penelitian

Jenis Penelitian Etnografi dan Penjelasannya

Masyarakat yang lebih besar yang bisa diamati oleh para sosiolog adalah entitas seperti geng. Penggunaan etnografi paling umum digunakan oleh para sosiolog yang mengambil pandangan yang lebih spesifik ke masyarakat serta mengusulkan penelitian untuk studi yang melibatkan pengamatan partisipan. Dalam masyarakat itu dapat digunakan untuk organisasi, komunitas, sekte, dan lain-lain.

Etnografi

Etnografi adalah metode antropologis yang mapan dalam menulis deskripsi holistik dan analisis suatu budaya. Biasanya, etnografi dibuat melalui observasi partisipan dan merupakan bagian penting dari penelitian antropologis.

Etnografi menyajikan, biasanya secara tertulis, terutama data kualitatif tentang budaya atau kelompok sosial tertentu. Meskipun etnografi biasanya ditulis, beberapa antropolog memilih film atau cara lain untuk menyajikan datanya. Etnografi adalah metode yang awalnya digunakan dalam disiplin antropologi, tetapi sekarang juga digunakan secara luas di seluruh ilmu sosial.

Sejarah

Etnografi, sebagai metode, terutama dikembangkan dan dipopulerkan oleh antropolog terkenal Bronislaw Malinowski. Pendekatan ini kemudian dipopulerkan oleh antropolog Franz Boas, yang sangat berpengaruh di Amerika Serikat. Karena pengaruh Malinowski dan Boas, metode etnografi dengan cepat menjadi cara yang paling populer dan umum untuk membahas dan menyajikan penelitian budaya.

Metode

Banyak penelitian etnografi dilakukan melalui observasi partisipan. Observasi partisipan adalah metode penyelidikan di mana seorang peneliti mengunjungi suatu budaya, yang secara tradisional budaya tersebut berbeda dari budaya mereka sendiri, dan bertindak sebagai partisipan budaya itu untuk mendapatkan wawasan dan mengumpulkan data.

Etnografi diterbitkan sebagai artikel dan buku akademis, atau melalui media digital seperti melalui fotografi, video, dan rekaman.

Jenis Penelitian Etnografi

Jenis-jenis etnografi yang dikemukakan oleh Gay, Mills dan Aurasian, antara lain:

  1. Etnografi Konfensional, yaitu laporan tentang pengalaman pekerjaan lapangan yang dilakukan etnografer
  2. Autoetnografi, yaitu refleksi dari seseorang yang berkaitan dengan konteks budayanya sendiri
  3. Mikroetnografi, yaitu studi yang memfokuskan pada aspek khusus dari latar dan kelompok budaya
  4. Etnografi feminis, yaitu studi tentang perempuan dalam praktek budaya yang yang merasakan pengekangan akan hak-haknya.
  5. Etnografi postmodern, yaitu etnografi yang ditulis untuk menyatakan keprihatinan yang berkaitan dengan masalah-masalah sosial terutama tentang kelompok-kelompok termarginalkan.
  6. Studi kasus etnografi, yaitu analisis kasus dari seseorang, kejadian, kegiatan dalam perspektif budaya.

Dalam etnongrafi kritis, peneliti mengambil perspektif advokasi dan memiliki orientasi yang sarat nilai. Peneliti sedang mengadvokasi kelompok marginal, menantang status quo, atau berusaha memberdayakan kelompok dengan memberikan suaranya.

Etnografi Realis Dan Kritis

Ada berbagai bentuk penelitian etnografi, dua diantaranya yang populer adalah etnografi realis dan etnografi kritis. Perbedaan antara etnografi realis dan etnografi kritis, yaitu;

Perbedaan etnografi realis dan kritis ditinjau dari segi definisi

Oleh sebab itu, suara dari orang pertama dalam situasi atau konteks yang diteliti sangat penting. Salah satu karakteristik pendekatan etnografi yang satu ini adalah adanya dorongan nilai emansipatoris yang diadvokasi oleh peneliti, dengan kata lain, tidak bebas nilai.

Itulah saja postingan kali ini yang bisa saya sampaikan pada kalian tentang adanya macam-macam penelitian etnografi yang kita kenal dalam sebuah riset. Semoga bisa membantu untuk semuanya ya 🙂

Sumber: penelitianilmiah.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *