Inspirasi Cantik Produk Pertanian

Tahukah kamu kalau ternyata ada produk pertanian unik yang bisa kamu manfaatkan sebagai dekorasi di rumah atau hiasan untuk mempercantik kamar kamu.
Mau tahu? Simak sampai habis ya.
1. Terarium

Terarium atau taman mini dalam kaca ini sangat cocok buat kamu yang suka keindahan natural tapi tidak punya cukup waktu untuk merawat taman.

Selain itu, karena disimpan di dalam wadah kaca, kamu bisa menjadikan terarium sebagai dekorasi rumah di sebelah manapun yang kamu inginkan.

Ada berbagai macam tipe terarium yang bisa kamu pilih. Mulai dari tanaman paku, lumut, sukulen, kaktus, atau tanaman apapun yang kamu sukai.

Tapi pastikan tanaman yang kamu pilih adalah tanaman yang ukurannya kecil, suka tempat teduh, toleran terhadap kelembaban tinggi, dan mudah dirawat ya. Selain bisa dibuat sendiri, kamu juga bisa membeli terarium yang sudah jadi.

2. Tanaman dalam botol

Tanaman dalam botol ini sebenarnya merupakan salah satu tahapan dalam proses kultur jaringan. Satu bagian tanaman seperti sel atau jaringan tanaman ditumbuhkan dalam kondisi steril dan di dalam botol kaca agar bisa tumbuh kembali menjadi satu tanaman lengkap kembali.

Cara ini biasanya digunakan untuk membudidayakan tanaman atau mempercepat perbanyakan dari suatu jenis tanaman.

Misalnya seperti pisang, anggrek, ataupun tanaman lainnya. Akan tetapi, dengan sedikit kreasi, tanaman dalam botol ini bisa menjadi hiasan yang cukup cantik juga.

Apalagi jika tanaman yang dikultur adalah jenis bunga. Selain cantik dipandang, tanaman hias yang dikultur juga tidak memerlukan perawatan karena seluruh kebutuhan tanaman tersebut sudah ada di dalam botol kaca.

3. Hidroponik

Hidroponik adalah cara menanam tanaman yang unik dan sangat cocok untuk mereka yang tinggal di kota. Karena untuk melakukan cara ini, kamu tidak perlu memiliki lahan yang luas.

Kamu bisa mengubah halaman belakang atau halaman depan rumah kamu jadi taman kecil dengan beragam jenis tanaman dengan memanfaatkan cara hidroponik ini.

Ada beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk membuat taman hidroponik. Misalnya dengan menggunakan cara Nutrient Film Technique atau WICK yang lebih mudah dan murah.

Pastikan juga tanaman kamu mendapat nutrisi, intensitas cahaya, dan suhu yang sesuai untuk kehidupannya ya.

8 Fintech di Bidang Pertanian


Perkembangan zaman dan kemajuan teknologi yang semakin maju menawarkan banyak kemudahan dalam setiap aspek kehidupan. Dahulu diberlukan banyak orang untuk menyelesaikan pekerjaan yang berat. Saat ini banyak pekerjaan yang dapat digantikan dengan mesin karena dinilai lebih efisien. Terbukti dengan industri yang tumbuh dan berkembang. Tidak hanya di bidang industri, kemajuan teknologi kini juga memberikan kemudahan di bidang ekonomi. Fintech atau financial technology merupakan salah satu inovasi digital di bidang ekonomi. Inovasi tersebut dapat dimanfaatkan untuk berbagai bidang, termasuk pertanian.

Sebelum kegiatan pertanian diperlukan modal untuk dapat melaksanakan produksi. Bagi petani, terutama yang memiliki luas lahan kecil akses untuk memperoleh modal masih sulit. Pengajuan pinjaman modal ke lembanga perbankan harus melalui administrasi dan memerlukan jaminan. Rumitnya birokrasi seringkali membuat petani enggan untuk mencari pinjaman dari bank. Tak jarang petani kemudian mencari modal dari renternir, meskipun bunga yang diberikan tinggi. Diperlukan sebuah solusi berupa alternatif pinjaman modal yang mudah dan menguntungkan bagi petani. Di Indonesia sudah ada beberapa start up di bidang fintech yang dapat dimanfaatkan untuk memberikan modal. Masing-masing memiliki penawaran dengan model yang berbeda-beda seperti crowd funding, crowd sharing, investasi, crowd seaching dan lain sebagainya.

iGrow

iGrow merupakan sebuah platform untuk membantu petani lokal karya Andreas Sanjaya, Muhaimin Iqbal dan Jim Oklahoma. Berdiri pada tahun 2014, saat ini iGrow telah membantu 2200 lebih petani di 1197 hektar lebih lahan. iGrow memberikan fasilitas kepada petani untuk bisa memperoleh modal. Modal yang diberikan diperoleh dari orang yang melakukan investasi kepada iGrow. Petani yang ingin menjadi mitra harus mengisi formulir terlebih dahulu. Data yang dicantumkan memuat detail lahan beserta luasannya, komoditas dan keahliah yang dimiliki oleh petani. Fasilitas keuangan yang ditawarkan oleh iGrow ini aman dan sudah terdaftar serta diawasi oleh OJK (Otoritas Jasa Keuangan). Selain modal, iGrow juga dilengkap dengan fitur-fitur lain yang bermanfaat untuk menambah wawasan pertanian.

Eragano

Berawal dari kepedulian terhadap petani, Eragano hadir membawa optimisme pertanian yang lebih baik. Berdiri pada tahun 2015, Eragano membangun pertanian dengan sistem pemderdayaan. Fasilitas yang ditawarkan oleh Eragano yaitu pendanaan, budidaya dan penjualan panen melalui teknologi. Dari segi pendanaan, Eragano membantu petani agar terkoneksi dengan fasilitas pinjaman mikro. Petani yang ingin memperoleh pinjaman harus mengisi formulir yang nantinya akan diproses oleh tim Eragano. Jika suda sesuai dengan ketentuan, maka petani berak memperoleh pinjaman dengan bunga rendah. Selama proses pengembalian pinjaman juga bersifat transparan dan terpantau dengan teknologi yang telah Eragano buat. Karya Stephanie Jesselyn dan Aris Hendrawan ini telah membantu 1000 lebih petani di daerah Sumatera, Jawa, Sulawesi, NTB dan NTT dengan total luas lahan lebi dari 1000 hektar. Tidak hanya membantu petani, Eragano juga ikut berperan dalam mensukseskan 4 poin SDGs (Sustainable Development Goals) yaitu No Proverty, Gender Equality, Decent Work and Economic Growth dan Responsible onsumption and Production.

Crowde

Berdiri pada tahun 2015, Crowde hadir sebagai platform permodalan yang mengelola dana masyarakat. Crowd-lending dipilih oleh Yohanes Sugihtononugroho dan Muhammad Risyad Ganis sebagai metode dari Crowde. Pada dasarnya Crowde akan memberikan pinjaman yang diperoleh dari investor. Salah satu keunggulan dari Crowde in adalah nominal investasi yang rendah, sehingga siapa pun dapat berinvestasi. Investasi dapat dilakukan melalui proyek-proyek yang ditawarkan. Tidak hanya di bidang pertanian, tetapi juga perikanan. Dana yang terhimpun akan disalurkan kepada petani. Petani yang telah memperoleh dana akan mulai bekerja sesuai dengan proyek yang telah ditentukan. Keuntungan yang diperoleh dari panen akan melalui skema bagi hasil antara petani dan pemberi modal. Selain fasilitas permodalan, Crowde juga memberikan fasilitas pemasaran. Keamanan melalui aplikasi ini sudah terdaftar dan juga diawasi oleh OJK (Otoritas Jasa Keuangan).

Iwak.me

Iwak.me merupakan start up yang bergerak di bidang budidaya ikan tawar. Didirikan oleh 5 mahasiswa Universitas Gadjah Mada pada tahun 2015. Metode awal yang digunakan adalah sharing economy. Sistem permodalan melalui iwak.me cukup mudah. Modal diperoleh dari investor yang masuk. Kemudian diberikan kepada petani dan selama pengerjaannya akan didampingi oleh tenaga ahli.

Growpal

Sama dengan iwak.me, growpal juga bergerak di bidang perikanan. Growpal mempertemukan para pemilik modal dengan petani ikan. Keuntungan bagi keduanya akan diberikan dengan bagi hasil dari keuntungan bersih. Berkat platform yang didirikan oleh Paundra Noorbaskoro dan Ahmad Rizqy Akbar ini komoditas ikan kerapu dan udang bisa ekspor ke luar negeri. Selain itu Growpal juga sudah terdaftar dan diawas oleh OJK (Otoritas Jasa Keuangan).

Ternaknesia

Ternaknesia merupakan platform peternakan digital yang berdiri tahun 2015. Platform ini menghubungkan perternak dengan masyarakat dalam aspek permodalan, pemasaran dan manajemen. Jangkauan ternaknesia saai ini yaitu mencakup wilayah Jawa, sebagian Sumatra dan Nusa Tenggara. Metode yang digunakan yaitu bagi hasil dari keuntungan bersih untuk pemberi modal dan peternak.

Bantu Ternak

Bantu Ternak berdiri tahu 2016. Sama dengan Tenaknesia, Bantu Ternak juga bergerak di bidang peternakan. Sistem yang digunakan juga serupa. Petani yang ingin memberoleh bantuan modal dapat mengisi formulir yang telah disediakan oleh Bantu Ternak. Data yang dimasukkan akan diverifikasi dan survei lapangan oleh tim. Tidak hanya bantuan modal, peternak juga bisa mendapatkan pendampingan dari Bantu Ternak.

Zare.id

Zare.id berdiri pada tahu 2017. Meskipun belum sebesar iGrow, Eragano dan Crowde, platform ini memiliki keunggulannya tersendiri. Metode yang digunakan adalah crowdsharing pertanian organik. Zare.id memiliki beberapa pake donasi yang bisa dipilih oleh changer (sebutan bagi invetor). Masing-masing paket donasi memiliki fasilitas yang berbeda-beda. Paket donasi tersebut nantinya menjadi modal yang akan diberikan kepada petani. Modal yang diberikan dapat berupa uang atau peralatan pertanian. Selain berinvestasi, changer juga bisa terlibat dalam kegiatan pertanian yang dilakukan.

TEKNOLOGI PANGAN Green Tempe, Sehat dan Bergizi

Tempe telah dikenal masyarakat Indonesia sejak ratusan tahun yang lalu. Tempe telah ada dalam tulisan Serat Centini yang ditulis oleh Pakubuwono IV pada sekitar abad ke-16. Tempe adalah teman makan nasi yang senantiasa membuat kangen sehingga teknologi pembuatan tempe dilakukan turun temurun dan diajarkan dari generasi ke generasi. Prinsip pembuatan tempe adalah memelihara kapang Rhizopus sp sehingga tumbuh hypha berwarna putih dan lebat. Hypha ini akan mengikat kacang kedelai menjadi satu sehingga terbentuk tempe yang kompak dan padat. Untuk membuat Rhizopus tumbuh dengan lebat maka dikondisikan agar kapang ini mendapatkan semua yang dibutuhkannya untuk tumbuh optimal.

Green Tempe Pada umumnya, proses pembuatan tempe membutuhkan banyak air, dan banyak bahan bakar untuk proses perendaman dan pengukusan. Dengan adanya keterbatan sumber daya alam dimasa depan maka perlu dipikirkan bagaimana caranya membuat tempe yang ramah lingkungan. Indonesian Tempe Movement bersama dengan beberapa teman dari angkatan 22 IPB mengembangkan suatu alternatif pembuatan tempe dimana dibutuhkan air dan bahan bakar yang relatif lebih sedikit dan limbah yang dibuang ke alam juga lebih sedikit, proses pembuatan tempe tersebut dinamakan Green Tempe.

Proses pembuatan ala Green Tempe adalah dengan menambahkan larutan bakteri pembentuk asam dalam proses awal pembuatan kedelai. Pada umumnya proses awal pembuatan kedelai adalah dengan mencuci kedelai kemudian dilakukan perendaman semalam untuk melepaskan kulit arinya. Selanjutnya kulit ari dilepaskan, dicuci bersih dan dilakukan perebusan kembali. Setelah itu kedelai didinginkan suhunya dan dilakukan peragian. Dalam Green tempe, kedelai hanya dibersihkan dari kotoran, ranting dan biji yang busuk. Selanjutnya kedelai direndam dalam larutan Palape ™ yang berisi kombinasi bakteri pembentuk asam selama dua hari. Larutan Palape™ ini berguna untuk membuat kedelai menjadi lunak dan kulit ari mudah terlepas, namun kedelai tidak menjadi busuk walaupun direndam cukup lama. Palape ™ juga berfungsi memberikan suasana asam bagi kedelai karena Rhizopus sp menyukai suasana yang agak asam untuk tumbuh dengan optimal. Setelah kulit ari terlepas dan dicuci bersih, kedelai hanya perlu dikukus beberapa 15 hingga 1 jam, tergantung banyaknya kedelai. Setelah perebusan kedelai, suhunya diturunkan kembali hingga sekitar 30°C, ditiriskan dan dikeringkan lalu dilakukan peragian. Tahap selanjutnya adalah fermentasi. Selama fermentasi terjadi peningkatan suhu, kedelai akan diselimuti hypha dan terasa hangat. Pada tahap ini penting untuk memberikan sirkulasi udara yang cukup baik agar tidak terjadi kondensi pada kemasan kedelai. Air yang membasahi hypha akan menyebabkan tempe cepat busuk.

Mini Flume Tank TEKNOLOGI PENANGKAPAN IKAN

Mini flume tank dirancang berdasarkan keterbatasan yang dimiliki beberapa flume tank di Indonesia yang digunakan untuk kepentingan pengamatan tingkah laku renang ikan. Keterbatasan tersebut adalah sistem pengontrol kecepatan arus yang belum baik, sebaran kecepatan arus pada flume tank belum rata (turbulent), banyak gelembung udara yang mengganggu pengamatan visual, durability (ketahanan) mesin pembangkit arus air belum memadai. Rancang bangun mini flume tank dibuat dengan tipe sirkulasi air secara vertikal. Hal ini dimaksudkan agar mini flume tank tidak memerlukan tempat yang luas dalam penempatannya.

Dimensi utama mini flume tank yang dibangun termasuk rangka penyangganya mempunyai ukuran (pxlxt) 245 x 50 x 125 cm, dengan kapasitas volume air ±155 liter. Pada bagian atas mini flume tank termasuk jendela pengamatan terbuat dari bahan kaca dengan ketebalan 10 mm. Perancanganya sekaligus peneliti tingkah laku ikan, Wazir Mawardi dari Dept. FPIK IPB, mendesain dengan baik dan menghasilkan mini flume tank yang handal. Mini flume tank ini dilengkapi dengan observation window, meja penyangga, pembangkit arus air (dinamo dan baling-baling), pengatur kecepatan rpm mesin (inverter), air bubble eliminator, filter, cermin pemantul bidang tampak atas, dan pemerata arus. Salah satu aplikasinya, telah diterapkan pada pengamatan tingkah laku renang ikan air laut (kerapu) dan ikan air tawar (mas) dengan hasil yang baik. Adanya peralatan ini memudahkan para peneliti yang mendalami tingkah laku renang ikan untuk melakukan eksperimennya. Hasilnya diharapkan dapat memberikan kontribusi ilmu pengetahuan dan teknologi dibidang tingkah laku ikan dan menjadi dasar pertimbangan dalam penyempurnaan desain alat penangkap ikan dan metode penangkapan ikan di Indonesia.

Kontroversi Tanaman Transgenik

Krisis pangan dunia mendorong berbagai penelitian dan rekayasa untuk menciptakan bibit dan produk pertanian unggul. Salah satunya adalah dengan teknologi rekayasa genetika
(transgenik). Perkembangan teknologi transgenik bermula pada 1953 ketika ditemukan bahwa makhluk hidup memiliki deoxyribonucleic acid (DNA). Kemudian pada 1973 ditemukan cara mengisolasi gen ini, dan pada 1980-an dirintis teknik memindahkan gen pembawa sifat tertentu dari satu makhluk hidup ke makhluk lainnya. Di tengah pro dan kontra, komersiali sasi produk tanaman transgenik dimulai pada 1996 dengan luas area tanam 1,7 juta hektar dan meningkat menjadi sekitar 148 juta hektar pada 2010 yang tersebar di 29 negara dengan nilai ekonomi
ditaksir mencapai US$14 miliar. Pada 2012, luas lahan tanaman transgenik menjadi 160 juta hektar.

Pro kontra tanaman transgenik di Indonesia bermula pada 1999 ketika PT Monagro Kimia melakukan uji coba penanaman kapas transgenik di atas lahan seluas 10.000 hektar di Sulawesi Selatan. Saat itu Monagro berenccana menebar benih kapas transgenik Bolgart (Bt-cotton) produksi Monsanto, perusahaan agribisnis yang berpusat di Creve Coeur, Missouri, AS. Kalangan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) memprotes rencana tersebut dan akhirnya rencana tinggal rencana. Monagro tak kehilangan akal. Kampanye besar-besaran untuk menerima kapas transgenik dilakukan dengan melibatkan petani kapas dan pakar di dalam dan luar negeri, tentu yang pro terhadap tanaman transgenik. Namun itu juga tak membuahkan hasil sampai akhirnya pada Desember 2003 pemerintah menghentikan komersialisasi kapas transgenik. Pada 2007 Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Departemen Pertanian melakukan riset terhadap tanaman pertanian transgenik, khususnya padi dan ja gung. Balai Besar Penelitian Bioteknologi dan Sumberdaya Genetik Pertanian (BBBiogen) diketahui juga telah membuat rekayasa genetik untuk padi, kedelai, pepaya, kentang, ubi jalar dan tomat.

Indonesia, produk pertanian atau pangan transgenik masih berada di tataran riset dan
pengembangan, belum pada tataran komersialisasi secara besar-besaran. Padahal di dalam UU No.7/1996 tentang Pangan disebutkan penggunaan produk pangan transgenik diperbolehkan di Indonesia. UU itu bahkan diperkuat dengan PP No.69/1999 tentang Label dan Iklan Pangan juga PP No.28/2004 tentang Keamanan Mutu dan Gizi Pangan yang menjelaskan definisi produk pangan transgenik, pemeriksaan keamanan, serta persyaratan dan tata cara pemeriksaan pangan produk rekayasa genetika.
Menurut Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) hingga kini belum ada produk makanan olahan di Indonesia yang mengandung bahan transgenik, meski bahan pangan hasil rekayasa genetika banyak beredar di pasaran, terutama komoditas kedelai dan jagung impor. BPOM mensyaratkan produk makanan olahan yang mengandung bahan transgenik di atas 5% wajib mencantumkan kode Pangan Rekayasa Genetika (PRG). Dengan pencantuman kode PRG, masyarakat sebagai konsumenseperti diberi ‘hak’ untuk memilih, mau produk makanan transgenik atau yang non-transgenik. Lantas bagaimana dengan keamanan makanan itu? Menurut Ketua Komisi Keamanan Hayati Produk Rekayasa Genetik (KKH-PRG) Agus Pakpahan, masyarakat tak perlu khawatir dengan keamanan produk pangan transgenik. “Berdasarkan riset produk ini ternyata aman digunakan atau dikonsumsi manusia,” ujarnya.