Memilih Group dalam Multilevel Marketing

Dalam setiap usaha multilevel marketing, selalu ada group group jaringan yang dipimpin oleh leader yang terseleksi secara alamiah. Setiap leader tersebut punya cara masing-masing untuk mengembangkan jaringannya. Tentu cara cara yang masih berada dalam koridor kode etik perusahaan dan tim support sistem. Para leader ini mengembangkan metodenya berdasarkan pengalamannya yang telah sukses merekrut member baru maupun sukses dalam pemasaran produk sehingga dirinya secara alami menjadi seorang leader group. Leader jaringan ini kemudian menduplikasi kesuksesannya tersebut kepada group nya, kepada para mitranya agar mereka juga sukses.

Dengan karakter dan cara yang pasti berbeda antar leader, maka bagi calon member baru, memilih leader atau memilih group yang tepat untuk perkembangan jaringan sangatlah penting. Seorang yang baru mau bergabung ke dalam sebuah multilevel harusnya melakukan studi sebelum memilih siapa leader. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam memilih leader (memilih group) diantaranya adalah karakter diri, support group maupun posisi dirinya dalam group tersebut.

Yang dimaksud dengan karakter diri adalah kecocokan pribadi antara member dengan leadernya. Karena multilevel adalah kerja tim, maka tak salah kalau kita memilih leader yang sesuai atau cocok dengan karakter kita agar mudah untuk bekerja sama. Dengan kesesuaian karakter itu maka kerja kerja bersama akan menjadi lebih enjoy untuk dilakukan. Pertemuan pertemuan juga akan lebih cair dan ide ide kreatif akan muncul mana kala semua merasa mempunyai karakter dan tujuan yang sama dalam mengembangkan jaringan. Mudahnya, sebelum memilih, ketemu terlebih dahulu. Ngobrol, diskusi. Dari situ akan tampak apakah ada kecocokan antara kita dengan calon leader. Kalau sudah yakin, maka keputusan bisa ditetapkan. Tapi kalau ragu, coba diskusi juga dengan leader di group lain. Dan akan lebih baik kalau kita sudah ngobrol dengan beberapa calon leader, untuk memilih mana diantaranya yang paling sesuai.

Kedua, support group. Ini penting karena akan membantu dalam mengembangkan jaringan. Support group ini misalnya adalah bagaimana cara leader fokus dalam membantu jaringan di bawahnya untuk maju. Apakah leader akan mudah datang ke pertemuan yang sudah dijadwalkan. Apakah leader punya dukungan jaringan online. Bagaimana jaringan online leader tersebut berkembang. Ini juga akan terkait dengan kebiasaan dan karakter diri mitra. Apakah seorang mitra lebih cocok untuk berkembang dari satu pertemuan ke pertemuan lain, door to door atau sebaliknya lebih suka dengan cara memanfaatkan teknologi internet. Pernah seorang mitra ditawari untuk join / daftar HPAI, namun merasa kurang cocok karena beberapa pertimbangan. Pertama, Sudah banyak dan sudah lama ada jaringan disitu, sehingga takut sulit berkembang. Kedua, calon leader tidak terlalu fokus dengan support online, padahal calon mitra sangat care dengan perkembangan jaringan secara online. Nah, hal-hal seperti itu perlu menjadi pertimbangan, bahwa support group yang disediakan apa cocok dengan potensi diri untuk berkembang. Pastikan bahwa jaringan yang akan dipilih dapat mengoptimalkan potensi dalam diri masing-masing.

Hal ketiga adalah posisi dalam group. Ini sebenarnya penting ga penting. Karena pada dasarnya, perkembangan jaringan seseorang dalam bisnis multilevel akan tergantung dari dirinya sendiri. Sebaik apapun sistem dan support yang disediakan oleh jaringan, kalau member yang bersangkutan tidak mau bekerja, ya tidak akan berkembang. Artinya ada keadilan. Siapa yang kerja, dia yang mendapat hasil lebih. Nah, kembali ke posisi dalam group tadi, bahwa berada di posisi level satu, level 2 atau level level di bawahnya lagi akan sedikit banyak ada pengaruhnya. Misalnya, kita berada tepat berada di bawah leader utama atau berada di level satu. Maka seharusnya akan terasa sekali motivasi leader itu untuk kita. Secara ga langsung, naluri Leader juga akan memilih, siapa yang layak untuk ditaruh langsung dibawahnya. Siapa yang punya potensi lebih. Makanya kalau memang ada kesiapan dan ada pengalaman di multilevel, pilihlah untuk berada di bawah leader utama. Caranya gimana, yaitu tunjukkan potensi dari awal, baik pengalaman maupun modal. Misalnya langsung daftar menjadi stok agen (menstok barang). Memang ada modal lebih yang harus dikeluarkan, tapi dengan itu leader tahu potensi awal mitra nya ini cukup bagus untuk berkembang. Dan pasti akan diperhatikan dan dipertimbangkan berada di jalur utama sang leader. Dan wajar, kalau semakin dekat sumber utama, maka efeknya juga akan semakin besar, dengan catatan dibarengi oleh kemampuan.

Okey, itu beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam memilih leader atau memilih jaringan dalam multilevel marketing. Semoga memberi manfaat. Salam sukses.

Published by

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *