batal, dan yang semisalnya.

10. Berdoa Ketika Keluar dari Masjid
Disunnahkan ketika keluar dari masjid untuk membaca doa.

Demikian tadi adab-adab di masjid. Semoga dapat menambah wawasan. Terima kasih sudah membaca.

Adab Ketika Makan Menurut Islam

Islam merupakan agama yang mengatur segala sisi kehidupan, mulai dari hal yang kecil hingga hal yang besar. Di antara perkara yang diatur di dalam syari‟at Islam ialah mengenai adab. Sangat banyak hadis yang menjelaskan mengenai masalah adab. Hal ini menunjukkan bahwa agama Islam juga memperhatikan masalah tersebut. Adab sangat penting. Oleh karena itu seorang suami wajib untuk mengajarkan kepada keluarganya tentang adab serta ilmu agama.

Allah memerintahkan kepada orang-orang yang beriman agar mereka selalu memakan makanan yang halal yang telah Allah rizkikan kepada mereka. Hal ini sebagaimana terkandung dalam QS. Al-Ma‟idah ayat 88. Salah satu cara bersyukur terhadap nikmat makanan yang telah Allah berikan kepada kita ialah dengan memperhatikan dan melaksanakan adab-adab ketika menyantap makanana. Di antara adab ketika makan ialah sebagai berikut:

1. Duduk Saat Makan
Di dalam Islam sangat dianjurkan untuk duduk ketika menyantap hidangan makanan. Duduk yang terbaik saat makan ialah sebagaimana duduk saat duduk di antara dua sujud dalam shalat.

2. Menghindari Makanan yang Masih Panas
Hal ini sebagaimana diriwayatkan dari Abu Hurairah, “Janganlah memakan makananhingga telah hilang asapnya.” (HR. Baihaqi. Dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Irwa‟ul Ghalil: 1978)

3. Tidak Meniup Makanan dengan Nafas
Diriwayatkan dari Abdullah bin Abu Qatadah, dari ayahnyaِْ, bahwa Nabi melarang bernafas di dalam wadah (makanan).

4. Makan Bersama
Makan bersama merupakan termasuk hal yang dianjurkan oleh Rasulullah. Salah satu yang mendatangkan keberkahan adalah makanbersama. Seorang sahabat bertanya kepada Rasulullah, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya kami makan, namun tidak pernah merasa kenyang.” Rasulullah bersabda, ”Mungkin kalian makan sendiri-sendiri.” Mereka menjawab, ”Ya.”

5. Membaca Basmalah dan Berdoa
Seorang muslim hendaknya sadar bahwa seluruh makanan berasal dari rizqi Allah. Oleh karena itu hendaknya membaca basmalah terlebih dahulu sebelum memulai makan.

6. Makan dan Minum dengan Tangan Kanan
Wajib bagi setiap muslim untuk makan dan minum dengan tangan kanannya.

7. Memulai Makan dari Pingggir Piring
Karena memulai makan dari pinggir dapat mendatangkan keberkahan pada makanan.

8. Membersihkan Jari
Apabila seseorang telah selesai makan, maka hendaknya ia membersihkan jari-jemarinya dengan mulutnya terlebih dahulu sebelum ia mencuci tangannya tersebut.

9. Berdoa Setelah Selesai Makan
Setelah selesai makan disunnahkan untuk membaca doa

Itulah tadi adab ketika menyantap makanan. Hal-hal kecil seperti di atas dapat mendatangkan keberkahan. Semoga bermanfaat.

Adab Bertamu Dalam Islam

Bertamu (datang berkunjung) merupakan hal yang baik apabila dilakukan dengan niat yang baik pula. Kebiasaan saling mengunjungi antar seorang muslim dengan muslim yang lainnya merupakan sarana untuk menguatkan ukhuwah Islamiyyah dan sebagai ajang silaturahmi antar sesama muslim. Dan bila seseorang muslim yang ikhlas di dalam mengunjungi saudaranya karena Allah, maka hal ini akan mendatangkan kebaikan.

Agar kunjungan tersebut sesuai dengan Sunnahd an membawa berkah, maka ada beberapa adab yang perlu diperhatikan bagi seorang muslim ketika akan bertamu ke rumah saudaranya sesama muslim, antara lain :

1. Sebaiknya Tidak Bertamu Pada Waktu-Waktu Aurat
Allah menyebutkan ada tiga waktu aurat yang hendaknya seorang muslim menghindari bertamu pada ketiga waktu tersebut. Namun hal ini masih dapat ditolerir untuk urusan yang mendesak. Tiga waktu aurat tersebut adalah;sebelum Shalat Shubuh, pada waktu istirahat siang, dan sesudah Shalat Isya‟.

2. Disunnahkan Untuk Mengucapkan Salam
Mengucapkan salam kepada sesama muslim secara tidak langsung juga mendoakan keselamatan dan keberkahan kepada muslim tersebut.

3. Hendaknya Tamu yang Meminta Izin Berdiri di Sebelah Kanan atau Kiri Pintu
Hal ini dimaksudkan untuk menjaga pandangan agar tidak melihat sesuatu yang tidak seharusnya dilihat dan untuk menjaga dari sesuatu yang pemilik rumah tidak menyukai orang lain melihatnya.

4. Meminta Izin Tidak Lebih dari Tiga Kali
Seorang tamu yang meminta izin untuk masuk menemui tuan rumah maksimal adalah sebanyak tiga kali. Jika ia tidak mendapatkan izin atau tidak ada jawaban dari tuanrumah, maka tamu tersebut sebaiknya kembali pulang.

5. Hendaknya Berjabat Tangan Ketika Bertemu Dengan Tuan Rumah
Berjabat tangan sangatlah positif karena dengan berjabat tangan dapat menggugurkan dosa-dosa.

6. Mendoakan Tuan Rumah Setelah Selesai Makan
Apabila dalam bertamu tersebut tuan rumah memberikan jamuan makan kepada para tamunya, maka dianjurkan kepada para tamu untuk mendoakan tuan rumah setelah mereka selesai menikmati hidangan makanan.

7. Segera Pulang Setelah Selesai Menikmati Hidangan Makan

8. Meminta Izin Ketika Hendak Pulang
Seorang tamu yang masuk dengan izin, maka hendaknya pulangnyapun dengan izin.

Demikian tadi sedikit adab ketika bertamu. Semoga bermanfaat.