Sosial Media Apa Manfaatnya? Pentingkah Untuk Kita?

By | Maret 6, 2018

Sosial Media Apa Manfaatnya? Pentingkah Untuk Kita?

sosmed itu apa

Penggunaan sosial media untuk beragam keperluan

Media sosial atau biasa khalayak ramai menyebutnya sosmed (sosial media) merupakan akses bagi masyarakat untuk berkomunikasi dengan sanak saudara, keluarga, kolega, dan lain sebagainya.

Sehingga tak dipungkiri juga bahwa di dalam media sosial digunakan sebagai ajang bagi para pencari rupiah dalam menemukan titik celah yang mampu menarik minat masyarakat.

Siapa saja bebas berjualan di media sosial. Tak ada batasan apakah itu makanan atau pakaian, bahkan alat kecantikan sekalipun (mungkin juga perkakas rumah tangga).

Setelah mengetahui bahwa banyak manfaat yang di dapat dari media sosial, para pendakwah pun juga mulai merambah di dalamnya. Karena tidak bisa ditampik juga bahwa pengguna media sosial kebanyakan adalah kaula muda yang bisa dibilang energik, muda, dan berkeinginan tinggi.

Point yang ingin saya sampaikan adalah “Mungkin dari kalian pernah menemui banyak dari pengguna media sosial tak sesuai karakternya antara di dunia nyata dan maya.”

Iya kan? Ini merupakan pendapat subjektif dari Admin. (Hanya berdasarkan temuan di lapangan). Pengguna media sosial memang beragam. Mulai dari seorang Kakek tua sampai anak SD sekalipun.

Di sini kita mengetahui bahwa terdapat orang-orang yang mempunyai karakter pendiam, hanya suka berdiskusi empat mata (atau mungkin diskusi kecil, karena menurut mereka dengan diskusi kecil energinya akan hidup dan mampu mencairkan kebisuan yang ada).

Sementara itu juga terdapat orang-orang yang memang bisa berkata “nyablak”. Artinya apapun bisa dikatakan tanpa ragu sekalipun.

Ada juga orang yang tidak suka ngomong tapi suka nulis. Ada juga orang yang suka ngomong tapi tidak suka mendengarkan. Beragam kan?

Jadi memang di dalam media sosial terdapat banyak karakter yang global. Lantas bagaimana kalau yang disampaikan tidak sesuai karakternya?

Apakah kita pernah mengetahui masa lalunya atau apakah kamu pernah mendengar cerita kelamnya.

Atau mungkin kita pernah menemui bahwa sejatinya memang mereka di dalam dunia nyata tak suka berbicara (karena bisa jadi tak ada yang mau mendengarkan, sebab bisa jadi tak ada yang memahami, mengerti atau bahkan mendengarkan).

Sehingga dengan adanya media sosial, mereka mampu mengaktualisasi dirinya untuk lebih aktif dan produktif. Mengapa tidak?

Apakah ada yang salah di sini?
Mereka hanya mampu menggunakan media sosial untuk menunjukkan sejatinya diri bahwa mereka mampu.

Seperti yang telah saya lansir dari Global Web Index bahwa ada sekitar 10 alasan yang mendasari penggunaan sosial media. Namun alasan terbesar adalah :

1. To stay in touch with what my friends are doing

2. To stay up-to-date with news and current events

Kedua alasan diatas nampaknya sudah sangat lazim terdengar bagi sebagian orang. Dan itulah yang sedang terjadi.

Namun jika kembali menilik keadaan sesungguhnya di Indonesia tidaklah demikian. Terutama untuk kaum hawa yang sering jadi perdebatan.

Selfie & Wefie

manfaat selfie dan wefie

Kegiatan selfie dan upload foto seakan sudah menjadi hal wajib bagi sebagian kalangan, terutama anak muda

Bahasa kasarnya adalah narsis.
Tujuan utamanya adalah bangga akan identitas yang dimiliki dan ingin menunjukan kepada yang lain bahwa ini lho saya ada.

Tak hanya itu, Admin yang notabene beragama Islam, sering melihat post baik itu di Facebook, Instagram, Twitter maupun Whatsapp yang narsis menggunakan busana muslimah dan sudah berhijab syar’i.

Yang lebih hebatnya lagi ia (wanita) berhijab, bercadar lalu selfie. Sejatinya menutupi aurat tapi ingin dilihat. Lalu apa esensi yang di dapat?

Bercadar? Tapi kok Instagram dan Facebook-nya penuh foto selfie. Kalau diibaratkan tu, punya rahasia, tapi bilang-bilang ke semua orang saya punya rahasia lho.

Sebenarnya mereka ini menunjukan eksistensinya atau bagaimana ya ?
Bukannya masih ada hal yang harus ditahan. Menjaga kehormatannya agar tidak dinikmati lawan jenis yang bukan mahramnya? Atau saya salah penafsiran?

Kalau dibicarakan lebih lanjut saya kira akan menimbulkan perdebatan. Ada yang pro dan sebaliknya.

Terlepas dari penting atau tidaknya sosial media, marilah kita bijak dalam menggunakan sosial media, menggunakan sewajarnya, memanfaatkan untuk hal yang berguna.