Browsed by
Month: March 2017

Portofolio 2 – Etika Lingkungan

Portofolio 2 – Etika Lingkungan

Pertemuan Tanggal 15 Maret 2017.

Pada pertemuan hari rabu tanggal 15 Maret 2017, dalam silabus dijadwalkan untuk mengkaji mengenai etika lingkungan. Namun sebelumnya, Bu Nurma kembali meminta kami untuk review kembali pertemuan minggu sebelumnya, karena ada beberapa yang belum kami bahas dalam tugas portofolio kami. Oleh karena itu, sebelum masuk ke bagian etika lingkungan, mungkin penulis akan membahas kembali beberapa kebijakan yang diterapkan dunia agar tetap terjamin keamanan penduduk bumi dan menyelamatkan dari rusaknya bumi.

  1. (Reducing Emissions from Deforestation and Degradation, REDD+) 

Tujuan utama REDD+ adalah untuk membantu mitigasi perubahan iklim dengan menghindari pelepasan emisi karbon yang disebabkan oleh deforestasi dan degradasi hutan. Mitigasi sangat penting untuk membatasi meluasnya perubahan iklim dan tingkat keparahan dampak buruknya bagi masyarakat. Sekalipun dengan upaya-upaya mitigasi yang kuat, iklim akan terus berubah. Oleh karena itu, kita harus bersiap untuk beradaptasi dengan perubahan perubahan ini untuk menyesuaikan manusia dan sistem alam sehingga masyarakat lebih tahan dan dapat mengatasi pengaruh berbahaya dari variabilitas iklim.

Mitigasi perubahan iklim didefinisikan sebagai sebuah intervensi antropogenik untuk menurunkan tekanan antropogenik terhadap sistem iklim, termasuk didalamnya strategi untuk mengurangi sumber-sumber penghasil gas-gas rumah kaca dan meningkatkan penyerapan karbon. Terdapat beberapa pendekatan yang dapat digunakan, seperti dari sisi sosial, ekonomi, politik, dan teknologi; yang semuanya dapat mendukung penurunan emisi yang berkontribusi terhadap perubahan iklim. Dalam skala kecil, mitigasi bisa berupa gerakan cinta lingkungan seperti pengelolaan sampah, bike to work, mengurangi penggunaan plastik, menggunakan AC yang non CFC, hemat energi dan lain sebagainya.

Adaptasi artinya penyesuaian diri. Adapun beradaptasi dapat dilakukan dengan melakukan penataan lansekap lingkungan, penghijauan, menjaga daerah resapan, re-use, recycling, dan lain-lain.

sumber : http://ghinaghufrona.blogspot.co.id/2012/01/mitigasi-adaptasi-perubahan-iklim.html
sumber : http://ghinaghufrona.blogspot.co.id/2012/01/mitigasi-adaptasi-perubahan-iklim.html

  2. Kebijakan Carbon offset

Carbon offset adalah salah satu mekanisme untuk membantu negara-negara maju memenuhi kewajibannya mengurangi gas rumah kaca. Dengan mekanisme carbon offset, negara maju dapat mengurangi gas rumah kaca di luar negaranya. Hal itu dilakukan karena biaya untuk mengurangi gas rumah kaca di negaranya dinilai jauh lebih mahal bila dibandingkan dengan mengurangi gas rumah kaca di luar negaranya.

Di Indonesia, 26,6 juta hektare lahan pun telah direncanakan akan diperdagangkan dalam proyek carbon offset. Uang yang beredar dalam proyek ini diperkirakan mencapai Rp 63 triliun. Melihat banyaknya uang yang beredar dalam proyek carbon offset itu, tak mengherankan bila Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ingin Indonesia menjadi pemimpin dalam hal penurunan emisi gas rumah kaca ini. Bahkan SBY mematok target ikut menurunkan emisi gas rumah kaca sebesar 26 persen pada 2020. (https://www.tempo.co/read/kolom/2009/12/16/123/Proyek-Carbon-Offset-dan-Ketidakadilan-Iklim)

Untuk saat ini, program ini telah menghasilkan lebih dari setengah juta dolar dari $ 1 juta pada saat mencanangkan. Dampak keseluruhannya adalah 120.700 metrik ton karbon telah diimbangi Рyang didasarkan pada standar US, Environmental Protection Agency (EPA), setara dengan menghemat 13,5 juta galon bensin dan 280.700 barel minyak. (http://www.drivingfutures.com/programs-initiatives/carbon-offset/)

  3. Kebijakan Debt Swap

Debt-for-Nature Swap sering juga disebut Debt-for-Environment Swap didefinisikan sebagai pembatalan hutang dalam pertukaran dengan komitmen atas mobilisasi sumber daya domestik untuk pelestarian lingkungan/sumber daya alam. DN/ES yang pertama kali dilakukan di Amerika Latin pada periode krisis ekonomi tahun 1980-an, merupakan alternatif mekanisme yang digunakan negara-negara berkembang dalam mengurangi tingginya hutang luar negeri, dan sekaligus meningkatkan dukungan bagi pelestarian lingkungan, misalnya Taman Nasional, riset dan pendampingan kelompok-kelompok masyarakat. (http://keuanganlsm.com/sekilas-tentang-debt-for-nature-swaps/)

Ketiga contoh kebijakan di atas merupakan kebijakan-kebijakan yang dilakukan untuk mengurangi pencemaran udara dan perusakan sumber daya alam di bumi ini. Dengan demikian, dapat membantu bumi untuk dapat bertahan menjadi tempat yang bisa makhlup hidup tinggali untuk waktu yang masih sangat lama. Kebijakan-kebijakan tersebut erat kaitannya dengan etika lingkungan yang seharusnya dilakukan oleh manusia yang berakal.

Etika lingkungan adalah norma dan kaidah moral yang mengatur perilaku manusia dalam berhubungan dengan alam serta nilai dan prinsip moral yang menjiwai perilaku manusia dalam berhubungan dengan alam tersebut.

3 teori utama etika lingkungan, di antaranya yaitu:

  1. Etika Teleologi

Teleologi berasal dari kata Yunani, ¬†telos = tujuan. Teleologi merupakan sebuah studi tentang gejala-gejala yang memperlihatkan keteraturan, rancangan, tujuan, akhir, maksud, kecenderungan, sasaran, arah, dan bagaimana hal-hal ini dicapai dalam suatu proses perkembangan. Dalam arti umum, teleologi merupakan sebuah studi filosofis mengenai bukti perencanaan, fungsi, atau tujuan di alam maupun dalam sejarah. Dalam bidang lain, teleologi merupakan ajaran filosofis-religius tentang eksistensi tujuan dan ‚Äúkebijaksanaan‚ÄĚ objektif di luar manusia .

Contoh dari etika teleologi ini adalah Setiap agama mempunyai tuhan dan kepercayaan yang berbeda beda dan karena itu aturan yg ada di setiap agama pun perbeda beda .

       2. Deontologi

Istilah deontologi berasal dari kata¬† Yunani ‚Äėdeon‚Äô yang berarti kewajiban. Dalam suatu perbuatan pasti ada konsekuensinya, dalam hal ini konsekuensi perbuatan tidak boleh menjadi pertimbangan. Perbuatan menjadi baik bukan dilihat dari hasilnya melainkan karena perbuatan tersebut wajib dilakukan. Deontologi menekankan perbuatan tidak dihalalkan karena tujuannya. Tujuan yang baik tidak menjadi perbuatan itu juga baik. Di sini kita tidak boleh melakukan suatu perbuatan jahat agar sesuatu yang dihasilkan itu baik.

Sehingga, dalam teori ini baik buruknya suatu perbuatan didasarkan pada norma dan moral yang berlaku.

      3. Teori Keutamaan (Virtue)

Dalam teori keutamaan, suatu tindakan dilakukan dengan memandang  sikap atau akhlak seseorang. Keutamaan bisa didefinisikan  sebagai berikut : disposisi watak  yang telah diperoleh  seseorang dan memungkinkan  dia untuk bertingkah  laku baik secara moral.

Contoh keutamaan :

  1. Kebijaksanaan
  2. Keadilan
  3. Suka bekerja keras

 

Selain itu, dibahas juga mengenai pengelolaan Limbah Domestik yang mempunyai beberapa parameter pencemaran. Air limbah domestik adalah air limbah yang berasal dari usaha dan/atau kegiatan pemukiman, rumah makan, perkantoran, perniagaan, apartemen dan asrama (PERATURAN MENTERI LINGKUNGAN HIDUP REPUBLIK INDONESIA NOMOR 5 TAHUN 2014 TENTANG BAKU MUTU AIR LIMBAH). Yang termasuk ke dalam golongan air limbah domestik antara lain adalah air buangan dari toilet, dapur, dan laundry.

Kandungan zat-zat yang menjadi pencemar di dalam air limbah harus dibatasi jumlahnya agar tidak mencemari badan perairan. Untuk itu, pemerintah pusat telah menetapkan baku mutu untuk jenis air limbah domestik. Baku mutu air limbah domestik yang ditetapkan oleh menteri lingkungan hidup yaitu KepMenLH No.112/tahun 2003. Di dalam baku mutu ini terdapat parameter-parameter antara lain :

  • pH (power of hydrogen)
  • BOD (Biochemical Oxygen Demand)

BOD merupakan parameter pengukuran jumlah oksigen yang dibutuhkan oleh bekteri untuk mengurai hampir semua zat organik yang terlarut dan tersuspensi dalam air buangan. BOD adalah suatu analisa empiris yang mencoba mendekati secara global proses mikrobiologis yang benar-benar terjadi dalam air. Pemeriksaan BOD diperlukan untuk menentukan beban pencemaran akibat air buangan dan untuk mendesain sistem pengolahan secara biologis (G. Alerts dan SS Santika, 1987).

Penguraian zat organik adalah peristiwa alamiah, jika suatu badan air tercemar oleh zat organik maka bakteri akan dapat menghabiskan oksigen terlarut dalam air selama proses biodegradable berlangsung, sehingga dapat mengakibatkan kematian pada biota air dan keadaan pada badan air dapat menjadi anaerobik yang ditandai dengan timbulnya bau busuk.

Angka BOD ada­lah jumlah oksigen yang dibutuhkan oleh bakteri untuk menguraikan (mengoksidasikan) hampir semua zat organis yang terlarut dan sebagian zat-zat organis yang tersuspensi dalam air.  Apabila kandungan zat-zat organik dalam limbah tinggi, maka semakin banyak oksigen yang dibutuhkan untuk mendegradasi zat-zat organik tersebut, sehingga nilai BOD  limbah akan tinggi pula. Oleh karena itu untuk menurunkan nilai BOD, perlu dilakukan pengurangan zat-zat organik yang terkandung di dalam limbah sebelum dibuang ke perairan.

  • TSS (Total Suspended Solid)

TSS adalah jumlah berat dalam mg/liter kering lumpur yang ada dalam limbah setelah mengalami penyaringan dengan membran berukuran 0,45 mikron (Sugiharto, 1987). Penentuan zat padat tersuspensi (TSS) berguna untuk mengetahui ke kuatan pencemaran air limbah domestik, dan juga berguna untuk penentuan efisiensi unit pengolahan air (BAPPEDA, 1997).

Zat yang tersuspensi biasanya terdiri dari zat organik dan anorganik yang melayang-layang dalam air, secara fisika zat ini sebagai penyebab kekeruhan pada air. Limbah cair yang mempunyai kandungan zat tersuspensi tinggi tidak boleh dibuang langsung ke badan air karena disamping dapat menyebabkan pendangkalan juga dapat menghalangi sinar matahari masuk kedalam dasar air sehingga proses fotosintesa mikroorganisme tidak dapat berlangsung.

  • Minyak dan lemak

Baku mutu air limbah domestik tersebut, dapat diketahui sebagai berikut :

yuhu

Dalam menguranginya, diperlukan IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah) yang mempunyai 2 tipe, yaitu aerob dan anaerob.

Sumber :

BAPPEDA TK. I Jawa Timur. (1997). Panduan Pelatihan Manajemen Laboratorium. Surabaya.

G, Alaerts dan S.S. Santika. (1987). Metoda Penelitian Air. Surabaya:Usaha Nasional.

KepMenLH No.112/tahun 2003

Pusat Penelitian Kehutanan Internasional (CIFOR). 2014.¬†Sinergi Mitigasi ‚Äď Adaptasi.¬†cifor.org. Disusun sebagai bagian dari Program Penelitian Pohon, Hutan dan Wanatani.

Sugiharto. (1987). Dasar-dasar Pengelolaan Air Limbah. Jakarta: UIP: 6-7.

 

 

Portofolio 1 : Kimia dan Lingkungan

Portofolio 1 : Kimia dan Lingkungan

Lingkungan hidup merupakan suatu ruang lingkup yang sangat universal sehingga dapat dilakukan pendekatan dari beberapa bidang ilmu, salah satunya adalah ilmua kimia. Dengan demikian terdapat mata kuliah Kimia Lingkungan dalam Ilmu kimia sehinggara kimiawan dapat bersikap dengan ramah terhadap lingkungan melalui ilmu kimia.

Kimia lingkungan merupakan cabang ilmu kimia yang mengkaji lingkungan kehidupan dari segi sifat dan komposisi kimia serta pengaruh bahan kimia terhadap lingkungan (alam). Oleh karena itu pada mata kuliah Kimia Lingkungan dikaji beberapa permasalahan lingkungan yang disebabkan oleh bahan-bahan kimia. Tujuan dari dipelajarinya Kimia Lingkungan ini adalah agar nantinya ilmuwan-ilmuwan kimia dapat menerapkan ilmu yang telah dipelajari sehingga dalam menggunakan bahan kimia akan dilakukan pertimbangan yang lebih lanjut terhadap dampaknya kepada lingkungan.

Pada 2 pertemuan kemarin, dipelajari mengenai permasalahan-permasalahan lingkungan yang saat ini terjadi dan sedang difokuskan penanganannya.

Senyawa kimia merupakan senyawa yang sangat penting bagi kehidupan. Terdapat sebuah hipotesis mengenai kadar senyawa kimia di bumi ini, yaitu Gaia Hypothesis. Hipotesis Gaia menyatakan bahwa keseimbangan antara rasio oksigen : karbon dioksida oleh organisme digunakan sebagai penentu iklim bumi dan kondisi lingkungan. Dalam jumlahnya yang normal dan seimbang, senyawa kimia akan sangat berperan penting bagi kehidupan makhluk hidup di bumi, namun dalam kadarnya yang berlebih senyawa kimia akan sangat membahayakan.

Salah satu penyebab yang membuat senyawa kimia berbahaya adalah Anthropogenic effect. Anthropogenic effect merupakan kerusakan atau fenomena alam yang disebabkan oleh campur tangan atau aktivitas manusia seperti kegiatan industry, pembakaran hutan, transportasi, dan lain-lain. Dampak yang ditimbulkan akibat kegiatan manusia tersebut sangat berbahaya bagi makhluk hidup jika dibiarkan berlarut-larut tanpa ada penanganan yang serius.

Dampak yang ditimbulkan dari Anthropogenic effect, di antaranya :

  1. Pemanasan Global

Kenaikan suhu di seluruh permukaan bumi dikenal sebagai pemanasan global. Pemanasan global terjadi sangat cepat karena peningkatan efek rumah kaca dang gas rumah kaca.

Efek rumah kaca disebabkan karena meningkatnya konsentrasi gas karbon dioksida (CO2) dan gas-gas lainnya di atmosfer. Meningkatnya konsentrasi gas CO2 ini disebabkan oleh banyaknya pembakaran bahan bakar minyak, batu bara dan bahan bakar organik lainnya yang melebihi kemampuan tumbuhan-tumbuhan dan laut untuk menyerapnya.

Berikut merupakan ilustrasi terjadinya efek rumah kaca :

sumber : https://widikrisna.wordpress.com/2013/02/16/naik-transportasi-publik-yuk/
sumber : https://widikrisna.wordpress.com/2013/02/16/naik-transportasi-publik-yuk/

Energi yang masuk ke Bumi:

  • 25% dipantulkan oleh awan atau partikel lain di atmosfer
  • 25% diserap awan
  • 45% diserap permukaan bumi
  • 10% dipantulkan kembali oleh permukaan bumi

Energi yang diserap dipantulkan kembali dalam bentuk radiasi inframerah oleh awan dan permukaan bumi. Namun sebagian besar inframerah yang dipancarkan bumi tertahan oleh awan dan gas CO2 dan gas lainnya, untuk dikembalikan ke permukaan bumi.

Efek rumah kaca Dalam keadaan normal sangat diperlukan bagi kehidupan di bumi, dengan adanya efek rumah kaca perbedaan suhu antara siang dan malam di bumi tidak terlalu jauh berbeda. Namun lagi-lagi karena berlebih-lebihan merupakan suatu yang tidak baik, efek gas rumah kaca yang berlebihan menyebabkan suhu bumi yang cenderung naik sehingga hali ini menyebabkan suhu bumi menjadi lebih panas.

Selain gas CO2, yang dapat menimbulkan efek rumah kaca adalah belerang dioksida, nitrogen monoksida (NO) dan nitrogen dioksida (NO2) serta beberapa senyawa organik seperti gas metana dan klorofluorokarbon (CFC). Gas-gas tersebut memegang peranan penting dalam meningkatkan efek rumah kaca.

Selain Gas, Partikulat juga dapat membuat perubahan suhu bumi. Seperti pada saat gunung meletus, partikulat yang berasal dari letusan gunung berapi yang amat dahsyat dapat menutupi atmosfer bumi dan menyebabkan sinar matahari tidak dapat menembus atmosfer sehingga menyebabkan suhu bumi menurun.

      2. Hujan Asam

Hujan secara alami bersifat asam (pH sedikit di bawah 6) karena karbondioksida (CO2) di udara yang larut dengan air hujan memiliki bentuk sebagai asam lemah. Jenis asam dalam hujan ini sangat bermanfaat karena membantu melarutkan mineral dalam tanah yang dibutuhkan oleh tumbuhan dan binatang. (wikipedia)

Hujan asam diartikan sebagai hujan yang pHnya berada di bawah 5,6. Hujan asam disebabkan oleh belerang (sulfur) yang merupakan pengotor dalam bahan bakar fosil serta nitrogen di udara yang bereaksi dengan oksigen membentuk sulfur oksida (SOx) dan nitrogen oksida (NOx). Zat-zat ini berdifusi ke atmosfer dan bereaksi dengan air untuk membentuk asam sulfat (H2SO4) dan asam nitrat (HNO3) yang mudah larut sehingga jatuh bersama air hujan. Air hujan yang asam tersebut akan meningkatkan kadar keasaman tanah dan air permukaan yang terbukti berbahaya bagi kehidupan ikan dan tanaman.

sumber : https://prodiipa.wordpress.com/kelas-vii/hujan-asam/c-apakah-itu-hujan-asam/
sumber : https://prodiipa.wordpress.com/kelas-vii/hujan-asam/c-apakah-itu-hujan-asam/

Hujan asam dapat membuat besi mudah berkarat dan tanaman berwarna kuning karena air hujan yang pHnya sangat asam dapat merusak klorofil pada tanaman.

      3. Menipisnya Lapisan Ozon

Lapisan Ozon adalah lapisan di atmosfer¬†pada ketinggian 19 ‚Äď 48¬†km (12 – 30 mil) di atas permukaan Bumi yang mengandung molekul-molekul ozon. Konsentrasi ozon di lapisan ini mencapai 10 ppm dan terbentuk akibat pengaruh sinar ultraviolet Matahari terhadap molekul-molekul oksigen. Peristiwa ini telah terjadi sejak berjuta-juta tahun yang lalu, tetapi campuran molekul-molekul nitrogen yang muncul di atmosfer menjaga konsentrasi ozon relatif stabil (wikipedia).

Ozon di udara berfungsi menahan radiasi sinar ultraviolet dari matahari pada tingkat yang aman untuk kesehatan kita semua. Ozon juga diproduksi manusia untuk dipergunakan sebagai bahan pemurni air, pemutih, dan salah satu unsur pembentuk plastik.

sumber : http://sovasakina.blogspot.co.id/2011/03/lapisan-ozon-penyebab-kerusakan-ozon.html
sumber : http://sovasakina.blogspot.co.id/2011/03/lapisan-ozon-penyebab-kerusakan-ozon.html

Lapisan ozon melindungi bumi dari paparan sinar Ultra Violet yang sangat berbahaya bagi makhluk hidup di muka bumi. Sinar UV terbagi menjadi 3 jenis, yaitu UV-A, UV-B dan UV-C. Jenis-jenis sinar UV tersebut diklasifikasikan menurut panjang gelombang. Ketiga jenis UV tersebut mempunyai perbedaan dalam aktivitas biologisnya dan sejauh mana sinar tersebut dapat menembus kulit. Semakin pendek panjang gelombang, semakin berbahaya radiasi sinar UVnya. (http://www.who.int/uv/faq/whatisuv/en/index2.html)

sumber : https://spotlightphilippines.com/2010/11/12/the-abc-uv-rays-its-effects-and-how-to-protect-your-eyes/
sumber : https://spotlightphilippines.com/2010/11/12/the-abc-uv-rays-its-effects-and-how-to-protect-your-eyes/

UV-C (dengan panjang gelombang 100-280 nm) adalah jenis yang paling merusak karena mempunyai panjang gelombang yang paling pendek. Namun,sinar UV-C benar-benar disaring oleh atmosfer dan tidak mencapai permukaan bumi. Dengan demikian, radiasi sinar UV-B merupakan sinar yang paling berbahaya. UV-B yang mempunyai panjang gelombang 280-315 nm, sebagian diserap oleh lapisan ozon, dengan demikian jumlah UV-B yang mencapai bumi jumlahnya sangat sedikit. Paparan UV-B terhadap manusia dapat mengakibatkan penyakit kanker kulit, katarak dan mengurangi system kekebalan tubuh. Paparan UV-B juga dapat merusak kehidupan tanaman, organisme bersel satu dan ekosistem perairan. Sedangkan UV-A (dengan panjang gelombang 315-400 nm) tidak diserap oleh lapisan ozon. Radiasi UV-A dari sinar matahari sangat bermanfaat bagi kelangsungan hidup makhluk hidup di permukaan bumi.

Salah satu penyebab yang membuat rusaknya lapisan ozon adalah CFC. Berikut adalah video mengenai Peran CFC dalam rusaknya ozon.

Sejak penerapan protocol Montreal tentang Bahan Perusak Ozon (BPO) pada 1989, penggunaan Chlorofluorocarbon (CFC) terus ditekan. Zat yg biasa digunakan sebagai pendingin ( refrigerant ) pada AC dan kulkas hingga sebagai propelan aerosol itu merupakan musuh ozon.

Sejak saat itupun para peneliti terus mencari pengganti CFC .Pilihan terbaik jatuh pada hidrofluoro carbon ( HFC ) Zat itu mirip dengan ( CFC ), tapi tidak mengandung klorin sehingga tidak merusak ozon. Namun dari penelitian ‚Äď penelitian lebih lanjut, HFC nyatanya tidak sepenuhnya¬† ramah lingkungan. HFC juga merupakan gas yg dapat menghasilkan efek rumah kaca. Selain itu,¬†Menurut Suwono (DIKTI) pengganti CFC adalah Refrigeran Hidrokarbon. Produk yang dihasilkan dari teknologi ini selain sebagai pengganti CFC dan HFC atau bahan pendingin lainnya adalah sebagai¬†propellant, blowing agent,¬† dan pelarut. Bahan pendingin hidrokarbon ini merupakan campuran dari hidrokarbon dan¬† low flammability supressant substance.¬†

Refrigeran hidrokarbon yang sering dipakai adalah propana (R-290), isobutana (R-600a) dan n-butana (R-600). Sedangkan campurannya adalah R-290/600a, R-290/600 dan R-290/R-R-600/R-600a. Hidrokarbon yang merupakan refrigeran alternatif jangka panjang pengganti CFC/ HFC memiliki keunggulan utama yaitu ramah lingkungan dan karakteristik termodinamika yang baik sehingga dapat meningkatkan kinerja dan meningkatkan efisiensi energi.

 

Sekian review dari materi minggu lalu, semoga dapat menambah pengetahuan dan rasa cinta kita kepada bumi.

 

19.17 WIB

Surakarta, 14 Maret 2017

Setelah lama berada di draft, akhirnya upload juga, hehee

 

Sumber :

Achmad, R. 2004. Kimia Lingkungan. Yogyakarta : Andi Offset

http://www.who.int/uv/faq/whatisuv/en/index2.html

wikipedia.com

Mari Menulis!

Mari Menulis!

“Menulislah, apapun. Jangan pernah takut tulisanmu tidak dibaca orang, yang penting tulis, tulis dan tulis. Suatu saat pasti berguna.” Pramoedya Ananta Toer, Rumah Kaca

 

Menulis merupakan sebuah kata yang mempunyai kata dasar tulis. Menurut KBBI, salah satu pengertian dari menulis adalah¬†melahirkan pikiran atau perasaan (seperti mengarang, membuat surat) dengan tulisan. Kegiatan menulis merupakan kegiatan yang sangat bisa membuat orang yang memang hobi menulis akan melupakan segalanya, lupa waktu, lupa makan, lupa jadwal, lupa… ya, lupa, bahkan dengan menulis kadang penulis dapat melupakan masalah yang saat itu sedang penulis hadapi. Mengapa bisa lupa? karena biasanya, saat seseorang sedang menulis itu berarti orang tersebut sedang mengeluarkan apa yang ada di pikirannya dan saat itu pula fokusnya hanya tertuju pada apa yang sedang ¬†ditulis. Oleh karena itu, seorang penulis kadang membutuhkan waktu khusus untuk dapat menuangkan segala ide yang ada dalam pikirannya agar tidak ada hal yang mengganggunya saat proses pemindahan pemikiran-pemikiran menjadi sebuah tulisan.

 

“Writing is the best way to talk without being interrupted” Jules Renard

 

Hi, selamat datang di blog baruku di civitas uns ini. Sebelumnya sebenarnya aku sudah mempunyai blog lain juga yang berdomain uns.ac.id, tapi entah kenapa aku kehilangannya. Jadi, ya terpaksa membuat blog baru lagi melalui civitas ini.

Selain itu sebenarnya, aku masih punya blog yang masih sangat aktif sampai sekarang, mungkin bisa dicek di menu pojok kanan atas, uhuk. hehe, blog itu merupakan media ceritaku dari masa SMA. Sampai sekarang pun masih sering diupdate, karena terlalu banyak cerita untuk ditinggalkan.

Lalu, apa yang membuat ku mebuat blog kembali?

Ada motivasi besar dalam pembuatan blog ini, yaitu tugas portofolio yang harus diupdate setiap pertemuan pada mata kuliah Kimia Lingkungan dengan dosen pengampu Dr.paed. Nurma Yunita Indriyanti, M.Si, MSc. Jadi setelah post ini, mungkin akan banyak post mengenai tugas ku tersebut. Semoga bermanfaat bagi yang mungkin kebetulan membaca dan bagi aku sendiri tentunya.

Sekilas cerita mengenai dosen pengampu mata kuliah Kimia Lingkungan ini, ada satu kalimat dari beliau yang sampai sekarang masih terngiang di telingaku :

“Jangan sampai menangis 2 kali…”

That time really made me so confused, what was the best way that I should take? and her answer that time really made me so ‘plong‘ and could think clear enough again, hehe. Thank yo so much Mrs Nurma, the best lecturer I’ve ever met till this day.

Well, It’s the preface of my new blog. Hope I will have a pretty time to manage my education blog and can fill it with some worthy posts.

sumber : https://indrisrozas.wordpress.com/2015/09/04/menulislah/
sumber : https://indrisrozas.wordpress.com/2015/09/04/menulislah/

Saat menunggu kepastian di pagi hari

07.40 WIB

Solo, 9 Maret 2017