Salah satu sifat dasar manusia adalah mencari kebahagiaan. Bahagia sendiri mempunyai definisi sebagai kondisi emosi yang penuh dengan rasa senang, penuh dengan rasa syukur, dan memiliki rasa puas akan segala sesuatunya. Karena standar senang dan puas tiap orang basa berbeda, tingkat kebahagiaan tidak sama antara satu orang dan orang yang lain. Bisa saja orang sudah bahagia dengan prinsip yang penting sehat semua dan kebutuhan tercukupi. Namun ada juga yang secara materi sudah berlebih tapi di dalam dirinya tidak atau kurang merasa bahagia. Yang menjadi persamaan dari definisi bahagia terdapat pada rasa puas terhadap hidup.

Terdapat 3 kunci sederhana yang dapat mengantarkan seseorang meraih kebahagiaan, baik sekarang hidup di dunia maupun kelak di akhirat. Tiga kunci ini bila dijalankan dengan penuh rasa ikhlas akan membuahkan hasil yang menakjubkan. Ketiga kunci tersebut adalah:

1. Apabila diberi, ia bersyukur.

Kunci yang pertama adalah bersyukur. Apabila seseorang mendapatkan sesuatu kenikmatan yang menjadikan dia senang, maka ia bersyukur kepada yang memberikan kenikmatan tersebut, yakni Tuhan Pencipta Alam. Ia menggunakan karunia dan kenikmatan tersebut untuk lebih bertakwa dan meningkatkan imannya. Ia pun memuji dan menyadari bahwa Allah sebagai pemberi kenikmatan tersebut.

Ungkapan rasa syukur dapat dilakukan dengan cara menyebut atau menceritakan kenikmatan tersebut, mengakui bahwa kenikmatan tersebut datangnya dari Allah, dan menggunakan kenikamatan tersebut sebagai sarana untuk meningkatkan ketakwaan kepada Allah. Syukur bukan ada di lisan saja. Akan tetapi rasa syukur itu juga hadir di hati dengan pengakuan, dan pada anggota badan dengan ketaatan.

Sesungguhnya Allah menyukai hambanya yang pandai bersyukur dan dia berjanji akan menambah kenikmatan tersebut. Dalam QS. Ibrahim ayat 7, Allah berfirman:

Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”.

2. Apabila diuji, ia bersabar.

Ujian merupakan bagian dari kehidupan. Seperti konsep rejeki, semua orang juga akan mendapatkan bagian ujiannya. Ia pasti akan datang entah kita siap atau tidak. Oleh karena itu, kunci kebahagiaan kedua adalah bersabar. Bersabarlah karena bersabar tidak ada ruginya.

“Dan Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar, (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka berkata “Inna lillahi wa inna ilaihi raji‘un” (sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali).” (QS. Al-Baqarah: 155-156).

Pertolongan Allah datang kepada orang yang sabar. Kebahagiaan akan segera hadir ketika kita mampu bersabar dan menyadari bahwa setiap ujian pasti berlalu, pasti akan terlewati. Balasan bagi orang yang sabar adalah kebaikan. Kesabaran juga harus dibarengi dengan sikap dan perbuatan tidak mudah purus asa karena sesudah kesulitan akan datang kemudahan seperti yang tertuang dalam Quran Surat Al Insyirah “inna ma’al-‘usri yusrā. Sesungguhnya beserta kesulitan itu ada kemudahan.”

3. Apabila berdosa, ia segera bertaubat.

Kunci kebahagiaan ketiga ialah bertaubat. Setiap manusia berpotensi melakukan kesalahan dan kemaksiatan. Bahkan setiap anak Adam pasti memiliki dosa kecuali orang-orang yang dijaga oleh Allah. Kabar baiknya, dosa-dosa tersebut akan diampuni Allah selama kita mau bertaubat. Yang paling penting, jangan sampai karena merasa berdosa, seseorang menjadi berputus asa dari rahmat Allah. Jangan pernah menganggap dosa kita yang besar itu tidak dapat diampuni. Beratubatlah dengan sungguh-sungguh, maka Allah akan terima taubat tersebut dan membalasnya dengan kebaikan. Bertaubatlah secara nasuha, yakni taubat yang benar-benar taubat.

Oleh sebab itu, janganlah seseorang merasa putus asa dari rahmat dan ampunan Allah. Yang harus disegerakan ialah bertaubat kepada-Nya. Barangsiapa yang bertaubat kepada Allah, sebanyak apapun dosanya di masa lampau, Allah akan menghapusnya. Isi sisa umur dengan melakukan amal-amal sholeh seperti bersedekah, puasa sunnah, membaca Al-Qur’an dan lain sebagainya.

Semoga kita semua dapat menjadi manusia yang pandai beryukur, bersabar dan bertaubat dan pada akhirnya kebahagiaan datang menghampiri baik di dunia maupun di akhirat. Aamiin.