Buat Kalian Yang Sedang Duduk Dibangku Smp Simak Ciri Serta Jenis Puisi Lama Dan Puisi Baru Berikut Ini

Banyak yang menyebutkan kalau teks puisi merupakan ungkapan kata yang singkat dan padat namun mengandung nilai-nilai luhur. Di dalam puisi, pembaca bisa menemukan kisah-kisah hidup, nilai-nilai kehidupan yang bermakna serta nasehat dan pesan-pesan singkat dari penyair. Teks puisi juga termasuk kedalam buah karya imajinasi penyair.

Tentunya anda telah tahu cara membaca yang baik dan benar saat pembacaan puisi bukan?. Karya puisi mempunyai berbagai macam jenis, yang masing-masing memiliki tujuan yang luhur. Pembaca akan menemukan makna yang bisa menuntun seseorang menjalani kehidupan dengan baik.

  • Ciri Ciri Puisi lama

Puisi lama mempunyai ciri-ciri seperti, pada umumnya berupa puisi rakyat kemudian tidak dicantumkan nama pengarang atau penyairya. Puisi lama tidak terikat oleh aturan tertentu, tidak ada peraturan ketat mengenai dengan jumlah baris dalam tiap baitnya.

Dan tidak ada jumlah suku kata yang secara tetap dalam setiap lariknya, puisi lama disampaikan dari mulut kemulut dan puisi lama kerap disebut sebagai sastra lisan. Puisi lama memakai majar yang tetap dan klise serta suisi lama berisi cerita kerajaan, fantastis, serta istanasentris.

  • Ciri Ciri Puisi Baru

Setelah mengulas ciri-ciri puisi lama, selanjutnya mengulas ciri-ciri puisi gaya baru. Dalam puisi baru nama pengarang dicantumkan di akhir bait, Perkembangannya bisa dipublikasikan secara lisan dan tertulis, Puisi baru bentuknya terikat dengan aturan seperti jumlah baris, suku kata, rima, dan lain sebagainya.

Puisi baru banyak menggunakan majas, Puisi baru berisikan seputar refleksi penyair terhadap kehidupan, Puisi baru dikenal pula dalam bentuk sajak, pantun, dan juga syair. Bentuk puisi baru lebih rapi dan simetris, Puisi baru selalu mempunyai rima diakhir larik, Setiap baris puisi baru mempunyai kesatuan sintaksis.

  • Jenis Jenis Puisi

Telah disinggung sebelumnya kalau jenis puisi ada dua yakni puisi lama dan puisi baru. Di mana sekarang, puisi baru memicu pada kelahiran puisi kontemporer. Sehingga di dunia sastra dikenal dengan tiga jenis puisi yaitu puisi lama, puisi baru, dan puisi kontemporer. Sebelumnya juga sudah kami paparkan terkait Struktur Fisik dan batin dalam sebuah puisi.

  • Jenis Puisi Lama

Puisi lama ialah jenis puisi yang bentuknya berhubungan dengan berbagai macam aturan. Puisi lama menetapkan jumlah kata, jumlah baris, persajakan, jumlah suku kata, bahkan sampai kepada irama puisi. Bentuk-bentuk puisi lama antara lain, puisi mantra yag merupakan sebuah bait puisi yang dipercaya memiliki kekuatan magis.

Puisi pantun yang merupakan satu bait puisi lama yang terdiri atas empat larik dengan bentuk akhir berima ab-ab. Pantun bisa berupa pantun jenaka, romantis, dan lain sebagainya. Jenis karmina yang merupakan pantun kilat sehingga bentuknya lebih pendek daripada pantun.

Jenis seloka yang merupakan pantun berasal Melayu Klasik. Gurindam yang merupakan satu puisi dua bait terdiri atas kalimat dengan rima yang sama. Jenis syair merupakan puisi yang terdiri atas empat baris dengan akhiran yang sama. Talibun merupakan satu bentuk puisi pantun empat baris dengan irama abc-abc.

  • Jenis Puisi Baru

Puisi baru merupakan satu jenis puisi yang bentuknya lebih bebas dengan jumlah baris, suku kata, dan rimanya. Beberapa bentuk puisi baru dapat berupa Balada yang ialah puisi sederhana yang bercerit tentang kehidupan rakyat. Himne merupakan satu bentuk puisi yang berbentuk nyanyiana pujaan ditujukad kepada Tuhan atau Dewa.

Ode merupakan satu puisi lirik berisi sanjungan kepada orang yang berjasa. Epigram merupakan satu puisi mengenai ajaran hidup. Romansa merupakan puisi berisi luapan cinta. Elegi merupakan satu puisi yang mengandung ratapan, khusunya mengenang peristiwa pada kematian. Satire yang merupakan satu puisi yang berisi sindiran atau kritik.

Sumber: uma

Published by

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *