Manfaat Tidur

Halo Friends ! Selamat datang di blog baru saya. Pada kesempatan kali ini saya akan membahas sesuatu yang sehari-hari kita lakukan, tapi tidak semua orang sanggup melakukannya. hal yang dianggap sepele, tapi nyatanya sebagian besar dari kita (terutama mahasiswa yang sedang dikejar deadline) terkadang suka melewatinya. Yups! jawabannya adalah tidur.

Kebutuhan tidur seseorang cenderung berkurang seiring dengan bertambahnya umur dan tanggungjawab yang dipikulnya. Menurut penelitian yang dilakukan oleh National Sleep Foundation, manusia remaja-dewasa membutuhkan waktu tidur hingga 7-9 jam per harinya, mereka juga menyarankan bahwa jam tidur yang baik dimulai pukul 08.00 malam hingga tengah malam. Apabila anda sering mengurangi waktu tidur anda, maka beberapa penyakit ini dapat menghampiri anda.

  • Menurunkan kemampuan ingatan

Tidur merupakan kegiatan mengistirahatkan jiwa dan raga seseorang. Pada saat tidur, koneksi saraf yang mendukung ingatan anda mengalami penguatan. Jika waktu tidur anda berkurang atau tidak mencukupi, otomatis kemampuan otak anda dalam menyimpan ingatan akan mengalami gangguan. Penelitian menunjukkan bahwa kurang tidur dalam jangka panjang dapat mengakibatkan penurunan kemampuan otak untuk berpikir dan mengolah informasi.

  • Menurunkan imunitas tubuh

Pernahkah anda merasakan badan anda menjadi tidak segar dan terasa sedikit meriang saat anda begadang ? Hal tersebut wajar, karena terdapat alasan dibaliknya, seperti yang dikutip dari alodokter.com, sistem kekebalan tubuh menghasilkan protein-protein yang dinamakan sitokin. Sitokin dibutuhkan untuk membantu tubuh melawan infeksi, peradangan, dan stress. Saat kita tidur, tubuh akan melepaskan sitokin. Jika kita kurang tidur, maka produksi sitokin ini juga akan berkurang.

  • Memperbesar resiko penyakit jantung

Selain dapat menyebabkan Anda menjadi mudah sakit, kurang tidur memiliki efek negatif pada jantung. Seperti yang dikutip dari Kompas.com, Salah satu eksperimen terkait hal ini adalah para peneliti membuat orang terjaga selama 88 jam. Selanjutnya, peneliti mengamati tekanan darah mereka. Hasilnya, tekanan darah orang yang terjaga sangat lama itu meningkat. Selain itu, ketika peserta diizinkan untuk tidur selama 4 jam, mereka tetap memiliki denyut jantung yang lebih tinggi dibanding orang dengan tidur 8 jam. Peneliti juga menemukan konsentrasi protein C-reaktif, penanda risiko penyakit jantung, juga meningkat pada orang yang kurang tidur.

Terdapat banyak sekali gangguan kesehatan yang menghantui Anda apabila kurang tidur. Alangkah baiknya, tidurlah dengan waktu yang cukup sesuai dengan kebutuhan masing-masing dan jaga pola hidup yang sehat, seperti kurangi merokok, minum-minuman keras, dan makan-makanan yang kurang bergizi.