Memahami Lebih Dalam Hukum Asuransi Dalam Islam

Sebelum kita mengetahui lebih lanjut mengenai hukum melakukan asuransi dalam pandangan Hukum Asuransi Dalam Islam, kita harus mengetahui terlebih dahulu secara gamblang apa yang dimaksud dengan asuransi konvensional dan syariah. Dan bagaimana cara kerja dari sistem investasi asuransi itu sendiri.

Asuransi Konvensional merupakan jaminan atau finansial yang dibayarkan oleh seseorang kepada pihak pemberi jasa layanan untuk berikan back up mengenai masa depannya dengan berbagai syarat dan juga batasan. Sedangkan asuransi syariah sendiri adalah investasi yang dilakukan oleh seorang nasabah dengan melakukan akad dan pembayaran premi, namun premi tersebut dapat diambil kapanpun tanpa ada batasa batasan serta tanpa adanya pengurangan ataupun penambahan seperti bunga.

Back up asuransi konvensional yang dimaksudkan disini adalah jaminan mengenai masa depannya. Premi asuransi yang telah dibayarkan oleh seorang nasabah hanya dapat di klaim dalam kata lain di ambil ketika seseorang tersebut di masa depan mengalami musibah, dan dengan syarat musibah tersebut sesuai perjanjian investasi asuransi yang ditanamkan oleh nasabah.

Namun ketika seseorang tersebut di masa depan tidak mengalami musibah atau musibah yang dialami tidak sesuai dengan perjanjian yang ada, maka dana tersebut akan tetap mengendap dalam perusahaan asuransi itu sendiri. Sedangkan asuransi syariah menerapkan sistem bahwa premi yang dibayarkan seorang nasabah adalah hak nasabah sepenuhnya, jadi kapanpun nasabah ingin ambil premi tersebut akan tetap dapat diambil.

Contoh sistem kerja asuransi konvensional adalah ketika seseorang mengasuransikan mobilnya dan di masa depan dirinya sendiri yang terkena musibah maka klaim asuransi tidak dapat diambil. Sedangkan dalam sistem asuransi syariah, jika memang seorang nasabah membutuhkan dana tersebut di masa depan maka dana tersebut dapat di klaim oleh nasabah tanpa adanya pengurangan ataupun penambahan.

Dalam sistem kerja asuransi konvensional terdapat unsur riba, spekulasi, perjudian, penundaan, serta pemaksaan yang membuat asuransi konvensional menjadi haram untuk dikerjakan. Sementara itu, asuransi syariah didalamnya bersistem tolong menolong, kerjasama, saling membantu antar nasabah dan lain sebagainya.

Dan dengan sistem yang dijalankan oleh asuransi konvensional maka tidak diragukan lagi bahwa Hukum Asuransi Dalam Islam adalah haram untuk dilakukan menurut dalil dan juga ijma’ (kesepakatan para ulama). Sedangkan ulama juga menyepakati seperti yang tertera dalam fatwa MUI bahwa asuransi yang berlandaskan tolong menolong seperti asuransi syariah adalah halal untuk dikerjakan.

Anda bisa berkonsultasi dengan agen Allianz syariah untuk mengetahui bagaimana konsep dari asuransi syariah.

Published by

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *