PEMAHAMAN LINTAS BUDAYA: Jika Aku Menjadi Orang Asing di Negeri Orang

Semua orang berjalan di atas jalannya masing-masing dengan pikiran yang berbeda. Menjadi apa nantinya, boleh jadi beberapa orang memiliki cita-cita atau tujuan yang sama. Namun, cara mencapai tujuan itu kita serahkan kepada pihak itu sendiri. Pentingnya berpendidikan tinggi dan totalitas adalah untuk memaksimalkan kualitas diri menjadi seseorang yang kita idamkan. Menjadi seseorang seperti mimpi-mimpi kecil kita yang dirajut setiap harinya saat berangan. Ada yang ingin menempuh pendidikan dengan biasa saja namun menjadi seseorang, ada pula yang memaksimalkan pendidikan bahkan hingga meninggalkan Negeri tempat merajut mimpinya. Bagaimana jika kita melupakan tujuan kita sesungguhnya?

Menjadi orang asing di Negeri orang. Untuk apa kita menjajaki Negeri mereka jika kita tidak ada kepentingan lain. Hidup adalah mengenai berjalan dan juga berkembang. Perkembangan kita, akan menjadi apa diri kita, itu semua dipengaruhi oleh lingkungan sekitar kita melewati masa-masa itu. Kita sudah terbiasa dengan sekeliling kita dan tanpa kita sadari, apapun aspek yang paling dekat dengan kita akan melebur dalam diri kita. Jalan pikiran kita pun terpengaruh oleh itu.

Aku. Berada di tanah Jawa, Indonesia. Lahir dan berkembang di Jawa. Wawasanku yang terdalam adalah segala tentang Jawa. Sekecil apapun hal yang berbau Jawa, dengan mudah pikiranku mengenalinya.

Beranjak dewasa, ingin rasanya menjadi seseorang yang meguasai ilmu hingga bagian dasar dan meluas tanpa batas. Lalu terbanglah kita meninggalkan tanah kelahiran. Lalu jika. Ya, saat membuka mata kita berada di Negeri yang bukan Indonesia. Dengan Bahasa yang berbeda. Dengan gaya berpakaian yang berbeda. Dengan sangat yakin, dalam hati “Aku adalah aku”.

Hidup adalah mengenai berjalan dan juga berkembang. Perkembangan kita, akan menjadi apa diri kita, itu semua dipengaruhi oleh lingkungan sekitar kita melewati masa-masa itu. Yakinlah, bahwa dirimu yang sekarang adalah apa yang kau bawa dari saat dahulu. Jangan berani-berani kau ubah haluan kebiasaan dari tanahmu seujung jari saja. Namun bawalah kebiasaanmu, budayamu, dengan bangga. Carilah orang-orang sepertimu (satu budaya).

Kemudian, dengan sangat yakin dan penuh rasa bangga kita harus tunjukkan siapa diri kita yang telah berkembang melewati berbagai jalan. Dan inilah pilihan kita untuk tetap memilih Budaya yang telah bersemayam dalam diri kita.

Lalu aku. Aku pergi mencari orang-orang sepertiku dengan bahasaku. Melalui media apapun aku mencari. Aku pun gemar menggunakan pakaian dengan paduan adatku saat di Negeri Orang mengadakan Fashion Show. Saat festival pun, kumainkan angklung sebagai instrument. Akhirnya kutemukan orang-orang sepertiku. Kita menjadi sebuah kelompok yang sangat kuat. Karena kita saling meyakinkan bahwa kita memiliki tujuan, itulah mengapa kita berada di Negeri orang. Kita belajar bagaimana mengapresiasi budaya baru yang ada di sekitar kita, lalu kita kembangkan budaya kita dengan tanpa menghilangkan nilai dasar budaya. Hingga budaya kita dapat sejajar dengan budaya tempat kita berada sekarang. Ya, budaya kita dapat berdampingan dengan budaya tanah tempat kita berdiri. Kita sebut dengan Negeri Orang. Sungguh bangganya aku memiliki budaya yang ada dalam diriku.

Bukankah itu masih sebuah mimpi? Ya, jika aku menjadi orang asing di Negeri orang. Aku bermimpi dapat melakukan itu bersama teman-teman sepertiku (satu budaya).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *