Review Boruto The Movie Kekecewaan Berujung Keberanian

Review Boruto The Movie Kekecewaan Berujung KeberanianKeberhasilan Naruto menjadi Hokage ketujuh ternyata harus menuai ujian dari keluarganya. Sang anak, Boruto, selalu dibuat kesal dengan perlakuan yang terlalu sibuk dengan urusan di desa Konoha. Bahkan, Naruto tidak ikut ambil andil dalam mengajari jurus ninja kepada Boruto yang akan menghadapi ujian Chunin.

The Movie

Pada mulanya, Boruto The Movie memang berusaha keras mempelajari jurus-jurus ninja bersama teman-teman-teman pada artikel terbaru. Bahkan ia juga meminta maaf kepada Sasuke untuk mengajarinya. Saat itu, Sasuke sengaja mendatangi Naruto untuk tata ada bahaya yang akan datang.

Saat ujian tiba, Boruto dapat melewati satu per satu tahapan ujian dengan mulus. Bahkan, ia dapat menaklukan lawannya dengan cepat. Hal ini tentu membuat Naruto senang bukan kepalang. Apalagi Naruto tak pernah meluangkan waktunya untuk Boruto.

Namun di tahapan terakhir, Naruto melihat gelagat aneh dari anak sulungnya. Benar saja, Naruto menangkap basah alat yang dipergunakan Boruto untuk mengelabuhi musuh-musuhnya. Kekecewaan Boruto akan sosok ayah benar-benar sudah di titik klimaks. Pasalnya, Boruto dipermalukan oleh Naruto di depan ratusan warga desa atas kecurangan yang dilakukannya.jangan lupa kunjungi nonton film bioskop 21 online.

Tiba-tiba, muncul musuh masa lampau Naruto. Mereka adalah Momoshiki dan Kinshiki yang masih memiliki dendam untuk membunuh Naruto. Rupanya, sasaran Momoshiki dan Kinishiki tak hanya Naruto, tapi juga Boruto. Melihat kedatangan makhluk makhluk menyeramkan itu, Boruto dilanda ketakutan. Naruto pun mencoba melindungi Boruto dan warga desa lainnya.

Apakah Boruto The Movie Kekecewaan Berujung Keberanian?

Film Boruto: Naruto the Movie tidak lagi mengedepakan cerita dari Naruto, tapi Boruto. Balutan kisah drama otomatis akan lebih banyak ada di film ini ketimbang aksi pertengkaran khas ninja. Hal ini mungkin akan sedikit mengecewakan penggemar Naruto.

Meski begitu, penonton benar-benar dimanjakan dengan efek visual dan sinematografis dari film ini. Pertarungan akan terasa begitu nyata, sehingga mampu penggemar anime sulit beranjak dari tempat duduknya. Bahkan, penonton dibuat seolah-olah masuk ke dalam adegan dalam film.

Film ini terinspirasi dari hubungan Masashi Kishimoto dan anaknya. Banyak pesan moral yang ditampilkan di film ini. Salah satunya tentang cinta orang tua yang tak pernah mengenal syarat kepada anaknya. Meski sibuk, Naruto secara diam-diam selalu mengintai tumbuh kembang sang buah hati, Boruto.

Kekecewaan Boruto akan sosok Naruto memang normal terjadi pada setiap anak yang dicueki ayahnya. Namun, Boruto berhasil merubah dirinya menjadi pemberani kala membela Naruto dari serangan musuh. Ketakutan Boruto seakan rontok dengan keberaniannya.

Mengusung tema sebagai generasi baru, film Boruto: Naruto the Movie ini benar-benar menyajikan cerita yang baru dari awal. Menyaksikan film ini akan memberikanakan penonton saat menonton seri Naruto di awal-awal.

Baca Juga: https://civitas.uns.ac.id/infotek/2020/12/08/manfaat-komputer-kehidupan-semua-masyarakat/

Oleh karena itu beberapa cerita di film ini cukup mudah diikuti karena ringan dan tidak terlalu banyak bertele-tele. Nuansa ringan semakin terasa dengan adanya selipan muatan komedi, seperti saat Konohamaru harus menjadi guru bagi trio Boruto, Sarada, serta Mitsuki.

Sebagai sebuah film aksi, Boruto: Naruto The Movie menghadirkan berbagai adegan pertarungan dan aksi yang cukup memukau. Di penonton awal film akan disuguhkan dengan pertarungan antar Sasuke dan sekelompok ninja dari dimensi lain. Pada adegan adegan tersebut animasi yang cukup dinamis baik dari gerakan para karakter maupun mengambil sudut gambar yang cukup memukau.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *