Datangi Tempat Wisata Terbaik Museum Sang Nila Utama Yang Ada Di Wilayah Pekanbaru

Screenshot_3.png

Museum merupakan sebuah jendela sebuah kota, hal ini terlihat juga berlaku di Museum Sang Nila Utama. Saat masuk ke dalam gedung yang tersusun dari tiga lantai bangunan itu para wisatawan akan disuguhi ragam khazanah yang sangat dekat dengan budaya Riau.

Wisatawan tidak dikenakan tarif retribusi sepeser pun saat mengunjungi museum ini. Museum Sang Nila Utama Pekanbaru diperkenalkan pada tanggal 9 Juli 1994 oleh Prof.Dr.Edi Setiawati yang pada waktu itu menjabat sebagai Dirjen Kebudayaan Republik Indonesia.

Gedung besar yang menggunakan adat khas Melayu ini juga ada dalam satu kawasan dengan Dinas Kebudayaan Provinsi Riau. Hal ini tidak lepas dari sejarah pendirian museum budaya kebanggaan masyarakat Riau ini. Tentunya tempat wisata ini ramai dikunjungi oleh banyak wisatawan yang sangat ingin tau sejarah dari bangunan tersebut.

Awal mulanya, museum ini diberi nama “Museum Negeri Provinsi Riau”. Setelah diresmikanna sebuah Peraturan Daerah Provinsi Riau Nomor 17 Tahun 2001, museum ini dirubah namanya sehingga menjadi “Museum Sang Nila Utama”, yang ada di bawah kepemimpinan Dinas Kebudayaan, Kesenian serta Pariwisata Provinsi Riau.

Nama “Sang Nila Utama” diambil dari nama seorang pangeran yang merupakan anak putra dari pasangan Sang Sapurba serta Wan Sundaria (anak dari Demang Lebar Daun, penguasa Palembang).

Pangeran ini telah menjadi raja di Bintan (yang saat ini menjadi Kepulauan Riau) sebelum akhirnya dipindahkan ke Singapura. Sang Nila Utama dipercaya sebagai pendiri Singapura, yang dahulu bernama Tumasik (Temasek). Pemilihan nama ini diterapkan oleh tim penyeleksi nama museum yang dipimpin oleh Kepala Kantor Wilayah Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Riau yang kemudian baru disetujui lewat Gubernur Provinsi Riau.

Museum ini punya segudang ragam koleksi, yang ada dari berbagai kategori, yaitu Geologika (benda koleksi dalam disiplin ilmu geologi); Biologika (benda koleksi dalam disiplin ilmu biologi); Etnografika (benda koleksi dalam disiplin ilmu antropologi); Arkeologika; Historika; Numismatika (telaah kumpulan mata uang dan tanda jasa); Heraldika (lambang, tanda jasa serta tanda pangkat resmi slot online).

Filologika (naskah kuno tulisan tangan yang menjelaskan suatu peristiwa); Keramonologika (benda koleksi barang pecah belah yang dibuat  dari tanah liat yang dibakar); Seni rupa; serta Teknologika.

Ada  tiga level atau lantai yang dapat ditemui di museum ini. Pintu masuk pengunjung ada di level dua. Tepat di pintu masuk, akan ada seorang resepsionis yang mengijinkan pengunjung untuk mengisi buku tamu.

Wisatawan juga bisa ditemani oleh seorang pemandu waktu hendak mengeksplorasi seisi museum. Namun, pemandu biasanya akan lebih banyak memandu kedatangan suatu rombongan karena lebih efisien dan terorganisir.

Tur museum dimulai dari sebelah kiri serta masuk melalui level satu. Pada level ini tersaji rumah-rumah adat, alat musik, serta aneka satwa endemik khas Riau. Di level dua, ada sejarah eksplorasi minyak di Riau dan sejarah terbentuknya provinsi Riau, dan gubernur yang pernah memimpin sebelumnya.

Di level tiga, para wisatawan tentu akan disuguhi koleksi peninggalan kerajaan yang menarik untuk di datangi. Semua koleksi museum ini tentu sayang untuk dilewatkan untuk pengunjung yang ingin mengenal lebih jauh potensi serta khazanah budaya khas Riau.

Bagi Anda yang memang sedang mau untuk merencanakan travelling ke Pekanbaru dan sekitarnya, kunjungi segera situs agen terpercaya masa  kini untuk memperoleh berbagai kemudahan saat menyiapkan akomodasi. Agar tidak ada masalah dan hambatan ketika ingin melakukan kegiatan berlibur.

Published by

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *