Ada istilah yang mengatakan bahwa dibalik Pria yang hebat, maka ada perempuan hebat dibelakangnya. Didalam peristiwa Proklamasi kemerdekaan tidak hanya dihadiri kaum lelaki. Para perempuan ini juga hadir dalam peristiwa bersejarah kelahiran Republik Indonesia dengan memainkan perannya masing-masing. *Berikut perempuan-perempuan hebat itu :

1. SK Trimurti
Perempuan yang lahir di Solo pada 11 Mei 1912 ini semula diminta untuk mengibarkan Bendera Pusaka Merah Putih untuk yang pertama kalinya. namun ia menolak dan mengusulkan nama Latief Hendraningrat dari PETA (Pembela Tanah Air). setelah Indonesia Merdeka, ia menjadi Menteri Perburuhan yang pertama.

2. Fatmawati
Lahir di Bengkulu, 5 Februari 1923.ia merupakan istri dari Ir. Soekarno yang menjahit Bendera Pustaka Merah Putih. Pada saat proklamasi kemerdekaan ia berdiri disebelah SK Trimurti.

3. Zuleika Rachman Masjhur Jasin
Zuleika merupakan pemimpin mahasiswa perempuan Ika Daigaku (Sekolah Tinggi Kedokteran) dalam Upacara Proklamasi Kemerdekaan. Dia kemudian menjadi anggota PMI Mobile Colonne.

4. Gonowati Djaka Sutadiwiria
Lahir di Semarang, 27 April 1919. sama seperti Zuleika, ia merupakan Mahasiswa Ika Daigaku yang menjadi anggota petugas pengamanan dalam Upacara Proklamasi Kemerdekaan. Pada perang kemerdekaan I dan II, sebagai anggota PMI Yogyakarta. ia membantu mengumpulkan obat-obatan.

5. Oetari Soetarti
Mahasiswa Ika Daigaku ini juga hadir pada proklamasi kemerdekaan di Jalan Pegangsaan Timur No. 56 Jakarta untuk menyaksikan detik-detik proklamasi. Dia kemudian bertugas sebagai anggota Pos PMI di Bidara Cina. Dia menikah dengan teman kampusnya, dr. Suwardjono Surjaningrat, yaitu Menteri Kesehatan (1978-1988) pada Era Presiden Soeharto.

6. Yoeliari Markoem
Pada Proklamasi kemerdekaan, Mahasiswa Ika Daigaku ini bertugas sebagai anggota kelompok mahasiswa penaikan Bendera Pusaka. pada perang kemerdekaan I, dia bertugas sebagai penghubung pengiriman kebutuhan medis ke daerah gerilya.

7. Retnosedjati
Lahir di Den Haag Belanda, 29 Maret 1924. bersama rekan-rekannya dari Ika Daigaku. dia menghadiri kelahiran republik Indonesia. Setelah proklamasi kemerdekaan, dia menjadi anggota PMI dibawah Prof. Soetojo. pada perang kemerdekaan I dan II, ia menjadi anggota PMI yang mengurus pengobatan pejuang di Solo, Klaten dan Jogja.

*diambil dari laman historia.id yang dipublikasikan pada tanggal 18 Agustus 2018.
link : https://historia.id/historiografis/articles/perempuan-dalam-proklamasi-kemerdekaan-DAl51

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *